KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
150. TIDAK MAU KALAH DENGAN ANAK


__ADS_3

Romi yang pergi keluar kota ternyata pergi ke Jombang .Tepatnya ke pondok pesantren tempat asal Kinara. Dimana Om nya Rasyid (adik Risa) menjadi pengajar di sana.



" Romi?" Rasyid hampir tidak mengenali Romi keponakannya yang datang ke pondok dengan memakai kaca mata hitam . Romi sengaja memakai itu untuk menyamarkan wajahnya yang masih membiru sehabis di hajar Anak buahnya.



" Om Rasyid.." Romi memeluk Om nya itu.



" Masya Allah Romi...kamu habis ngapain...berantem?" tanya Rasyid



" Hahaha... Biasa.. Habis latihan jadi samsak.." canda Romi..



" Ada ada saja.."



" Aku mau ketemu Abah , Om.."



" Sebentar...kamu tunggu di sini..Biar aku lihat dulu...Ada tamu atau tidak.."


.


.


Romi bertemu dengan Abah dengan di temani Rasyid. Romi menyerahkan sebuah tas koper kecil kepada Abah.



" Dari Tuan Guntoro lagi , Rom?"



" Kali ini bukan , Bah... Itu dari saya pribadi. Saya ingin meminta doa restu Abah... Saya Romi Sanjaya ingin meminang putri Abah , Kinara....Mohon Abah merestui saya...."


Dulu aku bodoh sampai kehilangan Bulan..aku sama sekali tidak melakukan apapun untuk mendapatkannya...Saat dia sudah di ambil orang lain aku cuma bisa marah saja......Sekarang aku tidak mau menyesal lagi...Jadi Ustad Romi pun sekarang tidak masalah...Yang penting aku bisa bersama Kinara...Aku tidak akan melepaskannya lagi... Aku mencintai Kinara dan aku tidak ingin kehilangan dia apapun yang terjadi...


Abah dan Rasyid ternganga. Mereka benar benar terkejut mendengar itu. Karena yang mereka tau Kinara adalah istri Yoga..Kenapa Romi malah mau meminangnya..



" Jelaskan dulu duduk permasalahannya Rom... Kenapa kau seperti ini...bukankah Kinara itu adik ipar mu... " ucap Abah bijak meski sebenarnya ia sudah tahu semuanya dengan ilmu mata batinnya. Namun ia ingin mendengarnya langsung dari Romi.


.


" Jadi begitu...Kinara sudah di ceraikan Yoga..tapi Tuan Guntoro masih tetap memaksa mereka bersama.. Baiklah Romi... Aku akan membantumu..Tapi nanti kau lakukan seperti yang ku suruh begitu kembali ke Jakarta..."



" Terima kasih Abah.." Romi akhirnya bisa tersenyum



" Putri manjaku itu sekarang pasti masih tertekan... Tapi dia pasti mendapat pelajaran dari semua ini...Seharusnya dia mendengarkan ku..Aku sudah memberi tahu dia dari awal seharusnya dia memilihmu... "



" Maafkan saya Bah... Waktu itu saya belum menyadari perasaan saya.. Saya juga bersikap buruk padanya..Dan saya juga bukan orang baik baik Abah...Saya merasa tidak pantas untuknya..."



" Sebesar apapun dosa manusia itu kalau dia sadar akan kesalahannya dan mau bertaubat dengan sungguh sungguh , pintu ampunan selalu terbuka. Tuhan Maha Pengampun .. Dan kau juga tidak perlu merasa rendah diri Rom.." ucap Abah sambil menyentuh kepala Romi .Ia prihatin melihat keadaan Romi , bekas pukulan di wajahnya pun masih belum hilang.



" Abah titipkan Nara padamu..."



Romi tersenyum dan mengangguk.



" Dan kau tadi kan bilang cuti satu minggu..Jadi seminggu ini kau di sini saja..Rasyid akan mengajarimu banyak hal.."



