KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
252. LAMARAN MENDADAK


__ADS_3

Ferdi dan Mimi nampak kelincutan saat mereka bertemu kembali sesudah berganti pakaian. Saat mata mereka bertemu , mereka saling tersipu dengan muka memerah. Terlebih saat teringat yang barusan terjadi tadi , Mimi benar benar sangat malu . Ia berada dalam pose sangat memalukan , Ferdi melihat dirinya tanpa hijab dan memengang benda pengaman yang biasanya di pakai para pria di tempat pribadinya sebelum berhubungan intim agar aman . Sangat sangat memalukan baginya. Apalagi Ferdi melihatnya.



Beda dengan isi kepala Ferdi. Ferdi justru malu karena terpesona pada sosok setengah telanjang itu dan Ferdi tak bisa berhenti membayangkannya. Sosok cantik dan begitu seksi itu tak bisa hilang dari otaknya. Saat melihat Mimi , otaknya travelling membayangkannya lagi.



" Aw..." Ucap Mimi sambil memegangi kepalanya saat hendak keluar kamar hotel itu namun karena terburu buru ia malah terbentur pintu . Ia terlalu gugup saat hendak membukanya.



" Hati hati Mimi.." Ferdi berusaha menenangkan gejolak di hatinya dengan bersikap normal. Ia menghampiri Mimi dan menyentuh kepala Mimi. Mimi kian salah tingkah saat tangannya bersentuhan dengan Ferdi.



" T..tidak apa apa Mas Ferdi...Aku pulang dulu.." Mimi mundur menjauh dari Ferdi dan bermaksud segera pergi .Namun sialnya ia malah menabrak dinding ganti.



" Hahaha.." Ferdi tak bisa lagi menahan tawanya melihat itu. Sudah kejedot pintu , menabrak dinding lagi. " Kau ini ternyata ceroboh sekali Mimi..."


.


.


.


Mimi akhirnya tiduran di kursi sofa hotel mewah itu dengan memakai es batu di kepalanya pemberian anak buah Ferdi.



" Sudah beres Mimi..Saif sudah di jemput sopirku kemari...." kata Ferdi.



" Terima kasih ...Maaf merepotkan Mas Ferdi..."



" Oke Mimi...Biar ku suruh orang ku menjemput Saif di depan dan mengantarnya kemari. Kalian bebas menginap di sini .. Kebetulan ini hari jum at , kalian bisa liburan akhir pekan di sini.."



" Jadi liburan gratis di sini Mas...Padahal ini tempat mahal.."



" Santai saja Mimi...Kamu istirahat saja dulu... Aku ke kantor lagi..Nanti kalau sudah selesai kerja kutemani kalian..." kata Ferdi. Mimi mengangguk.


.


.


Ya Ampun....Mas Ferdi ini baik sekali ternyata...Dia membelikan aku baju ganti , menginjinkan dan Saif menginap gratis...Dan dia juga tidak meledekku...coba kalau Xavier...dia pasti sudah meledekku habis habisan dan bilang aku janda mesum ... Untung Mas Ferdi berpikir kotor...


.


.


" Berikan room servis istimewa buat Mimi dan anaknya nanti.." perintah Ferdi pada anak buahnya.


Ia ingin membuat Mimi betah berada di hotelnya itu. Ia ingin mencoba menyenangkan Mimi dan membuatnya nyaman di sana.


.


.


Mimi....Kau sangat lucu dan manis...Dan Kau belum menikah dengan Xavier...jadi ..... boleh kan aku mencoba mendekatimu...


.


.


" Ummi..." Ucap Saif senang saat di antar oleh suruhan Ferdi ke kamar tempat menginap mereka.



" Kita menginap di sini akhir pekan ini sayang...kita berlibur di sini.." ucap Mimi menyambut putranya dengan penuh senyum.



" Yes..kita liburan di sini..." ucap Saif senang bukan kepalang. " Kita bisa main di kolam renang juga ya Kayla.."



" Kayla? " tanya Mimi. Ia kemudian melihat Kayla yang muncul belakangan sesudah Saif.


__ADS_1


" Iya...tadi Kayla bersikeras mau ikut ..Dia tidak mau pulang sama Oma dan Opanya... " Terang Saif.



" Apa sama Papa mu boleh ? " tanya Mimi.



" Papa pergi liburan gak ajak ajak aku...Gak tau pergi ke mana... Kata Oma dan Opa Papa sudah sejak pagi pergi gak bilang bilang...Aku ikut Ummi dan Saif saja.." jawab Kayla.



" Ooo...."


.


.


Apa Xavier semarah itu gara gara aku ya... Sampai anaknya di abaikan?...


.


.


Mimi merasa bersalah lagi pada Xavier. " Ya sudah...kamu liburan sama Ummi dan Saif saja..Biar Ummi hubungi Oma Opa kamu dulu..."


Mimi kemudian segera menghubungi Yoga dan Kristy dan bilang Kayla ikut dengannya menginap di hotel tersebut.



" Oke Mimi...Titip cucu kami ya.." kata Kristy memberi ijin .



Setelah itu , Mimi turun dan menemani Saif dan Kayla berenang . Mimi tidak ikut berenang , hanya mengawasi mereka yang bermain air di kolam anak anak yang tidak dalam airnya sambil menikmati pemandangan.



" Silahkan Nyonya Mimi.." Mimi begitu teekejut saat pelayan hotel itu mengantarkan makanan , minuman dan juga buah buahan pada mereka. Ada banyak macam pula.


.


.


