KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
138. AMARAH BESAR SEORANG YOGA


__ADS_3

" J..jangan Bis..." ucap Kristy panik saat Bisma mulai mendekatinya.



" Kau harus menjadi milikku Kris! Kau milikku!!"



Bisma yang bak orang kesetanan menarik paksa baju yang di kenakan Kristy hingga robek. Hingga terlihatlah tubuh atas Kristy yang hanya memakai bra. Kristy menutupi tubuhnya yang terbuka itu dengan kedua tangannya.



" Jadi kau sudah melakukannya dengan Yoga ya.." ucap Bisma geram saat melihat tanda merah bekas kecupan Yoga ada di tubuh Kristy. Bukan cuma satu tapi banyak.



" Teganya kau mengkhianati ku.." ucap Bisma sambil melayangkan sebuah pukulan yang cukup keras yang mengenai kepala Kristy. Dan itu cukup membuat Kristy lemah tak berdaya .Ia merasakan sakit di kepalanya dan pusing .



Bisma berang dan mendorong tubuh Kristy dengan kasar. Ia kemudian menindihnya. Memaksa mencium nya dengan kasar.



" Jangan Bis.. Aku masih istri orang.." ucap Kristy pilu karena tak kuasa melawan kekuatan Bisma. Bisma mencengkeramnya kuat kuat sembari terus menciuminya dengan liar. Tangannya pun juga menarik bra Kristy hingga putus. Sehingga tubuh atasnya terekspos bebas. Tangan Bisma dengan leluasa memainkan dada Kristy sembari terus menciumnya.



Kristy terus berusaha melepaskan diri namun semua sia sia. Tenaga nya kalah kuat dari Bisma. Apalagi Bisma yang nampak berang seperti orang yang kesetanan. Ia cuma ingin memilikinya meskipun itu dengan pemaksaan.



Kristy tak kuasa melawan saat Ciuman bertubi tubi dari Bisma itu mulai turun ke leher dan dadanya. Sembari tangannya Bisma memainkan tubuhnya sesuka hatinya. Kristy yang kehabisan tenaga hanya bisa pasrah saat Bisma menanggalkan semua yang di kenakan nya hingga tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Bahkan Bisma pun menurunkan celana bokser nya . Benda tegak besar dan panjang itu siap menembus miliknya.



Namun saat Bisma hendak membuka kaki Kristy, Kristy menggunakan sisa tenaganya untuk bangkit dan mendorong Bisma sampai jatuh. Ia dengan cepat berusaha mencapai pintu. Ia berusaha untuk membuka pintu yang terkunci itu. Saat kunci pintu terbuka , ia hampir saja bisa keluar namun Bisma langsung menyergap tubuhnya. Kristy jatuh terjerembab ke lantai dengan tubuh besar Bisma menimpa tubuhnya. Rasa ngilu dan sakit bercampur menjadi satu.



Bisma tak mendiamkan itu begitu saja, ia meraih kedua tangan Kristy dan mengunci nya di belakang tubuhnya. Kristy merintih kesakitan ketika Bisma memelintir tangannya dan menguncinya agar tidak kabur.



" A\_akh....Bisma.. kita belum menikah.. Ini tidak boleh Bis...Aku istri orang " ucap Kristy dalam isak tangisnya. Ia berharap Bisma sadar dan mengurungkan niatnya.



Bisma seolah mengabaikan semuanya. Rintihan kesakitan dan tangis Kristy terdengar bak angin lalu. Ia cuma ingin hasratnya terpenuhi. Memiliki Kristy... Bisma menegakkan sedikit kaki Kristy sehingga tampak setengah menungging untuk memudahkannya menelusup kan miliknya dari belakang. Kemudian ia mulai memaksakan miliknya mencari inti tubuh Kristy. Milik mereka saling bersentuhan dan hanya tinggal satu dorongan saja keduanya sudah bersatu.



" Mommy ...Daddy.. " Xavier yang baru bangun tidur dan melihat pintu kamar Daddy-nya terbuka terkejut melihat yang di lakukan kedua orang tuanya. Apalagi Mommy nya tampak menangis. Dan Bisma nampak menyakitinya.