Romi ternganga.... *Oh My God...Aku benar benar akan menjadi Ustad Romi😱😱😱*


.


.


.


Sonia tertegun melihat Bisma yang melantunkan ayat ayat suci saat acara mengaji di rumahnya. Kebetulan hari itu malam jum at..Keluarganya biasa berkumpul untuk tadarus bersama.



Suara merdu Bisma saat melantunkan ayat suci itu begitu menyentuh hatinya. Menyentuh relung hati terdalamnya. Membuatnya mulai merasa bersalah karena berniat buruk padanya.



Bisma , Pria tampan yang sangat baik dan berbakti pada kedua orang tuanya dan sangat menyayangi keluarganya. Ia juga ramah dan senang berbagi pada tetangga tetangganya , entah itu sembako atau cuma sekedar hasil dari peternakannya seperti telur dan ayam.



Bisma berangkat dari keluarga pas pasan sebelum pergi bekerja ke luar negeri hingga kini hidupnya serba berkecukupan dan usaha keluarga nya lancar.. Karenanya ia tak lupa untuk bersyukur dan berbagi. Membantu tetangga tetangga dekatnya yang kekurangan.



Kenapa orang sebaik ini di inginkan nyawanya oleh Bosnya...yang tidak ia ketahui siapa orangnya. Ia bekerja untuk Ryan.



Biasanya ia tidak akan main perasaan seperti ini terlebih ia sepertinya mulai benar benar jatuh cinta pada Bisma . Dan Bisma menyambut perasaannya. Bukan cuma Bisma tapi keluarganya juga. Rasanya ia mulai berat untuk membunuh orang seperti Bisma.



" Kenapa? " tanya Bisma saat acara tadarus mereka sudah selesai pada Sonia yang duduk melamun di kursi ruang tamu rumahnya.



" Tidak apa apa...Aku cuma tersentuh mendengar kau mengaji.."



" Kau mau mengaji juga?" tanya Bisma



" Aku tidak bisa membacanya.."



" Mau aku ajari?"



Sonia ternganga. Belajar mengaji? Seorang pembunuh belajar mengaji dari calon korbannya?😨



" Ayo sini ku ajari...Dari dasar nya dulu ya.." Bisma menggandeng Sonia menuju ke kamarnya. Di sana Bisma mengacak acak lemarinya bukunya mencari sesuatu.



" Ah..ketemu.." ucap Bisma senang saat menemukan sebuah buku usang bertuliskan 'IQRA'



" Itu apa?" tanya Sonia yang awam dengan hal hal berbau keagamaan seperti itu.



" Ini buku belajar mengajiku sewaktu kecil dulu.. Ayo sini ..ku ajari..."



Bisma dan Sonia duduk di sofa kamar Bisma. Bisma mulai mengajarinya mengenal huruf dan cara bacanya. Sonia yang dasarnya memang berotak pintar cepat menguasainya. Ia mudah menghapal bentuk huruf dan namanya. Juga tanda baca dan bunyinya.


__ADS_1


Ayah , Ibu Bisma dan Bella senang melihat kedekatan keduanya.



"Sepertinya secepatnya kita harus menikahkan mereka Mas.." ucap Ibunya



" Betul betul..."dukung Bella pula



Ayah Bisma cuma tersenyum. Ia yang selalu berdoa seusai ibadahnya selalu meminta kepada Tuhan agar anaknya kuat menerima ujian dan juga dekat dengan jodohnya tersenyum bahagia. Mungkin Sonia memang jodoh yang di kirim Tuhan untuk anaknya.


.


.


Yoga pulang ke rumahnya sesudah pulang dari kantor. Kristy menyambut nya bersama Xavier . Xavier berlarian menghampiri Papanya sambil meneriakkan namanya



" Papa...papa. "ucapnya riang saat Yoga menyambutnya dengan senyum dan memeluknya



" Xavier anakku sayang.." Yoga mencium kedua pipi putranya yang menggemaskan itu. Xavier pun memberikan ciuman sambil menyentuh wajah Papanya. Xavier kemudian bermanja-manja di gendongan Papanya.



