
" Hentikan kegilaan mu Bisma..Kristy istriku. Kau tak bisa menikahinya. Aku tidak pernah menceraikannya. Dia masih istriku " ucap Yoga berang.
" Dia istriku...milikku.." ucap Bisma seraya melayangkan pukulannya ke muka Yoga. Yoga menghindari serangannya dan kemudian menyerang balik Bisma. Pukulan Yoga ditangkis oleh Bisma. Dan kemudian Yoga dan Bisma saling menyerang.Saling adu pukul dan juga tendangan.
Banyak orang menjerit histeris melihat mereka saling adu jotos. pukul memukul dan saling membalas. Termasuk pula Kristy. Andi mengamankan Dafa dan Dafi serta membawa Kristy yang menggendong Xavier menjauh.
" No...don't beat my Daddy.. " Xavier ikut menangis melihat Daddy-nya di pukuli oleh Yoga.
" Pisahkan mereka..." ucap Ayah Bisma.
Beberapa sepupu pria Bisma bermaksud memisahkan Yoga dan Bisma namun mereka malah terkena pukulan dari Yoga dan Bisma.
" Kristy itu milikku..sejak di kampus dulu..Kau yang bilang kau tak suka janda..kau mendukungku dengan dia..membuatku pergi jauh ke Australia tapi tau tau kau malah menikahinya. Kau mengkhianati ku..Kau melakukan apapun seenaknya dengan kekayaanmu... Sekarang saat Kristy ingin memenuhi janjinya padaku kau juga masih mau merebutnya kembali.. Kau brengsek Yog! " ucap Bisma seraya menyerang Yoga dengan membabi buta dan penuh amarah. Meski ia sendiripun sudah berdarah darah akibat pukulan Yoga ia tetap menyerang. Ia mengabaikan rasa sakit di tubuhnya dan terus menyerang Yoga.
" Kristy milikku sejak aku menikahi dia. Sampai sekarangpun dia masih istriku. Kau tak punya hak atas dirinya.." Yoga membantah dan terus melawan. Ia pun juga sama seperti Bisma. Muka dan tubuhnya juga terluka dan berdarah.
" Kristy punya hutang janji dua kali untuk menikah denganku.. dua!"
" Dia bersedia karena mengira aku sudah mati. Tapi aku masih hidup. Kau tidak bisa menikahi Kristy. Selama aku masih hidup kau tidak akan bisa memilikinya" tegas Yoga
" Kalau begitu kau mati saja. Kau sudah di kabarkan mati , jadi mati saja tidak usah pakai hidup lagi.." Bisma menyerang Yoga lagi bagai orang kesetanan . ia seperti berniat benar benar ingin membunuh Yoga. Orang orang tak ada yang berani melerai lagi karena dua duanya saling ngotot dan menyerang dengan kerasnya.
" Aku baru saja bisa bertemu dengan anak dan istriku. aku tidak akan melepas mereka lagi.." Yoga pun tak mau mengalah. Tekadnya sudah bulat. Keluarganya tidak akan tercerai berai lagi. Ia akan menjaga istri dan anak anaknya. Tak akan pernah ia lepaskan mereka lagi.
Ia yang sejak kecil sudah di ajari macam macam bela diri kini harus benar benar menggunakan keahliannya itu pada sahabatnya sendiri yang ngotot tidak bisa disadarkan lagi. Yoga pun kini sungguh sungguh melawan Bisma.
Jeritan histeris adik dan ibu Bisma terdengar keras saat Yoga benar benar serius menghajar Bisma. Hidung dan mulut Bisma sampai mengalirkan darah.
" Kalian tolong Bisma..Anakku bisa mati.." ucap Ibunya.
Para sepupu Bisma yang berjumlah banyak yang tadinya ingin memisahkan mereka kini berbalik mengeroyok Yoga . Mereka menghajar Yoga beramai ramai hingga Yoga babak belur menjadi bulan bulanan mereka.
" Beraninya datang ke kampung orang membuat kekacauan " ucap mereka geram
Kristy menjerit histeris melihat Yoga di pukuli seperti itu. Andi segera maju menolong Yoga namun ia pun harus mengalami nasib yang sama dengan Yoga. Bonyok di hajar massa keluarga Bisma. Sopir pribadinya cuma melihat saja tak berani menolong karena takut mengalami nasib yang sama.
