KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
54. BUCIN


__ADS_3

" Nikah siri itu seperti itu ya Paman?" tanyaku pada Paman Rasyid saat sedang ngobrol berdua dengannya.


" Sebenarnya Nikah siri ini di mata Tuhan sudah sah. Sejak akad selesai, tanggung jawab suami kepada istri sudah mulai. Dan suami akan di mintai pertanggung jawaban istri di dunia dan akhirat. Kewajiban memberi nafkah lahir dan batin , membimbing istri dan anak itu mutlak.Tapi di mata hukum manusia itu masih lemah..." Paman Rasyid memberi penjelasan panjang lebar.


Aku terdiam. Ternyata pernikahan itu tak melulu cuma pelampiasan hasrat saja namun memiliki tanggung jawab yang besar sekali.


Pantas saja waktu itu Kristy bilang Si kembar tak punya figur Ayah karena aku belum memenuhi kewajiban ku membimbing dan mendidik mereka. Aku memang bodoh dan awam soal agama. Ku pikir semua sederhana saja . Sebatas hubungan badan dan memberi uang saja. Aku cuma memanjakan mereka dengan uang.


******


Aku , Kak Romi, Mama Papa dan Paman Rasyid makan bersama di sebuah restauran. Kami makan sambil ngobrol.


" Jadi setelah ini Kak Risa langsung ke Jakarta?" tanya Rasyid pada Mama ku.


" Iya... sudah 2 hari pekerjaan ku tinggal. Numpuk semua kerjaan " Jawab Mama yang sibuk dengan butiknya.


" Benar " Papa juga mengiyakan. Ia juga sibuk dengan Perusahaan Pusat.


" Kak Romi tolong urus surat pecah KK ku ya... " ucapku kemudian.


" Untuk apa? " Tanya Papa.


" Kau kan belum akan menikah Yog.." ucap Mama pula.


Kak Romi menatapku dengan tajam. Sepertinya ia mencurigai sesuatu padaku.


" Aku ingin membuat surat pindah .Aku akan menetap di Surabaya . Jadi aku ingin KTP ku juga Surabaya bukan Jakarta. " aku beralasan. Padahal sebenarnya aku punya rencana lain.


" Bukankah kau suatu saat akan kembali ke Jakarta dan meneruskan Perusahaan Papa.." tanya Papa


" Itu masih lama... Papa masih bisa mengurusnya sendiri , apalagi di bantu Kak Romi.. Jadi sementara biar aku urus yang di Surabaya saja.


" Baiklah kalau begitu. Kau bekerja sambil belajar dulu.... Romi kau urus permintaan Yoga itu.. " ucap Papa tanpa curiga sama sekali.


Kak Romi melirikku dengan tajam dan kemudian menjawab " Baik , Tuan Besar"


" Yoga , kau ingat Bintang?" tanya Mama


" Tentu saja... Adik Bulan kan."


" Betul. Dia sekarang kerja di butik Mama lo di bagian management...Kapan hari dia titip salam buatmu saat Mama bilang mau ke sini "


" O .. "


" Dia sekarang jadi cantik lo tidak tomboi seperti dulu... "


" Aku tidak berminat turun ranjang" Aku langsung memotong ucapan Mama karena aku tau ujung ujungnya pasti ingin menjodohkan aku


" Ih..Anak ini... " Mamaku nampak geregetan padaku.


" Mama sih...selalu mau mencarikan jodoh buat aku. Males banget ma. Kek aku gak laku saja. Aku masih muda Ma. Kenapa sih buru-buru " ucapku kesal.


" Mamamu ini selak pingin gendong cucu..." Kata Papa.


" Bikin sendiri sana. Kasih aku adik yang banyak " jawabku sewot. " Bikin kesebelasan sekalian"


" Ini mulut...asal banget ya ngomongnya " ucap Mama geregetan sambil mencubit kedua pipiku.


Papa dan Pamanku cuma tertawa.


*****


Mama, Papa dan Kak Romi kembali ke Jakarta. Sedang aku balik ke Surabaya. Aku naik kereta lagi. Dan tentunya kereta eksekutif juga.


' Kris..Aku balik ke Surabaya ' Aku mengirim pesan kepada Kristy.


' Iya ...Hati hati di jalan Yog.. 😘❤ ' Kristy membalas pesanku dan diberi tambahan stiker emo kiss.


Ah..dia manis sekali... Aku tersenyum bahagia.

__ADS_1


Sesampainya di stasiun Surabaya , Andi menjemput ku. Kemudian kami langsung balik ke kantor.


" Andi , aku akan menaikkan gaji mu. "


" Yes.. thank you bos... " ucapnya senang.


" Nanti kalau Kak Romi sudah mengirimkan Kk baruku , kau urus pendaftaran pernikahanku . Aku ingin pernikahanku dengan Kristy sah secara hukum "


Andi menghela nafas panjang " Sudah kuduga. Pasti ada tambahan pekerjaan. " gerutunya.


" Kalau berhasil , aku akan menghadiahi mu sebuah mobil. Kau bisa pilih sesukamu. "


" Wah , beneran ni.. " tanya Andi . Aku mengangguk.


" Oke.. akan ku bereskan semua dalam waktu dekat ini " Andi nampak antusias.


" Carikan aku sebuah Rumah juga , Ruko atau apartemen pun boleh..yang besar dekat kantor... "


" Kau mau memboyong mereka Yog?" tanya Andi yang langsung paham maksudku.