Kristy mencium tangan Yoga dan Yoga memberikan ciuman di keningnya. Kristy membawakan tas Yoga kemudian masuk ke dalam rumah bersama.



" Habis ini mas ganti baju dulu terus kita makan bersama... Aku masak masakan kesukaan Mas..Ayam bakar dan udang asam manis..."



" Aku lebih ingin memakan mu Dik.." ucap Yoga sambil tersenyum nakal menggoda istrinya.


" Kamu kan sudah janji mau membuat baby girl adik Xavier.."


Hal itu langsung membuat kedua pipi Kristy memerah tersipu malu..



" Mas ini kenapa senang sekali menggodaku..." Kristy berucap pelan sambil memegang kedua pipinya.



" Dua minggu lho Dik ..2 minggu aku puasa..Seminggu waktu di rawat di rumah sakit..dan seminggu ini kau dapat tamu bulanan..Tadi pagi aku lihat kau sudah keramas..Berarti sudah sembuh kan...Jadi nanti sesudah Xavier tidur kau beri jatah aku...Plus bonus puasa 2 minggu..Aku mau full servis " ujar Yoga



" Ih Mas ko perhitungan banget ya sama istri..." protes Kristy.



" Ya harus dong...Ini saja aku sudah sakit pinggang... 2 minggu menumpuk terus..gunungnya udah mau meletus..laharnya mau keluar..."



Kristy tertawa geli mendengar ucapan suaminya itu.



" Iya iya... Tapi nunggu Xavier tidur dulu.." jawab Kristy kemudian



" Yes.. !!! " ucap Yoga senang karena akhirnya ia akan mendapat jatah juga dari istrinya.


.


.


Namun rencana tidak semudah pelaksanaannya. Xavier malah belum mau tidur . Ia seperti menggoda kesabaran kedua orang tuanya.


Ia masih dengan aktifnya berlarian kesana-kemari minta main kejar kejaran bersama Yoga.


" Stop Xavier...Harimau nya lelah.. " ucap Yoga yang terpaksa harus berjalan merangkak sambil menirukan suara harimau mengejar Xavier yang begitu aktif.




Kristy dan Xavier pun mengikutinya.



" Papa capek?" tanya Xavier



" Iya.." jawab Yoga. Xavier kemudian dengan tangan mungilnya memijat punggung Papanya.



" Xavier bisa memijit ?" tanya Yoga heran. Meski tak berasa apapun tapi itu cukup menyentuh hatinya. Itu bukti jika Xavier sangat menyayanginya.



" Aku sering memijat kaki dan tangan Xavier kalau dia capek mas.. "


Pantas saja... bocah kecil pintar ini menirukan Mamanya ternyata.


Kristy juga memijat punggung Yoga dengan lembut. Sentuhan istri dan anaknya itu begitu memanjakannya. Memang tak begitu kuat, namun kasih sayang mereka tersampaikan



" Papa..aku ngantuk.." ucap Xavier kemudian



Yes..!! Batin Yoga melonjak kegirangan. Ia kemudian berbalik dan menidurkan Xavier di pelukannya. Seperti biasa Xavier memainkan jari jarinya sebelum tidur. Dan tak lama kemudian Xavier pun tertidur pulas dalam mimpi indahnya .



Yoga pun segera bangun dari tidurnya. Namun ia kecewa saat mendapati Kristy pun juga sudah terlelap di sana.



OH NO....!! Kenapa Kristy juga tidur duluan..Oh My God...harus sampai kapan aku berpuasa.



" Dik..Dik.. Bangun Dik...Adikku nganggur ni..ga ada musuhnya..." Yoga berusaha membangunkan Kristy namun Kristy yang susah di bangunkan tetap terlelap dalam tidurnya.


.


.


...----------------...


.


.