" Sudah cukup..jangan menghajarnya lagi..." ucap Kristy mendorong satu persatu sepupu Bisma menjauh dan kemudian menutupi tubuh Yoga dengan tubuhnya saat para sepupunya itu mulai mendekat kembali.
Ia menangis terisak melihat keadaan Yoga yang begitu memprihatinkan. Darah segar , luka lebam bekas pukulan dan tendangan dari orang memenuhi wajah dan tubuh Yoga. Yoga sampai terbatuk-batuk dengan darah keluar dari mulutnya. Nafasnya pun tersengal.
" Kalian manusia kejam.. beraninya membuat suamiku seperti ini.." Amarah Kristy menggelegak. Ia benar benar tidak rela Yoga sampai mendapat luka seperti itu.Ia bangkit dan menghadap ke para sepupu Bisma .
Kristy melihat ke sekelilingnya. Dan ia melihat sebuah pisau dapur yang berukuran besar ada di sana , kemudian dengan cepat mengambilnya. Ia memegang pisau itu kuat kuat dan mengarahkan itu ke mereka.
" Kalau suamiku sampai mati ku bunuh kalian semua !!" ucap Kristy penuh amarah dan lantang menyuarakannya .
Para anggota keluarga Bisma terdiam. Namun Bisma yang nampak shock melihat itu. Kristy membela Yoga. Padahal keadaan dirinya juga sama parahnya dengan Yoga. Namun kenapa cuma Yoga yang di lihatnya. Bibir Bisma bergetar dengan mata berkaca kaca. Menahan amarah dan ke\_tidakrelaannya.
" Kris.." Yoga memanggil pelan dengan kepala menggeleng. Ia seperti keberatan Kristy melakukan itu.
Kristy yang mengerti maksud Yoga kemudian meletakkan pisau itu kembali. Dan ia buru buru menghampiri Yoga.
" Mas... " Kristy menggenggam erat tangan Yoga. Ia sesaat tersenyum sembari membalas genggaman tangan Kristy pula. Namun kemudian ia terbatuk-batuk memuntahkan darah segar dari mulutnya . Yoga yang lemah dan kesakitan tak kuasa lagi menahan kesadarannya. Ia me\_ngerjabkan mata nya lemah dan tak sadarkan diri.
" Maaaaas...!!" Kristy menjerit histeris
" Cepat panggil ambulans" kata Andi yang masih sadar pada sopirnya. Sopirnya segera menelpon ambulan.
" Papa papa..." Dafa Dafi yang tadi di bawa menjauh dari pertikaian itu segera berlari dan melihat keadaan Papanya. Mereka sangat bersedih melihat kondisi Yoga yang begitu memprihatinkan itu. Mereka menangis di sisi Mama mereka.
" Xavier..." Bisma memanggil Xavier yang terlihat bingung dengan semua kekacauan yang terjadi. " come here dear..."
__ADS_1
Sesaat Xavier melihat Bisma yang terluka parah namun ia masih belum bergeming. Ia pun bergantian melihat Yoga yang terbaring tak sadarkan diri penuh luka. Dengan Mama dan kedua kakaknya yang menangis di sisi mereka.
Xavier melangkah pelan namun bukan pada Bisma melainkan ke tempat Yoga dan Mommy Nya. Ia belum bisa mengingat banyak siapa Uncle nya itu. Namun yang ia ingat saat ia tak bisa tidur dan menangis rewel cuma Uncle nya itu yang dengan sabar berusaha menenangkannya.
Dengan telaten menggendongnya meski matanya tampak seperti boneka panda karena kurang tidur. Uncle nya juga telaten membujuknya untuk makan , menyuapinya walau ia sering marah marah padanya. Ia juga selalu memeluknya saat hendak tidur. Uncle nya tidak pernah marah dengan semua kenakalannya.
Beberapa hari ini dia terus menunjukkan kasih sayangnya. Meskipun terkadang ia juga melakukan pertengkaran kecil dengannya hanya karena meributkan sebuah panggilan.
" We are father and s o n..." Ia ingat uncle nya sering mengucapkan itu . " father "
" Daddy...." ucap Xavier sambil menyentuh Yoga. " My... Daddy..." Xavier menyentuh Yoga dengan mata berkaca kaca . Ia sedih melihat wajah Yoga yang penuh luka dan darah. Sangat menakutkan. Di pikiran kecil nya , Ia membayangkan, itu pasti sangat menyakitkan.
Kristy sesaat menghentikan tangisnya.
