KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
92. HARI HARI BAHAGIA


__ADS_3

" Kita ucapkan selamat ke Andi dan Desi yuk Mas.." Kristy sambil beranjak dari duduknya.



Aku segera bangkit . Kristy menggandeng tanganku. Kami melangkah menuju ke podium tempat Andi , Desi dan anak anak kami berada. Banyak tamu tamu undangan yang kebanyakan adalah mitra bisnis perusahaan mengucapkan selamat silih berganti. Dan tak kalah banyak juga di antara mereka yang menyapaku.



" Selamat Andi, Desi.." Aku dan Kristy memberi ucapan kepada kedua teman dekat kami yang kini telah resmi sebagai suami istri.



" Terima kasih Yog..: ucap Andi sambil memeluk Yoga. Demikian pula dengan Desi dan Kristy .



" Ini hadiah dari kami.." Ucapku seraya memberikan sebuah kartu kepada Andi. bertuliskan angka 28



" Ini kan..." Andi mengetahui dengan pasti kartu itu.



" Selamat menjadi tetangga kami Andi Desi " ucap Kristy sambil tersenyum.



" Ya Ampun...ini kunci apartemen di depan rumah kalian.."ucap Desi tak percaya kalau Yoga dan Kristy memberikan mereka hadiah sebuah apartemen elit yang sama persis dengan tempat tinggal Yoga dan Kristy.



" Yog.." Andi kehilangan kata katanya. Yoga sudah terlalu banyak membantunya sejak lama.



Ia yang posisinya dulu hanya sebagai penanggung. jawab di bagian marketing tiba tiba menjadi asisten pribadi CEO dengan gaji yang besar. Hingga hidupnya dan keluarganya mapan dan berkecukupan .



Bahkan untuk pesta pernikahannya pun semuanya dari Yoga. Dan sekarang ia memberi hadiah sebuah apartemen mewah pula. Yoga sudah memberinya terlalu banyak . Ia benar benar terharu. Matanya sampai berkaca kaca.



" Kau ini sahabatku Andi.." ucapku sambil menepuk bahu Andi.



" Terima kasih banyak Yog.." ucap Andi sambil memeluk Yoga kembali. Kristy dan Desi tersenyum.


.


.


Yoga , Kristy dan anak anaknya kembali ke rumah.



" Ma..nenek kok masih di sana .Kok gak ikut pulang ?" tanya Dafa menanyakan keberadaan Ranti di pesta pernikahan Desi . Ibu Kristy masih tetap di pesta itu menemani Ibu Desi di sana.



" Nenek kalian masih membantu Mamanya Tante Desi jadi penerima tamu. " jawab Kristy.



" Sampai malam ?" tanya Dafi.



"Iya..."



" Nenek tidur di mana ?" tanya Dafa mengkhawatirkan neneknya.



" Di hotel tempat pesta tadi. Papa sudah memesankan kamar untuk nenek kalian.." ucapku



" Ooo.."

__ADS_1



" Sekarang kalian tidur ya. Rawat , cuci kaki , tangan, gosok gigi terus tidur " kata Kristy mengingatkan anak anaknya.



" Iya Ma..."



" Cium Papa Mama dulu.." ucapku pada keduanya. Dafa dan Dafi segera mencium ku dan Kristy. Cipika cipiki . Aku memberi bonus ciuman di kening mereka.



" I love you Pa Ma.." ucap keduanya . Kami tersenyum pada keduanya.



' Anak anakku akan mendapat perhatian dan kasih sayang dariku semuanya . Aku tidak akan membiarkan mereka kesepian . Aku juga tidak akan membedakan mereka jika kelak mereka punya adik. Anak kandung dan Anak tiri tiada beda. Mereka semua anak anak ku ' aku berucap dalam hati.



" Kita juga istirahat yuk sayang..." ucapku pada Kristy.



" Tidak minta jatah ?" tanya Kristy.



" Libur dulu...Selama seminggu ke depan Andi akan cuti bulan madu. Itu berarti aku akan kerja sendiri. Aku butuh istirahat cukup "



" Oke Mas.." Kristy turut tersenyum . Ia lega mendengar ucapan Yoga.



Berarti selama seminggu ini ia mendapat cuti lembur. Karena jika Yoga meminta jatahnya , selama semalam ia pasti akan terus bercinta dengannya. Istirahat sebentar kemudian lanjut lagi. Dan biasanya sampai pagi . Ia bisa bernafas lega selama seminggu ini.



