
Yoga tertawa ngakak saat mendapat kabar dari Bisma tentang malam pertama Xavier yang kacau.
" Mas...jangan tertawa keras keras...Nanti Kayla terbangun.." Kristy mengingatkan Yoga yang tertawa keras di dekat Kayla yang sudah tertidur pulas.
Perbedaan waktu antara America dan Indonesia bertolak belakang sekitar 12 jam . Sehingga waktu seperti kebalikannya. Saat itu di America sudah tengah malam sedang di Indonesia sudah terang benderang tengah siang . Mid night America dan mid day di Indonesia.
" Habis...lucu sekali Dik...anak kita si badung itu..." kata Yoga sambil memelankan suaranya karena tidak ingin cucunya terbangun.
" Hihihi...." Kristy juga begitu geli sebenarnya. Namun ia menahannya. " Ada ada saja si Xavier itu.."
" Bro ajari anak kita dong cara bercinta yang baik..." kata Yoga pada Bisma.
" Hahaha...Xavier kan sudah berpengalaman.. Tidak perlu di ajari.."
" Ya ...paling gak..cara main halus biar tidak grusa grusu.." kata Yoga lagi.
" Dia kelamaan menduda jadi seperti banteng lepas dari kandang...Terjang saja...hihi.." Bisma juga begitu geli dengan tingkah menantunya itu.
Yoga dan Kristy tertawa mendengar ucapan Bisma itu.
.
.
.
.
Sedangkan Xavier nampak begitu manyun seperti ikan cucut saat sadar. Ia ngambek dan membuang muka dari Alisha. Tidur membelakangi Alisha dengan memeluk guling dan menutup diri dalam selimutnya.
Menurut cerita Alisha , Alisha yang panik lalu berteriak memanggil Bisma . Bisma yang kemudian bantu mengangkat Xavier dan memindahkannya ke kamar lain dan juga memanggil Dokter . Kebetulan suami adiknya adalah seorang Dokter jadi ia segera datang dan memeriksa Xavier. Juga mengobati lukanya.
" Kak Xavier...Maaf..." Alisha yang merasa begitu bersalah merajuk pada Xavier yang kesal dengannya. Ia merasa bersalah telah membuatnya seperti itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah terjerembab malah di dorong menabrak dinding pula.
" Kau istri yang kejam ...ratu tega..." ucap Xavier dalam ke\_ngambekan nya.
" Kan aku tidak sengaja Kak.... Itu... Itu kan juga gara gara Kakak sih..."
" Aku gak ngapa ngapain malah kamu jedokin ke tembok...Belum apa apa kamu sudah KDRT sama suami mu..." Meski ngambek , Xavier terus membalas .
" Maaf Kak..." Ucap Alisha sambil menyentuh punggung Xavier . Ia duduk di dekat Xavier di atas tempat tidur kamar lain di rumahnya.
.
.
Ih...menyebalkan.....sudah malam pertama gagal... Gak jadi bercinta...kepala bocor...cedera tulang punggung... Di tolong pas telanjang... Dan jadi bahan tertawaan keluarga lagi.. Ih malu banget...
Mau di taruh di mana mukaku kalau ketemu keluarga Daddy...
Rasanya pingin menghilang ke pedalaman Afrika saja ..😓
.
.
.
" Habis kan...aku juga kaget lihat punya Kakak yang besar itu..." ucap Alisha jujur sambil memeluk punggung Xavier.
.
.
Eh...jadi...karena ini ya dia mendorongku...
Hemmm.... Dia lihat senjataku langsung shock....hahaha....lucu sekali si Cupu ini..
Apa aku kerjain dia saja ya....hehe...
.
.
.
" Kenapa ?....Gak suka?" sahut Xavier nyolot
" Bu..bukan begitu sih Kak..Aku cuma kaget dengan ukurannya..." jawab Alisha malu .
.
.
Hehe.... Kan lebih gede lebih mantap...belum tahu rasanya aja kamu Alisha...
Mikaila aja suka banget dulu.. Dia begitu ketagihan setelah merasakannya...
__ADS_1
.
.
" Percuma saja..malam pertama saja gagal total...Aku sebagai laki laki malu banget tau..Keperkasaanku di ragukan...Sepertinya aku kena mental sekarang...beberapa hari ke depan juga tak bisa melakukannya...Harus nunggu sampai cederaku sembuh....Sial banget nasipku... Baru nikah tak bisa menyentuh istri..." gerutu Xavier.
" Maaaaaaf banget ya Kak..." ucap Alisha sambil memeluk erat Xavier. Xavier cuma diam. Tak mau menjawab. Alisha tahu Xavier pasti sangat kecewa padanya. " A...apa ada yang bisa ku lakukan untuk Kakak ?" tanya Alisha .
.
.
Hehehe...kena kau...masuk jebakan ' bad~man '..
.
.
Xavier tersenyum dalam hati. Alisha masuk perangkapnya.
" Hmm...apalagi... Kau itu Cupu tak berpengalaman...Memang bisa apa untuk suami mu yang sakit ini..."
