KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
190. BERTEMU GADIS CINTA PERTAMA


__ADS_3

YOGA dan Kristy naik pesawat bersama keluarga Andi dan Bisma. Mereka turun di bandara Surabaya. Yoga dan Andi langsung menuju ke rumah apartemen keluarga mereka. Bisma ikut mampir ke apartemen rumah lama Yoga . Sedang Andi pulang kerumahnya yang berada tepat di depan apartemen Yoga.



" Ini rumah kami dulu Bro..." Yoga memperlihatkan apartemen keluarganya pada Bisma.



Rumah itu nampak bersih dan rapi karena dulu sempat di tempati Romi saat mengambil alih perusahaan Surabaya saat perusahaan pusat bangkrut . Setelah Romi kembali ke Jakarta Andi tetap menjaga dan merawatnya dengan Desi. Bahkan sekali kali di gunakan untuk tempat menginap tamu bisnis atau sanak famili mereka yang datang.



Mereka duduk dan ngobrol bersama di ruang tamu. Cuma Dafa , Dafi dan Mischa saja yang pergi ke kamar untuk istirahat. Cinta dan Alisha bermain bersama di dekat orang tua mereka.



" Jadi waktu aku di Australia kau sudah melarikan Kristy di sini...Hem..." kata Bisma.



" Hehe...Kan aku suaminya Bro...Jadi dia ikut ku boyong kemari. Kau kan juga sudah tahu semuanya kan. Pernikahanku dengan Kristy dulu juga tidak di sengaja. Bukan karena aku ingin merebut dia darimu. Tanya Andi...dia saksi hidupnya...."



" Iya iya..." Yoga dan Bisma membicarakan masa lalu mereka dengan biasa..tanpa ada emosi lagi. Seperti sebuah cerita masa lalu biasa. Seolah mereka sudah melupakan kalau dulu mereka sempat hampir saling membunuh karena wanita.



" Aku membuat Xavier di sini..." kata Yoga sambil cengengesan.



" C i h...Kau yang buat..aku yang menanggung .. Coba waktu itu aku langsung pulang ke Blitar... Istri lo udah jadi milik gue Bro.."



" Hahaha... bukan jodoh Bro..Kembalinya ke aku..." Yoga tertawa.



" Kamu ini Mas...kalau omong kok gak jaga perasaan Sonya. Lagian juga sudah masa lalu...kenapa masih di ungkit ungkit..." Kristy ikut bersuara.



" Kan cuma ngobrol biasa ...Gak pakai gontok\_gontokan..."



" Aku juga biasa saja ko Kris...Masa lalu Mas Bisma aku juga sudah tahu...Kami saling menerima semuanya..." kata Sonya lapang dada. Ia bukan orang yang berpikiran sempit dan cemburuan. Ia berkaca pada masa lalu kelamnya . Sebuah keberuntungan besar ia bisa memiliki Bisma di hidupnya. Seorang imam yang baik.



" Sekarang kita seperti keluarga "



" Rasanya seperti mimpi kita bisa seperti ini ya Bro..." Yoga tersenyum pada sahabat baiknya itu.



" Iya... Ternyata semua yang terjadi pada kita ini ada hikmahnya. Kepahitan, tangisan, canda tawa , semua itu adalah sebuah perjalanan hidup. Proses pendewasaan kita... " Bisma berucap bijak.



" Usahamu lancar Bis?" tanya Kristy mengalihkan pembicaraan.



" Alhamdulillah Kris... "



" Nanti kalau sudah di Blitar aku akan ketempat mu Bis.. sekalian bersilaturahmi dengan Ayah dan Ibu mu.."



" Calon menantu yang tertolak.." sahut Yoga



" Hahaha.." Bisma, Kristy dan Sonya tertawa bersama.


.


.


Dafa tidur di kamarnya sambil bermain Hp. Dafi memasuki kamarnya. Ia lalu menarik kasur spring bed bawah Kamar Dafa dan tidur di sana.



" Loh..ko ke sini ?" tanya Dafa heran.



" Iyalah... Orang belum nikah.. Mischa tidur sama Cinta..." jawab Dafi.



" Ku kira kau sama Mischa..."



" Nggak lah .. "



" Kok kau aneh Fi...Seperti nggak semangat di jodohkan..." kata Dafa.



" ... " Dafi tidak mau bercerita.



" Besok kalau kalian pulang ke Blitar aku tidak ikut lho...Aku tinggal di sini...Aku mulai akan membuka restoran Twin ..." terang Dafa.