" Xavier..." Kristy dan Bisma tak bisa berkata apa apa melihat kehadirannya.



" Why do you cry Mom... Daddy , what are you doing?" tanya Xavier " You hurt\_ing Mommy.."



Kristy dengan cepat berusaha melepaskan diri dari Bisma. Bisma yang melemah di depan Xavier akhirnya melepaskan Kristy. Kristy dengan cepat membawa Xavier pergi dan kembali ke kamarnya.



Bisma terdiam dan merenungi apa yang baru saja dilakukannya.



*Bodoh...aku memang bodoh...kalau seperti ini bukankah Kristy akan membenciku*...



*Aku seperti binatang... Aku benar benar rendah... Hanya karena kesal melihat tanda merah itu ada di tubuh Kristy...Aku memaksanya*..



*Aku bodoh...benar benar bodoh*...

__ADS_1



Bisma mulai menyesali perbuatannya. Dan dengan cepat ia bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya. Ia buru buru menuju ke kamar Kristy dan Xavier yang ia yakini pasti akan pergi kalau ia tak segera ke sana.



Benar dugaan Bisma Kristy dan Xavier sudah bersiap siap pergi . Kristy sudah memasukkan hp dan beberapa peralatan Xavier yang tadi di bawanya dari rumah Yoga. Kristy masih nampak tersedu sedu saat men\_tenteng tas dan menggandeng Xavier menuju ke pintu.



" Kris... jangan pergi..." ucap Bisma sambil menahan tangan Kristy.



" Lepas aku mau pulang..." ucap Kristy sambil berusaha melepaskan tangan Bisma. Namun Bisma tak mau melepaskannya. Ia kian kuat mencengkeram tangan Kristy. Kristy terus berontak .Hingga akhirnya Bisma me\_rekuh dan memeluk tubuhnya.



" Kumohon jangan pergi Kris.. maafkan aku..." Bisma memeluk erat Kristy. " Aku salah...maafkan aku..."ucap Bisma dalam ratap kesedihannya.



" mommy..?" tanya Xavier saat melihat Kristy diam dan terisak dalam tangisnya lagi.



Bisma membawa Kristy menghadap dirinya dan kemudian memeluknya erat.


.


.


Sesudah Kristy dan Bisma tenang kembali mereka duduk bersama di ruang tamu. Xavier bermanja\_manja dengan Bisma yang tersenyum ceria kembali .



Xavier memang berbeda. Saat dengan Yoga, ia banyak menangis. tapi dengan Bisma ia berubah ceria. makan , tidur, bercanda tawa semua mudah saat bersama Bisma. Seolah kedekatan mereka tak bisa di pisahkan. Yoga pun sepertinya butuh waktu panjang jika ingin menggantikan Bisma .



" Kris.. kita berangkat sekarang?" tanya Bisma kemudian.




" Mana hp mu?" tanya Bisma lagi



Kristy memberikan hpnya pada Bisma. Bisma tersenyum saat menerimanya. Ia menulis sebuah pesan dan segera di kirimkan nya pada Yoga.



**Kita berpisah Yoga**....



**Untuk perceraian akan ku serahkan pada pengacara**.



Setelah pesan terkirim Bisma mematikan hp Kristy. Melepas kartu nomor nya dan membuangnya asal. Kemudian Bisma memberikan hp itu kembali pada Kristy. Sesudah itu ia bangkit dan menggendong Xavier. Bisma menarik troli kopernya dan di ikuti Kristy. Mereka kemudian masuk ke mobil Bisma.



" Where are we go\_ing Dad?" tanya Xavier.



" We're home...Real home.." jawab Bisma.



Bisma memberikan Xavier ke pangkuan Kristy. Kemudian ia memasangkan sabuk pengaman untuk mereka.



" Maaf ya Kris...masih sakit tidak?" tanya Bisma sambil menyentuh kepala Kristy bekas pukulannya tadi. Kristy diam saja. Bisma mengusap kepalanya. Dan memberikan kecupan di sana.