" Aku bisa apa saja jika untuk Kakak..." Xavier tersenyum.
" Buktikan !! " kata Xavier cepat.
' DEG '
Ucapan Xavier itu seperti sebuah panah yang menusuk langsung ke jantungnya. Jantung Alisha mendadak langsung berdetak begitu kencang seperti genderang perang.
.
.
Bagaimana ini...Kalau Kak Xavier tidak bisa melakukanya , berarti aku yang harus aktif...
Seperti dalam buku yang pernah ku baca..berarti aku yang di atas...dan... Hmmm.... apa aku bisa melakukannya..Aku bahkan tidak tahu caranya sama sekali...
.
.
" Ah sudahlah...tidak usah saja...Tunggu aku sembuh bulan depan...Puasa sepuluh tahun saja aku bisa...cuma sebulan kecil... " kata Xavier cepat.
" Gak Kak...A..aku..aku bisa kok..." kata Alisha. " Kakak ajari saja caranya...Aku yang akan melakukannya..."
' YEEEEZZZZ ' batin Xavier melonjak kegirangan.
Xavier memutar badannya dan tidur berbaring dengan Alisha yang duduk sambil menatapnya. Ia melihat Alisha mulai melepaskan hijab yang menutupi kepalanya. Dan tak lama kemudian terlihatlah wajah polos istrinya itu dengan tanpa hijab. Kulitnya begitu putih , halus dan bercahaya. Rambutnya panjang lurus dan hitam alami. Alisha begitu cantik dengan wajah lugu dan dengan kecantikan yang begitu memancarkan auranya.
.
.
Ya Tuhan...Istriku ini ternyata sangat sangat sangat cantik luar biasa di balik hijabnya. Dia seperti bidadari suci yang begitu berkilau...
Aku tidak akan membiarkan orang lain melihat ini...Dia harus menutupnya dengan hijabnya...
Ini pemandangan milikku...dan hanya aku yang berhak menikmati semuanya...
.
.
Xavier terkagum kagum dengan kecantikan alami Alisha. Ia begitu terpana dengan pesona nya.
Alisha perlahan mendekati Xavier dan mulai memberikan kecupan mesra. Xavier neresponnya dengan baik. Ia membalas ciumannya dengan penuh kelembutan dan mesra. Ia mengendalikan hasrat hatinya dengan tetap memagutnya mesra dan pelan. Ia ingin menikmati semuanya perlahan .Ia juga harus membuat Alisha santai agar tidak tegang . Ia ingin Alisha rileks sehingga tak begitu merasakan sakit saat penetrasi nanti. Ia ingin merangsangnya perlahan agar ia bisa nyaman . Ia tak ingin percumbuan mereka gagal lagi.
Cukup lama Alisha dan Xavier saling berpagutan mesra. Bibir mereka saling memagut dan menyesap bergantian. Mereka begitu menikmati moment mesra mereka..
Xavier yang merasa Alisha sudah santai mulai sedikit agresif..Ia meningkatkan sentuhannya hingga perlahan tangannya menyusup ke dalam baju Alisha. Menyentuh bongkahan yang berukuran sedang itu dan memberikan sentuhan untuk lebih merangsang Alisha.
" Ah..." Alisha mendesah pelan saat merasakan sentuhan erotis Xavier yang membuatnya merinding keenakan itu. Terlebih Xavier juga mengecup leher nya. Ia seolah merasa berdaya menikmati sentuhan sentuhan Xavier yang membuatnya terlena.
Xavier terus membuai Alisha yang kian terasangsang itu. Ia memainkan jari , tangan lidah dan bibirnya bersamaan. Memagut bibirya dan memasukkan lidahnya pula. Juga jemari tangannya menyentuh dan meremas serta memilin kedua bukit kembar itu. Xavier begitu menikmati melihat tubuh polos istrinya yang kini sudah tak tertutupi sehelai benang pun itu. Ia terus memberikan sentuhan sentuhan pada Alisha.
" Kaakk..." Ucap Alisha manja yang nampak lemas merasakan sentuhannya.
.
.
Sepertinya foreplay nya sudah cukup...Sekarang waktunya ke inti nya...
.
.
" Lakukan sayang..." pinta Xavier.
__ADS_1
Alisha dengan wajah tersipu kemudian mulai naik ke atas tubuh Xavier. Dan ia pun mulai memposisikan benda kebanggaan suaminya itu ke inti tubuhnya. Xavier melihat Alisha mulai beraksi . Ia menekan perlahan benda itu memasuki inti tubuhnya.
" Kak...." Alisha merasakan sakit saat benda itu mulai mencari jalannya. Xavier mendorongnya pelahan. Alisha memicingkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri sembari menggenggam kuat tautan jemari tangan Xavier untuk menahan sakitnya.
Xavier menyadari itu. Alisha kesakitan karena miliknya yang berukuran tak biasa itu mulai mengoyak berusaha menembus segelnya. Xavier sesaat berhenti karena Alisha mulai mengeluarkan air matanya. Xavier melepaskan tautan tangan mereka dan membawa Alisha kepelukannya.
