KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
259. SULIT MENERIMA KENYATAAN


__ADS_3

" Kayla ...tidak boleh begitu..." kata Xavier



" Aku gak mau...aku gak mau...Ibu ku cuma Ummi ...Ummi harus nikah sama Papa ...Gak boleh sama Om Ferdi...Aku gak mau Kak Alisha jadi ibuku..." ucap Kayla dalam tangisnya.



" Kayla... Jangan begitu.. Ummi sudah menikah dengan Om ferdi...Papa juga sudah menikah dengan kak Alisha..." jelas Xavier.



" Gak mau..." Kayla terus menangis.



" Sayang..." Mimi dan Xavier berusaha menenangkan Kayla yang tak mau berhenti menangis.



Alisha dan Ferdi juga turut mendekat.



" Kayla sayang , biarpun Ummi menikah dengan Om , tapi dia tetap Ummi kamu.. " Ferdi turut memberi pengertian.



" Nggak Mau , Ummi harus menikah dengan Papa..." ucap Kayla tetap dalam tangisnya. Xavier, Mimi , Ferdi dan Alisha sampai bingung karena nya.


.


.


.


Kayla pun akhirnya di ajak pulang oleh Xavier , namun ia juga mengajak serta Mimi dan Saif ke rumahnya. Karena Kayla terus menangis tanpa henti sampai sesak Ferdi akhirnya menyuruh Mimi dan Saif ikut. Ia juga harus kembali ke kantor segera.



" Nanti aku jemput " kata Ferdi. Mimi mengangguk. Demi menenangkan Kayla , Mimi dan Ferdi mengalah.



" Ummi nanti tidur di sini.." kata Kayla yang tak mau melepaskan Mimi sama sekali. Ia lengket dengan Mimi dan tak mau lepas darinya sama sekali. " Ayo Saif " Ajak Kayla pula. Ia cuma ingin dekat dengan Mimi dan Saif seperti dulu.



" Kak Alisha pulang saja , kembali ke rumah satunya. Yang di sini biar Ummi saja " kata Kayla mengusir Alisha dari rumahnya.



Alisha begitu tertohok dengan pengusiran Kayla. Namun ia bisa memakluminya. Kayla memang harus di beri pengertian pelan pelan.



" Tidak bisa, Alisha ini istri Papa.. Dia tetap di sini " tegas Xavier.



" Kayla tidak boleh begitu...harus menghormati Mama baru kamu.." ucap Mimi pula.



Kayla mengacuhkan Alisha. " Ummi kita makan bersama ya..." kata Kayla .Mimi mengangguk dan kemudian pergi ke ruang makan dengan Mimi dan Saif.



" Papa boleh makan di sini..tapi Kak Alisha tidak.." Kayla bersikap semaunya sendiri.



Xavier benar benar mengelus dada dengan sikap Putrinya itu.



" Kayla ..."

__ADS_1



" Tidak apa apa Kak...pelan pelan saja.. " kata Alisha.



Xavier menghela nafas panjang. Putrinya sejak kecil memang sangat di manjakan keluarga besarnya.



Yoga dan Kristy yang melihat itu juga berusaha memberi pengertian pada Kayla , namun Kayla yang keras kepala tetap pada keinginannnya. Ia cuma ingin Mimi dan Saif di sisinya.



Bahkan saat hendak tidurpun Kayla meminta Mimi tidur di kamarnya. Mimi di tengah , Saif di kanan dan Kayla di kiri Mimi. Kayla tidak ingin Mimi pulang, ia ingin Mimi ada di rumahnya terus dan bersamanya.



Alisha yang sudah mengantuk tidur di kamar Tamu. Sedang Xavier masih berada di kamar Kayla membacakan buku cerita untuk Kayla dan Saif. Mimi memeluk kedua putra putrinya agar mereka cepat terlelap tidur.



Namun sampai Malam Kayla dan Saif masih bercengkrama dengan Xavier dan Mimi.



Kayla , Yoga , Kristy dan Ferdi yang juga datang untuk menjemput istri dan anaknya harus gigit jari karena Kayla bahkan tak menginjinkan siapapun masuk kamarnya. Ia mengunci pintu kamarnya dan berada di dalam bersama Xavier, Mimi dan Saif.



Suara canda tawa Kayla , Saif , Mimi dan Xavier terdengar dari luar. Ferdi hanya bisa mengelus dada dengan sikap Kayla.



" Tunggu Kayla tidur dulu ya Ferdi " kata Yoga.



