
" Ma.. Maaf..." ucap Aleena sambil memungut kembali hp nya yang terjatuh. Ia sampai menjatuhkan hp nya saat melihat Dafi dan Mischa bermesraan di depan matanya.
Dafi juga shock. Ia sungguh tidak ingin Aleena melihat hal itu. Ia sesaat menoleh pada Mischa yang nampak tersenyum. Ia seolah merasa menang dari Aleena. Terlebih saat Aleena menjatuhkan hp nya lagi karena tangannya yang gemetar. Mischa kian geli.
.
Mischa sengaja?... Jadi dia memang sengaja ??
.
Dafi langsung melangkah menghampiri Aleena. Ia mengambilkan hp Aleena dan memberikannya ke tangan Aleena. Ia merasakan tangan Aleena yang dingin itu. Ia yakin Aleena pasti shock.
" Pegang hp mu dengan baik.. Kau bisa kan?" tanya Dafi . Aleena mengangguk.
Kemudian setelah itu Dafi masuk ke kamarnya. Mischa dengan wajah dingin menghampiri Aleena.
" Saat yang tepat... Bersihkan piring Dafi...Bereskan meja makannya.... Aku membayar mu untuk itu...." Katanya Kemudian..
Aleena tanpa menjawab segera melakukan perintah Mischa. Karena bagaimanapun ,dia adakah orang yang membayarnya. Demi uang lebih ,ia rela di rendahkan oleh wanita kaya itu karena baginya gaji 3x lipat itu begitu banyak . Di desa itu tak akan ada yang mau membayarnya sejumlah itu..Apalagi ia harus mencarikan uang untuk biaya berobat kakaknya.
Bobby kakaknya teman baik Dafa dan Dafi itu kini sedang meringkuk di rumah sakit setelah kecelakaan saat kerja. Kakaknya yang seorang kuli bangunan itu jatuh dari ketinggian saat sedang bekerja. Akibatnya ia mengalami patah tulang dan harus dirawat di rumah sakit.
Sebenarnya Bobby harus menjalani operasi penyambungan tulang , namun karena tidak ada biaya . Sehingga sampai sekarang ia belum sembuh.
" Kamu tahu tidak Aleena...Ciuman dengan Dafi itu sangat menyenangkan...A\_ahh... Bibirnya itu sangat manis.." bisik Mischa . Aleena ternganga.
.
J..jadi...jadi wanita ini sudah tahu jika aku memiliki perasaan kepada Dafi?
Ternyata selain memanfaatkan tenagaku, ia juga ingin menyakiti hatiku..
Ia ingin menunjukkan kalau Dafi itu miliknya...
.
" Oh iya...aku lupa...Dulu meskipun kalian saling menyukai ...kalian kan sama sama pengecut ya...gak ada yang berani maju...hihihi.. Jadi keduluan orang deh... Kasihan..." Mischa meledek kekalahan Aleena..
" Kau..." Aleena diam dengan rasa geram.
" Sayang sekali ...kau tidak tahu bagaimana rasa manisnya ciuman dari Dafi... Hahaha.." kata Mischa seraya melangkah pergi meninggalkan Aleena.
.
Keterlaluan sekali...jadi dia sengaja memanfaatkan ku.. Sudah tahu aku kesulitan uang dia masih ingin menyakitiku dengan pamer kemesraan dengan orang yang ku sukai...
Apa aku berhenti kerja saja...Rasanya menyakitkan jika harus melihat yang seperti ini lagi..
.
Aleena berpikir sambil mencuci piring bekas pakai Dafi. Ia meraih sendok yang baru saja di pakai Dafi.
.
Ini bekas bibirnya.... Bibir manisnya...
.
Aleena memejamkan matanya sambil menyentuhkan sendok itu ke bibirnya. Ia membayangkan jika itu adalah bibir Dafi.
.
.
.
...----------------...
.
.
Sementara Dafi yang tiduran di kamarnya memegangi kepalanya. Ia pusing memikirkan sesuatu yang mengganggu di otaknya. Ia baru saja menyadari perasaannya.
.
Aku sudah punya tunangan...sebentar lagi kami juga akan menikah..
Kalau aku memutuskan pertunangan ku dengan Mischa , bagaimana reaksi Papa? Dan juga Om Ricky?Mereka pasti kecewa...
