
" Bye bye Mika..." ucap Xavier melepas pelukannya pada Mika setelah puas berciuman dengannya . Mika dengan mata berkaca kaca menatap Xavier yang juga menatapnya.
" Jangan seperti ini lah...Kau membuat aku kian merasa bersalah Mik..." kata Xavier tidak tega.
Mika malah menjatuhkan air matanya. Mika yang awalnya juga tidak baik memang bertujuan mendekati Xavier untuk me\_morot harta orang tuanya.
Namun Xavier terlalu tampan dan sikapnya juga terlalu manis sehingga ia diam diam sungguh jatuh hati padanya. Seperti saat mereka berciuman tadi, itu justru membuatnya semakin menyukai Xavier.
" Jangan nangis lah... Nanti sekali sekali aku juga akan main ke tempatmu juga...Kita bisa berteman..." ucap Xavier.
Mika tak menjawab , ia cuma memeluk Xavier. Ia menyandarkan kepalanya di dada bocah tampan itu. Xavier memeluknya pula dan mengusap rambutnya.
" Jangan lupa tulis yang banyak nominalnya .. Kalau perlu minta rumah dan mobil sekalian...Kau di sini tidak punya rumah kan ...dan kau bisa minta mobil biar tidak kepanasan dan kehujanan karena tidak ada yang mengantar jemput kamu lagi. Aku gak antar jemput kamu lagi Lo habis ini...." kata Xavier. Mika malah kian terisak.
.
.
Bocah brengsek ini masih saja sok perhatian padaku...mulutnya manis sekali...Menyebalkan...
Dia malah membuat aku semakin menyukainya...aku benci...tapi tidak bisa membenci nya....
.
.
Xavier kemudian melepas pelukannya. Ia menghapus air mata Mika dan meninggalkan satu kecupan manis di kening Mika.
" Bye bye Mika... Mantan kekasihku...Semoga kau bahagia..." ucap Xavier kemudian . Setelah itu ia pergi meninggalkan Mika.
Mika hanya bisa menatap kepergian Xavier dengan matanya yang sembab. Ia masih berat berpisah dengan bocah itu.
.
.
...----------------...
.
.
Malam itu Xavier tak pulang ke rumahnya , ia malah pergi bersama teman temannya ke sebuah kafe dan nongkrong hingga larut malam. Kemudian ia menginap di tempat kos temannya bersama 4 temannya. Yang lain pulang ke rumah masing-masing.
Ia malas pulang karena di rumah Romi ada Mama dan Papanya yang pasti akan mengomelinya. Terlebih saat pesan wa dari keduanya yang begitu banyak diterima nya dengan nada marah.
' Cepat pulang bocah Badung . Baru saja bikin masalah sudah bikin ulah lagi...' ucap Yoga dalam wa nya.
' Mau mu apa sih Xavier...Mama kesal padamu..'
' Bocah bandel cepat pulang, kedua orang tuamu ngamuk tu...' Romi juga mengirim pesan.
" Pulang pasti cuma di hajar..." ucap Xavier pada teman temannya.
" Orang tuamu keras?" tanya temannya yang bernama Nico, ia juga anak buah Xavier dalam genk nya.
__ADS_1
" Papa ku tegas, keras dan disiplin...Kalau buat salah ya pasti di hajar ...Gak ada yang berani sama Papa. Kakak kakak tiri ku saja juga gak ada yang berani...Kalau Mama tegas tapi dia lembut...paling di marahi , trus di nasehati. "
" Bukannya itu baik..."
" Iya baik....Mereka orang tua yang baik..Selalu meluruskan kalau aku salah... Tapi aku ingin bebas... Aku ingin menikmati masa mudaku ini tanpa penyesalan...Bukankah masa muda kita ini masa yang terindah?...Aku ingin menikmati semuanya ..BREAK THE LIMIT !! " kata Xavier sambil tersenyum.
" Mantap Bos..." ucap teman temannya.
Nico bocah berkulit sawo matang dengan senyum manis itu mengacungkan jempol padanya.
" Ah Lo fotokopi kata kata ' G u s i o n ' .... jadi pingin main m o b a (Game fight tren saat ini)..Yuk Mabar yuk '
" Oke...kita push rank sampai pagi...Sampai mytic...gue joki\_in Lo pada.. " kata Xavier seraya mengambil hp nya juga teman temannya.
" Keren bos...!!"
Dan begitulah....Xavier dan teman temannya melewati malam hingga pagi. Sehingga saat pagi waktu sekolah mereka tidak berangkat karena masih tidur. Xavier dan kawan kawannya itu Akhirnya tidak masuk sekolah. Mereka bolos semua.
.
.
.
.
...----------------...
.
.
.
