
" Bis..ini tidak benar..Kita tidak bisa menikah seperti ini. Aku harus bercerai dulu dengan Mas Yoga. Dan kau harus menunggu 3 bulan masa iddah dan sesudah itu baru menikah denganku. " ucap Kristy menyampaikan protesnya pada Bisma saat mereka berdua.
" Adikku sudah mencarikan pengacara untuk mengajukan gugatan cerai mu. Dan dia sudah memprosesnya. Tinggal tunggu ketok palu semua beres. Kita tinggal melaksanakan kesepakatan kita dulu Kris.. Bukankah kau dulu bilang bersedia menikah secara agama dulu kalau keluarga mantan suamimu sulit.."
" Itu karena ku kira waktu itu Mas Yoga sudah meninggal.. Jadi tinggal mengurus akta kematiannya. Tapi ini suamiku masih hidup Bis..Dan kami masih belum bercerai "
" Sudahlah Kris... menurut saja padaku..Cepat atau lambat kita tetap akan menikah jadi mau sekarang atau besok itu sama saja " Bisma tetap bersikukuh pada keinginannya.
" Tapi.. "
" Toh niat ku baik...Aku ingin menjaga dan melindungi kalian dari orang orang kaya dan kejam itu. Mereka sudah mempermainkan kita Kris. Mereka sudah berlaku tidak adil padamu, padaku, pada anak anakmu ...Apa kau ingin mereka menindas kita lagi?"
" Kau lihat saja Yoga.. dia terang terangan menikah lagi di depanmu padahal tau kau masih istrinya... Demi apa?... Demi memainkan wanita itu dengan uangnya... Kalau dia bisa seperti itu kenapa kau tidak?" tanya Bisma penuh penekanan.
Kristy kehabisan kata. Ucapan Bisma memang benar.
.
...----------------...
.
Aku terbangun dari tidurku. Kemarin malam begitu sampai di bandara Andy menjemput. Mereka langsung menuju ke apartemen ku dan mencari cari buku nikah dan KK ku dengan Kristy.
Namun mereka tidak menemukannya. Bahkan meski mereka sudah mengacak acak seluruh tempat di apartemen tersebut mereka tetap tak menemukannya. Sampai akhirnya Yoga kelelahan dan tertidur.
" Sarapan dulu Yog..." ucap Andi mengajak Yoga sarapan pagi ke rumah mereka yang berada berdekatan dengan apartemennya.
Aku mengikuti Andi karena memang sedari kemarin aky belum sempat makan karena terlalu kalut mencari anak anak dan Kristy.
" Ayo makan Yog.." Desi pun menyambut hangat kedatangan Yoga. Perutnya nampak membesar. Seperti kata Andi, Desi sedang hamil anak kedua mereka.
" Maaf ya Yog...waktu itu kami tidak jadi datang ke pesta pernikahanmu karena Andres sakit.." kata Desi yang tidak enak tidak hadir tanpa memberi kabar pada Yoga.
" Ah lupakan saja..itu pernikahan tidak penting kok...Andres?" ucap ku dengan malas.
" Andres sini.." panggil Andi pada anak sulung mereka yang sedang asik nonton Tv. Merasa di panggil Papanya , Andres segera mendatanginya.
Aku melihat sosoknya , seorang anak kecil tampan , berkulit putih , tinggi dan perawakannya mirip sekali dengan Xavier. Aku begitu sedih saat anak itu bersalaman dan mencium tangannya karena mengingatkannya pada Xavier.
" Om..." Andres nampak heran saat aku memeluknya erat. Rasanya seperti memeluk Xavier yang begitu ku rindukan. Meski Xavier selalu rewel dan membuatku begadang menjaganya tapi itu tidak masalah daripada kehilangan dia seperti ini.
Desi dan Andi bisa merasakan kesedihan yang kini si rasakan sahabat mereka
" Sabar Yog.. Nanti kita ambil anakmu kembali.." Andi mengusap punggungku .
.
.
...----------------...
Aku dan Andi kemudian pergi ke Blitar dengan mengendarai mobil Andy. Supir pribadinya yang mengantarkan kami.
" Kau tahu alamat rumah Bisma?" tanya Andi.