" Tadi kata Mama , Papa di sini yang akan membantu mu membuka restoran ...Mama mau bersih bersih dulu rumah nenek. Aku , Mama , dan Cinta ke Blitar..."



" Mischa?"

__ADS_1



" Dia ikut aku..."



" Fi , jangan selingkuh..." Dafa mengingatkan.



" Ha?" tanya Dafi heran.



" Aleena.. Adik Bobby....."



" Oh..Si boneka Barbie..." Jawab Dafi sambil tersenyum mengingat gadis cantik yang sangat di sukai nya sejak kecil. Gadis imut yang wajahnya seperti boneka barbie.



" Cita citamu mau jadi pengantin dengan dia kan " Kata Dafa



" Hihi...kau ini masih ingat saja akan hal itu...Bagaimana kabarnya dia ya sekarang...Apa dia masih secantik Barbie?" Dafi tersenyum kecil mengingat cinta pertamanya.


.


.


.


Yoga mengajak Dafa Dafi ke rumah lamanya di dekat kampus dulu. Rumah super mewah yang di belikan Guntoro dulu. Rumahnya masih terawat meski lama tak di huni. Kadang Romi menempatinya juga saat di Surabaya dulu. Beberapa mobil mewahnya masih terpampang di garasi bersama motor sporty mahalnya. Andi juga menyuruh orang secara berkala membersihkan rumah dan merawat kendaraan kendaraan yang ada di sana.



" Sepertinya masih bisa di gunakan .."


kata Yoga.


" Pa..aku pakai ini ya.." kata Dafa sambil menunjuk motor sport Ninja milik Yoga.



" Gak malu kamu..itu motor tua?" tanya Yoga.



" Yang penting masih bisa di pakai .Belum terlalu tua juga kok..masih ikut tren modelnya.."



Yoga tersenyum. Anaknya tidak suka boros. Yang penting fungsinya bukan gaya. Ia mengacungi jempol untuk putranya itu.



" Aku bawa mobil ini ke Blitar Pa.." kata Dafi pula sambil menunjuk minibus lama Yoga.



" Iya...kalian cek kan dulu ke bengkel..masih bagus gak mesinnya..Suruh perbaiki kalau ada kerusakan.."




Yoga berdiri di depan mobil kenangan kesayangannya. Si sporty Panamera. Mobil super mahal yang dulu di gunakan nya untuk bepergian bersama Kristy dan anaknya. Mobil kenangan yang mengantarkan nya untuk me\_ngapeli mantan pacar yang kini menjadi istrinya itu.



" Kau mobil bersejarah.." ucap Yoga sambil menyentuhnya.


.


.


.


Setelah pengecekan , Dafi membawa mobilnya ke rumah apartemen untuk menjemput keluarga Bisma dan Mamanya yang akan pulang kampung ke Blitar.



" Biar aku saja yang nyetir Dafi , Nanti kalau capek baru gantian.." kata Bisma yang sudah biasa pulang pergi Surabaya Blitar sejak jaman masih kuliah dulu.



" Siap Om " kata Dafi. Ia lalu berpindah tempat duduk ke sisi sopir.



Setelah bersalaman dan berpamitan dengan Yoga ..... Kristy, Sonya , Bisma , Dafi , Mischa , Cinta dan Alisha pergi bersama ke Blitar.



Dafi duduk di depan dengan Bisma yang mengemudi. Kristy, Sonya dan Mischa di bangku tengah , sedang Cinta dan Alisha di belakang dengan boneka mainan mereka..



" Hati Hati Bro... Titip Istri dan anak anakku.. " Bisma mengangguk. " Kalau usaha di sini sudah lancar , aku akan segera menyusul " kata Yoga pada Kristy.



" Iya Mas..." jawab Kristy.



Rombongan itu pun segera berlalu. Yoga dan Dafa kemudian segera pergi ke restorannya dulu yang berada tepat di depan perusahaan Pratama nya.



" Kita akan mulai dari mengecat ulang tempat ini, dan mengganti semua peralatannya dengan yang baru Dafa...Nanti aku akan carikan tukang untuk memperbaiki semuanya..Baru mengisi kulkas dengan stok stok kita.." Yoga yang sudah punya banyak pengalaman dalam usaha mengatur dan mengarahkan Dafa.



Ia ingin putranya itu kelak menjadi bos restauran sukses. Ia ingin Dafa bisa hidup dengan stabil dan mapan finansial nya. Sebenarnya mudah saja menempatkan Dafa di perusahaan Pratama, namun ia ingin mensukseskan Dafa Dafi dengan kemampuannya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


" Ini rumah kita " Kata Kristy pada Mischa yang akan tinggal di rumah sederhana di kota Blitar itu.