" Ih..senang banget dapat libur " kataku




" Jangan senang dulu ya.. Minggu depan aku balas dendam nih..Kalau Andi sudah kerja kembali ...dia yang kerja , kamu yang lembur.." Aku menggoda istriku.



" Apa iyah ??" ucap Kristy sambil menjulurkan sedikit lidahnya. Mengejek ku dalam senyumannya.



" Dasar istri nakal " ucapku sambil mengangkat tubuh Kristy dan menggendongnya.



" Hahaha.." Kristy tertawa tawa sambil mengalungkan tangannya di leherku.



" Cuti lho cuti.." ia mengingatkan lagi.



" Hem... cium saja boleh kan.." ucapku sambil tersenyum.



" Boleh.. boleh banget " ucap Kristy sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mendaratkan ciumannya di bibirku. Aku tersenyum sambil membalas ciumannya itu.



" Sudah.." kata Kristy sambil melepas ciumannya dan menjauhkan wajahnya.



" Gitu doang ?" tanyaku


__ADS_1


" Iya..."



" Pelitnya kamu Dik.."



" Hahaha.. " Kristy tertawa renyah. " Ya sudah...sambil jalan sampai ke kamar ya... ini bonus.. "



Aku tertawa geli. Ada ada saja akal\_akalan istri cantikku ini. Namun aku tidak kalah cerdik. Aku memelankan langkahku agar tidak cepat sampai ke kamar ..agar aku sedikit lebih lama menikmati bibir manisnya itu. 😜


.


.


Sejak hari itu Aku di sibukkan dengan pekerjaanku. Semua ku kerjakan sendiri. Mulai mengecek laporan laporan , kunjungan ke tempat produksi , meeting , dan pertemuan bisnis .



Sekretaris membantu menjadwalkan pertemuan pertemuan dan sopir perusahaan yang menemaniku. Tanpa Andi selain sibuk juga repot sekali. Dan aku harus bersabar dengan itu untuk seminggu ke depan.



Sementara itu Kristy mampir ke sebuah toko Lingerie sesudah mengantar Dafa dan Dafi ke sekolah. Banyak sekali koleksi koleksinya dan begitu beragam modelnya . Ada yang seperti dress transparan , ada punya yang modelnya sangat minimalis sekali. Bahkan mirip dengan Seutas tali rapuh yang jika tersentuh sudah putus.



' Ini terlalu seksi.. seperti tidak pakai baju saja. Cuma benang..apa yang di tutupi..' batinnya.



' Tapi mungkin Mas Yoga menyukainya..'



Kristy akhirnya menjatuhkan pilihannya pada sebuah lingerie hitam transparan yang di bagian dadanya terdapat corak bordiran bunga yang begitu cantik. Meski bagian CD nya sangat irit bahan alias cuma mirip seutas tali .



Sebenarnya ia enggan melalukan itu. Ia biasanya lebih suka memakai dress tipis berwarna dan sedikit transparan saja . Namun untuk 1 hari spesial itu ia harus melakukannya. Ia akan berusaha untuk menyenangkan suaminya. Toh itu juga cuma akan di pakai sebentar saja. Memberikan pemandangan indah sebagai pemanis percintaan mereka .


.


.


.


Seminggu kemudian . Andi yang sudah pulang dari bulan madu mulai bekerja kembali.



" Andi.. ternyata aku sebahagia ini melihatmu bekerja kembali " ucapku senang saat Andi masuk ke dalam ruangan ku.



" Hahaha... " Andi cuma tertawa.



" Tapi sepertinya kita akan lembur hari ini.." ucapku mengingatkan Andi karena hari ini adalah hari di penghujung tahun. Besok sudah berganti tahun baru. Dan itu artinya tutup buku. Aku dan Andi harus mengecek laporan penutupan kas tahunan dari pegawai ku.



" Tapi jangan terlalu malam Yog... tadi sepertinya Desi dan Kristy janjian buat acara bakar bakar di atap gedung apartemen. Katanya mau sekalian lihat kembang api tahun baru.



" Brati sebelum jam 12 kita sudah harus di sana.." ucapku.



" Tapi jalanan pasti macet lho.. mobil susah lewat " kata Andi.



" Hem... kita kan bisa jalan kaki. Rumah kita kan dekat.. " ucapku sambil tersenyum.



" Dasar...Ya sudah kalau begitu.. tapi kalau bisa jam 11 kita sudah di rumah ya. meski jalan kaki kalau penuh orang ya sama saja.."

__ADS_1



" oke..."


__ADS_2