" Aku hanya pernah ke sana satu kali itupun dengannya. Aku tak begitu ingat tempatnya..tapi jika sudah di depan rumahnya aku pasti tahu rumahnya. Aku ingat bentuk rumahnya "
" Itu sulit Yog... Seharusnya kau tahu alamatnya apa RT RW berapa..."
" Pokoknya tidak begitu jauh dari rumah Bibi Kristy.."
" Apa kita tanya Bibinya?"
" Jangan..nanti dia malah cemas ada apa apa dengan Kristy dan cucu cucunya..."
" Kalau tanya Kak Romi?... Anak buahnya banyak tersebar di mana mana"
" Tidak usah. Aku akan mencarinya sendiri saja " Aku malas berurusan dengan Kak Romi.Karena dia lah sumber masalah ku ini.
Andi diam. Ia bisa membaca Yoga pasti sedang ada masalah dengan Kak Romi.
' ting '
Sebuah pesan masuk ke nomor WhatsApp Andi. Dan panjang umur orang yang sedang mereka bicarakan mengirim pesan padanya..
' Jangan beritahu Yoga.. Ini alamat rumah orang tua Bisma. Jl x no 123 rt 01 rw 03 desa x '
Andi di buat bengong oleh keduanya. Yang satunya jual mahal tak mau di bantu , yang satunya lagi membantu tak mau di ketahui. Benar benar kakak beradik yang aneh.π
.
.
Tepat pukul 1 siang Yoga dan Andi sampai di Blitar. Mereka melepas lelah dengan mampir ke sebuah rumah makan. Setelah makan siang mereka merokok sebentar .
__ADS_1
" Sudah ingat rumahnya?" Andy mencoba mengetes Yoga.
" Keliling saja nanti juga ketemu.."
Andi merasa geli dengan jawaban Yoga itu. ' Tenang saja Yog... alamat nya sudah ada padaku..'
' Sudah sampai?" tanya Romi mengirim pesan Andi.
' Baru saja sampai. tinggal mencari rumahnya '
' Kak Romi tidak kesini?" tanya Andi lagi.
' Tidak , untuk apa ?'Romi sok tak peduli.
' Siapa tahu bakal ada perang'
' Aku sudah menyuruh anak buah ku mengikuti Yoga diam diam' π
*Dasar Raja singa ini...suka banget nge\_prank.. bilang tidak peduli malah mengirim pengawalπ *
" Kenapa kau ketawa\_ketiwi sendiri Andi?" Tanyaku heran
" Bukan apa apa kok..lagi baca pesan lucu.." jawab Andi sekenanya.
"Yuk lanjut " ucapku seraya mematikan puntung rokok dan segera bangkit. Andi segera mengikuti ku.
Tak lama kemudian mobil kami melaju. Kemudian mobil itu berhenti di depan sebuah rumah yang asing sekali bagiku..Sebuah rumah dengan desain minimalis modern ,berpagar hitam dan bercat abu abu, dengan taman kecil cantik di depannya.
" rumah siapa ?" tanya ku heran.
" katanya kau bakal tau kalau sudah ada di depan rumahnya.." goda Andi.
" Hah?"
" Ini rumah orang tua Bisma"
Aku bengong sambil turun dari mobil dan di ikuti Andi. Ukuran rumah dan jalanan nya mirip dengan rumah keluarga Bisma dulu tapi bentuk bangunannya benar benar sudah berubah. Tapi itu betul..ini memang rumah yang waktu itu pernah ku kunjungi.
" Kau tanya Kak Romi?" tebak ku cepat.
*Ya sudahlah... Yang penting mencari Kristy dan anak anak saja*. ..
Aku dan Andi segera memasuki pagar yang kebetulan tidak di kunci. Dan mengetuk pintu rumahnya. Namun tak ada jawaban sama sekali. Rumah itu sepertinya kosong.
" Bagaimana ini?" tanya Andi
" Kita coba tanya tetangga sebelahnya.." Aku dan Andi bergegas bertanya pada tetangga dekat rumah mereka.
" Mereka semua sedang berkumpul di rumah Anak sulungnya yang baru pulang dari luar negeri...Katanya besok mau menikah "
*Hah? Menikah?... Yang benar saja...Aku belum menceraikan Kristy , bagaimana dia bisa seenaknya mau menikahi Kristy... Mau nikah cara apa seenak udelnya sendiri*...
