
"Kak Bisma sadar..." ucap Bella saat melihat tangan Bisma menyentuh Xavier pelan. Ia begitu lega dan bersyukur Kakaknya sadar . Ia memencet tombol untuk memanggil tim medis datang.
Bisma mulai tersadar dan merasakan nyeri di tubuhnya. Meski tubuhnya masih lemah dan sakit untuk di gerakkan tapi ia mulai sadar jika itu adalah nyata. Itu bukan mimpi ataupun di surga. Ia ternyata masih hidup. Ia bisa merasakan tangan Kristy yang menggenggam tangannya juga Xavier yang menyentuh wajahnya.
" Daddy.. .."
Bisma masih enggan berucap , ia masih lemah .
Tak lama kemudian Tim dokter datang dan memeriksa Bisma . Kristy dan Xavier sejenak menjauh.
" Bisma bagaimana Dok..." tanya Yoga cepat begitu mereka selesai memeriksa Bisma.
" Tuan Bisma sudah melewati masa krisisnya. Tinggal menunggu pemulihan saja.."
Keluarga Bisma dan Yoga begitu senang menerima kabar itu. Mereka begitu lega Bisma sudah lolos dari maut.
" Tuan Bisma bisa di pindahkan ke kamar rawat..."
" Terima kasih Dokter..." ucap Yoga.
Keluarga Bisma tak henti mengucap syukur . Mereka benar benar bersyukur doa mereka di dengar dan di kabulkan.
.
.
Bisma di pindahkan ke ruang rawat VIP. Keluarganya dan Kristy menunggui mereka. Bisma yang kini sudah tersadar penuh tak mau jauh dari Kristy dan Xavier. Ia ingin keduanya di dekatnya.
" ...." Kristy mendekatkan telinganya ke Bisma. Bisma seperti ingin mengucapkan sesuatu. Dengan pelan ia mengatakannya pada Kristy.
Kristy segera beranjak setelah mendengarnya. Ia meninggalkan Xavier bersama Bisma dan keluarganya.
" Mau kemana Dik?" tanya Yoga heran yang melihat Kristy buru buru hendak pergi.
" Bisma menyuruhku melihat Sonya...wanita itu...Dia takut sesuatu terjadi pada istrinya "
" Istrinya...?" Yoga pun kemudian ikut melangkah menemaninya.
.
.
Dugaan Bisma tak salah. Ia seperti punya ikatan batin saja dengan Sonya. Sonya baru saja tersadar . Ia membuka matanya dan merasakan sakit di tubuhnya. Ia melihat banyak alat kesehatan menempel di tubuhnya. Namun tak ada siapapun di sana.
.
*Aku selamat?.....Aku masih hidup?... Kenapa mereka menolongku? ...Aku tidak mau hidup tanpa Bisma...
Terlalu menyakitkan jika harus hidup dengan dihantui rasa bersalah karena membunuh orang yang kucintai dengan tanganku sendiri...
Hidup dengan bayang bayang Bisma?...
Tidak!... Lebih baik aku mati saja*...
.
Dengan sisa kekuatannya Sonya menarik paksa sambungan selang infus nya hingga lepas. Sehingga darah mengalir balik keluar dari tangannya.
Yoga dan Kristy tiba di sana dan langsung masuk.
" Mas ada darah..selang infusnya lepas..." ucap Kristy panik.
" Dokter!..Cepat kemari!!" Yoga dengan keras memanggil Dokter yang menjaga di ruang ICU untuk segera menolong Sonya.
Dokter itu segera melakukannya. Ia berusaha secepatnya menolong Sonya. Tim Dokter yang lainpun segera berdatangan membantunya.
" Pasang alat transfusi lagi. Darahnya sudah banyak yang keluar..."
Perawat mengambil stok kantong darah dan memasangnya lagi.
.
*Kenapa menolongku....aku tidak mau hidup kalau tanpa Bisma...
