
Beberapa hari kemudian.....
Dafi berbicara dengan Aleena mengenai hubungan mereka.
" Jadi begitu Aleena...Kau tidak keberatan kan menunggu sebentar....Aku akan memutuskan Mischa...Aku tidak akan berubah lagi . Percayalah padaku...Pilihanku adalah kamu "
" Iya Fi...aku percaya padamu... jangankan cuma menunggu seminggu...aku menunggu pernyataan cinta dari kamu sejak kecil saja bisa... " jawab Aleena.
" Maaf ya...aku terlalu pengecut tidak berani nembak kamu dulu..." kata Dafi penuh sesal.
" Hehe... Bukan pengecut...tapi belum berani...Dan yang penting kita sekarang sudah bersama "
" Makasih Aleena...Aku benar benar akan setia padamu. Kamu sabar dulu...kita pasti menikah "Dafi meyakinkan keputusan hatinya pada Aleena. Aleena mengangguk dan tersenyum.
Dafi benar benar menjaga sikapnya pada Aleena. Ia tidak mau asal nyosor seperti dulu dengan Mischa pada Aleena. Meski ia tau Aleena pasti juga tidak akan menolaknya. Namun demi kesungguhan hatinya, ia ingin menjaga hubungan mereka dengan ikatan suci yang berdasar ketulusan , bukan nafsu. Ia sungguh menganggap Aleena berharga.
.
.
Berbanding terbalik dengan Dafa. Dafa sulit mengontrol dirinya ketika berhadapan dengan Mischa yang begitu menggodanya. Sehingga ia tak mampu menolak daya tarik Mischa yang begitu kuat menggodanya. Berkali kali ia jatuh ke bujuk rayu Mischa.
Dan saat ini , Dafa bertemu dengan Mischa diam diam jauh dari tempat tinggal mereka. Mischa mengajak bertemu di pinggir jalan dekat dengan hamparan sawah luas di kanan kirinya.
Dafa sesaat memarkirkan mobilnya dan kemudian masuk ke mobil Mischa.
" Mau bicara apa?... Ini sudah jauh dari rumah... tidak ada seorangpun yang mengenali kita di sini..." kata Dafa.
Mischa melihat ke sekitarnya , memang sudah sepi karena hari sudah sore . Para petani sudah pada pulang ke rumahnya. Jalanan desa juga nampak sepi. Cuma sekali kali kendaraan lewat.
" Kalau ini tentang kita .. aku sebagai laki laki tidak akan lari dari tanggung jawab. Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku padamu.." kata Dafa.
" Masalahnya bukan itu FA... Tapi tadi Dafi mau bicara padaku..Sepertinya dia ingin cepat menikah denganku...Terus aku harus bagaimana.. Aku kan bukan gadis lagi. Kalau menikah dengannya, aku akan ketahuan..dia pasti menuduh aku wanita gampangan...wanita murahan yang menganut hidup bebas... Aku pasti hancur.. Nama baik orang tuaku juga pasti tercoreng..."
" Ya sudah...putusin saja Dafi... lalu sama aku " kata Dafa tegas.
" Tapi kan kasihan Dafi... dia yang di jodohkan dengan aku...Dafi kan orangnya lurus dan setia...Belum lagi kedua orang tua kita..."
" Huu\_uuft....betul juga. Aku juga tidak tega pada kembaran ku..Dia itu cupu.. " Dafa membenarkan. " Lalu kamu maunya gimana?"
" Kalau menikah dengan Dafi aku harus cari Dokter ahli yang bisa mengembalikan selaput daraku lagi...Biar Dafi mengira aku masih perawan. Tapi masalahnya aku tidak punya kenalan dokter semacam itu..."
" Memangnya bisa?..Itu tidak mungkin.. Setahu ku sekali jebol sudah tidak bisa balik lagi.." kata Dafa
" Aku pernah dengar bisa kok..Coba kita browsing informasinya di internet..."
Mischa dan Dafa kemudian mengambil hp nya dan berselancar di dunia sosial media itu . Mereka mencari info terkait dengan hal itu.
" Eh...ternyata benar ada..Hyme\_noplasty.." kata Dafa heran.
__ADS_1
" Tuh Kan... benar ada..."
" Ini prosesnya seperti di jahit kembali supaya menutup lagi....Biaya nya lumayan juga..."
" Biaya nya bukan masalah... Aku bisa membayarnya "
" Aku saja yang menanggung biayanya ..Ini semua karena aku..." tegas Dafa.
.
.
So sweet nya....Dafa ternyata juga punya sisi manis... Dia juga tidak lari dari tanggung jawab..Kereeeen...🤩 Mischa mengagumi sosok Dafa
Permasalahan selesai...sudah ada solusinya....Mischa tersenyum senang.
.
" Kalau begitu ayo kita pulang... Aku akan cari info dokter nya .." kata Dafa seraya beranjak hendak kembali ke mobilnya namun Mischa dengan cepat mencegahnya .
" Tidak ingin lagi ?"
" Hah?" Dafa bengong sambil menatap Mischa yang juga menatap dirinya.
" Katanya mau operasi ..percuma dong main lagi...bukannya jadi lebih lebar lagi nanti " kata Dafa
" Justru karena itu...Kita bisa bermain dulu sebelum operasi...toh nanti bakal menutup lagi.." Mischa tersenyum menggoda Dafa.
