
Romi terdiam . Ia benar benar pusing kini. Yang di takutkan nya kini terjadi. Mika benar benar hamil seperti yang di katakan Xavier.
" Kau yakin itu anak Xavier ? Bukan pria lain ? Xavier waktu itu bilang kau bukan perawan...Kau yakin kau cuma melakukan itu dengan Xavier? Jangan jangan kau ingin menjebak Xavier agar bisa mendapatkan kekayaannya ? Mentang mentang Xavier anak pemilik perusahaan kau ingin menjebaknya... Memperalat bocah di bawah umur untuk mendapatkan hidup enak... Kau mau ambil jalan pintas biar bisa hidup mewah? " ujar Romi memberondong Mika dengan banyak pertanyaan yang menyudutkannya.
Mika kesal sekali di cemooh Romi seperti itu. Romi sangat menyudutkannya dengan semua pertanyaannya. Seolah ia benar cuma cewek matre , nakal dan menghalalkan segala cara untuk hidup nyaman.
" Apa Tuan kira saya ini wanita gampangan yang mudah tidur dengan banyak pria ?...Tuan jangan ngomong sembarangan mentang mentang orang kaya. .." Mika pun akhirnya melawan. Toh ia juga korban di sini. Korban dari perbuatan Xavier dan ia harus menanggungnya sendiri. Bahkan Xavier sama sekali tidak tahu.
" Mas. .." Kinara mencubit suaminya yang memang bermulut pedas sejak dulu itu. Ia memang sudah hobi menyakiti orang lewat kata katanya. Ia sendiri pun dulu sudah sering di permainkan Romi dengan mulut pedasnya
" Sudahlah...lupakan saja. Anggap saja ini bukan anak Xavier. Aku sudah memutuskan untuk menggugurkan bayi ini..Aku dan bayiku tidak ada hubungan dengan kalian lagi... Jangan mengusik hidup ku lagi.. Sehina\_hina nya aku , aku tidak mau jadi injak injakan kalian para orang kaya " Mika pun akhirnya segera pergi setelah meluapkan emosinya pada Romi. Ia sangat kesal karena Romi memandang rendah dirinya.
" Mas Romi...kamu ini benar benar ya...Belain keponakan itu lihat lihat dulu dia salah apa benar... Kalau seperti ini bagaimana coba.. kalau Mika sampai menggugurkan bayi nya kamu ikut nanggung dosa karena membiarkan dia membunuh anaknya...."
" Habis kau tau sendiri lah Nara...Dari awal Mika itu sudah kelihatan banget maksudnya mendekati Xavier...Dia mau menguras harta Xavier...Perjanjian kemarin saja kau lupa...di minta rumah dan Mobil. Ini juga belum tentu anak nya Xavier..." kilah Romi
" Kalau meragukan anaknya nanti saat lahir tes DNA...sekarang ini suruh keponakanmu itu tanggung jawab dulu..." kata Kinara.
" Dia masih sekolah , Nara ..15 tahun...masih bocah.."
" Tapi Bocah itu sudah menghamili anak orang Mas...." Kinara pun ngotot karena sebagai wanita ia tahu bagaimana jika mengalami hal seperti itu. Ia sendiri juga pernah mengalami nya. Sedikit beda tapi mirip. Ia dulu mengira ia hamil anak Yoga karena paksaan Guntoro sedang Yoga benar benar mengabaikannya. Padahal statusnya lebih kuat, dulu ia istri sahnya. Mika malah hamil di luar nikah. Tentu itu lebih berat untuknya.
" Iya iya...nanti aku akan menghubungi Yoga dan Kristy....Biar mereka yang memutuskan sendiri yang terbaik buat anaknya. ..." Romi pun mengalah , ia memang takkan bisa menang dari istrinya itu.
.
.
.
Xavier tiduran di kamar nya. Ia membuka akun medsosnya yang berisi banyak kenangannya dengan Mika. Sampai detik itu ia sudah berusaha menghubungi nomor Mika dan terus mengirim pesan padanya meski tak pernah sampai. Mika sudah berganti nomor dan Xavier tak tahu tentang itu sama sekali.
' Suntuk banget.... jenuh...' ucap Xavier di grub teman s e Genk nya.
' Yuk nongkrong...' ajak Nico.
' Ngopi bos ' usul teman temannya yang lain .
' Oke...di pergi ke cafe X ya..' tulis Xavier.
' Siap bos..'
__ADS_1
' Gas\_keun '
Xavier pun segera berganti baju dengan celana jeans biru dan atasan blus berwarna hitam. Juga dengan sepatu sporty nya. Kemudian ia segera menuju ke garasi mobil , kali ini ia ingin memakai mobil karena langit mendung seperti akan turun hujan.
Tak tanggung tanggung ia membawa mobil super mahal milik pamannya . Sporty Panamera๐
Dan kemudian ia pun segera melajukan mobil keren super mewah itu.
Xavier turun dari mobil dan menjadi pusat perhatian para pengunjung cafe karena kendaraan yang di milikinya dan juga penampilan kerennya . Ia persis seperti para c ha e b o l di drama drama korean. Tampan , kaya dan keren.
