
" Aleena ?" tanya Dafi heran saat melihat Aleena ada di depan restorannya. Dafi hendak membuka pintu harmoni restonya.
" Selamat Pagi Dafi " Sapa Aleena dengan senyum manisnya.
" Kenapa kau di sini.. Mencari siapa? ...kau tidak kerja? " tanya Dafi.
" Dia akan bekerja di tempat kita sayang..." sahut Mischa yang baru saja hadir dan menghampiri mereka.
" Ha?"
" Aku yang merekrutnya "
.
Ya ampun....apalagi ini...Mischa berulah apa lagi?...Mau apa dia...
.
" Karena dia pekerja khusus ku...Aku yang akan membayar dia sendiri.. "
Dafi diam dengan perasaan kacau. Ia yakin Mischa sudah merencanakan sesuatu . Entah apa yang akan dilakukannya.
Dafi membuka restorannya. Tidak lupa mereka berdoa bersama agar usaha mereka lancar.
" Kamu bisa masak? " tanya Kristy pada Aleena.
" Bisa Bu..."
" Ya sudah...Kalau begitu aku akan mengajarimu membuat masakan resep kami. Sementara kamu memasak dulu... Nanti kalau kita sudah dapat juru masak kamu ku pindah ke bagian pelayanan. Sayang sekali wajah cantikmu tidak kelihatan kalau kau jadi chef, kau punya daya tarik untuk menarik pembeli " terang Kristy. Aleena cuma mengangguk. Mischa mencibir
.
C i h...daya tarik... Daya tarik apa Tante?... Daya tarik untuk memikat calon suamiku?
.
Restoran mereka dibuka dan hari pertama sudah ramai pengunjung karena itu bekas warung gado gado Ibu Kristy yang dulu memiliki sangat banyak pelanggan.
Melihat kini tempat itu di buka lagi , Para pelanggan lama mulai berdatangan.
" Buka lagi Kris?"
" Iya...Nerusin usaha Ibu " jawab Kristy ramah.
" Bagus sekali Kris... Jadi enak kalau mau mencari makan. Dekat rumah...dan masakan mu enak.. Tempatnya juga sangat nyaman lagi..bikin betah.." Kristy tersenyum manis.
" Terima kasih.." Ucapnya kemudian. Ia memang me make over tempat bekas warung itu menjadi indah dan cantik. Mengganti cat, menambah spot bunga bunga indah di dalam pot dan di depan resto...Mengganti peralatan baru dan memasang
W i f i pula. Sehingga kelak tempat itu.akan sangat nyaman untuk nongkrong keluarga dan juga anak muda. Sangat mengikuti tren saat ini.
" Mama gak capek? " tanya Dafi menyempatkan diri ke dapur untuk melihat keadaan Mamanya yang sangat sibuk membuatkan pesanan dengan Aleena.
" Sudah biasa sayang.. " jawab Kristy.
" Tadi ada beberapa orang yang melamar juga Ma...besok aku suruh datang. Mama sudah bisa lebih santai...Bisa antar jemput Cinta ke sekolah juga..."
" Oh iya...Aku lupa...ini jam nya menjemput sekolah Cinta.." ucap Kristy . Ia benar benar lupa jika hari ini Cinta juga mulai masuk di sekolah barunya.
" Tenang saja Ma...Papa yang jemput" kata Dafi
" Papa? "
" Hem...maksudku 'Daddy'...Papa Bisma... Alisha kan juga satu sekolah. Jadi tadi aku minta tolong Daddy " Dafi yang terbiasa sejak kecil memanggil Bisma Papa ,Daddy sampai sekarang pun tetap memanggilnya Daddy. Kadang juga Papa. Bagi Dafa dan Dafi , Bisma itu sudah ia anggap sebagai Papanya .
" Ah syukurlah..." Kristy lega. "Aku ke depan dulu kalau begitu. Menunggu Cinta. Aleena lanjutkan seperti tadi yang sudah ku ajari ya..." kata Kristy.