" Iya Om.." Yoga dan Kristy kemudian menemani Ferdi mengobrol sambil menunggu Kayla tertidur agar bisa membawa pergi Mimi dan Saif pulang. Namun sampai tengah malam., Kayla belum juga tidur. Ia seolah sengaja berbuat seperti itu agar tidak ada yang membawa Mimi dan Saif pergi.




Ferdi melirik jam tangannya. Pukul 01.00 am


Ia sudah menguap berkali kali karena tak kuasa menahan kantuknya. Yoga dan Kristy yang tak kuat menahan kantuknya , sudah tidur di kamar.


.


.


Apa aku pulang saja? ..Masak aku tidur di ruang tamu rumah orang ?


Tapi masak aku membiarkan Istri dan anakku sekamar dengan pria lain?...


Bukan mahramnya pula...


Tapi pintunya juga di kunci dari dalam....hadeh...


.


.


Alisha yang terbangun di tengah malam mencari sosok Xavier di sisinya , namun ternyata kosong. Xavier bahkan belum kembali.


.


.


Kenapa Kak Xavier tidak kembali kembali...Masak dia masih di kamar itu?.


.


.


Alisha perlahan bangun dan bangkit keluar kamar. Lampu lampu nampak sudah di padamkan sebagian.

__ADS_1



Dan saat tiba di depan pintu kamar Kayla , ia mendapati Ferdi ada disana. Mencoba membuka pintu yang di kunci dari dalam.



" Loh..Mas Ferdi?..Mbak Mimi belum pulang?."



" Sepertinya mereka ketiduran . Tapi pintunya masih dinkunci dari dalam.."



Alisha dan Ferdi sama sama menghela nafas panjang.



" Bagaimana ya...Kalau begini terus bisa rusak rumah tanggaku.." keluh Ferdi. " Istri dan anakku di dalam bersama pria asing bukan mahramnya...Rasanya tidak rela sekali.." kata Ferdi mengungkapkan isi hatinya .



" Lalu harus bagaimana lagi Mas...Kayla nangisnya sampai sesak nafas..Kalau sakit bagaimana.." Alisha sebenarnya juga ingin mengeluh. Tapi ia juga dalam posisi terjepit. Sama seperti Ferdi.



" Ini tidak boleh di biarkan terus...Besok aku akan membawa Mimi dan Saif pergi jauh dulu untuk sementara waktu . ..Kalau perlu aku akan keluar negeri. ...Biar Kayla belajar menerima keadaan. Dia tidak boleh di biarkan egois seperti ini.." tegas Ferdi. Ia harus bersikap tegas demi keutuhan rumah tangganya yang baru seumur jagung itu...



Alisha diam. Ia membenarkan sikap Ferdi. Meski itu bakal membuat Kayla menangis darah.


.


.


.


.


" Kita benar pergi ke luar negeri Mas ? " tanya Mimi keesokan harinya saat Kayla bersekolah dan Xavier bekerja di perusahaannya.



" Iya..aku sudah menyiapkan tiketnya...Kita ke Singapore untuk sementara waktu. Anggap saja Bulan Madu kita. Tapi Saif ikut kita. Kayla harus di beri ketegasan sejak dini..."



" Tapi..."



" Aku sudah mengirim sopir untuk menjemput Saif dan dia akan segera membawa nya kemari. Tiket dan pasport juga sudah siap. Kita tinggal pergi saja..."



Mimi mengangguk meski dengan perasaan tak enak.



" Ah..itu Saif...ayo kita pergi.."


ucap Ferdi saat sopirnya telah membawa Saif kesana. Dan tanpa banyak kata, Merekapun segera naik ke pesawat yang akan membawa mereka pergi jauh untuk sementara waktu itu.


.


.


Dan saat mengetahui Mimi , Saif dan Ferdi telah pergi Kayla shock. Ia menangis terisak dan bergulung gulung di lantai rumahnya. Ia juga memporak porandakan kamarnya untuk melampiaskan emosinya.



Yoga dan Kristy yang tak berhasil menenangkan Kayla , segera menghubungi Xavier dan Alisha yang masih bekerja di perusahaan.



Kayla menangis histeris hingga sesak dan kejang kejang. Yoga dan Kristy yang panik dengan keadaan cucunya itu segera membawa Kayla ke rumah sakit. Tubuh Kayla kaku , kejang dengan mata melotot seperti orang step.

__ADS_1



" Cepat tolong cucu ku dokter..." Kristy begitu panik karena baru sekali itu Kayla mengalami hal seperti itu. Kayla seolah tak bisa menerima kepergian Mimi dan Saif karena terlalu menyayangi mereka. Kepergian mereka diam diam sangat melukai hatinya.


__ADS_2