KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
71. KEMARAHAN YOGA


__ADS_3

Keesokan harinya Kristy , Desi dan Dafa Dafi telah bersiap siap untuk kembali ke Blitar. Saat ini kami semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan.



Andi yang seperti biasa datang menjemput ku sebelum pergi ke kantor juga ikut sarapan bersama kami.



Suasana nampak hening dan tak ada percakapan sama sekali. Yang terdengar cuma suara benturan piring beradu dengan sendok sesekali.



Aku pun juga diam karena enggan bicara. Selain karena malas , rasanya juga kecewa.



Ya.. tadi malam aku tidak mau menyentuh Kristy meskipun sangat menginginkannya. Keegoisan dan sikap keras kepala nya membuatku enggan menyentuhnya. Sikap ketidakpatuhannya sudah menyakitiku. Menjatuhkan martabat ku sebagai kepala keluarga. Aku seperti suami tanpa wibawa di mata nya.



Terlebih dia tidak patuh padaku untuk menunggu pria lainnya.



Andi dan Desi yang menyadari situasi tak nyaman itu saling berpandangan. Rasanya tidak enak sekali makan di tengah situasi perang panas antara Yoga dan Kristy.



Sesudah sarapan pagi kami semua menuju ke garasi mobil . Dua mobil sudah di siapkan oleh Mang Adul. Satu untuk Aku dan Andi ke kantor. Satu lagi untuk Kristy dan anak anak pulang ke Blitar.



" Yakin tidak mau mengantar ?" tanya Andi.



" Ya.. Yuk kita ke kantor saja " Jawabku cepat dan hendak masuk ke mobil.



" Papa... " Dafa dan Dafi memanggilku. Aku pun segera menghampiri keduanya yang berlarian ke arahku.



" Papa kami pulang dulu.." ucap Dafa sambil mencium tanganku bergantian dengan Dafi.



Aku memeluk dan mencium kedua pipi mereka.



" Hati hati di jalan ya sayang..." Ucapku pada keduanya.



" Kami pergi dulu ya Yog.. makasih banyak untuk semuanya " ucap Desi turut bersalaman denganku juga Andi.



Juga Kristy . Ia juga bersalaman dengan Andi dan terakhir denganku. Aku cuma diam sambil menatapnya . Dia juga mencium tanganku.



Namun saat ia hendak memelukku , Aku dengan cepat berpaling dan meninggalkannya. Aku buru buru masuk ke mobilku.



Aku mengabaikan semua orang dan pandangan mata mereka padaku. Ya..biar saja mereka pikir aku bersikap dingin . Aku hanya ingin Kristy tahu , aku benar benar marah padanya.



" Antar kan mereka ke stasiun Dul.. Tadi aku sudah boking tiket untuk mereka via on line.." kata Andi pada Mang Adul.



" Siap Den Andi " ucap Adul.



Kemudian Kristy , Desi dan anak anaknya masuk ke mobil. Merekapun segera berangkat menuju ke stasiun.



Yoga sengaja tidak mau mengantar mereka . Dan bahkan tidak mau pula menyuruh Adul mengantar sampai ke rumah . Cuma sampai stasiun saja.



" Yoga benar benar marah lo Kris.. " ucap Desi.



Kristy terdiam . Ia memang tahu hal itu. Ia sadar betul Yoga memang marah . Namun ia tetap bersikukuh pada keputusannya .



" Kris.. "



" Biarkan saja , Des. Paling dia marah cuma sebentar. Biasanya cowok gak betah lama lama marahnya.. " ucap Kristy



" Kau sih Kris.. kenapa tidak nurut Yoga saja... " kata Desi.



Kristy diam saja. Ia tak menjawab lagi. Ia terlarut dalam alam pikirnya sendiri. Merenungi keputusannya .



' Harus se\_marah inikah kau Yog..' batinnya bertanya tanya.

__ADS_1


> >>


Sementara Yoga yang berangkat ke kantor dengan Andi juga terdiam.



" Yog..."



" Jadwal kita hari ini apa ?" tanya Yoga sambil membuka laptopnya.



Yoga tak mau buang buang waktu lagi memikirkan Kristy. Ia lebih memilih menyibukkan dirinya dalam pekerjaan.



" Kita ada pertemuan bisnis dengan Grup. ' B ' nanti jam 10... meeting launching produk baru kerjasama kita. Terus juga meninjau proyek lanjutan kemarin..." Jawab Andi.



" Ok.." jawab Yoga singkat.



' Alamat lembur lagi ni..' batin Andi .


>>>>>>>


Yoga menyibukkan diri di pekerjaannya dan bahkan sampai larut malam. Sehingga begitu sampai rumah ia bisa langsung tidur. Tidak terfokus pada Kristy .



Ia bahkan tidak memberi waktu pada dirinya sendiri untuk mengingat malam malam menyenangkannya yang beberapa hari terakhir selalu di isi rutinitas panas di atas tempat tidur bersama Kristy.