" Iya Bu.." Kristy kemudian pergi ke depan menunggu Cinta . Sedang Dafi menghampiri Aleena.
__ADS_1
" Gimana kerjaan kamu..."
" Ya seperti ini Fi... Tapi ini menyenangkan biarpun capek. Aku bisa sekalian belajar memasak..."
Dafi tersenyum. " Maaf ya...hari pertama kamu kerja sudah capek..."
" Namanya juga kerja Fi...Kalau gak mau capek ya gak usah kerja...Ini juga sesuai gaji ku.. "
" Sini aku bantu.."
" Eh..gak usah Fi.. Kamu bagian antar aja..."
" Apa yang ku antar kalau kamu belum selesai membuatnya.. Sudah biar aku membantu..Gini gini aku juga pintar masak lho..Sejak kecil aku sudah membuat ini dengan Mama dan Papaku..."
" Hehe...ya sudah...Hati hati Fi...awas terkena cipratan minyak gorengnya..."
" Santai aja...udah kebal ini.."
" Hihihi...apa iya?" Aleena tertawa tawa bersama Dafi.
Hal itu tak luput dari pandangan Mischa yang dari tadi mengawasi mereka.
.
Gadis desa ini menyebalkan sekali ternyata...senang sekali mencuri curi kesempatan berduaan dengan tunangan ku... Awas...ku beri pelajaran kau nanti...
.
Mischa menilai semua itu dari sudut pandangnya sendiri. Padahal jelas jelas Dafi yang mendekati Aleena , namun tetap saja Aleena yang terlihat berbuat salah di matanya.
.
.
Kristy menyambut kedatangan Bisma yang menjemput sekolah anak anak mereka. Bisma turun dari mobilnya bersama Alisha dan Cinta.
" Ayo Bis...mampir dulu..Sekaligus mencicipi launching masakan perdana restoran kami.." kata Kristy.
Bisma lalu duduk di bangku restoran Kristy itu dengan Alisha. Sedang Kristy menyiapkan makan untuk mereka.
Cinta ke rumah dan berganti baju..Kemudian dengan cepat ke depan lagi. Ia ikut bergabung dengan Alisha dan makan bersama mereka.
" Rasanya lama sekali tidak makan di sini..." kata Bisma .
" Hehe.."
" Tapi aku turut senang...Kau bisa kembali dan membuka restoran ini..Ibumu sudah lama tinggal.di Bali sama Mas Ricky...Aku kangen waktu makan gado gado di sini.." Kata Bisma ngobrol dengan Kristy.
" Kapan kapan aku buatkan gado gado buat kamu Bis..."
" Spesial ni.."
" Iya..."Jawab Kristy. Kemudian mereka tertawa dengan akrabnya.
" Restoran Dafa gimana yang di Surabaya?" tanya Bisma.
" Masih proses rehab...Tapi sepertinya yang di sana bakal lebih rame dari yang di sini..Soalnya karyawan perusahaan Pratama pasti di arahkan Andi ke sana...seperti dulu..."
" Syukurlah kalau semua lancar Kris...Aku turut senang anak anakku bisa sukses dan lancar usahanya.." Kristy tersenyum. Bisma sama sekali tidak berubah. Ia tetap menyayangi anak anaknya meski mereka tidak jadi menikah. Bagi Bisma semua anak Kristy dan Yoga itu adalah anak nya juga.
" Kalau butuh bantuan..jangan sungkan bilang padaku...Masalah antar jemput Cinta , serahkan saja padaku kalau kamu sibuk , Cinta dan Alisha satu sekolah, satu kelas. Aku bisa sekalian membawa mereka "
" Makasih banyak Bis..."
__ADS_1
" Santai saja Kris.." jawab Bisma sambil menyentuh kepala Kristy. Kristy tersenyum.
" Kalau ada waktu ikut istriku Sonya, ada kelompok pengajian juga memperdalam ilmu agama. Kita sudah tua, juga harus cari bekal akhirat Kris.." Bisma menyarankan Kristy. Kristy mengangguk. Bisma ini tetap saja baik sekali padanya.