" Berhenti dulu atau tetap di lanjutkan ? " tanya Xavier pelan sambil mengusap rambut panjang istrinya.
" Lanjut " jawab Alisha dalam tekadnya. Ia tidak ingin mengecewakan suaminya lagi.
Xavier kemudian memutar balik posisi mereka hingga kini Alisha yang terbaring di bawah tubuhnya .Ia kemudian mengecup lembut kening Alisha.
" Tahan ya... Sakitnya cuma sebentar kok..." Ucap Xavier. Alisha mengangguk. Xavier pun kemudian segera melanjutkan aksinya. Ia mendorong perlahan dengan gerakan maju mundur. Perlahan dan sedikit demi sedikit.
.
.
Memang sulit sekali ya menembus tembok ini...Dan sepertinya harus sedikit memaksa...
Maaf ya Alisha.. Aku sedikit kasar..
.
.
Xavier menguatkan dorongannya . Dengan lebih bertenaga , ia mendorong miliknya memaksa masuk ke dalam. Ia menghentaknya cukup keras hingga Alisha sampai mencengkeram punggung nya kuat kuat .Kuku jemari lentik itu bahkan sampai melukai punggungnya.
" Kak...Kak...Kak Xavier..sakit...Aargh!! " Alisha sampai bersuara cukup keras karena tak kuasa menahan sakitnya. Sementara Xavier tetap memacu tubuhnya dengan kuat. Xavier buru buru membungkam mulut Alisha dengan ciumannya agar suaranya tak terdengar dari luar.
Setelah cukup lama berusaha , akhirnya Xavier berhasil membobol pertahanannya. Ia berhasil menjebol gawangnya. Ia kemudian terus memacunya sembari memagut bibir Alisha. Setelah menemukan jalannya Xavier mengganas, ia memainkannya dengan cepat , kuat dan bertenaga.
Dan perlahan suara desah merdu itu mulai terdengar dari mulut Alisha. Suara mereka mulai bersahutan menggema di kamar tersebut. Xavier tahu , Alisha mulai menikmati pergumulan mereka.
.
.
Ah... Ternyata...seperti ini rasanya...Ini..ini memang sangat nikmat....Menyenangkan sekali...Rasanya..seperti terbuai ke alam mimpi...Sangat menyenangkan...
Kak Xavier... Suami ku... Kau memang sangat hebat.. Kau membuatku merasakan kenikmatan tiada tara ini...
Kak Xavier... Aku cinta padamu....
.
.
" Alisha....Istriku..." ucap Xavier saat tubuhnya mulai menegang setelah cukup lama penetrasi dan memainkannya. Ia merasakan dirinya akan segera mencapai puncak dari percintaan mereka. Ia kian erat memeluk Alisha sembari terus memacunya kuat.
" Aaahh..." Suara Xavier dan Alisha bercampur menjadi satu seiring dengan tumpahnya cairan itu kedalam tubuh Alisha. Xavier merasakan denyut denyut dan sensasi mencengkeram kuat di dalam sana. Ia tahu , itu berarti Alisha juga telah mendapat klimaksnya. Mereka kemudian saling berpagutan mesra untuk aksi cooling down mereka.
" I love you , Alisha..." ucap Xavier pelan di sela cumbuannya.
" Aku juga Kak.." Alisha pun dengan cepat membalas. Ia pun mengungkapkan rasa cintanya kepada suaminya itu.
" Kau hebat sayang.." ucap Xavier memberikan pujian kepada istrinya itu. Alisha cuma tersenyum. Ia memeluk erat Xavier yang kini terbaring di sebelahnya.Ia sandarkan kepalanya di dada Xavier.
" Kakak bohong ya... Katanya baru bisa bulan depan...ini tadi apa..." kata Alisha.
" Hehe..." Xavier tersenyum. " Kamu kena prank suami badungmu ini sayang..." kata Xavier sambil tersenyum.
" Nakal " kata Alisha .
" Kalau gak gitu gak jebol gawangnya.." Alisha tersenyum. Ia kian mengeratkan pelukannya di bawah selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Ia bisa merasakan kehangatan tubuh Xavier dari memeluk erat tubuhnya . Dingin nya AC kamar itu membuat mereka kian nyaman dalam selimut itu.
" Alisha istriku sayang..."
" Hemmm.."
" Mau lagi..." bisik Xavier pelan di telinganya.
" Hah ?!" Alisha memegang kedua pipinya yang langsung memerah itu.
" Aku gak bisa berhenti...Kamu candu baru ku..." Ia sesaat menatap wajah suaminya itu.
__ADS_1
" Duren makan duren..Duda keren ini mau belah duren lagi...Boleh ?" Alisha tersenyum dan kemudian mengangguk. Ia tak keberatan sama sekali. Ia justru bahagia . Sangat berbahagia dengan saat saat indah bersatunya cinta mereka.