
Aku dan Andi menuju ke rumah Kristy .Tentunya dengan pakaian rapi ,aku memakai atasan kemeja putih polos dan celana hitam.Simple mamun elegan.
"Kau sudah membelikan perhiasannya?" tanyaku pada Andi.
"Sudah...aku membeli cincin kawin pasangan blue diamond dan satu set perhiasan serta seperangkat alat sholat...tuh.."jawab Andi sambil menunjuk sebuah tas di kursi belakang.
Aku meraih tas itu dan melihat barang yang di belikan Andi.Seperangkat alat sholat yang di bentuk sedemikian cantiknya.Sekotak perhiasan emas yang berisi kalung,cincin, anting ,gelang dan bangle dengan model kekinian.
"Gaul juga lo Andi..." ucapku
"Selera anak muda...hehe" ucap Andi sambil tersenyum mendengar pujian ku.
"Tapi.."
" Apa Andi?" tanyaku
"Lihat cincin kawinnya Yoga..."
Aku membuka sebuah kotak kecil yang berisikan sepasang cincin yang begitu indah. Cincin yang terbuat dari emas putih dengan mata blue diamond yang sangat cantik . Cincin cewe lingkarnya lebih tipis dan berkelok, sedang cincin cowok simpel dan agak tebal . Dan di kedua cincin tersebut ada sedikit tambahan ukiran dan garis berhiaskan permata permata kecil.
"Bagus kok Andi.."ucapku menilai cincin kawin tersebut.
" Cincinnya si bagus Yog...tapi harganya yang fantastis.."sahut Andi. Aku tersenyum.Jadi dia memikirkan harganya ya...
"Kata penjualnya tadi itu sudah termasuk murah..padahal harganya M M a n.."kata Andi tak habis pikir.
"Hahaha...ya memang segitu Andi...punya mamaku malah mencapai Triliunan.." ucapku sambil tertawa ..
"Gila... 1 barang kecil bisa bernilai satu pulau.."ucap Andi berdecak kagum. Seberapa kaya keluarga Yoga itu sebenarnya..batin Andi.
*******
Akhirnya kami sampai di rumah kristy. Kami langsung di sambut Bibi Kristy dan si kembar yang juga telah berpakaian rapi . Bibi Kristy. memakai gamis dan berhijab sementara Dafa dan Dafi memakai setelan jas .
"Nak Yoga... Den Andi..." Kami tersenyum pada Bibi kristy.
"Papa..."panggil keduanya saat mereka melihatku. Dan seperti biasa keduanya pada berlarian dan memelukku.
Ya Ampun kedua bocah kecil ini imut sekali.Ah bukan mereka sekarang anak anakku...Senangnya bisa mempunyai anak seperti mereka...Aku beneran menjadi Papa mereka. Walau Papa sambung..
__ADS_1
"Wah..Anak Papa cakep cakep.." ucapku sambil mengelus kepala mereka.
"Kata nenek Papa akan jadi Papaku "kata Dafa
"Papa sungguhan..." kata Dafi pula.
"Iya dong.."ucapku sambil tersenyum.
"Yeay...aku punya Papa" ucap mereka senang. Aku, Andi ,dan , Bibi Kristy pun tersenyum.
" Jadi mulai sekarang kalian tidak boleh memanggil siapapun dengan sebutan Papa... Papa kalian cuma aku...mengerti.." ucapku pada keduanya. Keduanya mengangguk -angguk.
"Apa sih Yog...belum apa apa kok sudah posesif..."timpal Andi.
"Biarin..."sahutku sambil mencibir pada Andi. Andi dan Bibi Kristy tertawa.
Aku cuek saja sambil memeluk si kembar , kedua putraku☺️☺️☺️
" Penghulunya dimana Bu?"tanya Andi yang merasa heran rumah tampak biasa saja .Cuma ada mereka.
" Di mushola depan. Pak RT bilang kalau sudah siap Nak Yoga dan Kristy di suruh ke sana.
" Masih di rias di kamarnya.."jawab Bibinya.
" Boleh saya ke sana Bu?" tanya Yoga.
" Tentu saja boleh Nak Yoga "Jawab Bibinya sambil tersenyum.
"Kalian main sama Om Andi dulu yuk.."Andi dengan cepat berinisiatif mengajak si kembar walaupun tanpa ku suruh.Ia benar benar memahami aku.