" Di sini sempit .. susah gerak.." kata Dafa
" kita bisa main di bangku tengah.." kata Mischa sambil menunjuk bangku tengah mobilnya yang cukup luas. Dafa kemudian tersenyum.
" Oke..."
Keduanya lalu keluar dari mobil itu dan bermaksud menuju ke bangku tengah. Namun saat melihat ke sekitarnya Mischa melihat sebuah gubuk kayu yang terletak di antara pematang sawah yang sudah sepi.
" Kita ke sana saja FA...sepertinya itu lebih nyaman.." kata Mischa sambil menggandeng tangan Dafa dan mengajaknya menuruni tempat persawahan itu.
Dafa tersenyum sambil balas menggenggam tangan tangan Mischa. Sambil tertawa tawa mereka menuju ke gubuk yang akan menjadi tempat untuk melampiaskan hasrat mereka.
.
.
.
...----------------...
.
.
.
.
.
Mischa ,Dafa dan Dafi nampak shock saat Yoga mengumpulkan keluarganya di ruang tamu sesudah tutup restoran dan mendengar keputusannya.
__ADS_1
" Secepatnya aku akan menikahkan kalian Dafi Mischa " Yoga membuat keputusan besar itu setelah mempertimbangkannya beberapa hari. Ia ingin cepat meresmikan hubungan putranya itu dengan Mischa karena untuk menghindarkan perzinahan yang mungkin bakal terjadi. Ia ingin anaknya dalam ikatan suci saat melakukan itu.
Ketiganya diam tak ada yang berani bersuara pada Yoga. Dafa dan Dafi tak berani menentang keputusan Papanya itu karena tak mau di katakan sebagai anak durhaka yang tidak berbakti pada kedua orang tuanya. Yoga sudah membesarkan dan menyayangi mereka sejak kecil. Mereka bukan anak tiri yang tak tau balas Budi.
.
.
" Mana dokternya Dafa...aku harus cepat operasi..." kata Mischa panik saat ia membicarakan keputusan Yoga itu.
" Aku juga tidak tahu Mischa...Ah..aku akan coba tanya Om Romi ..dia pasti tahu..."
Dafa yang kebingungan itu segera menghubungi Romi . Dafa sedikit ragu, namun ia dengan cepat menceritakan masalahnya pada Om nya itu.
" Hahaha..." Romi yang mendengar curhatan keponakan satunya lagi itu tertawa mendengar cerita Dafa.
" Kalian ini lucu sekali...Yang satu minta di Carikan Dokter bedah saraf untuk mengobati pacar kakaknya yang sakit...Kamu juga minta Dokter buat mengembalikan perawan ...Hahaha..." Romi tak bisa berhenti tertawa.
Dafa terdiam. Sepertinya ia salah tempat curhat. Ia jadi sedikit menyesal telah cerita masalahnya pada Romi.
" Aku tahu Dokter terbaik di semua bidang itu...tapi apa itu tidak sia sia Dafa?" tanya Romi kemudian.
" Sia sia Om ? Kenapa ?" tanya Dafa tak mengerti.
" Selaput daranya mungkin bisa menutup kembali...tapi apa kau tidak memikirkan kemungkinan kalau Mischa hamil? " Dafa ternganga. " Karena kalian masih sama sama amatir aku yakin kau pasti mengeluarkannya di dalam kan ?...Jadi bukannya sia sia selaput daranya kembali kalau dia ternyata hamil anak kamu Dafa?..."
.
.
*Astaga ... benar kata Om Romi... BODOH!! Bodoh sekali aku...Aku sampai tidak memikirkan hal itu sama sekali*....
*Dan itu benar ...Aku sudah berkali kali melakukan itu dengan Mischa , tanpa pengaman , dan juga selalu mengeluarkannya di dalam*..
*Aku benar benar tak punya pengalaman sama sekali dalam hal itu... Hanya menikmati dan membebaskan diriku* ....
*Ah...ini gila...benar benar gila ..Aku sampai tidak memikirkan itu* ..
.
.
" Nasi sudah menjadi bubur Dafa .Kau sebagai laki laki tidak boleh pengecut... Tanggung jawablah dengan perbuatan mu meski nanti kau bakal bonyok di hajar Papamu....Jangan lari dari tanggung jawab " kata Romi menasehati keponakannya itu
Dafa mengambil nafas panjang. Benar kata pamannya itu. Ia memang tidak boleh bersikap pengecut. Ia harus dengan jantan mengakui perbuatannya dan bertanggung jawab dengan yang sudah di lakukan nya.
Toh jika direstui , ia bisa bersanding dengan gadis yang sudah lama di sukai nya juga. Tidak buruk juga....
.
.
Sedang Dafi kini jadi membuat Aleena banjir tangis air mata saat menceritakan keputusan Papanya.
" Kita mungkin memang tidak berjodoh Fi...Sudahlah... kau patuhi saja perintah kedua orang tuamu...Nikahi saja Mischa .." kata Aleena pasrah
" Maaf..." ucap Dafi sambil menunduk penuh sesal dan kesedihan. Harapan nya bersama dengan orang yang di cintai nya sejak lama itu kini pupus sudahðŸ˜
.
.
__ADS_1