" Iya . Pekerjaanku tidak bisa ku tinggal tinggal. Aku ingin dekat dengan mereka terus. Dan lagi bukankah sesudah menikah istri harus mengikuti suami.. "


" Benar juga si..Lalu bagaimana dengan Kak Romi dan keluargamu ? Apa mereka akan setuju? "


" Setuju tidak setuju mereka harus menerima Kristy. Dia wanita pilihanku. Dan aku yang akan menjalani hidup dengannya bukan mereka. " Aku mulai egois.


" Lalu masalah dengan Kristy.."


" Aku bisa menerima dia apa adanya.. Jadi kuharap diapun juga begitu "


Andi diam . Jika Yoga sudah mantab dengan keputusannya maka iapun akan membantunya sepenuh hati.


" Batu karang yang keras saja bisa luluh kena ombak... Masak hati manusia lebih keras dari batu.." ucapku


" Hahaha..Sejak kapan kau jadi puitis Yog.." Andi menertawakan ku. Aku pun ikut tertawa dengannya.


" Efek B U C I N ... hahaha" Sahutku sambil tertawa.


*******


Namun di antara kesibukan itu aku selalu menyempatkan untuk saling bertukar kabar dengan Kristy. Dan bila senggang aku video call dengannya dan anak anak kami. Seperti saat ini.


" Papa sudah makan?" tanya Dafa


" Sudah dong . Kalian sudah?"


" Sudah Pa. Aku tadi makan banyak Pa. Masakan Mama enak sekali. " ucap Dafi.


" Wah.. bagus ..Biar kalian cepat gede.."


" Aku mau setinggi Papa " Kata Dafa


" Aku juga " Dafi Pun tak mau kalah.Aku tersenyum pada keduanya.


" Oh ya Yog...tadi ada kiriman mobil di depan. Alamatnya benar di sini, tapi aku tidak pesan. Sepertinya mereka salah kirim " Ucap Kristy.


" Nggak salah kok Kris.. Aku yang membelinya untuk kalian. Kau bisa menyetir kan? " ucapku. Kristy ternganga.


" Mobil kita Pa?" tanya Dafa dan Dafi. Aku mengangguk.


" Yeay... kita punya mobil " keduanya senang.


" Itu untuk kalian berangkat ke sekolah. Aku tidak ingin kalian pulang pergi ke sekolah kepanasan dan kehujanan. Kalau kau belum bisa menyetir cari sopir dulu sementara Kris. Ikut kursus mengemudi dulu. Nanti kalau sudah bisa kau yang membawanya sendiri. " ucapku


" Terima kasih Yog.." ucap Kristy sampai terharu. Ia begitu tersentuh oleh perhatian Yoga.


" Yaah..malah nangis.." Ucapku melihat Kristy meneteskan air mata haru .


" Habis baru kali ini ada orang yang begitu perhatian pada kami.." ucap Kristy sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


" Kau itu istriku Kris...sudah sewajarnya aku perhatian padamu dan Si kembar. Kalian istri dan anak anakku ... keluargaku.. "


Ucapan Yoga itu malah membuat air matanya semakin berjatuhan. Yoga ternyata memang sangat menyayangi mereka.


" Pantesan saja Si kembar cengeng...Mamanya gampang nangis.."


" Iya Pa...Mama suka nangis " Kata Dafa.


" Tuh kan.. Dafa bilangin Mama ...Suruh senyum biar cantik..kalau nangis kan jadi jelek.."Aku menggoda Kristy.


" Iya pa...Mama jangan suka nangis..biar cantik" ucap Dafa menurut padaku.


Kristy Pun tak urung tesenyum.Ia menyeka air matanya.


" Sekarang sudah cantik Pa.."tambah Dafi pula.


" Hahaha.." Aku tertawa di ikuti oleh Dafa dan Dafi.


' Ini masih belum seberapa Kris..Aku masih punya kejutan untukmu...' ucapku dalam hati.


********


Akhirnya hari yang aku tunggu tunggu tiba. Sabtu akhir bulan. Aku dan Andi mudik ke kota Blitar untuk bertemu Kristy dan Si kembar.



Mereka menyambut kedatangan kami dengan suka cita. Kristy mencium tanganku juga Dafa dan Dafi.



" Salim om Andy juga... " Kata Kristy pada keduanya. Dafa dan Dafi pun segera melakukannya.



" Anak pintar.." ucap Andi memuji keduanya.



Tak lupa aku pun sungkem pada Ibu Kristy.



" Ibu..Aku ingin bicara sebentar.." ucapku. Ibu Kristy mengangguk.



" Anak anak, kita bongkar oleh oleh Papa kalian yuk..Sepertinya banyak mainannya " Ucap Andi sambil menuju ke mobil di ikuti oleh Dafa dan Dafi.



Andi tahu aku ingin bicara dengan Ibu Kristy tentang suatu hal penting. Aku , Kristy dan Ibunya masuk ke rumah dibelakang warung. Kami duduk di ruang tamu. Kami berbicara di sana.



" Bu..sebenarnya begini.. Aku ingin mengajak Kristy berlibur sebentar tapi cuma berdua saja.. Bukan aku tidak ingin mengajak Dafa dan Dafi ...tapi kami butuh waktu berdua dulu.." ucapku berbelit belit.



" Bulan Madu ? " Tanya Ibu Kristy langsung.



Kristy ternganga. Sedang aku tersenyum.



" Ya Bu...Kami baru saja baikan..Dan karena sejak menikah kami juga belum pernah berbulan madu..Aku berencana mengajaknya ke Kyoto, Jepang. Paling cuma beberapa hari.. Jadi sementara aku ingin menitipkan Si kembar pada Ibu..."


__ADS_1


" HAH ...Kyoto? Jepang?" tanya Kristy


__ADS_2