" Yes...He\_'s your Father...Your Daddy " ucap Kristy sambil menyentuh punggung Xavier.
" Daddy..wake up.." Rintik tangis mulai berjatuhan dari mata bocah kecil yang masih lugu itu. Ia seakan turut merasakan bagaimana sakit yang dirasakan Ayahnya. Xavier sampai ikut menangis bersama mereka. Ia menggerak-gerakkan tubuh Yoga. Berharap agar Yoga cepat sadar kembali.
.
Pemandangan itu begitu menyesakkan dada Bisma. Bocah kecil yang begitu disayanginya itu kini pun berpaling darinya. Kasih sayang yang ia curahkan padanya sejak dalam kandungan sampai ia lahir tetap tidak bisa mengalahkan darah sama yang mengalir di tubuh bocah itu dan kedua orang tuanya.
Hati nuraninya tetap mengarahkan kakinya menuju ke orang tua kandungnya. Dalam desak tangisnya ia menyadari sebuah hal. Ia sudah benar benar kalah kini. Ia tak kan bisa mengambil satupun dari mereka. Tidak Kristy tidak pula Xavier. Ia takkan bisa memisahkan keluarga itu lagi.
Saat itu pintu terbuka. Romi dan anak buahnya datang ke tempat itu . Ia begitu geram melihat semua kekacauan itu.Terlebih melihat keadaan Yoga.
" Bawa Yoga ke rumah sakit dan tangkap semua orang orang ini !"
.
...----------------...
.
.
.
.
Xavier berlari\_larian di dalam ruangan di sebuah kamar di Rumah Sakit itu sambil tertawa tawa karena di kejar kedua kakaknya yang merangkak menirukan gaya binatang.
" Xavier I beat you arrrr..." Dafa bergaya menyerupai harimau.
" No\_ooo... mommy help me..."Xavier berlari ke pelukan Kristy yang menunggui Yoga yang terbaring di tempat tidur dengan kantung infus yang menggantung di dekatnya.
" Dafa Dafi ..jangan berisik Papa sedang beristirahat..."
" Habis gemas sama Xavier Ma... Dia lucu sekali kalau di goda..." ucap Dafa
" Papa masih belum sadar Ma?....Apa Papa akan tidur panjang lagi seperti dulu?" tanya Dafi sedih jika Papa mereka akan koma lagi seperti dulu.
" Papa cuma tidur..Tadi sudah sadar.. Coba Xavier bangunin Papa.." ucap Kristy sambil tersenyum manis.
" E\_hem..."Xavier ber\_dehem sebentar. Itu saja sudah membuat kedua kakaknya kian gemas. Ingin mencubit pipi gembul adiknya itu dan mendekap erat tubuh mungilnya.
" Em ...Papa...wake up..."
" No no no..." Kristy menggeleng. Bukan seperti itu yang di inginkan nya.
Xavier naik ke tempat tidur dan kemudian mencium pipi Yoga yang sebagian kepalanya masih tertutup perban.
" Papa ...Bangun..."ucap Xavier di telinga Yoga
Yoga yang tak bisa bertahan lebih lama lagi dalam sandiwaranya segera bangun dan tertawa tawa.
" Papa pura pura ya?" tanya Dafa
" Hehe..." Yoga cuma tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
" Papa ini suka iseng banget. Padahal kukira Papa akan tidur panjang seperti beruang kutub hibernasi lagi " kata Dafi .
" Nggak lah...Cuma luka kecil begini bukan apa apa buat Papa... Papa ini kan Gatot kaca..."
" Otot kawat balung wesi " sahut Dafa Dafi dan Kristy cepat bersamaan. Mereka sudah hafal lanjutannya jika menyebut Gatot kaca. Xavier cuma tertawa
Yoga tertawa terbahak bahak " So sweet banget kalian " ucap Yoga seraya merangkul ketiga anaknya dan juga Kristy. Mereka tersenyum bersama .
" Kris sepertinya ini tidak adil buatku.."
" Ha?" tanya Kristy heran.
" 3 anak ini sudah menyaingi ketampanan ku. Sedang kau tetap yang paling cantik. Ini tidak adil. Kita harus menambah 1 anggota lagi. Dan dia harus cewek.."
" Istri muda mu?" tanya Kristy sewot sambil melirik tajam Yoga.
" Bukanlah...Tapi adik perempuannya Xavier"
Kristy membelalakkan matanya.
"Hah?! Lagi?"
