
Yoga dan keluarganya sementara menumpang hidup di rumah mertuanya. Yoga menghubungi beberapa temannya mencoba mencari pekerjaan.
" Maaf ya Yog...aku bingung harus memberimu pekerjaan apa...Perusahaan ku jauh lebih kecil dari perusahaan mu...Aku tak kuat menggaji mantan CEO sepertimu..."
" Di perusahaan ku hanya ada lowongan kerja rendah...Kalau Papa mu tau aku memberimu pekerjaan kasar bisa di bikin bangkrut perusahaan Ku nanti.."
" Sudah Yog...cepat balik dan minta maaf ke Papamu. Kenapa si kau mau hidup susah begitu..."
" Romi sudah melarang kami menerima mu bekerja di Perusahaan ku...Katanya itu perintah Tuan Guntoro.."
Yoga benar benar pusing..Banyak sekali alasan teman teman mantan partner perusahaan Pratama dulu menolaknya dengan berbagai alasan. Yang ke semua nya takut pada kekuasaan Papa nya. Tentu saja siapa sih yang berani melawan Perusahaan Papanya yang super kuat finansial nya itu. Mencari masalah dengan Guntoro hanya akan mempersulit perusahaan kecil mereka.
" Bro?"
Yoga menoleh . Panggilan khas yang hanya ia dan Sahabatnya pakai itu masih teringat jelas. Cuma Bisma yang memanggil dia dengan panggilan itu.
Dan benar dugaannya. Bisma ada di sana. Memanggilnya yang tengah duduk di depan sebuah minimarket melepas lelah sesudah mencari pekerjaan ke sana ke mari.
" Bisma....."
Keduanya tersenyum dan saling berjabat tangan .
" Kau sudah sembuh Bro?" tanya Yoga
" Iya...Terima kasih...semua berkat kau...Aku berhutang budi padamu..."
" Kau dan Sonya baik baik saja? "
" Iya...Dia bahkan sedang hamil sekarang.." Jawab Bisma sambil tersenyum bahagia. Yoga turut berbahagia atas kabar gembira itu
" Selamat Bro..."
" Aku dengar dengar dari Bibi Rasti , Kristy juga hamil.."
" Iya... Itu benar .Justru itu masalahnya Bro...Aku sekarang pengangguran.."
Yoga pun bercerita pada Bisma tentang hubungan buruk dengan Papanya.
" Sabar Bro...Namanya juga ujian. Tapi anak itu rejeki lho. Dan dia membawa rejeki mereka sendiri. Jangan cemas...pasti ada jalan. Nanti aku bantu mencari pekerjaan " kata Bisma.
" Thanks ya Bro...Atau aku kerja di tempatmu saja..."
" Jangan Bro ..gajinya kecil..aku sungkan padamu..Dulu aku kerja di tempatmu saja kau beri aku gaji yang begitu besar...sekarang kau kerja di tempatku dengan gaji kecil..Janganlah..itu membuat aku malu..."
" Gak papa lah...kan buat sementara..."
" Kasih gue muka Bro...Sumpah aku malu kalau mempekerjakan dengan gaji tak layak. Begini saja...Kau buka lapangan usaha sendiri..Aku bisa membantu modal untukmu...Kau pikir sendiri mau buka usaha apa.."
" Gak ah...Aku tidak mau menerima uangmu... " Bisma sudah hafal .Yoga bukan orang yang akan mau di beri begitu saja..Sama seperti dirinya dulu. Mereka lebih suka mencari dari hasil keringat mereka sendiri.
" Ya sudah anggap saja pinjaman..100-200 aku bisa meminjami mu. Kalau M M\_an aku angkat tangan....."
Yoga tersenyum. " Aku rundingan sama istriku dulu nanti..." Jawab Yoga kemudian.
.
.
" Mas..tadi aku bertemu Desy...Ternyata dia juga sedang mudik ke sini. Dia menawariku pekerjaan. Aku boleh bekerja di salonnya dengan Mengajak Xavier..." ucap Kristy senang
" Nggak usah..."
__ADS_1
" Kenapa?"
" Kau sedang hamil Dik...aku tidak mau kau bekerja...Aku seperti lelaki tak berguna kalau membiarkanmu bekerja ..pokoknya tidak. Kau urus saja Xavier dan anak anak " tegas Yoga.