Tapi aku tidak bisa bohong...aku masih menyukai Aleena..Aku masih sangat menyukainya..
Lalu bagaimana... Aku harus bagaimana?
.
.
__ADS_1
...----------------...
.
.
Dafi pergi ke tempat Bisma. Ia di suruh Kristy menjemput Cinta yang sejak pulang sekolah ikut ke tempat Bisma.
Hari sudah menjelang malam , Dafi mengemudikan mobilnya sendiri menyusuri jalanan yang lengang itu. Restoran mereka tutup agak malam karena banyak pengunjung.
Ia sampai di rumah Bisma dan di sambut dengan ramah pula oleh Bisma yang belum tidur mengecek pembukuan peternakan nya.
" Masuk Dafi..."
Dafi mencium tangan Daddy nya itu.
" Cinta lho sudah tidur...seharusnya biar menginap di sini. Dia sudah tidur sejak sore dengan Alisha .
" Mama Dad...Mama ngeyel terus ... Katanya di suruh Papa menjemput Cinta...."
" Hahaha..Yoga memang begitu...Tidak tega\_an..Apalagi ini anak ceweknya..Yoga terlalu over protektif.." tawa Bisma.
" Dad...boleh tidak aku tanya sesuatu?" Dafi ragu untuk bertanya.
" Tentu.." jawab Bisma enteng. Ia malah suka jika Dafi yang dianggapnya anak itu mau curhat dengannya.
" Daddy tau kan aku di jodohkan dengan Mischa...Sebenarnya aku menyukainya...Tapi aku lebih suka pada gadis lain..Menurut Daddy aku harus bagaimana?... Kalau memutuskan pertunangan , aku takut membuat Papa dan Om Ricky kecewa...Aku tidak mau di katakan anak yang tidak berbakti pada Papa..Nanti dikira karena Papa Yoga adalah Papa tiri ku..Aku tidak mau menurut...Mama pasti akan kecewa berat padaku.."
" Kalau aku...Aku memang menjodohkan Alisha dengan Kesha...Tapi semua akan ku kembalikan pada mereka kelak.. Aku tidak mau memaksakan perjodohan pada mereka..Karena jika mereka sampai menikah demi memenuhi keinginan kita para orang tua tapi mereka tidak saling mencintai...Hidup mereka tentu tidak akan bahagia...Aku tidak menginginkan itu..."
" Jadi saran ku... Kau ikutilah kata hatimu Dafi...Kau yang tentukan pilihan hatimu sendiri..Siapa yang paling kau cintai dari kedua gadis itu...Karena kelak kau yang akan menjalani pernikahan itu...bukan orang tuamu...YOGA dan Kristy juga bukan orang kolot . Mas Ricky juga sedari awal menjodohkan kalian juga bilang seperti itu...Dia tidak berniat memaksakan perjodohan ini jika kalian tidak mau..."
.
Sekarang tinggal memastikan hatiku...Aku lebih mencintai siapa di antara kedua gadis itu...Mischa atau Aleena...Aku akan memantapkan pilihanku setelah yakin dengan perasaan ku...
.
Dafi menggendong adiknya Cinta dan membawanya ke mobil dengan di antar Bisma.
" Pikirkan baik baik Dafi...tidak usah terburu buru...Kamu masih muda..." pesan Bisma.
" Iya ..Thanks Daddy..."
" Jangan lupa peraturan dari Daddy dulu...No Girl No Date No \*\*\*\* ...No free \*\*\* ..."
' DEG '
Dafi ter\_tohok dengan kata kata Daddy nya itu. Apalagi ia sudah 2 kali hampir kelepasan kontrol nya . Nyaris terjerumus ke dalam perbuatan dosa dan terlarang itu.
" Kan anak muda Dad..." timpalnya sambil tertawa.
" Hei π . Jangan coba coba.." Bisma mengingatkan sambil menunjukkan isyarat tangan dengan tinjunya.
" Iya iya Dad..." jawab Dafi sambil buru buru melajukan mobilnya. Ia cepat mengambil langkah seribu daripada harus mendapat ceramah panjang dari Daddy nya yang berasal dari keluarga alim itu.π π
.
...----------------...
.
.