" Ya... satu lagi saja..Anak cewek "
" Betul ma...Adik cewek..." Dafa dan Dafi Pun juga nampak antusias karena dari dulu mereka ingin punya adik cewek. Mereka nampak begitu senang mendengarnya.
" Yes Mommy..adik cewek " Xavier pun. ikut ikutan mendukung walau ia tidak tahu adik cewek itu apa.๐
Yoga geli...Dafa dan Dafi tertawa dengan celoteh ria adiknya itu.
" Kalau begitu....kau harus cepat sembuh ya Mas...kalau mau nambah armada lagi..." kata Kristy kemudian.
" Pasti .... " ucap Yoga sambil tersenyum bahagia. " Kali ini kalau kita punya anak lagi aku akan berada di sisimu terus. Sejak dia dalam kandungan sampai dia lahir dan tumbuh berkembang..." Yoga bertekad akan mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya kelak pada anak kedua mereka nanti. Ah bukan...anak keempatโบ๏ธ
Kristy memeluk tubuh Yoga dan Yoga memeluk erat tubuh Kristy pula. Mereka kini berbahagia . Keluarganya telah utuh berkumpul kembali. Dan itu tidak akan ia lepas lagi selamanya.
.
.
Romi, Kinara , Demian dan tim pengacaranya mendatangi Bisma dan beberapa saudara sepupu Bisma yang di tangkap dan di tahan di kantor polisi. Orang tua Bisma dan adiknya juga ada. Mereka ter\_ciduk semua dan dibawa ke kantor polisi. Mereka di kumpulkan di sebuah ruang untuk bermediasi .
Bisma juga menghadirkan pengacara yang disewanya dan juga pengacara yang di sediakan pemerintah untuk menjadi kuasa hukumnya.
" Silahkan di periksa Tuan..Ini KK dan buku nikah Tuan Yoga dan Nyonya Kristy. Itu legal. Jadi status mereka sudah jelas. Mereka masih suami istri " ucap Demian seraya memberikan barang bukti itu pada pengacara Bisma.
Buku nikah dan KK Yoga itu ternyata di simpan oleh Romi . Karena saat akan menikahkan Nara dengan Yoga , semua itu di minta untuk mencocokkan data oleh pengacara keluarganya. Juga untuk memalsukan tanda tangan Kristy untuk membuat surat persetujuan di poligami.
" Jadi sudah jelas bukan semuanya sekarang. Status pernikahan Tuan Yoga dan Nyonya Kristy suami istri. Jadi ijab qobul kalian tidak sah. Diantara Tuan Bisma dan Nyonya Kristy tidak ada pernikahan. " jelas Demian.
" Kami mengerti " ucap pengacara dari tim Bisma. Ayah Bisma pun mengangguk.
Bisma nampak membuang muka dengan keputusan pengacara kuasa hukumnya.
" Bisma.. kenapa sih kau bisa gelap mata seperti ini...Istri orang kau nikahi.. Ngaji Mu kurang nak.." ucap Ayah Bisma yang paham kental ajaran agamanya.
" Istighfar Bis..." ucap Ibunya pula.." Wong kamu ganteng seperti ini kok ngotot ngejar ngejar istri orang. Bukankah lebih baik cari yang bujang saja.." Bisma nampak terdiam dan menunduk mendengar ucapan kedua orang tuanya.
" Kau juga Bella...Kau kau sayang kakakmu bukan begini caranya. Kalau Kakakmu mulai melenceng kau harus menegurnya bukan malah membantunya... " Ayah Bisma menasehati putra dan putrinya. Bella cuma diam dan menunduk.
" Aku mewakili kedua putra putriku meminta maaf kepada kalian. Tolong sampaikan ini pada Yoga. Dan untuk proses hukum kami serahkan pada kalian saja. Kalau memang mau di lanjutkan silahkan . Anakku memang salah. Tapi jika masih bisa di negosiasikan kami akan meminta damai " ucap Ayah Bisma tegas.
" Hahaha... Damai?" tanya Romi sambil tertawa." Kalian ingin berdamai setelah membuat putra tunggal keluarga Pratama sekarat ?...Apa yang bisa kalian tawarkan untuk damai?..." Kata kata Romi itu bagaikan sebuah pukulan keras di wajah mereka..Bagaimana tidak. Sumber uang kekayaan mereka adalah dari mata air kekayaan keluarga Pratama. Dan itu bahkan tidak ada setitik dari semua aset Pratama.
__ADS_1