Jangan tolong aku aku mau menyusul Bisma*...
.
" Pasien ini mau melepaskan infusnya lagi...Dia sepertinya ingin bunuh diri...Dia tidak mau di tolong..."
Kristy dan Yoga benar benar tak habis pikir kenapa Sonya melawan saat hendak di tolong. Namun Kristy yang menyadari satu hal segera mendekati Sonya yang meronta dengan sisa kekuatannya.
" Bisma masih hidup! " ucap Kristy pada Sonya.
.
*HA?!...Apa?...Benarkah Bisma masih hidup?...
Siapa dia?...Siapa wanita ini...batin Sonya bertanya tanya*.
.
" Bisma juga baru saja sadar...Dia menyuruhku melihatmu...Dia mencemaskan mu.." ucap Kristy lagi.
.
Suamiku masih hidup... Benarkah...? Sonya tak percaya.
.
Sonya menatap nanar mata Kristy .Tak ada kebohongan di mata wanita cantik yang asing di matanya itu. Dan akhirnya Sonya pun melemah. Ia membiarkan tim Dokter itu menolongnya.
Memasang kembali infus dan juga menambah selang transfusi darah.
Sonya hanya bisa menangis . Ia sungguh merasa lega dan bahagia jika Bisma benar masih bisa tertolong dan selamat.
Kristy dan Yoga kemudian mendekati Sonya yang telah selesai mendapat perawatan. Keduanya menatap Sonya yang mereka ketahui sebagai orang bayaran yang di tugaskan menghabisi Bisma itu kini tergolek lemah dan tak henti menangis. Ia bahkan masih mencoba bunuh diri lagi . Keduanya menyadari kalau Sonya sangat mencintai Bisma.
Kristy menggenggam tangan Sonya .
" Bisma sudah memaafkan mu... Dia juga sangat mencemaskan mu...Sepertinya ia sudah tahu apa yang hendak kau lakukan makanya menyuruhku kemari...Kalian saling menyayangi... Hiduplah dengan bahagia..." ucap Kristy.
" Kalian siapa ?" tanya Sonya di sela air matanya.
" Kami sahabatnya " jawab Yoga.
Sonya menatap Yoga. Otaknya yang pintar memutar kembali memori nya. Wajah Yoga tak asing di matanya. Ia pernah melihatnya di internet. Yoga adalah orang yang awalnya ia kira induk semangnya. Dan wanita di sisinya itu pasti istrinya.
.
Jadi wanita ini ya...wanita yang pernah
diceritakan Bisma dulu....Dia wanita yang pernah di cintai Bisma dulu...
__ADS_1
.
" Kau tidak usah khawatir...Semua sudah beres. Kalian tidak terlibat tindakan kriminal. Kami membuat laporan polisi jika kalian cuma melakukan usaha bunuh diri bersama. Urusan yang lainnya sudah di bereskan Kakakku.." Sonya terdiam
"Kalian cuma tinggal memulihkan diri . Di hidup kedua kalian ini lupakan lah masa lalu mu. Lupakan semuanya dan hidup lebih baik. Tolong bahagiakan Bisma.."ucap Yoga
Sonya hanya bisa me\_linangkan air matanya penuh rasa haru. Ia masih punya kesempatan untuk hidup berbahagia bersama orang yang di cintai nya . Sungguh benar benar suatu keajaiban.
.
.
.
1 minggu kemudian. Bisma dan Sonya di ijinkan pulang oleh Dokternya. Mereka bersiap siap kembali ke rumah Bisma.
" Sudah siap Sonya?" tanya Bisma yang menunggu Sonya yang masih memperbaiki dandanannya di bantu Bella.
" Sekarang sudah..." ucap Sonya sambil tersenyum. Bisma tersenyum manis saat melihat Sonya dan pakaian yang di kenakannya.Sonya memakai baju gamis dan hijab seperti Bella dan Ibunya.