" Sore Mika " Ia tetap menyapa Mika yang stand by di meja resepsionis lantai dasar itu karena bagaimanapun ia harus melewati tempat itu setiap hari jika hendak bekerja.
Kali ini Mika diam dan mengacuhkannya. Ia seolah mengabaikan Xavier . Ia harus memenuhi janjinya kepada Yoga, Kristy dan Romi. Iapun membuang muka saat melihat Xavier.
.
C i h....songong_nya si Mika...Kemarin aja masih nangis bombai sama gue....sekarang sudah pura pura gak kenal...batin Xavier kesal.
.
...----------------...
.
.
.
Xavier segera masuk lift dan menuju ke ruangannya. Dan di sana telah menunggu Yoga dan Kristy yang duduk di sofa dengan wajah marah.
" Mama mama mama....Kapan sih Mama dan Papa balik ke Surabaya .. kenapa terus di sini...Gak kasihan Cinta di titipkan Om Andy terus.. buruan balik lah.." kata Xavier mengusir kedua orang tuanya secara halus sebelum keduanya sempat bicara.
" Xavier...mau kamu itu apa sih ..masalah baru saja di selesaikan kamu sudah buat masalah baru ..apa yang kamu lakukan sama mika lagi ...kalian malah ciuman Berjam jam di lift.." kata Kristy geram.
" Kalau seperti itu kamu nikahin saja dia..." kata Yoga pula.
" Mama terlalu melebih lebihkan deh...Itu cuma ciuman perpisahan...Gak Berjam jam juga... memang sih bolak balik naik turun tapi gak ada satu jam kok..." ucap Xavier sambil duduk di bangkunya dan mulai membuka komputernya.
__ADS_1
" Sikapmu itu seperti ngasih harapan ke Mika...kamu bilang kamu gak suka dia..tapi kamu malah mencium dia... kau itu ibarat kata ... lepas kepala g a n d o l i n ekornya.." terang Kristy.
" Ayolah Ma...apalah artinya sebuah ciuman...Jangan berpikir sempit ..ini jaman modern "
" Jaman modern tapi etika tetep harus di jaga. Kau ini anak yang berpendidikan dan beragama... BLA BLA BLA..."
Dalam pandangan Xavier, Yoga yang menasehatinya itu cuma seperti orang yang mengoceh panjang kali lebar kali tinggi dan ia melihat itu cuma seperti siaran radio usang yang tiada henti suaranya. 📢📻🗣️
" Kau mengerti ?" tanya Yoga yang sudah capek memberi nasehat A sampai Z pada anak anaknya.
" Yes Daddy " Xavier menjawab cepat agar semua celotehan Papa dan Mamanya cepat berhenti.
" Kau tahu Xavier..Si Mika minta apa ?" tanya Kristy.
" Apa Ma ?"
" Dia minta rumah dan mobil..." Xavier tersenyum simpul mendengarnya. " Jelas kan dia matre sekali. Niatnya mendekati kamu cuma harta.." lanjut Kristy.
" Gak papa lah Ma...Anggap aja sedekah. Membantu Orang yang belum punya tempat tinggal . Kekayaan kalian dan Om Romi tidak berkurang cuma kehilangan uang seharga rumah dan mobil .." kata Xavier.
" Ya sudahlah . Asal kau tidak mengulanginya lagi Xavier.." kata Yoga
" Siap Daddy " jawab Xavier sambil tersenyum . Ia menurut begitu saja agar Mama dan Papanya tidak mengoceh lagi dan cepat pergi.
" Jangan kejar kejar Mimi lagi...Dia sudah punya pacar. " kata Kristy pula.
" Kalau itu aku gak janji....kan selama janur kuning belum melengkung , Mimi masih milik umum.."
" Xavier !!!" Yoga dan Kristy benar benar dibikin kesal oleh putra mereka itu. Yoga menepuk dahinya. Ia benar benar pusing dengan putranya itu.🤦🏻♀️🤦🏻♂️
Sedang Xavier cuma tersenyum dan mulai fokus pada pekerjaannya. Yoga dan Kristy meninggalkan ruang Xavier yang nampak tekun bekerja itu.
Padahal di balik komputer itu Xavier membuka hp nya. Ia sedang memainkan game m o b a dengan serius karena sedang push mode rank. Jadi selama Yoga menasehati A sampai Z tadi dia malah fokus main game tanpa sepengetahuan orang tuanya.😁
" Yes menang ...Aku M y t i c a l glory " ucapnya senang.
.
.
.
.
" Suruh Dea dan Daren cepat nikahin Mimi saja Dik biar gak di ganggu Xavier terus..." kata Yoga yang sudah paham sekali dengan karakter pantang menyerah Xavier yang bisa di bilang keras kepala mirip seperti dirinya.
" Iya, nanti aku Wa mereka..." kata Kristy pula.
__ADS_1