KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
249. SALAH TINGKAH


__ADS_3

" Astaghfirullah..." Ucap Mimi sambil mengelus dadanya. Ia banyak banyak mengucap istighfar menghadapi Calon suaminya yang kini sedang bersama perempuan lain dan tertangkap kamera oleh temannya.



" Kenapa Mimi?" tanya Ferdi heran.



" Sepertinya aku harus memikirkan ulang pernikahanku dengan bocah badung itu...10 tahun menduda ternyata belum menyembuhkan penyakit sablengnya ... Dia lagi makan malam sama perempuan lain " ucap Mimi sambil mengirim foto yang di kirim temannya pada Ferdi.



" Hem... Jangan emosi dulu Mimi... Wanita itu lho sekretarisnya Xavier...mungkin mereka makan malam.sehabis ada pertemuan bisnis.. Restoran tempat di foto itu restoran hotelku.. Xavier memang sering ada meeting dan memilih ballroom hotelku " kata Ferdi berusaha meredam amarah Mimi.



" Mas Ferdi sekarang di mana ? " tanya Mimi



" Aku sedang dalam perjalanan ke hotel...Coba aku cek mereka ya... Nanti aku kasih kabar..."



" Aku kesana sekarang.." kata Mimi cepat .



" Waduh...bisa gawat..." ucap Ferdi. " Bisa bisa mereka ribut di tempatku. "


.


.


.


.


Sementara itu Xavier yang sedang makan malam bersama Alisha di restoran hotel Ferdi. Mereka makan sambil ngobrol ngobrol .



Alisha bersikap profesional. Saat bekerja sebagai sekretaris pribadi Xavier ia mengesampingkan perasaan pribadinya. Mereka memang barusaja selesai meeting dengan rekan bisnisnya. Dan setelah itu Xavier mengajak Alisha makan malam bersama.



" Alisha ...Hasil laporan meeting tadi besok berikan pada Shaka " kata Xavier sambil menikmati makan malamnya .Ia memesan steak , ia begitu suka masakan resto hotel Ferdi itu karena cocok di lidahnya.



" Oke..."



" Dan Alisha...Tolong bilang ke Daddy ya... Kemarin Papa ku bingung karena Daddy mu membicarakan kalau aku akan melamar mu itu...Bilang ke Daddy mu kalau kita sudah putus...jadi aku tidak jadi ke sana.." kata Xavier tegas.



" Iya..." Jawab Alisha dengan wajah kecewa. Ia dulu terlanjur cerita pada Ayahnya tentang hubungannya dengan Xavier yang kini harus kandas di jalan. Ia sedikit kecewa , tapi memang lebih baik berakhir sekarang daripada nanti semakin berlarut larut.



Xavier makan lagi . Juga Alisha . Tak beberapa lama kemudian Ferdi sampai di sana bersama Mimi. Ia menunggu Mimi tiba dulu baru mendatangi Xavier dan Alisha.



" Mimi ? Ferdi?? " Ucap Xavier heran saat melihat Mimi berdiri di depannya dengan wajah kesal . Dan ada Ferdi pula.



" Oo...jadi begini kelakuan kamu kalau di luar ya Xavier..." kata Mimi kesal.



" Aku ngapain ? " tanya Xavier bingung. " Kamu mau makan malam juga ? Biar aku pesankan ..." kata Xavier.



" Sudah ketahuan masih saja bersikap tak bersalah..."



" Hah ? ..Ketahuan?..Ketahuan apa ? ..Aku lho cuma makan malam habis meeting ..tadi Shaka juga ada di sini..Dia udah pulang karena ada janji sama pacarnya..Kalau Alisha..dia kan serumah denganku..Dia ku ajak mampir karena aku lagi pingin makan steak di sini..Sebentar lagi juga pulang..."

__ADS_1



" Kencan pun punya banyak alasan ya..." kata Mimi.



" Kencan..? " Xavier bengong. Sedang Mimi menatap Xavier kesal. "Oo...aku mengerti sekarang. .." Xavier berdiri dan mendekati Mimi dengan wajah penuh senyum. " Aku tak percaya ini...tapi ini lucu...Mimi..kau cemburu ya...Cemburu pada Alisha ?...So sweet nya..."



" HAH..CEMBURU??" tanya Mimi heran .



" Mimi kau bisa juga cemburu ternyata...Hehe...Mimi, kau tampak imut saat cemburu begini..."



Ucapan Xavier itu membuat wajah Mimi memerah. Bagaimana bisa ia cemburu pada Alisha padahal ia tidak mencintai Xavier.



" Jangan khawatir Mimi...aku tidak selingkuh kok...ini tadi cuma makan bareng bukan kencan. Iya kan Alisha..?"



" ....Iya... " Alisha menjawabnya singkat meski ia sebenarnya enggan menjawab.



" Ayo duduk sini Mimi...Kamu makan juga..." Xavier malah mengajak Mimi duduk bersama mereka . Sedang Alisha memandang dengan tak senang. Apalagi Xavier duduk berdekatan dengan Mimi dan merengkuh pinggangnya.



