KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
122. PENYESALAN TERBESAR


__ADS_3

"Itu cuma pernikahan di atas kertas kok Bis...Jadi tak perlu ada cinta "



" Yang namanya pernikahan itu tetap pernikahan Yog.. tanggung jawabnya dunia dan akhirat. Kalau kau tidak mau jangan di paksakan "



" Aku dalam posisi tak bisa menolak. Orang tuaku yang menjodohkan aku dengannya. Padahal aku sudah menikah..Dia bersikeras mau di poligami.. "



" Gila...Hari gini ada wanita yang mau di poligami.. langka Yog.." ucap Bisma heran " Lalu istri pertamamu mengijinkan? memang dia mau di madu?"



" Itu masalahnya Bis.. semuanya rumit . Dan gue juga mau minta maaf ke lo bro...gue..."



Aku ragu ingin mengatakan tentang pernikahanku dengan Kristy. Aku ingin meminta maaf karena dulu merebut Kristy darinya. Meski Kristy kini menghilang , tapi tetap saja aku mengambil pujaan hatinya dan menikahinya. Aku tetap harus meminta maaf.



🎢🎢🎢🎢



" Sebentar Bro.." Bisma permisi mengangkat panggilan telponnya. Ia sedikit menjauh dari Yoga.



" Halo.."



" Bisma , kapan kau pulang..Xavier mencari mu.." ucap Kristy di telpon. " Dia agak bawel di rumah baru ini..apalagi kamu tidak ada.



" Daddy.. " Suara Xavier terdengar manja



" What's up babe ? "tanya Bisma



" I can\_'t sleep... Come home now, daddy..." Bisma tersenyum . Jadi Xavier merindukannya sampai tidak bisa tidur . Betapa menggemaskan anak laki lakinya itu.



" OK.I'll be right back. Wait me home " Bisma menutup telponnya dan kemudian kembali ke bangku tempat ia dan Yoga tadi.



" Lo punya pacar Bro?" tanyaku kepo karena sedikit mendengar percakapan Bisma di telpon yang memanggil seseorang dengan sayang (babe).



" Bukan pacar.. tapi pasangan hidup. Anakku yang tadi telepon minta aku cepat pulang "



" Buset... lo udah punya anak?... Di luar lo dapet bule?"tanyaku takjub.



"Hahaha..... Kalau kau senggang datanglah ke tempat tinggal sementara ku. Kau pasti tahu komplek pegawai VIP mu kan...Aku ada di sana..blok B 7... Ntar gue kenalin nyonya gue.."



" Oke oke.." Yoga begitu lega Bisma ternyata sudah mempunyai pasangan. Bahkan ia juga memiliki anak. Itu berarti dia tidak akan begitu kesal saat ia menjelaskan tentang pernikahannya dengan Kristy kelak.



" Yuk ku antar balik ke kantor.. Sekalian pulang "



" Gue di sini saja Bro .. Nanti biar gue minta Kak Romi jemput gue disini. Lo buruan pulang aja. Kasihan anakmu.."



" Yakin Bro?"



Aku mengangguk. Bisma kemudian segera pergi


Sebelum pergi Bisma membunyikan klakson mobilnya dan melambaikan tangan. Yoga membalas lambaian tangan Bisma dan kemudian Bisma segera tancap gas. Kembali ke rumah sementaranya.


.


.


" Daddy... " Xavier begitu bersemangat saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Xavier langsung berlari ke depan di ikuti Kristy.



" Daddy ...Daddy.." Xavier begitu gembira melihat Bisma keluar dari mobil.

__ADS_1



" Xavier..." ucap Bisma seraya memeluk Xavier. Xavier nampak begitu senang dengan kedatangan Bisma.



" Dari tadi dia bawel Bis. Minta nyusul kamu.. Sudah dibilangin kamu lagi kerja ngeyel aja. ..."



" Anak Daddy kangen ya.. Do you miss me.." ucap Bisma sambil menatap Xavier yang penuh senyum menatap nya.



" No... " jawab Xavier menggoda Bisma.



" Ih.. bisa ngeles ya.. Ayo jujur..atau Daddy kelitik\_in kamu ya .."



" No no no.." Xavier tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.



" Nakal ya kamu Xavier... " ucap Bisma sambil menggelitik Xavier. Xavier tertawa tawa. Kristy pun tersenyum melihat keduanya yang nampak saling menyayangi.



" Yes ..i miss u daddy.." Xavier yang merasa geli akhirnya menyerah. Ia pun akhirnya bilang juga kalau ia merindukan Bisma.



" Baru di tinggal sebentar udah kangen.." ucap Bisma sambil mencium kedua pipi Xavier dengan gemasnya . Xavier pun balas mencium pipi Bisma dan tertawa.



" Dafa dan Dafi mana? " tanya Bisma



" Mereka sudah tidur. Sehabis makan langsung naik ke atas.Kamu juga kenapa lama sih Bisma..katanya cuma mengantar surat resign ..kok jadi sampai malam seperti ini..." kata Kristy.



" Hehe.. Jangan jangan bukan cuma Xavier ya yang kangen..Mamanya juga.." Bisma menggoda Kristy.