Bisma begitu bahagia melihat orang yang di cintai nya itu kini mau berubah . Ia menurut padanya saat ia menyuruh Sonya berhijab. Bisma ingin memperbaiki Sonya semuanya.
Dan itu di mulai penampilan fisiknya dulu. Selanjutnya masih PR panjang untuknya sebagai pemimpin keluarganya. Ia akan merubah semuanya pelan pelan sambil menikmati kebahagiaan di biduk rumah tangganya.
" Para bidadari ku..." ucap Bisma bahagia sambil merangkul istri dan adiknya itu. Keduanya tersenyum balik padanya.
" Kali ini jalani lah rumah tanggamu dengan sebaik baiknya Nak.." ucap Ibunya sambil menyentuh kepala putranya itu.
" Iya Bu.." jawab Bisma sambil tersenyum.
" Ayo kita pulang.." Ajak Ayah Bisma. Kemudian merekapun melangkah bersama meninggalkan rumah sakit itu.
Yoga , Kristy , dan , Romi yang sebelumnya sudah berpamitan dengan mereka cuma melihat kebahagiaan keluarga itu dari kejauhan .
Melihat Bisma dan Sonya saling menautkan tangan dan saling menebar senyum membuat mereka lega dan bahagia. Bisma kini telah menemukan tambatan hatinya , menemukan kebahagiaannya. Merekapun turut berbahagia.
*Semoga kau bahagia Bro*... *semoga kali ini kebahagiaanmu abadi*..
Yoga mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu. Ia senang kini ia dan Bisa sudah berbaikan kembali. Bersahabat kembali. Mereka saling memaafkan semua kesalahan di masa lalu.
Bisma juga memupus cintanya pada Kristy karena kini ia sudah memiliki Sonya. Wanita yang mengubah seluruh hidupnya. Sonya wanita yang baru ditemuinya itu mampu mengganti tempat Kristy di hatinya. Mereka kini akan mulai merajut mahligai indah kisah cinta mereka sendiri.
.
" Kau tidak menyesal melepas pria sebaik Bisma itu demi pria ini Kristy?..." ucap Romi tiba tiba memecah kesunyian mereka.
" Maksud Kak Romi apa?" sahut Yoga
" Adikku ini anak manja...seperti anak kecil...jauh kalau di bandingkan Bisma "
" Ih...Raja Singa mulai lemes ya mulutnya.."ucap Yoga sewot.
Kristy tertawa kecil .Xavier pun ikut ikutan tertawa.
" Dik !" Yoga nampak protes.
" Tapi orang itu kan sudah punya jodohnya sendiri sendiri...Bisma bukan jodohku.. Jodohku ya suamiku ini..Kebahagiaanku ya dia..." Kristy menegaskan kemudian.
" Oh..so sweet nya istri cantikku ini.." ucap Yoga sambil menyentuh wajah Kristy dengan bahagianya. Sebuah ciuman manis turut mendarat pula.
"C I H...menyebalkan. Lihat tempat Yog..jangan asal nyosor saja.."
" Papa..." Xavier yang ada di gendongannya pun nampak protes karena cuma Mamanya yang mendapat ciuman .
" Anak Papa juga mau di cium ya.."
Kemudian Yoga pun mencium pipi Xavier di barengi oleh Kristy. Xavier pun tersenyum senang mendapat ciuman dari kedua orang tuanya.
" Kak Romi kapan bahagianya .." canda Kristy.
" Dia jones. Jomblo ngenes..ah bukan..dia sekarang Ustad Romi...Pak ustaa\_ad...." ledek Yoga
" Asem..kalian cocok..tukang ngeledek semua..Pasangan Klop...." ujar Romi seraya melangkah pergi duluan.
" Hahaha..." Yoga Kristy tertawa tawa bersama Xavier pula.
" Ustad Romi...tunggu.." ucap Yoga seraya mengikuti Romi bersama anak dan istrinya.
" Anak macan sialan.." umpat Romi kesal di ledek adiknya
.