Mischa nampak shock , Rumah neneknya(ibu Papanya Ricky ) yang sudah di beli Yoga dan Kristy nampak tua dan usang , Sangat berbanding terbalik dengan 2 rumah Yoga yang di Surabaya yang tergolong mewah .



" Kita perbaiki rumah dan warungnya semua Ma ? " tanya Dafi.



" Warungnya iya...kita ganti peralatan nya tapi rumahnya cukup di cat ulang saja. Sepertinya perabotannya masih cukup bagus..."



" Yang benar saja tante...Perabotannya semua sudah tua dan usang...Ini sudah tidak layak pakai " kata Mischa yang terbiasa tinggal di rumah mewah orang tuanya . Tiba tiba ia harus tinggal di kota pelosok dan perabotan yang sudah jelek. Benar benar di luar ekspektasinya.



Ia membayangkan tempat yang akan dia tinggali kelak Dafi itu sebuah rumah mewah karena sejak kecil ia juga di besarkan dalam kemewahan oleh Richa. Setidaknya seperti Rumah Yoga di Surabaya.



Dafi menoleh padanya dengan pandangan tak senang. Dafi yang sejak kecil sudah terbiasa hidup berpindah pindah, hidup sederhana bersama nenek dan ibunya tidak suka dengan sikap Mischa itu. Ia bukannya tak pernah merasakan hidup mewah dan nyaman bersama Yoga sekeluarga , cuma ia sependapat dengan Mamanya.. Jika masih bisa di pakai , untuk apa memboroskan uang?



" Ini tidak buruk Mis...kita bisa memanggil jasa cleaning servis...cuma perlu membersihkan nya terus bisa di pakai lagi..." terang Dafi.



" Nggak Fi...ini harus di ganti. Sofa, tempat tidur, televisi , Kulkas semuanya harus di ganti baru. Kalau kau tidak mau...aku yang akan membelikannya untuk kalian.." tegas Mischa.



Kristy dan Dafi bukan tidak punya uang, Tentu saja mereka memilikinya..10 tahun Yoga kerja di Australia tentu pundi pundi rupiah merekapun tidak sedikit.



" Tapi.."



" Baiklah Mis...Aku akan mengganti semuanya " Kristy akhirnya mengalah untuk calon menantunya itu. Ia tidak ingin mempermalukan Dafi, Sebagai laki laki ia harus memberikan hidup layak untuk istrinya.



Dafi cuma menghela nafas panjang dengan sikap Mischa itu.



" Biar ku pilihkan yang sesuai tren saat ini. Tante..." kata Mischa antusias. Kristy mengangguk.


.


.


Dafi mengantar Mischa ke toko mebel dan elektro. Mereka membeli sebuah televisi layar lebar besar lengkap dengan sound sistemnya. Kemudian membeli kulkas dua pintu dan peralatan masak seperti magic com pula. Kemudian mereka membeli sofa baru , spring bed baru, lemari dan karpet.. Semua pilihan Mischa adalah yang terbaru, terbaik dengan kualitas terjamin dan merk terkenal.



" Berapa totalnya? " tanya Dafi saat berada di depan kasir untuk membayar semuanya.



" 50 juta..." jawab kasirnya.


.


Ya Ampun hanya dalam hitungan menit sudah habis 50 juta... Ini pemborosan sekali....


.


Dafi mengelus dada sambil memberikan kartu ATM nya. Setengah berat ia memberikan Kartu itu.



" Silahkan pencet nomor Pin nya..." kata kasir itu.



Dafi dengan enggan memencet pin ATM nya dan membayar semua tagihannya. Ia sampai ogah\_ogahan menatap kasirnya.



" Alamat nya?"



" Jl X no 124..."



" Atas nama?"



" Dafi Kurnia "



" Dafi ?" tanya kasir itu. Dafi dengan enggan melihat kasir yang menyebut namanya itu..



Betapa terkejutnya ia saat melihat sosok gadis cantik yang sangat dikenalnya itu. Gadis cantik berwajah tirus dengan rambut berombak panjang, ia adalah gadis yang pernah ada di hatinya saat kecil dulu.



" Aleena?" tanya Dafi



Gadis cantik seperti barbie imut itu tersenyum padanya. " Ini beneran kamu Fi ? " tanyanya..



Mischa mulai menoleh pada keduanya. Mereka tampak saling berpandangan dan menebar senyum. Tatapan Dafi begitu teduh padanya.


.


Hem.... Rival ni seperti nya....batin Mischa tak senang.

__ADS_1


.


__ADS_2