Keesokan paginya Yoga bangun dengan wajah kesal. Mood nya buruk sekali. Hasratnya sudah membumbung tinggi namun masih juga belum tersalurkan.



" Maaf Mas..." ucap Kristy saat mereka sarapan pagi bersama.



Yoga memilih mendiamkannya. Ia tak mau bercanda tawa meskipun Xavier mengajaknya bergurau. Yoga benar benar ngambek pada istri dan anaknya itu. Kristy dan Xavier pun merasakan perubahan sikap Yoga itu.



Dengan cepat Yoga menyelesaikan sarapannya dan beranjak pergi ke kantor. Ia nampak manyun dan tak bersikap hangat pada keduanya.



" Bye Daddy.." Xavier mengulurkan tangannya. Yoga membalasnya meski tanpa senyum. Kristy kian merasa bersalah.


.


.


Di Kantor ia bertemu dengan Papa nya. Mengerjakan pekerjaan sambil menatap laptop

__ADS_1



" Kenapa wajahmu tampak seperti mendung kelam Yog...Tidak dapat jatah ya.." Goda papanya iseng .



" Aku sedang tidak mood bercanda Pa.." ucap Yoga kesal.



Guntoro tertawa kecil. " Kau kan punya istri dua... Kalau satunya tidak bisa masih bisa satunya lagi.. "



Yoga terdiam mendengar ucapan Papanya itu. Ia seolah mendorong dirinya untuk bersama Kinara lagi.



" Aku cuma menginginkan Kristy . Bukan yang lain.." tegasnya langsung



" Terserah kau saja Nak..."



Guntoro setelah kejadian itu sedikit melunak. Sepertinya ia tidak keberatan Yoga setiap hari bersama Kristy. Baginya itu tidak penting. Ia hanya menunggu kabar kehamilan Kinara. Masalah Yoga bersama Kristy, ia abaikan begitu saja. Ia hanya menganggap putranya sedang bermain main dengan wanita..tak ubahnya wanita penghibur. Suatu saat ia pasti bosan dan meninggalkannya..Karenanya ia membiarkan Yoga bermain main dengan janda itu sesukanya. Dan nanti jika titik bosan itu terjadi ,ia pasti akan mencari Kinara. Sesuai rencananya..



Yoga mulai tenggelam dalan kesibukan pekerjaannya bersama Guntoro. Ia membuang kekesalannya dengan bekerja keras.


.


.


" Obat tidur?!! " tanya Risa saat Yoga minta diberikan obat tidur untuk putranya agar tidak mengganggunya nanti malam



" Jangan gila Yog...Masak anakmu mau kau bius supaya tidak mengganggu acara mu dengan istrimu..." ucap Risa kesal pada putra manja semata wayangnya itu.



" Habis ..dia tidur nya malam malam banget ma... Aku sudah puasa 2 minggu lebih..Ma ... help me..."



" Dasar Bapak som\_plak..Gak mau ngalah sama anaknya...Ya sudah. Nanti malam Mama menginap di rumahmu..Biar ku temani Xavier..Kau bisa bermain sepuas puasnya dengan istrimu itu.." Risa mengomel\_ngomeli anaknya itu. Konyol memang ia sampai berpikir untuk memberi obat tidur pada anaknyaπŸ˜“



" Makasih Ma...I love you Mama.." ucap Yoga senang. Ia tidak ingin nanti malam usahanya gagal lagi untuk yang ke sekian kalinya.


.


.


Yoga pulang cepat . Ia cuma kerja sampai sore. Ia buru buru hendak kembali ke rumahnya. Namun saat Mama nya mengirim pesan , ia langsung lemas.



' Maaf Yog...Mama tidak jadi ke rumah mu. Papamu melarang. Lain kali saja ya...'



" Haaaah...Papa ini benar benar deh.."


.


Yoga pulang ke rumahnya dan dan di sambut Istri dan anaknya dengan penuh senyum. Yoga buru buru mandi dan berganti pakaian. Sesudah makan malam Xavier tidak mengajaknya bermain. Ia langsung mengajak Yoga menemaninya tidur.


