KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
250. MIMPI INDAH


__ADS_3

" A..aku mau pulang saja..." kata Mimi.



" Payah..Mimi...gitu aja gak berani.." Xavier meledek Mimi.



" Bukan aku gak berani ya...Aku cuma takut dosa...Nanti saja kalau sudah menikah kita melakukannya..."



" Bener gak pingin nyicil dikit sekarang? Aku siap lho..."



" Dasar piktor..." timpal Mimi.



" Mimi paling gak kasih cium dikit dah..." pinta Xavier.



" Nggak !! "



" Mimi payah.." gerutu Xavier kecewa. " Aku minta Alisha saja kalau gitu..."



" Xavier !!! " Mimi nampak kesal.



" Makanya kasih dikit lah..Masak sama calon suamimu kau pelit sekali...Cinta gak sih sama gue..." ucap Xavier.



" Ayo pulang saja pokoknya..." Mimi kemudian menarik Xavier pergi dari restoran itu. Ferdi cuma melihat saja dari kejauhan.



Xavier kemudian berjalan mengikuti Mimi menuju ke parkiran .



" Kamu bawa mobil ?" tanya Mimi.



" Aku bareng kamu sajalah..Besok biar di ambil Shaka.." Xavier pun kemudian masuk ke mobil Mimi. Ia yang mengemudikan mobilnya sementara Mimi duduk di sebelahnya.



Xavier menghentikan laju saat mereka telah tiba di depan rumah Mimi. Mimi hendak membuka pintu mobil namun Xavier malah menguncinya dengan kunci otomatis mobil tersebut sehingga Mimi tidak bisa keluar.



" Xavier..." Mimi menoleh pada Xavier. Dan Xavier langsung mendekati Mimi seperti hendak menciumnya. Namun dengan cepat Mimi menghindar, sehingga Xavier hanya mencium pipinya.



Xavier terdiam dengan wajah kesal sambil menatap Mimi.



" Ma..maaf..." ucap Mimi sambil memalingkan mukanya dari Xavier.


__ADS_1


" Kalau kau tidak mau ku sentuh..buat apa menikah denganku?.. Kau masih tidak suka pada ku ? ...Kau masih benci denganku ?.. " Mimi terdiam.



" Kau tahu Mimi...kau itu dulu adalah wanita obsesi ku... Kayla ada juga karena kau memilih menikah dengan Abi manyu itu.. Mika dulu cuma sebagai pelampiasan ku...Meski akhirnya aku cinta beneran dengannya... Aku sangat membencimu waktu itu..Kau menyakiti ku dengan tanpa berperasaan.... Tapi parahnya Kau justru menjadi Ibu susu putri ku... Aku jadi tak bisa membencimu meski aku masih menyimpan sakit hatiku padamu... Aku berhutang nyawa padamu... Rasanya pas Kayla memilihmu menjadi Ibu barunya...Aku hanya ingin tahu , bagaimana kau belajar mencintai aku orang yang sudah kau tolak dan kau sakiti berkali kali ini dulu ... Aku ingin tahu bagaimana kau merubah kebencian di hatimu itu menjadi cinta..Aku tak sabar melihat kau tergila gila padaku seperti aku tergila gila padamu dulu.. "



Mimi terdiam seribu bahasa. " Tapi sepertinya itu tidak mungkin ya... Aku bukan orang bodoh yang tidak menyadari kalau kau tidak punya perasaan padaku sama sekali..."



" Xavier...."



" Sudahlah...tidak usah di teruskan lagi... Kita batal menikah saja..."



" J..jangan begitu Xavier..."



" Buat apa menikah dengan wanita yang tidak punya perasaan padaku...Mending aku sama Alisha saja yang jelas jelas mencintai aku...."



" Xavier...Kau bilang demi Kayla...Demi Saif.." kata Mimi. " Tidak bisa kah kau bersabar sedikit... Nanti jika sudah sah kau boleh melakukan semuanya.."



" .... Terserah kau saja..." jawab Xavier seraya masuk ke rumah Mimi.



" Papa .... Ummi jemput Papa ya ?...."tanya Kayla begitu senang saat melihat Xavier yang tiba bersama Mimi. Xavier cuma tersenyum sambil memeluk putrinya itu. " Kita pulang sekarang atau menginap di sini ? " tanya Kayla lagi.




" Terserah kamu Kayla sayang...Di rumahku banyak kamar juga kok..kalau mau menginap di sini..." jawab Mimi.



" Kalau begitu hari ini kita menginap di sini ya Ummi....Kita kan akan jadi keluarga... Boleh kan ..."



" Iya..." jawab Mimi sambil tersenyum.


.


.


.


Mimi terdiam di kamarnya merenungi ucapan Xavier tadi. Ia sampai susah tidur memikirkannya. Ia lalu bangun dan keluar kamarnya untuk mengambil air putih. Dan sesaat ia melihat Xavier sedang duduk di ruang tamu sedang menelpon seseorang.



" Jemput aku sekarang di tempat Mimi..Biar Kayla menginap di sini..." ucap Xavier pada seseorang mungkin sopirnya . Setelah itu ia menutup telponnya.



" Xavier..." panggil Mimi.



Xavier menoleh pada Mimi yang datang sambil membawa segelas air putih.

__ADS_1



" Kau mau pulang ?..Sekarang sudah pukul 1 lo...terlalu malam..kenapa tidak tidur di sini..."



" Aku tidak bisa tidur ...Aku pulang ke rumahku saja... Sebentar lagi sopirku tiba..Aku titip Kayla ya.."


Kata Xavier.


" Xavier...kau masih marah padaku ? " tanya Mimi. Xavier cuma diam.Ia tidak mau menjawab.



" Mimi...aku tidak punya hak untuk marah padamu... Tapi saranku ...sebaiknya kau pikirkan ulang lagi keputusanmu untuk menikah denganku..."



" Tidak bisakah kita tetap menikah saja... "



" Kenapa ? " tanya Xavier.



" Tolong lakukan Demi Saif..."



" Saif? "


.


.


.


.


" Jadi untuk Saif ya...hahaha...konyol... Supaya anaknya tidak di buli ...dia memilihku untuk menjadi tamengnya.... Ayah yang sempurna walau tanpa cinta...konyol sekali Mimi ini.." ucap Xavier sambil tertawa di mobilnya saat sopirnya sudah menjemputnya. " Sudahlah...selamanya dia memang tidak akan pernah mencintai aku... Daripada makan hati begini...lebih baik aku menikah dengan Alisha yang jelas jelas mencintai aku..."



Xavier sampai di rumahnya dan langsung menuju ke kamar Alisha dan membangunkannya. Dengan setengah ngantuk , Alisha membuka matanya.



" Kak Xavier? "



" Alisha...ayo sekarang kita ke kota kelahiranmu..kita temui Daddy...aku akan menikahimu..."



" Apa ?!!" Alisha seketika membuka matanya lebar lebar. " Serius Kak? "



" Ayo..." Xavier meraih tangan Alisha dan kemudian mengajaknya bangun. Alisha menyambar jaketnya dan ikut melangkah bersama Xavier.


.


.


Apa ini mimpi...??..Kak Xavier akan menikah denganku???.....Jika ini mimpi biar aku melanjutkan mimpi indah ini...Ini terlalu indah..


.


.

__ADS_1


__ADS_2