__ADS_1


Sesaat ia tersenyum pada Kristy dan Xavier kemudian iapun segera menyalakan mesin mobilnya.


Sayo*nara Yoga....


Sayo*nara Kak Romi..


Sayo*nara rumah sementara kami...


Permainan uang kalian berakhir sampai di sini...Selama ini kalian sudah banyak mempermainkan kami orang orang miskin ini dengan uang kalian... Memainkan perasaan kami seolah kami manusia tak punya hati..


Sudah cukup kami menjadi boneka kalian yang kau mainkan ke sana kemari..


GAME OVER...


Kami akan meraih happy ending kami sendiri...


Dalam hati Bisma menyampaikan perpisahannya ...



Ia mulai sadar sejak Romi menendangnya saat ia sudah di pastikan kalah dari Yoga. Ia memikirkan semuanya kembali. Semua yang terjadi padanya, pada Kristy , semua seolah sudah ter\_skenario oleh para kaum berduit itu. Mereka seenaknya memainkan dirinya dan Kristy hanya demi kepuasan hati mereka.Kini saatnya mereka keluar dari permainan itu..


.


.


Yoga yang baru saja menjenguk Papanya panik saat mendapati pesan dari Kristy itu. Apalagi nomor hp Kristy tidak bisa di hubungi lagi.



" Ada apa Yog?" tanya Risa yang dengan setia menunggui Guntoro yang terkena gejala stroke ringan dan masih harus di rawat di Rumah Sakit meskipun sudah sadar dan mulai baikan. Meski begitu ia masih belum bisa bergerak banyak karena tubuhnya sulit di gerakkan.



" Kristy mengirim pesan untuk berpisah Ma. Dia ingin bercerai dariku.." ucap Yoga



" Bagaimana mungkin.. Kalian kan baru saja tinggal bersama.." Risa pun tak percaya mendengarnya.



" Itu yang tidak ku mengerti Ma..tadi sewaktu ku tinggal ke kantor baik baik saja..Tiba tiba saja begini...Aku harus pulang sekarang... " ucap Yoga seraya buru buru pergi.



Setelah mencium tangan Mama dan Papanya ia segera meninggalkan rumah sakit itu.


.


.


Yoga kecewa saat mendapati rumahnya kosong. Kristy dan Xavier tidak ada di sana. Ia lantas mendatangi tempat tinggal Bisma.Yang ternyata juga kosong. Terlebih saat mendatangi sekolah Dafa dan Dafi , para Guru bilang mereka di jemput oleh orang tuanya dan juga membuat surat ijin keluar sekolah.



Yakin sudah dugaannya , Bisma membawa pergi semua anak anaknya dan juga Kristy.



Yoga kembali ke kantornya dengan wajah kesal penuh amarah.



Ia langsung mendatangi ruangan Romi. Saat itu Romi sedang mengerjakan pekerjaannya dengan di bantu Kinara. Sebuah pemandangan aneh yang tak biasa. Rasanya janggal melihat mereka dekat dan akur. Namun ia tidak mau ambil pusing.



" Yog..kau darimana?..Hari ini ada agenda meeting dengan rekan bisnis kita.."



" Batalkan semua jadwalku Kak. Aku mau ambil cuti panjang. Jadwalkan penerbangan ke Surabaya sekarang juga. Dan Carikan aku tim pengacara terbaik...."



" Ha?" Romi bengong dengan semua permintaan adiknya itu.



" Dan satu lagi.. Buat laporan polisi untuk menangkap Bisma.. Dia menculik anak anak dan istriku " ucap Yoga dengan wajah memendam amarah yang begitu besar.

__ADS_1



Romi dan Kinara bengong mendengar begitu banyak perintah Yoga itu. Namun melihat dari ekspresi wajah Yoga yang nampak serius dan penuh amarah itu Yoga tak main main. Ia sepertinya benar benar akan menyeret sahabatnya Bisma ke balik jeruji penjara.


__ADS_2