" Wow....sultan " bisik para gadis gadis yang melihatnya.
Xavier tersenyum simpul dan masuk ke kafe, mencari tempat duduk yang nyaman di sebuah tempat lesehan sambil menunggu teman temannya datang.
" Vanilla latte ...dan Camilan .." ucap Xavier saat pelayan datang dan menanyai pesanannya.
Sambil menunggu pesanan ia melihat ke sekelilingnya . Banyak gadis gadis yang memperhatikannya.
.
.
Apa ku ajak saja salah satu dari gadis itu buat jadi teman kencan ku...๐ Mereka seperti fans fanatik artis saja melihatku...
.
.
Mereka nampak sedang menghibur Mika yang sedang menangis , bahkan Shaka tampak merengkuh bahu Mika dan seperti sedang menenangkannya.
Xavier benar benar cemburu melihat itu. Wanita kekasihnya sedang menangis dan di peluk peluk oleh pria saingannya.
Xavier masih terdiam sambil mengamati mereka dengan ekspresi marah. Ia menahan amarahnya sampai saat itu Nico tiba.
" Bos..." Nico menyapa Xavier yang mengacuhkan nya. Ia kemudian melihat apa yang sedang di amati Xavier dengan wajah kesalnya itu.
" Menurut lo...harus gue apakan manusia satu itu...Dia coba coba mendekati cewek gue...Dia diam diam menyembunyikan wanita gue...Kalau gue bantai dia ...boleh ?" ucap Xavier.
" Sabar sabar Bos...Kendalikan emosi..." Nico berusaha menenangkan Xavier yang tengah di landa api cemburu itu.
" Lo ada kenalan pembunuh bayaran ...Gue mau suruh dia bunuh cowok itu..." tambah Xavier lagi.
Nico menahan geli .Ia tahun Xavier sedang berusaha menahan emosi jiwa nya agar tidak mengacau di cafe itu.
__ADS_1
" Saran gue ni bos... Tanya cewek Bos ..Maunya gimana..." ucap Nico. Baru beberapa detik Nico ngomong , Xavier sudah bangkit dan mendatangi Mika dan Shaka bersama dua teman resepsionisnya.
" Lepasin tangan kotor mu dari cewek Gue..." ucap Xavier .
" Tuan Muda?" Kedua teman Mika, Shaka dan Mika sendiri begitu terkejut saat melihat Xavier tahu tahu ada di sana.
" Gue bilang lepasin !! " ucap Xavier sambil menghempaskan tangan Shaka dan langsung menarik Mika dengan kuat dan membawanya menjauh dari Shaka.
" Xavier..."
" Jangan kasar sama cewek.." Shaka mengingatkan Xavier dan mencekal sebelah tangan Mika. Sehingga Satu tangan Mika di tarik Xavier dan Satu tangannya lagi di pegang Shaka.
" Lepaskan !! " ucap Xavier kesal sambil menarik Mika menjauh sedang Shaka juga bersikeras mempertahankan. Mika kesakitan keduanya tak mau melepaskan , Xavier tak mau kalah , ia tidak mempedulikan Mika sakit ia terus ngotot menarik Mika sehingga Shaka yang tidak tega pun akhirnya mengalah melepaskan Mika.
Xavier tersenyum penuh kemenangan saat Mika sudah berada dalam pelukannya.
Saat itu Nico dan teman teman genk Xavier yang mulai berdatangan ikut mendatangi mereka seperti siap bertarung dengan Shaka. Mereka menatap Shaka seperti harimau melihat seekor kelinci.
" Kita bereskan orang ini Bos ?" tanya anak buah Xavier.
Xavier tersenyum senang , Shaka tersudut oleh begitu banyak anak anak SMA yang nampak beringas siap menghabisinya.
" Ternyata benar ya gosip itu, kau ini anak berandalan gangster sekolah .." ucap Shaka .Ia nampak tidak takut sama sekali meski dikerumuni banyak siswa yang seperti preman itu.
" Takut ya.." ledek Xavier.
" Nggak sama sekali...Buat apa aku takut Sama bocah preman yang berlindung di balik uang orang tua dan Paman nya itu..." Shaka tidak gentar.
sama sekali.
" C i h... Berani satu lawan satu sama gue ? " tantang Xavier. " Ayo duel...tarung sesama cowok.."
Shaka tersenyum simpul. " Yakin bisa menang dariku ?" Shaka pun memanasi.
" Xavier...jangan..Kau tidak tahu dia siapa.." Kata Mika.
" Kau diam saja Mika...Ini urusan laki laki... Aku nanti akan bicara padamu sendiri...Beraninya kau kabur dari ku dan selingkuh dengan dengan dia..." kata Xavier pada Mika.
" Kalau mau duel jangan di sini..ayo cari tempat.." Shaka mendekat pada Xavier seperti menantang nya.
__ADS_1
" Siapa takut " ucap Xavier pun tanpa gentar siap menerima tantangannya.