Kristy nampak kecewa. Namun ia tetap harus patuh pada suaminya itu.
" Desi bersama Andi?" tanya Yoga lagi.
" Iya..."
" Ya sudah...Nanti aku akan ngobrol ngobrol dengannya di kafe saja. Kebetulan tadi aku juga bertemu Bisma. Biar nanti sekalian kumpul kumpul dengan kedua sahabatku..."
.
.
Malam harinya, Yoga ,Andi dan Bisma berkumpul. Yoga memperkenalkan kedua sahabatnya itu.
" Ooo...jadi ini yang namanya Bisma?" tanya Andi yang sering mendengar Bisma dari cerita Yoga.
" Iya..salam kenal..."
Andi dan Bisma mudah akrab dan obrolan keduanya nyambung.
" Hahaha...jadi ceritanya 3 sahabat ini istrinya hamil semua ya..." kata Andi sambil tertawa.
" Benar benar sebuah kebetulan.." Bisma pun tersenyum mengiyakan.
" Jadi kalian sudah benar benar clear ga ada masalah gara gara Kristy ya.." Andi selalu to the poin jika membahas suatu masalah. Ia tidak suka berbelit belit. Ia ingin secepatnya jelas tanpa ingin berlarut larut dalam masalah tersebut.
" Iya...Aku sudah mengikhlaskan Kristy ..Sonya sudah cukup buat ku.."
Yoga dan Bisma mengangguk.
" Bro..tadi aku sudah menghubungi temanku..Louisa..mantan atasanku dulu. Dia bisa memberimu pekerjaan di Australia di perusahaan temannya. Bukan Pratama. Dan pekerjaanmu adalah Ketua Manager di divisi keuangan. Louisa bilang dia sudah tau kinerja mu.. Apalagi kau mantan CEO dan juga Wakil CEO atasan Romi...Dia sudah paham sekali tentangmu..."
" Australia ya?"
" Kau tidak ingin balas dendam dengan mengirim Yoga ke sana kan Bisma?" tanya Andi langsung.
" Enggak lah...Aku tulus ingin membantu Yoga..3 tahun Kontrak dengan gaji yang besar..Gaji di sana kalau di rupiahkan fantastik lho.." terang Bisma.
Yoga berpikir sebentar. Jika ia menerima pekerjaan itu , ia yakin bisa menghidupi keluarganya dengan baik. Tapi 3 tahun berpisah dari Kristy dan anak anaknya , itu berat. Keluarganya baru saja berkumpul dan hidup bersama. Masak harus di tinggal lagi. Terlebih keadaan Kristy sedang hamil. Ia sudah berjanji akan mendampingi kehamilannya sampai Istrinya melahirkan kelak.
" Enggak Bro...Aku tidak bisa berpisah dengan anak dan istriku. Aku cari kerja di sini saja" Yoga pun menolak tawaran itu.
" Atau begini saja...Aku punya toko kosong di dekat pasar...Tempatnya luas...Di sana cukup rame buat jualan. Kristy kan pintar masak ..Kau buka saja restoran seperti di Surabaya. Kau dan Kristy buka bersama saja..Masalah modal..Aku akan memberinya...pinjaman!" Andi menjelaskan dengan gamblang sebelum Yoga sempat protes.
" Iya itu lebih baik...Kristy chef nya..kau management nya Bro.. Kalian kerjasama bareng. Ide bagus bukan.." kata Bisma mendukung pula.
" Aku juga bantu memberimu pinjaman modal."
" Dan satu lagi Yog...Kau kan seorang trader...Kau sambil membuka restoran, bisa main saham kan...Main dolar saja...Kau sudah biasa melakukannya kan.. " kata Andi lagi.
.
Jenius...Andi ini benar benar jenius...dari dulu dia selalu jadi dewa penolongku...Masalah percintaan dan juga pekerjaan.. aku terharu...sumpah...
.
Yoga tersenyum manis sambil mengangguk angguk..
" Nah..ini.. Sudah ku siapkan.." kata Andi seraya mengeluarkan buku rekening baru lengkap dengan ATM nya .
Yoga bengong. Bagaimana ia bisa langsung menyiapkan semuanya..
__ADS_1
.