Hah...ini aneh sekali...masih jam setengah 8 sudah mau tidur... Biasanya jam setengah 12 masih belum tidur.


" Daddy ...sorry...jangan marah lagi..aku tidak akan nakal lagi..." ucapnya pelan sambil memeluk Papanya.


Ya ampun...Anakku...jadi dia merasa bersalah....


Bodohnya aku...aku benar benar bodoh...kenapa lebih mementingkan nafsu tanpa memikirkan anakku


YOGA menyesali sikap buruknya pada anak dan istrinya itu. Ia memang tidak seharusnya bersikap egois demi kepuasan hatinya semata. Ia benar benar menyesali tindakannya



" Papa yang minta maaf sayang..." ucap Yoga kemudian sambil mengecup lembut kepala Xavier yang tidur miring sambil memegangi tangannya. " Papa tidak akan egois lagi.."



Xavier memejamkan matanya.



" U\_uh.." Yoga melenguh pelan saat ia merasakan sesuatu menyentuh miliknya di bawah sana. Ia kemudian menoleh pada Kristy yang tadinya tiduran bersama di sebelahnya kini sudah berada di bawah dekat kakinya.



Kristy memberi isyarat diam dengan jari telunjuk di bibirnya pada Yoga sambil tersenyum agar Xavier tidak mengetahui yang di lakukan nya itu. Kemudian ia memainkan kembali adik suaminya itu dengan lidah dan bibirnya.



Kristy dan Xavier keduanya sama sama ingin menyenangkan hatinya agar ia tidak marah lagi. Betapa manisnya sikap mereka..Yoga benar benar senang dengan sikap keduanya.



" A\_aah.." Yoga meloloskan satu \*\*\*\*\*\*\* saat ia merasakan kenikmatan miliknya di mainkan Kristy di bawah sana.



" Papa kenapa ?" tanya Xavier sambil membuka matanya.



" Bukan apa apa sayang...Tidur saja.." ucap Yoga pelan sambil menahan agar tidak mengeluarkan suara sambil menikmati sentuhan itu.



Xavier pun memejamkan matanya kembali. Hingga akhirnya ia pun terlelap tidur. Perlahan Yoga mengangkat tangannya dan beranjak bangun.



Dilihatnya Kristy yang tersenyum puas karena telah berhasil membuat suaminya merem melek sambil menidurkan Xavier..



" Istri nakal. Selanjutnya giliran mu.." ucap Yoga sambil bangun dan mengangkat tubuh Kristy



" Ampun Mas..." ucapnya sambil tersenyum



" Tiada ampun bagimu... Aku akan menyerang mu habis habisan sampai pagi..." ucap Yoga sambil berjalan menuju ke kamar sebelah dengan menggendong Kristy dan menciumnya.



Mereka masuk ke kamar pribadi mereka dan menutup pintunya. Dan tak lama kemudian terdengar lah suara desah bersahutan menggema memenuhi ruang itu. Keduanya saling melepaskan rindu dengan bercumbu mesra berdua. Melayangkan segenap gelora, melepaskan semua hasrat di dada. Menghabiskan malam penuh kerinduan itu dengan segenap cinta mereka.


.


.


.


Saat orang lain sibuk berbahagia , Kinara yang di kurung di kamarnya oleh Guntoro hanya bisa menatap rembulan malam dari balkon kamarnya. Tak ada hp untuk menemaninya mengisi hari hari sepinya.



Ia hanya bisa mengingat wajah kekasihnya dalam bayangan dengan mata terpejam.



" Romi....Aku rindu..."



Pun sama halnya dengan Romi. Ia tak bisa tidur. Wajah Kinara terus terbayang. Tak bisa menghilang dari pikirannya. Membayangkan kembali saat saat manis kala mereka bersama.



" Nara.... Istriku..."

__ADS_1


__ADS_2