KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
176. BERITA DUKA


__ADS_3

Kenzei yang panik segera kabur dengan mobil anak buahnya.



" Hei ...siapa wanita tua itu tadi..?" tanya Kenzei



" Wanita tua?" tanya anak buahnya.



" Iya..wanita tua yang melindungi Si Kristy...Dia yang terkena tembakan ku..." kata Kenzei.



" Satu satunya wanita tua yang bersama keluarga itu adalah Risa ..Ibu Yoga ...dia istri Guntoro Bos...."



Kenzei ternganga. Sasaran tembaknya keliru dan ia malah menembak istri Guntoro. Istri tua yang sangat di bela belain Guntoro dulu sampai menghajar Risma .



" Gawat .. aku bisa mati .." kata Kenzei panik.



" Apa dia mati Bos ?" tanya anak buahnya.



" Aku tidak tahu...Tapi tadi aku menembak ke dadanya. Jadi...kurasa dia pasti mati .."



" Ini gawat sekali Bos...Cepatlah kabur sembunyi..Minta perlindungan Bos Eagle...Guntoro itu sangat mencintai istri tuanya...Kalau dia mati , dia pasti akan memburu mu Bos...Dia akan membunuhmu..."



Kenzei bagai tersambar petir di siang hari mendengar itu. Ia panik, cemas dan juga takut. Ia tak ingin mati muda . Apalagi gara gara wanita .



" Ah ...sialan...seharusnya aku mendengarkan ucapan Romi...Kalau seperti ini benar benar gawat.."


.


.


.


.


Kenzei menghubungi Risma. Ia menceritakan semuanya. Risma pun langsung panik saat mengetahuinya.



" Sayang...aku mau kabur keluar negeri ..Kau juga kabur lah dari Guntoro itu..." Kenzei juga mencemaskan Risma. Guntoro pasti tak akan mengampuni mereka berdua.



" Aku kabur kemana ..Pria tua itu pasti akan menemukan ku... Dan aku juga tak punya cukup uang...Semua kartu ku di blok pria tua itu.." ucap Risma dalam derai tangisnya.



" Kau mau ikut aku kabur ke luar negeri?" tanya Kenzei yang kasihan pada wanita yang di cintsinya itu.



" Tentu...tentu saja ..aku ikut denganmu Ken..." kata Risma.



" Kalau begitu , tengah malam nanti kau keluar dari rumah itu...Aku akan menjemputmu..." Kenzei mulai mengatur siasat dengan Risma.


.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


.


Yoga yang mendapat kabar bahwa Mamanya di tembak orang tak di kenal langsung pergi menuju ke rumah sakit tempat Mamanya di rawat.


Keluarga Ricky dan seluruh anggota keluarga Yoga menunggui di ruang tunggu ICU dengan tangis. Banyak polisi menginterogasi Kristy tadi. Namun Kristy cuma bilang orang tak di kenal datang dan hendak membunuhnya. Ia tak mengatakan jika orang itu adalah suruhan Guntoro untuk menjaga hati suaminya.



Rumah tempat tinggal mereka kini di polisi line. Dan seluruh anggota keluarganya berada di rumah sakit dengan penjagaan ketat dari polisi.



" Apa yang akan terjadi dengan Oma.." tanya Dafi Dafi yang juga sangat menyayangi neneknya itu. Kristy dan Yoga tak menjawab . Mereka masih terlarut dalam kesedihan nya. Yoga memangku Xavier dan Kristy membawa Cinta.



Richa dan Ricky juga Mischa yang berusaha menenangkan mereka.



" Oma kalian tidak akan apa apa...dia pasti sembuh.." hibur Ricky.



Dafa dan Dadi menunduk dengan air mata yang mulai berjatuhan .Richa dan Mischa yang duduk di sisi mereka untuk menenangkannya.


.


.


*Mama....jangan mati...aku belum bisa membahagiakanmu* ..


.


.


Yoga terdiam dengan mata berkaca kaca sambil memeluk Xavier. Xavier yang merasakan kesedihan Papanya memeluknya erat.

__ADS_1


Kristy tak henti menangis karena ia menyaksikan semua itu di depan mata kepalanya sendiri. Ia yang seharusnya tertembak bukan ibu mertuanya...Kenapa ia malah melindunginya ..



Kesedihan yang mendalam meliputi keluarga itu sambil menunggu dengan harap harap cemas akan keadaan Risa yang masih di tangani di ruang ICU .


.


.


.


.


.


Tengah malam Risma berjalan mengendap_endap setelah mengambil sejumlah uang dari brankas. Ia memasukkan cukup banyak uang ke dalam tas ranselnya . Juga semua perhiasan emas, berliannya. Semua ia bawa . Ia sudah bertekad untuk kabur bersama Kenzei ke luar negeri.