Andi dan Desi mudik ...Desi menawari pekerjaan Kristy dengan penuh kelonggaran...Andi memberi saran membuka usaha dan bahkan sudah menyiapkan tempat jualannya lengkap dengan modal dan rekening baru..Sangat mencurigakan...
.
" Kau di suruh Kak Romi ya?" tebak Yoga. Tak ada orang yang menyiapkan hal sangat rinci dan detail dengan persiapan matang jika bukan orang yang berpengalaman . Dan dia yakin itu pasti Kakaknya Kak Romi.
" Bu..bukan...Ini dari aku sendiri.." Andi mendadak gugup. Yoga tahu betul dari gelagatnya , tebakannya pasti benar.
" Mana no rekeningnya...Aku transfer bantuan modal dariku.." Bisma dengan cepat menggunakan mobile banking nya dan mengirimkan sejumlah uang untuk Yoga.
" Tidak usah...aku menolak.."kata Yoga. Ia tidak mau menerima uang dari Papa nya lagi.
" Jangan begitu Bro...uangku sudah terlanjur masuk ni...Aku ikut menanam modal..Kau harus tanggung jawab memutar uang itu...Dan aku minta persenan bulanan.." kata Bisma yang seolah memaksa Yoga menerimanya.
" Aku juga..10% " Andi pun tidak mau tahu. Mereka seolah memaksa Yoga untuk menerima bantuan mereka
" Modal ku...modal ku.. Putar modal ku " ucap Bisma.
Yoga menghela nafas panjang. Sepertinya ia tidak punya pilihan lain.
" Baiklah..." Bisma dan Andi tersenyum lega. Setidaknya mereka bisa sedikit membalas budi pada Yoga yang dulu sering membantu mereka.
.
.
' Berhasil Kak...'
Romi tersenyum senang saat membuka pesan dari Andi.
.
Mau menang dari ku Yog...Kau harus belajar seribu tahun lagi...
.
Romi memang sudah merencanakan itu. Ia ingin membantu Yoga melalui tangan orang lain. Bisma dan Andi. Semua sudah ia atur sedemikian rupa untuk adiknya yang juga keras kepala itu.
" Kenapa kau senyum senyum Rom? " tanya Guntoro yang juga ada di ruangan dengannya.
" Bukan apa apa Tuan Besar...Hanya hoki menang tender..." jawab Romi
" Risa dan Yoga belum memberi kabar sama sekali?" tanya Guntoro.
" Belum Tuan...Sepertinya mereka masih bertahan..."
" Kita lihat saja sampai berapa lama mereka bisa bertahan hidup dalam kemiskinan...Huh...Cepat atau lambat mereka akan kembali padaku... Awasi saja terus mereka. Suruh mereka memantau dan memberi laporan padaku.."
" Siap Tuan..."
" Oh ya...Aku besok akan pergi ke luar negeri..Ada bisnis yang harus ku selesaikan di Italia. Kau tidak usah ikut...Kau ajari saja Kinara. Dia akan menggantikan posisi Yoga menjadi wakil CEO . Dia akan menggantikan ku selama aku di luar negeri.."
" Siap Tuan Besar..." jawab Romi datar. Ia nampak acuh saja.
" Kau masih tertarik pada menantu ku?" tanya Guntoro.
" Saya tidak berani " jawab Romi cepat tanpa ekspresi.
" Bagus ...kau tahu diri...Aku percaya padamu Rom..kau tangan kananku...Kalau terjadi apa apa padaku...Kau yang akan menggantikan ku menangani seluruh Aset Pratama...Kau putraku...Aku akan mencarikan pendamping yang sesuai untukmu..." Guntoro menepuk bahu Romi.
Romi cuma diam saja.
.
Huh...putraku... Sejak kapan anjing bisa menjadi seorang putra mahkota...Dia baru menganggap ku anak sejak di tinggal pergi anak dan istrinya...
Tapi aku tidak akan tertipu...Kau bilang aku pengganti...tangan kanan..Posisi kosong saja kau berikan pada menantu mu...
Aku bukan orang bodoh yang tidak mengerti maksudmu Tuan Besar...Kau ingin aku menjaga hartamu...agar kelak aku memberikannya pada cucumu....Sungguh naif....
Aku tetap orang lain bagi mu....
__ADS_1