Aku kemudian melangkah menuju ke kamar Kristy yang pintunya di biarkan terbuka. Aku melihat Kristy sedang di rias oleh seorang wanita muda yang mungkin sepantaran dengan kristy. Merekapun sambil ngobrol ngobrol. Saat aku masuk kristy sedang memejamkan matanya karena sedang di pakaikan bulu mata palsu. Perias yang melihatku ku beri isyarat dengan jari telunjuk di bibirku yang memintanya untuk diam. Ia kemudian mengangguk dan tersenyum.
" Calon suamimu tampan ya Kris.." ucap perias itu .
" Hamm... terlalu tampan malah.." ucap Kristy.
Ha..Terlalu tampan..Haha...Jadi kau sudah jadi pengagum ku sejak lama ya..😝😝 Aku tersenyum juga perias itu.
" Kalian pasti serasi sekali...Kau cantik dan dia tampan..." goda perias itu.
" Aku tidak PD Desi..." ucap Kristy pada perias yang ternyata bernama Desi itu
__ADS_1
" Kenapa ?" tanya Desi
"Dia itu sempurna...Tinggi , kaya, tampan , punya segalanya... dan dia masih bujang...Mana pantas seorang janda , miskin , dan beranak 2 seperti aku menjadi pendampingnya..."
Ya Ampun ... Ternyata Kristy minder padaku...
Padahal aku tidak mempermasalahkan semua itu... Aku tidak masalah statusnya janda..Miskin...siapa bilang..kau punya usaha mandiri...beranak 2...aku malah senang menjadi Papa dari si kembar.. jawabku dalam hati..Kalau bujang...Hamm
" Yang penting dia mau menerimamu kan Kristy..."
" Betul.."Jawabku dalam hati sambil menunjukkan jempol pada mbak Desi perias itu.
"Kalau masalah janda dan bujang...kan cuma beda di pengalaman doang kris...kau yang sudah pro yang ajari dia dong..."ucap Desi menggoda kris.
Mantap mbak Desi...kau hebat...Aku mengacungi 2 jempol sambil tersenyum lebar. Desi pun tertawa. Sementara kris nampak malu malu dengan muka merah tersipu malu...
"Kau ini apa apaan si Des...bikin malu.."sahut Kristy hendak mencubit desi.
"Eits...jangan bergerak...bisa kemana mana ini make up-nya.."ucap Desi dengan bahasa logat khas jawanya.
Aku menahan geli melihat tingkah Kristy itu...Benar benar menggemaskan...Rasanya jadi tidak sabar untuk cepat cepat bermalam pertama dengannya...Aku benar benar penasaran bagaimana ekspresi kristy nanti...Muka merah tomatnya pasti benar benar menggemaskan...😚😚😚
"EHM...kris calon suamimu apa bule...orang orang bilang dia mirip bule.." kata Desi
"Sepertinya dia blesteran sih...Aku juga belum pernah ketemu orang tuanya.."
'DEG'
Apa yang harus aku jawab kalau kristy tanya tentang Mama dan Papa ya...😓 Aku tidak tahu harus menjawab apa...
" Blesteran itu berarti bule Kris... Orang bilang kalau punya bule itu besar dan panjang...hati hati kamu Kris...." ucap Desi usil lagi.
Aku tertawa tanpa bersuara sambil menepuk dahi ku.. Mbak Desi ini lucu sekali... Sok tau sekali tapi lucu banget... Apalagi melihat ekspresi kristy yang malu malu dengan muka merahnya yang semakin memerah...Ah...aku tak kuat menahan geli...
Hamm .. aku bukan bule Mbak Desi..tapi benar kalau blesteran... Papaku pribumi asli dan mamaku blesteran...ibarat kucing...kalau di umpama kan aku ini kucing persia medium... badan besar tulang besar bulu lebat.. nah..kalau besar kecil panjang pendek aku tidak tahu...soalnya aku tidak pernah membandingkan milikku dengan milik pria lain manapun...tapi kalau di umpama kan seperti perumpamaan kucing persia medium tadi..BESAR,
PANJANG, LEBAT ...Hahaha....Mungkin saja
😜😜😜
Koplak benar mbak Desi ini.. Padahal ada orangnya di sini berani omong terang terangan tanpa tudung dan aling aling...Gila..😂😂😂
__ADS_1