
Kristy mengisi hari harinya yang damai bersama dengan anak anaknya dan Bisma. Kristy merawat Xavier dan begitu memperhatikannya. Dengan telaten mengurus sendiri anaknya tanpa memakai jasa baby sitter. Ia juga selalu mengantar jemput Dafa dan Dafi. Mereka berjalan kaki. Xavier pun di ajak pula dengan kereta dorong bayi.
Yoga juga menjalani pengobatannya di luar negeri di temani Mamanya. Risa dengan telaten menyemangati dan memberi dukungan mental pada anaknya untuk menebus kesalahan di masa lalunya pada Yoga.
Ia ingin mengganti hari hari sepi di masa kecil dengan memberinya perhatian dan kasih sayang kini. Ia mengabaikan butiknya dan semua di serahkan pada Bintang. Ia sudah rela jika butiknya di tutup jika Bintang tak mampu mengelolanya. Baginya Yoga adalah prioritas utamanya kini.
Sedang Romi ikut dengan Guntoro melakukan pekerjaannya kembali. Menangani perusahaan pusat dan mengontrol anak cabang perusahaan mereka.
.
.
.
Setahun kemudian...
.
Bisma yang berangkat sendiri dengan mobilnya selalu berangkat lebih awal karena tempat kerjanya kini lebih jauh dari sebelumnya. Dan jam pulangnya pun jadi lebih malam. Namun ia tak pernah mengeluh. Asal Kristy nyaman ,ia rela berkorban.
" Waduh.. kenapa ya.. " ucap Bisma saat hendak berangkat kerja mobilnya malah ngadat.
" Macet ya..?" tanya Kristy
" Iya.. "
" Aku naik kendaraan umum saja... " kata Bisma seraya buru buru mengambil tasnya . Kebetulan tak jauh dari situ ada halte bus. Bisma langsung menuju ke sana.
" Hati hati Bisma.."
Bisma mengangguk dan melambaikan tangannya sembari melangkah pergi.
Kristy hendak masuk ke rumah . Namun sepintas ia melihat hp Bisma masih tertinggal di mobilnya. Ia segera mengambilnya dan menyusul Bisma.
Bisma nampak duduk di kursi tunggu halte bis dan masih menunggu kedatangan Bis kota . Namun saat hendak mendekatinya sebuah mobil hitam berhenti di sana. Dan seorang wanita asing yang tak di kenalnya nampak memanggil nya.
' Siapa itu ? Mereka seperti sudah saling kenal' batin Kristy saat Bisma nampak bercakap cakap dengannya.
Dan tak lama kemudian Bisma berdiri dan masuk ke mobilnya. Kemudian mereka segera tancap gas.
" A..Bisma..hpmu.. " Suara Kristy tak terdengar karena mereka sudah pergi begitu jauh.
Kristy pun akhirnya segera kembali ke rumah.
Kristy kemudian melakukan pekerjaan rumahnya kembali. Mencuci baju di mesin cuci otomatis dan mulai memasak untuk semuanya. Dan tentunya juga merawat dan menyusui Xavier.
.
.
Malam harinya Kristy makan malam bersama kedua putranya. Dan sesudah menemani mereka belajar keduanya pergi tidur. Kristy kembali ke kamarnya dan menemani Xavier.
Pukul 22.00 terdengar suara mobil di depan.
' Itu pasti Bisma ' Kristy bangkit dan bermaksud membukakan pintu.
__ADS_1
Dari jendela kaca ruang tamu yang sudah padam lampunya ia bisa melihat ke luar dengan jelas. Bisma sedang berbicara dengan seseorang di luar. Dan dari suaranya seperti seorang wanita. Dan Kristy mengenali wanita itu. Dia wanita yang tadi di lihatnya bersama Bisma tadi pagi.
Mereka berbicara dengan bahasa asing. Dan seperti sedikit berdebat. Wanita itu seperti bersikeras ingin masuk ke dalam rumah tapi Bisma melarangnya.
' nge\_ributin apa sih ? ' Batin Kristy bertanya tanya sambil membukakan pintu.
Ia sungguh terkejut sampai membelalakkan matanya saat membuka pintu. Wanita itu nampak tengah mencium paksa Bisma.
Bisma yang seumur umur tak pernah berciuman dengan wanita baru kali itu mendapat ciuman di bibirnya. Ia tadinya berniat menjauh namun karena bibir wanita itu terus menempel dan me\_magut nya iapun akhirnya terbawa. Bisma mulai memejamkan matanya dan membalas ciumannya. Ciuman kaku namun mulai terasa manis.
Bisma mulai membuka matanya saat wanita itu menghentikan ciumannya dan mengakhirinya. Ia melihat wajahnya menegang sambil melihat ke belakang tubuhnya.
Bisma sontak panik .Ia begitu terkejut saat mendapati Kristy ternyata ada di belakangnya.
' Ya Ampun Kristy melihatnya..' batin Bisma panik.
" Apa itu istrimu ?" tanya wanita bule itu saat melihat Kristy (dengan bahasa asing).
" Ya... ini istriku.. " jawab Bisma sambil langsung mendekap Kristy .
