
Kristy dan Yoga kebingungan saat Xavier tidak mau makan. Saat bangun tidur yang dicarinya tetap Bisma.
" Ayo makan sayang.. " bujuk Kristy sambil mengulurkan sendok menyuapi Xavier.
" No , I don't want to eat " ucap Xavier menolak di suapi Kristy.
" What do you want?" tanyaku
" I want my Daddy " jawab Xavier cepat.
" I am your Daddy " Aku berusaha menjelaskan pada Xavier kalau aku adalah Ayahnya.
" No.. you' re not. you 're my uncle.." Xavier menjawab dengan cepat.
" Look at your face..you have mine..." Aku mencoba menjelaskan mulai dari hal kecil. Yaitu wajahnya. Wajahnya mirip dengan wajahku.
" No.. you're ugly " celoteh Xavier me\_racau dan mengatakan bahwa wajah Yoga jelek.
" I f I ugly...you' re ugly too....We have the sa.me face....We are father and s o n..." Aku sedikit menggodanya sekaligus berusaha meyakinkan nya kalau kami benar Ayah dan anak.
" No!... You' re the ugly one . I am not. You ' re not my Daddy..." Xavier pun keras kepala.
Kristy menahan rasa geli melihat perdebatan Ayah dan anak itu. Sangat lucu. tapi juga bikin gemas.
" Mommy...tell him... he\_is'nt my Dad " Xavier ngotot bahkan ia menyuruh Kristy bilang pada Yoga kalau dia bukan Ayahnya.
" Xavier...Don't be like that... Be a good boy.. " Kristy menasehati anaknya untuk bersikap baik dan tidak ngotot marah marah pada Yoga. Xavier pun diam dengan wajah dongkol.
" Haaaah... anakku sendiri malah tidak mengakui ku.." keluh ku sambil berbaring di tempat tidur
" Sabar Mas... pelan pelan dulu...Bisma sudah berada di hatinya 3 tahun ini..Mas baru satu hari.. Mas harus lebih berusaha untuk memenangkan hatinya.."
*Ya..itu betul. Musuh anak kecil itu harus telaten dan sabar.. pelan pelan dia akan menerimaku*...
" Wan\_na play?" Aku mencoba mengajaknya bermain
" I wan\_na play with my Dad"
Aku menepuk keningku dengan penolakan mentah mentahnya. Dia bahkan dengan tegas mengatakannya. Aku hanya bisa mengelus dada.
" Ya sudah.. pokoknya makan dulu.." ucap Kristy seraya menyodorkan sendok berisi makanan langsung ke mulut Xavier tanpa menyuruhnya a dulu.
__ADS_1
Mau tak mau Xavier kemudian memakannya. Karena masakan Mamanya yang enak iapun akhirnya mau juga di suapi lagi. Seolah ia lupa ia tadi tidak mau makan. Ia makan dengan lahap suapan demi suapan dari Kristy.
" Nurun siapa ni keras kepalanya.." aku tertawa sambil mengecup kepalanya.
"Siapa lagi kalau bukan kamu Mas.." jawab Kristy sambil tersenyum .
" Don't kiss me .." ucap Xavier yang masih kesal dengan Yoga.
" Hii\_ih... " Yoga yang gemas malah memeluk dan menciuminya lagi . Ia mencium pipi Xavier berulang kali saking geregetan nya.
" L e t go of me.."
" Sudah Mas...biar Xavier makan dulu.." ucap Kristy.
.
.
.
Bisma terdiam sambil menatap ke layar hpnya. Sudah ribuan kali men\_dial nomor Kristy namun tak tersambung. Juga sudah tak terhitung berapa pesan yang di kirimkan nya namun hanya centang satu. Ia benar benar galau.
Bisma benar benar terpuruk. Haruskah ia menghubungi Yoga dan menanyakannya...
Padahal kemarin jelas jelas ia sudah bilang akan mengambil kembali Kristy dan Xavier.
Sekali ucap dan langsung terjadi. Semudah itu Yoga merenggut kebahagiaannya. Dan apakah ia hanya bisa diam saja membiarkan semua itu terjadi begitu saja. Ia benar benar tidak rela.
Bisma kemudian melangkah keluar dan segera menaiki mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju ke rumah Yoga. Ia yakin kalau Yoga membawa mereka pasti akan di bawa ke rumahnya.
" Aku ingin bertemu Yoga " ucapnya
" Sudah buat janji?" tanya penjaga itu.
" Aku tidak perlu buat janji dengannya. Aku temannya dan aku juga karyawan perusahaannya "
" Maaf , Tuan..Tidak ada janji temu tidak bisa" ucapnya tegas seraya masuk kembali ke pos jaganya.