" Mama, aku mau makan dulu ke rumah belakang...Nitip kasir " kata Dafi yang hendak istirahat dan makan siang bersama Mischa.
" Iya.." jawab Kristy.
" Dan jangan selingkuh sama Daddy..Aku bilang Papa lho.." tambahnya.
Kristy dan Bisma tertawa tawa. Bisma pun segera mengalihkan tangannya dari kepala Kristy.
" Tangannya kebiasaan Kris.."
.
.
" Kamu yang masak? " tanya Dafi melihat beberapa masakan sudah di sediakan Mischa dalam porsi kecil .Khusus untuk tunangannya. Ada cha sawi dan udang asam manis. Juga kreng\_sengan daging pedas.
" Iya..." jawab Mischa.
Padahal bukan ia yang memasak tapi melainkan Aleena. Saat istirahat makan siang , ia menyuruh Aleena memasak untuk Dafi dan tentunya tanpa sepengetahuan Dafi.
" Enak Mis..." Dafi makan dengan lahap makanan tersebut.
" Iya dong...aku kan putri pemilik restoran ...jadi harus pintar masak.."
" Bagus..." Dafi tersenyum senang. " Ini baru istri idaman..." kata Dafi sambil menyentuh Pipi Mischa dan menatapnya bahagia.
.
Senangnya kalau Mischa penurut begini...Dia bisa menjadi istri yang baik
.
" Nanti sesudah makan aku minta hadiah ya.."
" Hadiah apa ?" tanya Dafi.
" Ini..." Mischa menunjuk bibirnya dengan jemari halus dan lentiknya. Dafi tersenyum dan mengangguk.
" Tapi ciuman saja ya...Kalau mau lebih , kita harus menikah dulu..." Kata Dafi.
Mischa mengangguk meski hatinya kecewa. Sebenarnya ia ingin bermesraan dengan Dafi di saat istirahat siang ini..melanjutkan percintaan mereka yang gagal kemarin . Namun ia harus kecewa karena Dafi ternyata orangnya kaku dan kolot . Tidak cuma pemalu ternyata.
Mischa mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya pada Aleena..
' Tunangan ku sudah selesai makan , Sebentar lagi datang ke belakang, bereskan ! '
Mischa tidak mau mencuci piring bekas makan Dafi karena kuku kuku cantiknya bisa rusak..Apalagi ia sudah memakai kutek warna pink yang begitu cantik. Sayang sekali jika mengelupas.
Dafi memenuhi janjinya , Ia memberikan hadiah sebuah ciuman manis kepada Mischa. Mischa duduk di pangkuan Dafi sambil menyentuh wajahnya. Mereka saling mengulum dan menikmati sentuhan antar bibir itu. Menyesap dan meresapi nya.
" Mm.... Ah\_hh..." Mischa mendesah manja saat ciuman Dafi menurun menyusur ke leher putih mulus dan indah nya. Sekali lagi , ia berhasil membuat Dafi terbuai dan terlena dalam pesonanya sehingga mengikuti alur Mischa.
' K l o t a k '
Dafi terkejut saat mendengar suara itu dan beralih melihat nya. Ia lebih terkejut lagi saat melihat kehadiran Aleena di sana.
.
Ya ampun...ada Aleena...Sejak kapan dia di situ... Apa dia melihat kami bermesraan sejak tadi ?
.
Dafi panik. Ia buru buru melepaskan diri dari Mischa. Entah mengapa , ia tidak ingin Aleena melihatnya bermesraan dengan Mischa, meski Mischa adalah tunangannya sendiri.
Mischa tersenyum. Dalam hati ia bersorak gembira.
.
__ADS_1
Yessssss... Berhasil...Dia melihatku bermesraan dengan Dafi... Kapok gak kamu...Makanya jangan mendekati laki orang.. Makan hati gak kamu...hihihi...
Dafi itu milikku !!!