Ferdi pun kemudian pergi karena Xavier sudah bisa menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.



" A..." Xavier bahkan menyuapi Mimi dengan daging steak dari piringnya. Mau tak mau Mimi pun makan dari suapan Xavier yang tersenyum senyum dan menatapnya .



Alisha yang berubah manyun dan kesal.


" Kak Xavier.. Aku pulang duluan naik taksi..." ucap Alisha seraya buru buru pergi meninggalkan mereka.


.


.


Maaf Alisha...aku tidak boleh perhatian padamu lagi...Calon istriku adalah Mimi...


Aku harus fokus padanya...


.


.


" Senangnya...Mimi ternyata kau sudah punya perasaan padaku ya..." ucap Xavier sambil tersenyum.



" Nggak "



" Nggak nya cewek itu berarti iya.."



" Sekali nggak ya enggak.."



" Nggak salah kan..hehe..''



" Bagaimana aku bisa punya perasaan padamu kau saja tidak perhatian padaku.. " Xavier membenarkan. Ia memang jarang kirim pesan pada Mimi. Kencan pun sama sekali tidak pernah . Ia terlalu sibuk dalam pekerjaan nya.



" Aku akan perhatiin kamu mulai sekarang.. Aku akan sering kirim pesan pada mu...Dan kita juga harus kencan...supaya lebih dekat..."

__ADS_1



" Kencan ? "



" Mau kencan berdua atau berempat ? " tanya Xavier.



" Berempat " jawab Mimi cepat. Ia tentu memilih kencan berempat bersama Kayla dan Saif. Sebab jika kencan berdua , Xavier pasti mengajaknya melakukan hal yang bukan bukan . Xavier yang ia kenal terlalu badung dan berani. Dengan Mika saja , Mika sampai hamil duluan dan baru di nikahi setelah beberapa bulan. Ia tak ingin hal itu juga menimpa dirinya. Sangat bertentangan dengan aturan agama kuat yang di yakininya.



Xavier tersenyum . " Kau takut ya kencan berdua denganku? " tanya Xavier.



" Takut ?...Apa yang harus ku takuti dari bocah seperti kamu...."



" Kau takut jatuh ke dalam pesona ku...Kau takut jatuh cinta pada orang yang kau sebut bocah ini...Jangan lupa..Bocah ini sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa secara fisik dan mental...Aku bisa membuatmu berada di bawah kungkunganku..


Dan kau akan sangat menyukai bagaimana cara ku memperlakukanmu nanti...Aku akan menjadi candu mu Mimi..."


' DEG '



Muka Mimi langsung memerah mendengar ucapan Xavier itu. Otak nya langsung membayangkannya. Ia sudah begitu lama tidak bersentuhan dengan lawan jenisnya sepeninggal Abimanyu. Tentu juga ingin di sentuh pria. Namun semua itu di tahannya.



Namun Ia bukan wanita munafik. Ia sudah tahu rasanya dulu dan ia begitu suka dengan cara Abimanyu menunjukkan cintanya. Dan kelak itu akan di gantikan oleh Xavier. Fisik Xavier yang lebih tinggi , kekar dan lebih besar dari Abi manyu tentu akan sangat lain rasanya. Apalagi Xavier seorang blesteran , kata orang blesteran itu mirip bule dan ukuran bule itu di atas ukuran pria lokal. Tentu akan lebih mantap semantap mantapnya.



" Mimi...??"



" A..apa ? " tanya Mimi gugup. Ia benar benar tak karuan kini . Membayangkan bagaimana ia dan Xavier bercinta kelak.



" Kau mimisan.." ucap Xavier saat melihat hidung Mimi mengeluarkan darah.



" Hah?...Tidak mungkin..." ucap Mimi sembari mengusap hidungnya. Dan ternyata benar mengeluarkan darah.



" Hahaha...kau lucu sekali Mimi...ternyata kau ini diam diam mesum sekali..Bahkan sampai mimisan begini...Hayo kau membayangkan apa.." Goda Xavier sambil tertawa ngakak. " Kau membayangkan milikku kan...wanita mesum..hihi.."



" Hiiih.." Mimi menutupi mukanya.


.


.


Dasar bocah badung...Kata katanya parno sekali...membuatku jadi seperti hentai begini..


.


.


.


" Mimi...jangan jual mahal lagi...Mau lihat dan merasakannya langsung...mumpung kita lagi di hotel... Kita testing dulu yuk.. Aku akan memuaskanmu..." bisik Xavier di telinga Mimi yang salah tingkah karena menahan malu itu. " Aku bisa main semalaman lho.. aku akan membuat kau puas berteriak keenakan dan ku jamin kau akan minta lagi......"


.


.


B..Bocah ini...benar benar badung....Sumpah!! ...tingkat mesumnya parah sekali...batin Mimi...🥴🥴


Aku harus bagaimana ini...😱😓


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2