Aku benar benar kesal.
" Di mana tempatnya?"
" Kami tidak tahu persisnya tapi dia beli tanah di desa sebelah.."
Aku dan Andi kemudian berputar putar mencari cari informasi tentang keberadaan rumah Namun tetap tak menemukannya.
Orang orang sekitarnya bilang di desa tak jauh dari tempat tinggal mereka. Tapi dimana alamat pastinya tidak ada yang tahu..
Hp Bisma,Kristy bahkan milik si kembar tidak ada yang aktif satupun.sehingga sulit di lacak keberadaannya.
Aku hampir putus asa mencarinya karena hingga hari menjelang malam kami mencari dan bertanya di tetangga desanya tak ada yang mengenal Bisma.
' Kak Romi...'
' Sulit Andi...Bisma bukan orang bodoh .Ia pasti sudah memperhitungkan matang matang rencananya. Apalagi dia tipe orang yang keras hatinya dan sulit di rubah. Kalau dia sudah menetapkan sesuatu tak ada yang bisa merubahnya ' Jelas Romi yang mengenal betul watak Bisma.
' Ajak Yoga pulang...Aku akan menyuruh anak buah ku mencari mereka '
' Dia juga sama keras kepala nya Kak...'
Andi dan Romi menghela nafas panjang.
__ADS_1
.
.
Sementara itu Kristy tak dapat tidur. Ia gelisah terus memikirkan keputusan sepihak yang di buat Bisma. Masih teringat di benaknya saat kemarin Bisma memaksanya , masih untung ada Xavier sehingga itu tidak terjadi. Namun besok jika ia menikah dengan Bisma, ia tidak akan bisa kabur lagi.
Bisma menerjang semaunya agar keinginannya terpenuhi. Kalau seperti ini, sudah tidak benar, dan memaksa pula. Ia ingin setidaknya jika memang menikah dengan Bisma harus benar jalurnya .Tidak seperti ini. Menikah di atas pernikahan itu tidak benar. Pernikahannya tidak sah. Lalu apa bedanya dengan kumpul kebo?
Kristy dan anak anaknya seharian berusaha berbaur dengan keluarga Bisma yang terkenal agamis itu. Dan sepertinya mereka tidak keberatan menerima Diri dan anak anaknya. Mereka mengira dirinya seorang janda.Sehingga Bisma di ijinkan menikah dengannya.Tapi mereka bahkan tidak tahu kalau dirinya masih berstatus istri orang.
Ingin menghubungi juga tidak bisa..Semua hp di bawa dan di simpan Bisma.
Kristy gelisah di kamar barunya.Xavier Dafa dan Dafi sudah terlelap tidur dan Bisma juga mungkin sudah tidur di kamarnya..Orang tua dan Adik Bisma menginap di sana. Di rumah yang luas ini banyak sekali kamarnya.
.
.
.
Keesokan harinya kristy di rias bak pengantin dengan adat jawa.Ia memakai kebaya atasan berwarna putih dan jarit modern berwarna keemasan. Bisma mengenakan setelan pengantin berwarna putih .Senada dengan yang di kenakan Kristy.
Penghulu dan beberapa keluarga terdekat sudah datang untuk menjadi saksi di pernikahan Kerabat mereka. Bisma tak mengadakan acara besar besaran hanya ijab kobul dan makan bersama sebagai bentuk syukur saja.
" Dad...Aku mau main hp.." pinta Dafa.
" Boleh tidak Kak?" tanya Bella
Kristy dan Bisma berpandangan sesaat.
" Ya sudah...ambilkan saja..." kata Bisma. Toh sebentar lagi prosesi ijab qobul di mulai..Bella kemudian mengambilkan hp si kembar .
Saat semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara ijab qobul yang di mulai dengan doa..Dafa dan Dafi sedikit menjauh. Mereka langsung menghubungi Yoga.
" Papa...Mama mau menikah ..." ucap Dafa panik.Sedang Dafi berjaga sambil mengawasi agar tidak ada yang mengetahui saudaranya sedang menelpon Papa nya.