" Apa sih.. " sahut Kristy dengan wajah tersipu nya. " Kamu cepat makan sana udah aku siapkan di meja makan" kata Kristy buru buru pergi dan melangkah masuk ke rumah duluan.




" Yuk masuk Xavier...Kau sudah makan belum...Makan lagi sama Daddy ya..terus bobok ..Daddy kelon\_in .."kata Bisma. Xavier mengangguk. Kemudian Bisma segera menggendong Xavier dan masuk ke dalam.


.


.


.


.


Keesokan paginya Bisma sarapan pagi bersama anak anaknya dan Kristy sembari ngobrol.



" Kris..nanti coba kau carikan sekolah dekat sini untuk Dafa dan Dafi ya. Sayang kalau mereka tidak sekolah...Bisa ketinggalan pelajaran. Aku belum boleh resign..harus menunggu satu bulan. Jadi masih harus kerja dulu di kantor pusat. "



" Oke Bisma"



" Yes sekolah baru " ucap Dafa dan Dafi senang. kristy pun tersenyum.



" Kalau bisa yang sekolah internasional ...biar nyambung sama sekolahnya yang dulu.." tambah Bisma .



" Iya.."jawab Kristy



" Daddy ..a..." Xavier ingin menyuapi Bisma dengan makanan di sendok nya.



" Masak Daddy makan bubur bayi? " tanya Bisma pada Xavier. Xavier mengangguk.



" Nggak mau ah.." tolak Bisma.


__ADS_1


" Gak papa Bis...sedikit aja" kata Kristy.



"Hihihi.."Dafa dan Dafi tertawa geli menertawakan Bisma. Dan Xavier juga bersikeras. Ia tetap ingin Bisma memakannya.



" Ayolah , Dad.." kata Dafa



" Sedikit saja " Dafi juga ikut menyuruh. " Buat nyenengin Xavier "



Akhirnya Bisma mengalah. Ia menerima suapan bubur bayi dari Xavier. Suapan demi suapan terus diberikan oleh Xavier. Dan Bisma memakannya.



" Hahahaha.." Kristy dan anak anaknya tertawa bersama sama. Bahkan Xavier sambil tergelak tawanya.



" Daddy jadi bayi.." Dafa tertawa ngakak



" Sebesar ini Daddy makan bubur bayi" Dafi tertawa sampai keluar air mata di sudut matanya karena saking geli.



" Kalian ngerjain aku ya ?" tanya Bisma yang heran melihat keempatnya seperti kompak sedang mengerjai nya. Mereka malah tertawa terbahak bahak.



" Dasar... anak anak nakal " kata Bisma sambil menyentuh kepala Dafa Dafi dan mengacak acak rambut mereka.



Kemudian berganti Kristy " Istri usil " . ia menyentuh kepala Kristy dan mengusapnya lembut.



" Dan ini biang imutnya " Bisma mencubit kedua pipi Xavier . Xavier tertawa gembira.



" Hem...aku baru ingat ..."



" Apa Bis? "



" Xavier ini ..wajahnya mirip wajah temanku..kau ingat tidak.. Yoga...Yoga teman kuliahku dulu .. anak konglomerat itu.."



Seketika senyum di wajah Kristy , Dafa dan Dafi kandas. Berganti raut muka muram dan sedih. Hanya Xavier yang tetap ceria.



' A..Apa aku salah omong ' batin Bisma bingung. 'Kenapa tiba tiba ekspresi mereka berubah. Apa mereka tidak suka aku membicarakan Yoga?'



" Aku sudah selesai makan.." ucap Dafa seraya bangkit dan di ikuti Dafi .Mereka segera pergi ke lantai atas .



Kristy tak banyak berkata. Ia mengambil piring bekas makan Dafa Dafi dan kemudian segera membersihkannya.



Bisma benar benar heran. Kenapa mendadak suasananya berubah seperti itu. Sepintas ia melihat Kristy yang nampak mengusap air matanya.



' Hah? Kristy menangis ?....Kenapa?... " Bisma di buat pusing tujuh keliling. Kenapa Kristy tiba tiba menangis.Ia benar benar tak mengerti.


.


.


" Aku berangkat dulu.." ucap Bisma. Kristy cuma mengangguk tanpa mau melihatnya. Padahal biasanya ia selalu mengantarnya sampai ke depan rumah bersama Xavier.



" Apa salahku ?" ucap Bisma saat ia sudah berada di mobil. " Ah..sudahlah..pusing aku. " Ia kemudian segera melajukan mobilnya.


.


.


Sementara Kristy duduk di depan meja dan menatap wajah putranya.



' Ya.. benar sekali Bis.. Wajah Xavier memang sangat mirip dengan Yoga...Dia mirip sekali dengan Papanya. Kasihan sekali kamu nak.. Belum pernah melihat wajah Papamu ... Tapi dia sudah tiada.'

__ADS_1



Kristy memeluk Xavier dengan erat. Dan meneteskan air matanya. ia selalu bersedih kalau ingat pada Yoga. Ia masih merasa bersalah padanya. Kalau saja ia tidak berniat menggugurkan bayi nya dulu, Yoga tidak akan bunuh diri. Dan ia tidak akan kehilangan Yoga seperti itu...Dan itu merupakan penyesalan terbesarnya.


__ADS_2