" Hah ?" Kristy nampak bingung dengan sikap Bisma itu.
"Kan aku sudah bilang Louisa.. kau tidak percaya.. Aku sudah punya istri. Dan juga 3 anak..." kata Bisma.
" Impossible " ucap wanita itu cepat yang ternyata bernama Louisa.
Dan kemudian wanita itupun segera pergi.
" Haaaah..lega rasanya.. "ucap Bisma
Kristy terdiam sambil melirik Bisma. Bisma yang menyadari pandangan tak enak Kristy segera mengalihkan tangannya dan melepaskan Kristy.
" Maaf Kris.."
" Hem... "
" Wanita itu tadi namanya Louisa. Dia teman sekantorku. Bisa di bilang atasanku sih.. Tadi dia mem\_barengi aku waktu di halte. Sudah ku bilang aku bisa naik taksi dia ngeyel nganter. Rumah dia juga sekitar sini katanya.."
" Oh ya.."
" Dia sepertinya sudah lama suka padaku. Dan ini tadi dia mengatakannya.."
" Hah ? Cewek nembak duluan?" tanya Kristy heran.
" Di sini itu biasa Kris. Hubungan \*\*\*\* tanpa perasaan saja bisa kok.. Cuma nembak itu mah kecil... "
__ADS_1
" OMG " 😱 Kristy tak bisa berkata kata.
" Aku menolak dia ... tapi dia minta alasannya.. Ya aku bilang aku tidak suka padanya..Eh dia ngeyel cinta itu gampang. Lama lama juga suka..gila gak?" cerita Bisma.
" Tapi heran ya..Gak suka tapi bisa nyosor begitu.. " Sahut Kristy.
" Hahaha.. " Bisma tertawa. " Biasa Kris ..cowok.. lagian aku belum pernah ciuman.. Jadi lumayanlah buat pengalaman... "
" Parah! " timpal Kristy.
Bisma tertawa geli.
" Eh...Kau belum pernah ciuman Bisma...segede ini ?"tanya Kristy tak percaya.
" Iyalah.. Aku ini perjaka ORI . Bersegel " tegas Bisma sambil tersenyum.
Kristy ternganga. Bisma ini benar benar cowok langka ternyata. Ia benar benar menjunjung tinggi nilai agama dan budaya bangsa.
Di tengah tengah negara bebas ini ia tetap pada prinsipnya. No Girl, No Date, No free \*\*\*. Seperti yang di ajarkannya pada anak anaknya. Dan ternyata itu juga di terapkan pada dirinya sendiri.
" Kamu cemburu ya.." tanya Bisma.
" Gak lah...Aku malah mau bilang..harusnya kamu terima dia. Dia bule lho..cantik lagi.. "
" Gak mau ah "
" Kenapa ?" tanya Kristy heran.
" Kris.. kapan sih kau nyadar...Aku ini menunggumu.." Ucap Bisma spontan.
" Hah?! " Kristy benar benar terkejut mendengarnya. Ia sampai membuka matanya lebar lebar .
" Aku ini dari dulu sudah nembak kamu dan berkali kali kau tolak. Saat kau bersedia ... aku sedang pergi mencari rupiah , malah kau tinggal menikah.. Kau benar benar tidak memikirkan perasaanku ya.. Sekarang kau malah menyuruhku menerima cinta wanita bule itu.. Kau sangat parah Kris.. " ucap Bisma kesal.
Ia pun segera berlalu meninggalkan Kristy dan masuk ke dalam rumah. Menuju ke kamarnya.
Kristy terpaku di tempatnya. Ia benar benar tak menyangka. Ternyata Bisma masih menyimpan perasaan untuknya setelah bertahun tahun lama nya .
Meski sempat di tinggal menikah sekalipun ..perasaannya tidak berubah. Dia benar benar tipe cowok setia. Sudah begitu baik pada diri dan anaknya , menolong mereka yang kesusahan di negeri orang , mendidik dan menjaga mereka, menyekolahkan anak anaknya , memberikan tempat tinggal untuk mereka, tak pernah perhitungan dengan uang , dan masih banyak lainnya. Kristy berhutang budi begitu banyak padanya.
' Apakah ia harus menerima Bisma?'
Adalah suatu keberuntungan besar jika ia menerima cinta Bisma. Dalam sejarah hidupnya ia memiliki 3 pria pasangan yang semuanya berstatus ' Bujang '. Orang pasti berpikir ia adalah wanita yang beruntung.
Tapi hati kecilnya tak bisa berbohong , ia masih sangat mencintai Yoga. Meskipun Yoga sudah tidak ada lagi. Saat saat bersama Yoga adalah saat yang paling membahagiakannya. Dan itu tidak bisa tergantikan.
Namun dengan semua yang di lakukan Bisma ia juga tidak mungkin memejamkan mata . Ia memang pernah menyukai Bisma dulu. Cuma sebatas itu sebelum ia menjadi istri Yoga. Dan sesudah menjadi istri Yoga , hatinya sudah ia serahkan sepenuhnya padanya. Haruskah ia menerima Bisma untuk membalas budi padanya? Sedang cintanya masih untuk Yoga?
__ADS_1
Kristy benar benar dilema...