Setelah semua di rasa cukup , Ia kemudian melangkah pergi. Namun saat hendak menuruni tangga Guntoro menghadang nya .



" Mau kemana kau..B i t c h..." tanya Guntoro.



Risma ternganga. Ia sungguh tak menyangka kalau Guntoro mengetahui rencana kepergiannya.



Guntoro mengetahui rencana Risma karena Risma nampak begitu mencurigakan gelagatnya . Dan itu di perhatikan Guntoro. Ia sudah memperhitungkan Apa yang akan di lakukan Risma sejak ia memblokir semua kartunya.



" Minggir Mas...aku mau pergi...aku sudah tidak tahan denganmu...Kau ini manusia iblis...Aku sungguh menyesal mau menikah denganmu.." kata Risma.



" Kau boleh pergi dari sini ...tapi tinggalkan tas itu...Semua itu milikku..." kata Guntoro. Ia yakin tas Ransel besar Risma itu berisi uang miliknya.



" Tidak bisa...aku akan membawanya.."



" Kalau kau keluar dari rumahku..kau akan menjadi gembel miskin seperti semula..tak serupiah pun boleh kau bawa..." kata Guntoro seraya merebut tas ransel itu dari Tangan Risma.



Risma berusaha mempertahankan. Namun karena kalah kuat dari pria itu, Guntoro berhasil merebutnya.



" Kalau mau pergi..pergi saja...aku sudah tidak menginginkan mu...Kau wanita rendah, murahan, bekas bajingan itu...Minta saja semua darinya...tidak usah membawa apapun milikku ..." kata Guntoro.



Risma benar benar geram di buatnya. Penghinaan , caci makian, pemaksaan, dan juga kekerasan fisik yang diterimanya membuat emosinya memuncak. Ia kemudian mendorong Guntoro yang berada di bibir tangga dengan tas ransel penuh uang itu hingga jatuh. Guntoro jatuh dari tangga itu menggelinding dari lantai 2 hingga ke dasar lantai 1 ..dan tubuhnya berhenti saat menabrak pilar besar di dekat tangga.



Guntoro merasakan pusing dan sakit di sekujur tubuhnya. kepalanya yang terbentur sampai mengeluarkan darah. Belum lagi kakinya yang terasa amat sakit akibat jatuh dari ketinggian seperti itu. Entah patah tulang kaki , tangan atau rusuknya. Yang jelas rasa sakitnya terasa di seluruh tubuhnya



Namun yang paling mengesalkan nya adalah saat Risma ,turun dan mengambil tas ransel tersebut kembali.




" Kau ini benar benar pria tua tidak tahu diri...Iblis .. Seharusnya yang mati bukan istri tuamu itu tapi kau, Bajingan!! " Risma pun berucap dengan keras.



" Apa maksudmu?" tanya Guntoro berang.



" Cari tahu sendiri pria tua tak tahu diri...Mati saja.." Risma membalaskan sakit hatinya. Ia yang selama ini sering di hajar Guntoro , kini membalasnya. Ia menendang dan menginjak injak Guntoro yang sedang dalam keadaan lemah itu.



" Bagaimana rasanya...sakit tidak?" tanya Risma. " Seperti itu rasanya di hajar...kau baru tau rasanya kan.."



" Akan ku bunuh Kau B i t c h !!!"



" C u h..." Risma yang terlampau kesal meludahi Guntoro . " Itu pantas untuk kelakuan rendah mu..."



Drrrrtt\_Drrrtt..



Sebenarnya Risma belum puas ingin membalas Guntoro , Namun panggilan dari Kenzei mengingatkannya untuk segera kabur sebelum anak buahnya bangun dan mulai berdatangan.



" Iya sayang.. sebentar...aku akan segera ke sana.." jawab Risma mengangkat telpon Kenzei.



" Berani kau pergi...kau mati...aku akan mencari mu walaupun sampai ke ujung dunia..." ancam Guntoro.



" Bukankah kau tadi mengusirku ..Huh...sekarang menahan ku..Najis " ledek Risma.



" Risma!!" ucap Guntoro keras. Takut suara Guntoro terdengar oleh anak buahnya, Risma segera menjejali mulut Guntoro dengan sapu tangan dari sakunya. Kemudian ia memukul Guntoro keras hingga Guntoro pingsan .



" Mati kau pak tua iblis.." ucap Risma sambil tersenyum penuh kemenangan .Kemudian ia segera melangkah pergi menuju ke mobilnya .



Risma berusaha tetap tenang saat penjaga anak buah Guntoro menanyainya.



" Mau kemana Nyonya?" "


__ADS_1


" Club\_bing..." jawab Risma santai.