Bisma menahan kekesalan hatinya. Saat ia hendak pergi sebuah mobil tiba. Dan ia melihat kalau itu adalah Romi.
" Kak Romi.." panggil Bisma.
Romi turun dari mobilnya
" Bisma?"
.
.
__ADS_1
.
Romi dan Bisma pergi ke sebuah Cafe tak jauh dari situ. Mereka lalu ngobrol di sana.
" Jadi begitu..." ucap Romi saat mendengar cerita Bisma.
" Jadi apa benar..Yoga itu suami Kristy Kak? Kak Romi bilang dia istri adik kakak..kenapa jadi Yoga?"
" Apa aku tak bilang padamu Bisma..Kalau Aku adalah Kakak angkat Yoga? " Bisma terdiam. Sikap Romi itu terasa aneh. Seolah sebenarnya tau tapi bersikap pura pura tidak tahu. Seperti sebuah kesengajaan.
" Yoga memang benar suami Kristy.. dan Xavier adalah anak mereka.. Yoga tidak di rumah juga tidak di rumah sakit...Kinara juga mencari cari dia... Dan sepertinya kau memang harus menyerah Bisma.. Kau harus melepaskan Kristy dan Xavier..Apalagi ternyata kau bukan suami Kristy..Kau sudah kalah Bis.."
Bisma diam sambil mengepalkan kuat kuat tangannya.
" Kau sudah menyianyiakan 3 tahun mu.. Seharusnya kau sudah memilikinya waktu itu..Sekarang sudah sangat terlambat. Aku berani memastikan setelah ini mereka pasti bersatu kembali..Kau sudah tidak punya kekuatan lagi untuk memisahkan mereka...Secara agama secara hukum kau tetap kalah. Sudahlah, menyerah saja. Relakan mereka "
*Bisma dan Nara dua duanya tidak berguna.. Niat mengadu Bisma dan Yoga tidak berhasil.. Yoga tetap mendapatkan kebahagiaannya.. Sungguh beruntung dia*..
*Sudahlah...sepertinya aku memang tidak direstui untuk membalas Yoga.. Yoga juga tidak jahat.. kesalahan dia cuma merebut Bulan dariku...lebih baik aku fokus ke Guntoro. Aku lebih dendam padanya daripada Yoga*...
*Toh.. Setidaknya dia sudah sedikit merasakan sakitnya orang yang di cintai di ambil sahabatnya... Dia beruntung saja dapat lawan bodoh seperti Bisma ini...sehingga memenangkan pertarungan ini*...
*Guntoro menyuruh orang membunuh Bulan.. Dia juga harus mendapatkan hal yang sama..Aku harus fokus kesitu*....
" Tapi Yoga juga menikahi Kinara Kak.."
" Pernikahan mereka cuma mainan... Yoga cuma ingin membagi sedikit hartanya pada Nara. Nara sendiri tidak mencintai Yoga. Itu cuma nikah di atas kertas demi menyenangkan Tuan Besar .Dan sebagai imbalannya dia akan mendapat banyak materi "
Bisma terdiam. ia sebenarnya sudah tau itu dari Yoga kalau pernikahan mereka sebenarnya palsu.
" Mengenai resign mu..Aku memberimu ijin. Kau akan mendapat pesangon dariku yang akan ku transfer ke rekening mu. Mulai hari ini kau sudah boleh tidak bekerja "
Ucapan ringan Romi itu seolah mengatakan dirinya sudah tidak di butuhkan lagi oleh Romi. Dan di tendang dengan halus. Seperti habis manis sepah di buang.
' ting..'
Sebuah pesan masuk ke hp Bisma. Anda mendapatkan transfer xxxxxx$ dari rekening x. Sebuah nilai fantastis masuk ke rekeningnya yang barusan di kirim Romi.
" Senang pernah bekerja sama denganmu.." ucap Romi sambil menepuk bahu Bisma dan kemudian segera melangkah pergi meninggalkannya.
ROMI pun juga bahkan meninggalkannya. Bisma merasa dirinya seperti sampah tak berguna di hadapan para orang kaya itu.
Yoga mengambil wanita yang dicintainya. Dan Romi membuangnya setelah memberi banyak uang. Ia benar benar merasa tak berguna. Menjadi mainan demi kesenangan para anak konglomerat itu.
__ADS_1
Ia merasa sangat tidak di hargai keberadaannya. Sepertinya bagi mereka tangis dan derita nya tidak berharga. Mereka pikir itu bisa di beli dengan uang. Benar benar orang kaya yang sombong dan tak berhati.