KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
219. AKU BUKAN MAINAN MU!!


__ADS_3

" Mau kemana Uncle?" tanya Xavier pada Romi dan Kinara serta Kesha yang bersiap siap hendak bepergian dengan koper mereka. Pembantu mereka membantu membawakan koper tersebut ke bagasi mobil .



" Kami ada acara di luar kota " jawab Romi



" Tumben ...bukan pas week end.."



" Namanya juga acara mendadak " kata Kinara pula.



" Kamu sekolah dan kerja yang bener . Kalau butuh bantuan minta asistenku..." kata Romi



" Siap Om " Xavier tak mau tahu lebih detail urusan Om nya. Ia pun segera berangkat sekolah dengan mengendarai motornya



Sesampainya , di sekolah ia juga tak banyak tingkah. Kali ini ia belajar serius . Ia sungguh sungguh ingin lompat kelas lagi agar bisa kuliah dengan Mimi.


.


Kalau Mama dan Papa jauh begini Rasanya santai, gak ada yang ngo_melin...


Om Romi juga keluar kota, aku bisa lebih santai di perusahaan nanti ..godain si Mika lagi ah...hihi


sekalian ngusir serangga pengganggu itu...😤


.


.


.


.


Xavier dengan hati senang mendatangi perusahaan sepulang sekolah. Dan tentunya menghampiri Mika dengan membawakan oleh oleh. Kali ini ia membawakan sebuah boneka Teddy bear yang berukuran sedang berwarna krem dengan membawa tulisan I love you di dada nya.



Mika dan teman temannya terperangah dengan sikap Xavier itu . Bisa bisanya dia memberikan boneka dengan tulisan seperti itu pada mantan pacarnya.


" Maksudmu apa sih bocah?" Mika yang geregetan akhirnya bersuara karena kesal di permainkan Xavier.



" Terima saja ..itu hadiah dari ku. " jawab Xavier.



" Maaf ..aku tidak mau.."



" Jangan berpikiran sempit Mika ..I love you itu tak selalu tentang cinta, bisa juga sayang pada teman, saudara, sahabat.."



" Tapi tidak mantan pacar " tegas Mika.



" Ya sudah...buang saja ke tempat sampah kalau tidak mau. " Kata Xavier enteng. " Pesankan makanan lagi dan antar ke ruangan ku " tambah Xavier lagi .



Mika diam dengan kesal. Namun Xavier tetap meninggalkan boneka itu di mejanya .



" Mika ...kalau kau tidak mau....bonekanya boleh buat aku? Aku suka sekali boneka beruang 🐻" tanya teman sesama resepsionisnya



Mika menghela nafas panjang.


.

__ADS_1


.


.


Mika menuju ke ruangan Xavier dan membawakannya makanan seperti permintaan Xavier.



Xavier tersenyum senang " Letakkan di meja sofa itu.."



Mika menuruti perintahnya. Setelah meletakkan makanan itu ia bermaksud segera pergi. Namun saat berbalik Xavier tahu tahu sudah ada di belakangnya. Mika hendak mengambil jalan lain namun Xavier malah memeluknya.



" Lepaskan..." Mika berusaha melepaskan diri namun Xavier memeluknya kian kuat " Lepaskan Aku Bocah..."



" Nggak !!" Jawab Xavier singkat.



" Aku sudah janji pada orang tuamu tidak akan mengganggumu lagi...jadi lepaskan aku .aku tidak mau kehilangan pekerjaanku gara gara kau "



" Aku Rindu "


' DEG '


Mika langsung berdebar\_debar saat mendengar ucapan Xavier itu.



" Aku rindu Mimi....tapi dia menghilang..." Xavier memperjelas kata katanya. Dan itu membuat Mika berubah kesal. Ia benar benar kesal di permainkan bocah itu. Ia melepaskan diri dengan sekuat tenaga dari pelukan Xavier namun karena pelukan Xavier terlalu kuat dan ia tak mau melepaskan Mika, mereka malah terjatuh di sofa dengan posisi Xavier di bawah dan Mika di atas tubuh Xavier dalam pelukannya pula.



Sesaat keduanya saling berpandangan. Dan kemudian Xavier berucap lagi. " Ayo menggila denganku Lagi Mika...Tinggalkan serangga tak berguna itu .. Kau sudah dapat Rumah dan mobil kan...Nanti kau bisa minta lagi yang lebih pada orang tuaku .."


.


.


.


.


Mika sungguh kesal di permainkan oleh bocah itu. Xavier mempermainkannya hanya untuk membuang kebosanannya karena tidak bisa mengusili Mimi dan pacarnya. Ia sadar , Dirinya cuma di jadikan mainan pengisi waktu luang untuk menghilangkan kejenuhan Xavier.



Mika menatap bocah tampan itu, ia memang menyukainya. Tapi dengan semua yang di lakukan ya itu ia sangat membenci Xavier.



Mika sedikit bangkit dan kemudian duduk di atas tubuh Xavier. Xavier sedikit memberikan ruang gerak untuk Mika. Xavier tersenyum saat Mika mulai mendekatkan wajahnya pada dirinya dan kemudian berhenti saat jarak antara bibir mereka sudah begitu dekat. Mika tidak menciumnya ia tersenyum melihat bibir Xavier yang seperti berharap mendapat ciuman darinya.