Anak buahnya memberikan jalan membiarkannya pergi. mereka pikir Nyonya mereka cuma akan dolan ke night klub saja.


.


.


Risma menghentikan mobilnya saat melihat sebuah mobil terparkir di pinggir jalan. Ia melihat Kenzei sedang merokok di dekat mobilnya.


" Kenzei..." ucap Risma memanggil Kenzei dan berhamburan ke pelukannya .



Kenzei membuang Rokoknya dan langsung memeluk wanitanya itu. Sesaat mereka saling melepas rindu dengan saling bercumbu mesra.



" Kenapa lama?" tanya Kenzei kemudian..



" Ada sedikit halangan.."



" Pak tua itu ?"



" Aku sedikit membalas sakit hatiku tadi..."



" Kau hebat sekali sayang..." ucap Kenzei sambil tersenyum. Kemudian mereka segera masuk ke mobil Kenzei.



" Kita kabur kemana?" tanya Risma.



" Kemana saja ..asal kita bisa bermesraan setiap hari berdua...". jawab Kenzei



" Hahaha ...." Risma tertawa mendengarnya .Ia benar benar senang kini telah terbebas dari jerat Manusia iblis Guntoro itu. Terlebih kini ia bisa bersama dengan orang yang di cintai nya.


.


.


.


Keesokan harinya Anak buah Guntoro mendapati Tuannya tak sadarkan diri di bawah tangga dengan tubuh penuh luka. Mereka memanggil Dokter untuk mengobati Guntoro.


Romi langsung datang ke sana begitu menerima telpon dari Guntoro .



Guntoro mengalami parah tulang di kakinya dan retak di tulang rusuknya. Hingga ia di rujuk untuk melakukan perawatan di rumah sakit. Untuk menjalani beberapa operasi.



" Cari sampai ketemu \*\*\*\*\*\* itu dengan ke\_parat Kenzei itu... Aku akan membalas keduanya dengan lebih kejam.." ucap Guntoro mengamuk karena ia kini sampai tidak bisa berjalan dengan patah kakinya.



Ia harus menjalani operasi dan penyambungan tulang yang membutuhkan waktu lama untuk pulih kembali. Ia seperti orang lumpuh kini.



" Ada satu kabar buruk lagi Tuan Besar...sangat buruk " kata Romi yang baru saja mendapat informasi dari anak buahnya pagi itu.



" Apa?! " tanya Guntoro keras karena masih tersulut emosinya.



" Nyonya Risa..Meninggal..."



Guntoro begitu shock mendengarnya. Ia sampai diam seribu bahasa.



" Katakan lagi Romi..."



" Nyonya Risa di tembak oleh orang tidak di kenal...dan luka tembakannya fatal...Kemarin dia sempat di bawa ke rumah sakit dan dirawat di sana..tapi kondisinya kritis...dia kehilangan banyak darah dan pagi ini... di kabarkan meninggal dunia..."



Guntoro bagai terkena serangan jantung saat mendengar itu. Dadanya tiba tiba terasa sakit sekali Dan kepalanya berputar putar. Satu satunya wanita yang dicintainya , yang berusaha di bawanya kembali pulang ke rumahnya kini sudah tidak ada lagi di dunia kini. Ia telah pergi selamanya...Meninggalkannya....



Manusia dengan hati keras dan kejam itu kini tampak lemah tak berdaya dengan air mata yang membanjir ...Ia benar benar bersedih kini...Separuh nyawanya telah pergi untuk selamanya..



" Risa..." ia menyebut nama istri tercintanya itu dalam tangis pedihnya. " Risa..istriku .."


.


.


.


Sama halnya dengan Keluarga Yoga , Merekapun menangis pilu mendengar berita duka itu di sampaikan oleh Dokter yang merawat Risa .


" Kami minta maaf Tuan...Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya....Tapi...mungkin sudah suratan takdir...Kita manusia cuma bisa berusaha...Tapi Tuhan yang menentukan...Kami hanya bisa meminta maaf .. .."



" Mama...." Yoga menangis pilu di koridor rumah sakit itu bersama istri dan anak anaknya. para Dokter dan suster juga keluarga Ricky berusaha menguatkan mereka.



" Oma..." Dafa ,Dafi dan bahkan Xavier pun ikut menangis meratapi kepergian nenek mereka untuk selamanya.



" Seharusnya Mama tidak menolongku...Dengan begitu Mama tidak akan pergi .." tangis Kristy dalam pelukan Ricky .Ricky mengusap kepala adiknya itu.


__ADS_1


" Kau harus mengikhlaskannya....Ini semua sudah takdir..." ucapnya membesarkan hati Kristy


__ADS_2