.
Romi kembali ke Jakarta .Sedang Yoga dan Kristy menuju ke rumah Rasti , Ibu Kristy .Mereka belum ingin kembali ke Jakarta .Mereka masih ingin berkumpul bersama Dafa dan Dafi yang menetap dan bersekolah di kota itu.
Yoga tiduran sambil menonton Tv bersama ketiga putranya. Sedang Kristy menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.
" Pa...Papa juga tinggal saja di sini bersama kita.." ucap Dafa.
" Papa, Mama dan Xavier juga...Kita tinggal bersama seperti saat di Surabaya dulu " kata Dafi pula.
Yoga terdiam. Sebenarnya ia juga ingin melakukan itu. Tapi itu tidak mungkin. Bagaimana dengan Papa nya, Perusahaannya, dan pekerjaannya. Semuanya tidak bisa ia tinggalkan.
Jika ingin tinggal bersama , Dafa dan Dafi hanya bisa ikut dengannya ke Jakarta. Yoga tak mungkin tinggal di Blitar. Namun itu juga bisa membahayakan nyawa mereka .
Mengingat Bisma yang hampir mati gara gara Papanya. Bukan tidak mungkin mereka juga menjadi incaran papanya.
" Nanti ya sayang... Kalian sabar dulu..Biar Papa atur dulu semuanya ya.." Yoga berusaha menyenangkan kedua kembarnya yang sudah remaja itu. Mereka sudah tidak bisa di bohongi lagi dengan janji janji manis seperti Xavier yang masih lugu.
__ADS_1
" Sekolah kalian bagaimana...Nilainya bagus tidak..kalian sudah punya pacar belum..." ucap Yoga sambil tersenyum dan mengalihkan pembicaraan agar keduanya tidak kecewa.
" Nilai kami tetap yang terbaik Pa...tapi Dafi tuh..dia yang punya pacar...Adiknya Bobby..yang di bilang cantik seperti boneka barbie dulu..."
" Apa sih..Gak pa..engga...kami cuma berteman dekat saja Ngga pacaran..." Sangkal Dafi.
" Pacaran..pacaran..." Xavier yang tidak tahu apa arti kata itu cuma ikut ikutan bercanda menggoda kakaknya.
Yoga tertawa bersama anak anaknya. Rasanya menyenangkan sekali berkumpul dan bersenda gurau bersama mereka. Tinggal di rumah sederhana yang jauh bila di bandingkan dengan kemewahan keluarganya. Namun rasanya nyaman dan tentram.
" Ayo...semua makan dulu.."ajak Kristy
Mereka kemudian makan bersama dengan Rasti, ibu Kristy. Sambil ngobrol dan bercanda. Riuh dan ramai .Namun itu sangat membahagiakan.
...Andai saja Papa dan Mama mau menerima. mereka.. Berkumpul bersama seperti ini......
...Keluarga kami pasti sangat ramai ...Hangat dan menyenangkan ..Hidup dalam kedamaian dan saling menyayangi...
Jauh di dalam hati kecilnya Yoga mendambakan keluarganya semua berkumpul dan rukun. Sebuah impian sederhana namun hanya bisa tersimpan di angannya saja. Karena di kenyataannya itu tidak akan pernah terwujud...
.
.
.
Yoga berbaring di dalam kamar lama Kristy bersama Kristy dan Xavier. Yoga menatap foto pernikahannya dengan Kristy beberapa tahun lalu.Iapun bernostalgia mengenang yang terjadi di kala itu.
" Rasanya seperti mimpi saja...pernikahan kita dulu lucu sekali...Di gerebek di kamar ini dan kemudian di paksa menikah.."
" Hihi...iya..padahal tidak melakukan apapun.. Setelah menikah juga pisah ranjang.. Tau tau kita sekarang sudah punya Xavier sebesar ini.."ucap Kristy sambil tersenyum
" Kalau ku ingat ingat...kita tidak pernah bercinta di kamar ini ya sejak menikah.." Yoga mengingat kembali saat saat itu.
