KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
98. ANAK DARI SI PEMBUNUH ITU


__ADS_3

Kristy benar benar shock mendengar ucapan Guntoro itu.



" Sudah janda ...miskin.. tak tahu malu... Keserakahan sudah membutakan hati mu . Pingin hidup enak mengambil jalan pintas. Kau buang jauh harga dirimu . Modal tubuh doang . Tidur dengan anak orang. Kau pasti yang merayu putraku kan.. dasar wanita rendah.."



Kristy benar benar kesal mendengar caci makian Guntoro itu.



"Tau diri sedikit...Ngaca!! Apa kau layak bersanding dengan putraku...Kalian itu ibarat langit dengan bumi. Memaksa menjangkau pun harus tau diri sedikit. Jangankan jadi istri ...


jadi 'G U N D I K ' nya pun kau tak layak !!"


Segala macam hinaan tumpah dari mulut Guntoro untuk Kristy. Rasa ketidaksukaannya yang sejak lama dirasakannya seolah sudah mendarah daging. Apalagi dia diam diam menikah dengan putra tunggalnya. Kebenciannya kian memuncak.



Ia benar benar tidak rela putranya bersanding dengan Kristy. Padahal ia sudah membayangkan kelak Yoga akan mendapat istri semacam Celine yang memiliki garis keturunan darah biru . Dan tentunya masih gadis. Bukan janda seperti Kristy.



Ucapan demi ucapan yang terlontar dari mulut Guntoro begitu tajam bagaikan ribuan pedang yang menghujam ke jantungnya. Sangat menyakitkan.



" Kalau aku tahu dia anakmu aku pasti tidak akan mau dengannya...." ucap Kristy dengan air mata yang mulai berjatuhan karena tak sanggup di tahannya lagi.



" Masih juga berperan play vic\_tim... Kau benar benar ratu akting . Sandiwara mu sempurna... " Guntoro masih saja mengoloknya.



" Kau terlalu sombong karena kekayaanmu sehingga menilai orang lain rendah . Suatu saat kau pasti akan menerima karma mu " Kristy berucap dalam isak tangisnya.



" Huh...bull\_\*\*\*\*.. Sumpah serapah mu tak mempan padaku "



Kristy pun akhirnya hanya bisa menangis untuk menumpahkan semua kesedihannya. Risa dan Romi sebenarnya iba pada Kristy . Namun mereka juga tak berani melakukan apapun untuk membela Kristy. Melawan Guntoro sama saja menyakiti diri sendiri apalagi dengan temperamennya yang mudah main tangan.



' Aku sudah pernah mengingatkan ini dulu .. Pada akhirnya kalian yang akan tersakiti.. Dan pasti yang paling terpuruk adalah dia ...Wanita ini tidak tahu apapun.. hanya menerima dan mencintai..


tapi dia juga harus menerima penghinaan dan kesakitan sendiri... mencintai manusia dari keluarga yang tak berhati .. Keluarga sok yang gila harta "


" Dengarkan baik baik ucapan ku ini.... Permainan Rumah rumahan kalian cukup sampai di sini . Akhiri hubungan kalian . Sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui mu . Kau tidak akan pernah bisa menjadi menantu ku. JANGAN MIMPI !!" tegas Guntoro



" Pergi kalian dari rumahku..Pergi !!" ucap Kristy keras.



" Hahahaha.." Tawa Guntoro menggelegar memenuhi ruangan .



" Apa kau masih berpikir ini rumahmu? ...Ini rumah putraku . Dia yang membelinya dengan uangku . Kau pikir siapa yang lebih berhak di sini ?"



Kristy kehabisan kata kata . Ia tak mampu berucap apapun. Haruskah ia terusir dari rumahnya sendiri?



" Siapa yang seharusnya pergi dari sini..Kau atau aku?" tanya Guntoro



Kristy sadar diri. Semua yang dimiliki Yoga memang dari orang tuanya. Dan ia tahu ia tak memiliki hak apapun di sana .



"Tinggalkan semua yang bukan milikmu ... Kecuali baju yang kau pakai " ucap Guntoro lagi.



" Pa... " Risa nampak keberatan



"Diam !" Guntoro dengan cepat membentaknya. Risa pun akhirnya tak berani bersuara.

__ADS_1



' Ini keterlaluan ' batin Romi kesal. Namun ia juga tak bisa berbuat apapun untuk membela Kristy.



Kristy meletakkan hpnya. Melepas semua perhiasan yang melekat di tubuhnya. Kalung , gelang , anting anting , bahkan termasuk juga cincin kawinnya dari Yoga. Semua ia tanggalkan. Ia sadar uang yang di pakai untuk membeli semua itu memang uang orang tuanya.



Kristy kemudian melangkahkan kakinya keluar dari apartemennya. Namun baru beberapa langkah ia keluar dari pintu rumahnya , ia merasakan sakit di perutnya bersamaan dengan kepalanya yang seperti berputar kencang. Kristy memegangi perutnya yang sambil merintih kesakitan.



" U\_hk.."



' Oh tidak.. kenapa tiba tiba tubuhku sakit.. perutku sakit sekali...'



" Kau kenapa ?" tanya Risa yang melihat Kristy nampak kesakitan . Ia hendak menghampiri Kristy.



" Biarkan saja . Dia cuma pura pura "



Risa tak berani mendekati Kristy. Ia akhirnya cuma bisa diam dan melihat saja Kristy yang nampak kesakitan itu. Hingga saat Kristy terkulai lemas tak sadarkan diri.