Yoga yang tertidur di mobil saat mendengar suara dering hpnya. Terlebih saat mengangkatnya .Suara Panik Dafa terdengar sesaat sebelum akhirnya Bella mengetahui yang dilakukan dua bocah itu.
" Menelpon siapa sayang... " tanya Bella seraya mengambil paksa hp keduanya.
" Sayang...tidak boleh main hp dulu ya..Tante bawa dulu. Nanti kalau sudah selesai acaranya tante kasih lagi " ucap Bella sambil membawa hp keduanya dengan senyumnya. Ia seolah tidak marah pada keduanya.
Bella tau yang dilakukan Kakaknya Bisma salah. Namun karena selama ini Bisma membiayai kuliahnya sampai sarjana , ia rela membantu mewujudkan keinginan Kakak satu satunya itu.
' Sudah dapat titiknya?' tanya Andi pada Romi yang anak buahnya ia suruh stand by 24 jam jika ada tanda tanda keberadaan hp Bisma , Kristy atau si kembar terlacak.
Romi sudah mengerahkan cukup banyak anak buahnya di bidang tersebut . Ia ingin membantu Yoga untuk menebus kesalahannya .Sikap keras Bisma itu karena terprovokasi olehnya yang sampai kemarin hatinya masih tertutup oleh dendam . Kini setelah ia di sadarkan oleh Yoga , ia ingin membantu Yoga.
" Dapat! ' ucap anak buahnya. Ia segera mengirim lokasi tersebut ke hp Andi.
" Cepat antar kan ke tempat ini.." Andi menunjukkan titik di hpnya pada sopirnya yang ikut begadang bersama keduanya.
Yoga dengan harap harap cemas berdoa semoga bisa cepat sampai ke sana.
Dafa dan Dafi yang kini sudah menginjak SMP meski usianya masih 12 tahun tentu sudah mengerti bahwa Mamanya adalah istri Yoga Papa sambung yang sangat mereka sayangi, tentu tidak akan diam membiarkan Mamanya menikah lagi , apalagi kemarin mereka sempat mendengar perdebatan Mama dan Daddy nya. Karenanya tadi mereka menghubungi Papanya.
.
.
Bisma dan Kristy duduk di bawah tudung yang sama .Sambil menjabat tangan wali hakim Bisma mengucapkan ikrar nya.
" Saya terima nikah dan kawinnya Kristy Aulia binti Rahman dengan mas kawin tersebut du bayar tunai. "
" Sah?" tanya hakim pada para saksi.
" Sah" jawab mereka serempak.
Bisma tersenyum .Ia benar benar lega kini. Wanita yang di idamkan nya kini telah halal baginya. Bisma mengulurkan tangannya pada Kristy. Kristy mencium tangan Bisma dengan air mata yang tak berhenti mengalir. Bisma mendekati Kristy dan hendak mengecup keningnya.
" Batalkan...Pernikahan ini tidak sah. Menikah di atas pernikahan itu tidak sah. Apalagi wanita itu masih sah istriku " ucap Yoga lantang seraya memasuki ruang itu dengan Andi dan Dafa Dafi di belakang nya.
Kristy ternganga saat melihat kehadiran Yoga di sana. Meski ia tak tahu bagaimana Yoga bisa ada di sana tapi ia benar benar senang dengan kehadirannya.
" Mas..." Kristy bangkit dan hendak mendatangi Yoga namun dengan cepat Bisma mencekal tangannya.
" Kau istriku. Kau tetap di sini " cegah Bisma.
" Istri dari Hongkong..Mimpi kau! " ucap Yoga penuh amarah . Dan begitu dekat ia langsung mencekal krah baju Bisma. Bisma melepas Kristy dan melakukan hal serupa pada Yoga.p
Keduanya saling bertatapan tajam dengan amarah yang sama sama tinggi. Kedua sahabat baik itu kini telah siap untuk bertarung untuk mempertahankan apa yang mereka yakini sebagai milik mereka.
Para hadirin yang sebagian berasal keluarga Bisma itu terperangah dan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Terutama kedua orang tua Bisma, Mereka yang mengenali Yoga adalah sahabat baik putranya benar benar tak habis pikir.Apa yang sebenarnya terjadi...
.
__ADS_1