" Hem...iya..dulu pernah hampir melakukannya tapi ketahuan Dafa dan Dafi.."
Keduanya lalu tertawa mengenang saat lucu itu. Dulu itu adalah percobaan pertama kali saat mereka baru saja berbaikan dan hampir melakukannya. Namun gagal.
" Pertama kali malah di pesawat. Itu juga baru celup dikit.." ujar Yoga dalam tawanya
" Hahaha.." Kristy tertawa
" Kalau begitu bagaimana kalau malam pertama itu kita ganti sekarang ? " tanya Yoga
" Sekarang?" Yoga mengangguk. " Di sini?" Yoga mengangguk lagi. Kristy sesaat melihat Xavier yang sudah tertidur pulas.
" Baiklah..Suamiku sayang...Kita anggap saja ini malam pertama kita dulu..."
" Malam pertama kita di kamar ini.." Yoga membetulkan kata kata Kristy. Kristy mengangguk.
" Kita mulai dari meja itu ya, terus di kursi , di kamar mandi dan di karpet itu.." Yoga mulai menunjuk spot spot tempat yang di inginkan nya.
" Tapi sebelum itu...pastikan pintu dikunci dulu" tambah Kristy sambil memastikan pintu kamarnya terkunci dulu
Yoga dan Kristy tertawa bersama. Mengingat saat saat lucu mereka dulu yang lupa mengunci pintu sehingga ketahuan oleh putra kembar mereka.
Kemudian merekapun segera memulai malam panas penuh cinta mereka....
.
...----------------...
.
.
" Yoga masih juga belum kembali?" tanya Guntoro pada Risa sepulang dari kantornya.
" Belum ...tapi tadi Romi sempat mampir sebentar kemari . Ia kira kau sudah pulang kantor ..ternyata belum. Kami makan malam bersama Kinara terus dia pulang.." jawab Risa.
.
Bocah itu menjenguk Kinara...Ingin melihat keadaannya saja...tak mungkin dia tahu aku belum. Pulang kantor... Dia sudah tahu jadwalku...
Dasar... Sudah tahu kalah..masih diam diam memperhatikan...hahaha..konyol sekali
.
" Ya sudah... Aku mau istirahat saja...Tadi aku sudah makan di kantor.."
.
.
Kinara tidak di perbolehkan keluar rumah dan juga tidak di ijinkan memakai hp. Ia seperti seorang tahanan di istana megah Guntoro itu. Bagai burung dalam sangkar emas.
Kinara di dalam kamar tersenyum senyum sendiri. Ia begitu bahagia saat Romi datang ke sana walaupun cuma sebentar untuk melihat keadaannya. Romi tak marah padanya .
Bahkan tadi Romi juga membawakan oleh oleh untuk Mama Yoga dan dirinya . Sebuah tas paper bag yang berisi beberapa jajanan khas Jombang dan sebuah hp yang di selipkan di dalamnya.
Mereka saling chat begitu sampai Romi sampai di rumah.
' Jadi... Begitu...?' tanya Kinara dalam pesan wa nya pada Romi.
' Iya.. "
' Sangat mengejutkan..tapi membahagiakan '
' Bersabar dulu sementara ini...'
' Iya...Ah Rom...Aku mengantuk sekali...'
' Cepat tidur sayang...I love you.π'
Kinara tersenyum bahagia menerima pesan Romi. Di tambah emoticon Kiss dari pria yang biasanya bersikap dingin itu.
Rasanya Raja Singa itu sekarang sudah berubah menjadi seekor kucing manis yang begitu menggemaskan.
' I love you too...Dear husbandπ '
Kinara mematikan hp tersebut dan memejamkan matanya. Ia berharap bisa bermimpi indah bertemu dengan pria pujaan hatinya itu.
__ADS_1