" Dia pingsan Pa.."



" Alah...paling cuma akting "



Risa nampak cemas. Romi pun demikian. Melihat Kristy yang tak bergerak lagi memaksa Romi akhirnya melangkah mendekatinya.



" Biarkan saja dia Romi.."




' Darah ?' Sesaat ia terkejut saat melihat rembesan darah di kakinya. ' Jangan jangan...'



Tanpa kata ia segera mengangkat tubuh Kristy dan membawanya pergi . Ia mengabaikan teriakan Guntoro yang memanggil manggil namanya.



Ia langsung membawa Kristy ke lift menuju ke basemen. Satpam yang melihatnya membantu Romi mencarikan taksi menuju ke rumah sakit.



Dan sesampainya di rumah sakit terdekat Kristy segera di tangani oleh petugas UGD.


.


.


" Bagaimana keadaannya ?" tanya Romi saat Kristy sudah di tangani.



Kristy terbaring dengan infus di tangannya. Ia nampak lemah dengan bekas air mata yang masih membasah di sudut matanya.



" Tadi dia sudah sadar dan karena emosinya tidak stabil dia sempat histeris dan memukuli perutnya . Jadi kami memberinya obat penenang. Memang ada pendarahan sedikit tapi untung saja kandungannya tidak apa apa . Kami sempat khawatir kalau dia keguguran " jelas Dokter yang menanganinya.



" Jadi... dia hamil ?" tanya Romi.



" Iya ...Istri anda hamil 2 bulan. Kandungannya lemah . Tolong jaga kondisi mentalnya . ia tidak boleh terlalu stres karena itu bisa berimbas pada kandungannya . Dia bisa saja keguguran "


__ADS_1


' Ya Ampun ...dia malah hamil anak Yoga.. Mengandung benih cucu dari manusia iblis itu.. bodohnya...'



" Wanita itu bukan istriku.. "



" Jadi anda... "



" Kakaknya. Aku kakaknya. Suami dia sedang ke luar negeri " Romi mengatakannya dengan asal saja. Daripada ribet .



" Begitu ya..."


.


.


Romi tiduran di sofa rumah sakit itu menunggui Kristy yang masih tertidur karena pengaruh obat penenang dari Dokter.



Sesaat ia melihat hp nya dan ia melihat banyak sekali miss call dari Guntoro. Juga pesan wa darinya. Ia sudah bisa menebak apa yang akan di tulis Guntoro.



' Cepat balik...jangan urusi wanita itu..'



Tulisan pesan wa dan tebakannya sama persis. Guntoro pasti menyuruh ia mengabaikan Kristy.



' Andai mereka tau wanita ini sedang mengandung cucu mereka.. bagaimana reaksinya... Tante Risa pasti senang sekali ..mimpinya terwujud .. dia akan segera memiliki cucu.. Dia tak sejahat Suaminya.. dia pasti luluh...



Tapi kalau manusia iblis Guntoro itu.. dia pasti sangat malu punya cucu keturunan janda miskin .... Dia mungkin akan menyuruh orang untuk membunuhnya .



Haha.. Dan mungkin aku lagi yang akan di suruh menjadi Algojo nya.



Dan Yoga... dia akan menangis darah kehilangan istri dan anaknya '


.


Bocah nakal bodoh itu benar benar keras kepala... Sudah ku ingatkan dari awal untuk menjauhi Kristy.. Jangan sampai berhubungan dengannya... Kalian pasti sakit sendiri. Kristy dan Manusia iblis itu ibarat minyak dan air mereka tidak bisa bercampur...



Sudah kubilang biar Bisma saja yang membahagiakan Kristy tapi dia malah menikahinya. Memang tak sepenuhnya bersalah.. pernikahan itu terjadi juga di luar dugaan .



Tapi kalau seperti ini . wanita ini yang menderita. Satu satunya jalan memang harus mengakhirinya. Dan harus tanpa sisa....


.


Keesokan harinya Desi datang ke rumah sakit setelah menerima kabar dari satpam apartemen kalau Kristy di bawa ke rumah sakit oleh Romi. Ia mengantar Dafa dan Dafi ke sekolah terlebih dulu baru kemudian mendatangi rumah sakit tersebut. Setelah bertanya tanya pada petugas rumah sakit , ia dapat menemukan keberadaan Kristy.



Kristy yang terbangun menangis histeris sambil memukuli perutnya.



"Jangan Kris.. jangan..kasihan anakmu...Dia tidak bersalah.. Kenapa kau melampiaskan amarahmu padanya.." ucap Desi sambil memeluk Kristy.



" Dia anak pembunuh itu Des.. Orang yang menghilangkan nyawa mas Raka... Aku tidak mungkin membesarkannya.. Terlebih cucu orang itu.. Aku tidak sudi " Kristy menangis sambil mencurahkan isi hatinya.



" Gugurkan saja !" ucap Romi yang kemudian melangkah mendekati Kristy yang sedang menangis meratapi nasibnya yang buruk karena harus mengandung anak dan cucu dari orang yang menyakiti bahkan membuat hidupnya sengsara.



Kristy dan Desi menoleh padanya.


__ADS_1


" Akhiri hubunganmu dengan Yoga dan gugurkan kandungan mu.. Kau bisa bebas dari mereka selamanya " Romi mempertegas kata katanya.


__ADS_2