Wahh.. Anggur merah...Apel.. Pear..Daging... Kepiting ... dan ikan bakar... Sup iga...Jus buah ...juga kue cup cake.... gila...ini banyak sekali..


.


.



" Ini dari Pak Predir hotel khusus untuk anda..."



Mimi ternganga. Ferdi begitu baik memanjakan mereka dengan layanan istimewanya. Ia benar benar tersanjung.



" Ayo makan Kayla.." ucap Saif yang begitu senang melihat semua makanan itu. Kaylapun turut gembira. Ia segera makan bersama Saif.



" Sampaikan terima kasihku pada Mas Ferdi ya.." kata Mimi sambil tersenyum.



" Oh ya Nyonya Mimi...kamar Anda kami pindah ke ruang lain yang ada tempat tidur anak nya...Nanti kami antar ke sana sesudah berenang .."



" Iya..terima kasih.."


.


.


.



Sekali lagi Mimi di buat terpana oleh Ferdi , Ferdi memberikan kamar lain yang lebih luas dengan 2 tempat yidur besar. Juga dengan pemandangan yang sangat indah.


" Kita tidur di sini..." kata Saif dan Kayla senang. Mereka yang besar sedari kecil berdua benar benar seperti 2 bersaudara yang begitu rukun dan saling menyayangi. Apalagi satu susuan , mereka seolah memiliki ikatan batin yang baik satu sama lain.



Bocah 10 tahun itu lalu menonton tv berdua di sofa ruang tamu hotel itu sambil makan camilan.

__ADS_1



Saat itu Ferdi datang , Mimi membukakan pintu untuk nya.



" Bagaimana...kalian suka ?" tanya Ferdi pada Saif , Kayla dan Mimi.



" Suka !!" jawab Kayla dan Saif bersamaan. Ferdi tersenyum .Mimi pun tersenyum pula.



" Makan malam di restoran apa di dalam kamar ?" tanya Ferdi.



" Di kamar saja...kami nonton Film..."



" Oke.." Ferdi lalu memyuruh pelayan mengantarkan makanan untuk mereka ke kamar. Ia lalu duduk di antara Kayla dan Saif dan ngobrol ngobrol akrab dengan keduanya.



Kayla yang memang sudah sangat akrab dengan Ferdi karena sering kesana dengan Xavier , bermanja pada Ferdi. Saif pun juga sama. Ia nampak begitu senang bersama Ferdi.


.


.


.


Sesudah Kayla dan Saif tertidur , Ferdi mengajak Mimi jalan jalan ke sekitaran hotel itu. Menikmati pemandangan malam sambil mengobrol santai.



" Terima kasih banyak Mas...sudah memberi kebahagiaan padaku dan anak anak...Rasanya seperti di surga...tempat ini sangat indah dan begitu memanjakan kami..."



" Mau ku tunjukkan tempat yang lebih indah lagi ? " tanya Ferdi.



" Masih ada lagi??" tanya Mimi heran.



Ferdi mengajak Mimi ke sebuah ruangan khusus di hotel itu. Ruangan yang sangat indah dan mewah dengan nuansa romantis.



Sebuah kamar yang sangat indah dengan pencahayaan yang tak begitu terang. Barang barang semua mulai dari tempat tidur, kursi sofa , lampu dan aneka pernak pernik ornamen penghiasnya nampak barang mahal.semua. Selimut Coklat halus lembut , karpet lantai dan lampu hias gantung memberi kesan yang sangat elegan di kamar itu.



" Wah...ini indah sekali Mas Ferdi..."


" Kamu suka ? "



" Tentu saja Mas tempat seindah ini laksana surga..."



" Ini kamarku " sahut Ferdi.



" Hah ? " Mimi ternganga. Ia langsung berbalik dan menoleh pada Ferdi.



" Langsung saja Mimi...aku bukan orang yang suka basa basi...Mimi..sepertinya aku menyukaimu..dan aku ingin menikah denganmu.."



Mimi kian ternganga dengam mulut yang terbuka lebar. Ia sampai membelalakkan matanya lebar lebar. Ia sulit untuk percaya Pria di depannya itu kini sedang melamarnya.



" Aku sudah 36 tahun , Masih bujang , dan aku tidak punya kekasih..Di usia ku ini aku sudah tidak bisa main main dalam mencari pasangan..Jadi aku ingin menikah denganmu secepatnya jika kau menerima cintaku...Aku tahu kau sedang ada hubungan dengan Xavier...tapi aku harap kau mempertimbangkannya...Aku tak sekaya Xavier , Tak semuda dan setampan dia... tapi setidaknya aku mampu menghidupi kau dan Saif...aku tidak mempermasalahkan kau status jandamu itu..aku menerima semua jika kau juga menerima ku...Sekarang tolong jawab Mimi..."



Mimi benar benar sulit percaya . Ia belum lama ini mengenal Ferdi , namun dengan cepat akrab dengannya. Ia menjadikan Ferdi teman chat curhatnya karena Ferdi sosok pria dengan pemikiran yang begitu dewasa. Ferdi adalah pria sempurna. Ia baik, tekun ,sukses di karirnya dan tak neko neko. Tapi untuk memjawab lamaran mendadak itu ia bingung. Yang terlintas di pikirannya adalah Xavier...

__ADS_1



Ia yang sedang pusing memikirkan Xavier yang marah dengannya justru mendapat lamaran dari pria baik di depannya itu. Ia sedang berpikir untuk membuka hati pada Xavier atas saran Ferdi, namun kini Ferdi sendiri justru melamarnya.


__ADS_2