Sejak hari itu Dafi lebih ceria .Ia sedikit demi sedikit mulai membuka hati pada keduanya. Ia membiarkan Mischa dekat dengan nya dengan batasan batasan tertentu.
Ia membatasi aktifitas kontak fisik dengan Mischa, hanya sekali sekali ia membiarkan Mischa menciumnya. Dan itu tidak boleh lebih dari 1 menit. CIUMAN KILAT memangπ ...Ia tidak ingin dirinya kebablasan lagi.
__ADS_1
Sedang pada Aleena, ia tetap bersikap biasa. Seperti teman. Aleena bukan cewek agresif, ia cuma memperhatikan Dafi diam diam tanpa sepengetahuan Dafi.
Dafi cenderung bersikap baik dan lebih memperhatikan Mischa ketimbang Aleena. Ia ingin menyelami seorang Mischa. Ia lebih memilih Mischa karena Mischa adalah tunangannya. Ia menganggap Aleena adalah godaan sesaat untuk menguji kekuatan cintanya dengan Mischa.
" Masakan mu semakin hari semakin bervariasi Mis...Dan rasanya juga selalu enak.."
" Ho\_ho.. Tentu dong Sayang...Demi kamu apa sih ...." kata Mischa khas dengan logat khas nya.
"Hehe... Gadis Bali ku..." kata Dafi sambil tersenyum.
Setiap hari Mischa tetap saja menyuruh Aleena memasakkan makanan nya untuk Dafi. Dan Dafi mengira itu semua memang hasil belajar Mischa . Murni dari kesungguhan & kepatuhannya. Sebagai bentuk cara Mischa memanjakan perut suaminya.
.
.
...----------------...
.
.
" Hubunganmu dengan Dafi lancar Mis?" tanya Dafa yang menghubungi lewat video call.
" Tentu F a...Dia perhatian sekali padaku "
" Lalu Aleena?"
" Dia bukan tandingan ku...Dia itu cuma pelayan ku...Sepertinya sih dia sudah sadar diri sekarang...Dia tidak berani mendekati Dafi.."
" Ya syukurlah kalau begitu...Semoga hubunganmu dengan Dafi lancar terus ya...Besok Aku dan Papa mau ke sana...Papa kangen Cinta...,"
" Oke oke F a...bye.." Mischa tak begitu mendengarkan karena ia melihat Dafi berjalan ke arahnya. Ia buru buru menutup telpon nya.
" Sudah tutup? " tanya Mischa pada Dafi yang kini sudah berdiri di hadapannya.
" Mama menyuruh aku mengantar Aleena karena sudah terlalu malam. Katanya tidak baik anak gadis pulang sendiri. Boleh?" tanya Dafi . Ia bertanya pada Mischa dulu . Ia tidak ingin Mischa salah paham nanti.
" Antar kan saja..." kata Mischa yang tidak lagi menganggap gadis desa itu sebagai saingannya.
" Ayo ikut... Kita antar dia berdua.." kata Dafi yang tidak ingin Mischa cemburu.
" Aku sudah ngantuk... "
" Nggak papa ni kita berdua saja?" tanya Dafi lagi.
" Iya... Tapi buruan pulang..Hari ini aku ingin tidur di kamarmu.. Aku pingin di peluk kamu " jawab Mischa sambil bergelayut manja di lengan Dafi.
Dafi terdiam sesaat. Ia tahu maksud Mischa itu. Mischa ingin mereka lebih dekat lagi lahir dan batin.
.
Ya sudahlah....Pilihan hatiku memang ada pada Mischa... Selama ini dia sudah menurut padaku...Mungkin ini waktunya aku membuat komitmen serius dengannya..
Setelah aku memilikinya..Sebaiknya aku cepat meresmikan hubunganku dengannya...
Aku sudah tidak perlu ragu lagi... AKU AKAN MENIKAHI NYA...
.
" Iya....Tunggu aku kembali ya.." kata Dafi kemudian. Mischa mengangguk dan tersenyum . Setelah Dafi pergi ia langsung buru buru ke kamarnya.
.
.
Mandi...mandi dulu...Lalu lingerie....aku akan memakai lingerie seksi ini untuk Dafi... aa_ahh.. π pasti menyenangkan...
.
__ADS_1
.