Kerja , capek , tidur . Bangun, kerja lagi. Begitu terus setiap hari. Ia tidak memberi kabar apapun pada Kristy . Tidak Wa juga tidak telpon. Bahkan dia juga tidak mau menerima panggilan telpon dari Kristy.


.


.


.


.


Dan itu sudah berhari hari di lakukan nya . Dan hari ini sudah hari ke 14 . Tak terasa sudah. dua minggu Yoga mengacuhkan Kristy.



" Badanku pegel semua Andi... " Aku berkeluh pada Andi saat makan siang bersamanya di sebuah restoran sesudah melakukan kunjungan bisnis.



" Sudah dua minggu kamu gak nge\_tap oli kan.."ucap Andi sambil bercanda.




" Main sendiri sono sama sabun.. "



" Mana asik main sendiri bego.. apalagi sama sabun.. Gue gak se\_frustasi lo ..sabun jadi musuh.." timpal ku.



" Hahaha..." Andi tertawa ngakak.



" Ya kali aja Yog.. "



" Gak lah.. " sahutku cepat.



" Ngomong ngomong .. cewek bisa hamil itu berapa hari... " tanyaku pada Andi.



" Kamu kan lebih pintar dari aku Yog.. kok tanya aku.."



" Ya kali aja kamu tahu.. Aku kuliah jurusan ekonomi bukan biologi..." jelas ku.



" Setahu ku... kalau buat cek kehamilan , 2 minggu sesudah Hari 'H' bisa di cek pakai tes pack kalau memang jadi...Tapi biasanya ketahuan hamil bulan berikutnya karena gak dapet tamu bulanan ... " Yoga mengangguk angguk.



" Kenapa? kamu pikir Kristy hamil ? " tanya Andi.



" Kali aja kan.. kan sudah 3 minggu .." jawabku.



" Memangnya kau keluarkan di dalam ?"



" Iya lah.. Kan Dafa Dafi bilang pingin punya adik ... Aku sih oke oke saja . Kalau jadi ya syukur kalau engga ya ntar bikin lagi.."Andi tertawa tawa.


__ADS_1


" Semangat banget kalau bikin.."



" Kan enak " ucapku sambil tertawa cengengesan.



" Bikin panas kuping gue lo Yog.." kata Andi. Kami pun tertawa bersama sama.


.


.


" Kangen banget sama Kristy " ucapku sambil menghela nafas panjang.


" Kalau kangen susul sana ke Blitar.."



" Nggak. Aku sudah bilang nggak akan ke sana "



" Gak usah jual mahal Yog..Ni telpon..


hubungi dia.." kata Andi sambil menyodorkan Hp ku yang biasa di bawa Andi ke hadapanku.


Aku terdiam sambil menatap ke layar hp tersebut.



" Telpon .." kata Andi lagi.



Aku masih terdiam . Di dalam hatiku masih ada pergolakan emosi , antara rindu dan kesal.



Kalau rindu aku memang sangat merindukannya.. bukan cuma Kristy ... tapi juga Dafa dan Dafi.. aku sangat merindukan mereka . Keceriaan mereka , canda tawa mereka , rindu saat mereka memanggil manggil aku dengan panggilan ' papa ' .



Tapi mengingat keras kepala nya Kristy yang lebih memilih terpisah jarak denganku , rasa ego ku melarang untuk menghubungi dia.



Ditengah tengah ke\_bengongan ku , tiba tiba saja hp ku berdering.



'' Asem..ngagetin aja.." ucapku spontan.



" Siapa sih yang telpon.." ucap Andi sambil melihat ke layar hp tersebut dan sebuah nama terukir di sana. ' Romi '



" Raja singa Yog..dia video call...." kata Andi.



Aku menghirup nafas dalam dalam sebelum mengangkat panggilannya.



" Halo Kak.." ucapku kemudian. Dan terlihatlah gambar wajah manusia menyebalkan satu itu.



" Lagi di mana lo.." tanya Romi yang asing dengan background Yoga.



" Makan siang Kak. Di resto . ni sama Andi..."



" Halo Kak Romi.. eh Tuan Romi.." ucap Andi sambil tersenyum saat Yoga mengarahkan kamera pada Andi.



" Ooo.."



" Ada perlu apa Kakak menelpon ku..?" tanyaku langsung



" A...ini tentang Bisma "



' DEG'



Jantungku mulai berdetak kencang saat nama itu di sebut.



" Kerjaan dia bagus di luar negeri sana. Dia orangnya cerdas , cepat paham dan bisa mengerjakan semuanya dengan baik. Aku berpikir untuk menarik dia kembali kesini dan mengurus salah satu cabang kita.."



' Ah.. mati aku. Kalau Bisma kembali sekarang..bagaimana hubunganku dengan Kristy.. '



"

__ADS_1


__ADS_2