" Katakan ..Yang mana yang ingin di sentuh...bibirmu itu atau yang aku duduki ini?" tanya Mika menantang Xavier. Xavier tersenyum . " Adikmu mulai bangun ni..." tambah Mika yang merasakan sesuatu yang mengeras di bawah tubuhnya. Ia duduk tepat di atas inti tubuh Xavier .



Xavier tidak bisa berbohong, sebagai pria normal , yang di lakukan Mika itu benar memberikan rangsangan stimulus ke otaknya. Tubuhnya memberikan reaksi. Hasratnya pun mulai meninggi. Ia tak bisa mengingkari jika Mika memang selain cantik dan seksi dengan tubuh aduhai nya itu sudah meracuni pikiran Xavier. Yang terlintas cuma bayangan bayangan erotis yang dulu pernah mereka lakukan.



" Mau berikan yang mana?" tanya Xavier balik. Ia sudah siap jika harus menggila bersama Mika. Toh Om nya sedang pergi ke luar kota..Tak ada yang akan mengawasinya ataupun mengganggunya nanti.



Mika menyentuhkan bibirnya ke bibir Xavier dan memberikan kecupan ringan. Xavier memberikan reaksi balasan. Namun Mika malah menjauh. Ia tidak menginginkannya.



" Ayolah Mika...jangan jual mahal ..." bujuk Xavier.



" Hihi ." Mika tersenyum. " Maaf ya Tuan muda...aku sudah tidak menyukaimu...aku sudah pernah merasakan semua milikmu itu ..Dan aku ingin mainan yang baru ...Bukankah jika kita punya mainan baru mainan lama harus di buang..."

__ADS_1



Xavier tak senang mendengar ucapan Mika itu. Ia merasa di rendahkan oleh mika.


.


.


Lihat ekspresi mu bocah ..Kau kesal kan jika di rendahkan... makanya jangan main main dengan perasaan orang seenaknya ...


Melihatmu kesal aku ingin membuatmu lebih marah...lucu sekali mimik mukanya itu ...


.


.


" Aku lebih penasaran dengan Si Shaka Damara itu ..dan dia lebih menantang untuk di taklukkan daripada kau B O C A H.... Aku yakin dia lebih bisa memuaskan aku dari pada bocah bau kencur seperti kau Tuan Muda..." Mika pun meledek Xavier.



" Akan ku pecat dia ... Aku lebih berkuasa dari pada dia di sini .." ucap Xavier kesal



" Fu Fu Fu .. itu cara bersaing yang pengecut .. sudahlah ..lebih baik kau belajar yang rajin, belajarlah supaya bisa menjadi orang hebat seperti Shaka itu... lihat wanita yang kau kejar pun tak mau denganmu ..dia memilih menikah dengan pria lain ..Jadi jangan jadikan aku pelampiasan kekesalan mu ..Aku sudah tidak mau main main denganmu lagi.." jelas Mika



" Apa maksudmu...?" tanya Xavier. " siapa yang menikah? "



" Siapa lagi?...wanita yang kau kejar itu...aku yang menerima undangan dari keluarganya dan memberikannya pada Tuan Romi .. "



Xavier shock. " Mimi menikah? Menikah dengan si Abi manyun itu?"



" Periksa saja sendiri di meja Pamanmu... Sampai jumpa, Tuan Muda ...ingat ...jangan nangis ya. .kamu sudah besar ." kata Mika sambil menepuk nepuk dada Xavier pelan lalu bangkit dari tubuhnya dan segera pergi meninggalkan Xavier.


.


.


Rasain tuh ... kena serangan jantung gak kamu bocah .. Main main denganku ?...ku balas kau..


G O T C H A .. 🤣🤣


.


.


Xavier langsung bangkit dan menuju ke ruangan Romi. Asisten Romi yang ada di sana heran melihat anak bosnya itu mencari cari sesuatu di meja Romi. Membuka buka laci nya dan menemukan sebuah undangan pernikahan di sana


.


.


TIDAK ..INI TIDAK BOLEH TERJADI ..Mimi menikah dengan si Abimanyu ...Hari nya hari ini ..Jamnya malam ini ..Apa aku keburu jika menyusul ke Yogja sekarang..


Aku harus ke sana.. aku harus mencegahnya .


Tidak...Mimi tidak boleh menikah...Mimi jodohku ..Aku tidak akan membiarkannya .. Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut Mimi dariku..


.


.


" Siapkan penerbangan ke Yogja sekarang...Kalau tidak ada penerbangan umum siap kan pesawat pribadi ..aku tahu Om Romi memiliki nya..." kata Xavier pada Asisten pribadi Romi.



" Tapi Tuan Muda..."



" Kalau kau tidak melakukan perintahku...ku pecat kau !!"



Asisten Romi terdiam. Tuan Mudanya nampak kesal. ia benar akan di pecat jika tak menjalankan perintahnya. Meskipun Romi sudah melarang nya untuk memberi tahu Xavier jika ia pergi ke Yogja untuk menghadiri pesta pernikahan Mimi.

__ADS_1



Ia pun tidak punya pilihan, iapun akhirnya segera melaksanakan perintah Xavier itu.


__ADS_2