
" Masalah perasaan siapapun tidak ada yang bisa memaksa kan... " ucap Bisma. " Jadi kalau kau ingin aku menunggu...aku akan menunggu Kris..."
Kristy menghela nafas panjang.
Sepertinya Bisma yang terus keras kepala ini sulit untuk di sadarkan. Aku harus bersikap tegas.
" Maaf Bis... Aku tidak bisa bersamamu. Aku memang salah karena tidak pernah bersikap tegas padamu . Karena berhutang budi padamu aku tidak ingin menyakiti perasaanmu. ...Tapi aku harus mengatakannya walaupun ini akan menyakiti hatimu. Aku sangat berterima kasih atas semua kebaikanmu tapi aku tidak mencintaimu Bisma. Aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya menganggap mu teman. Tidak lebih. "
Bisma terdiam. Sebenarnya ia sudah tahu itu. Namun ia tetap tidak ingin mengakuinya.
" Lupakan aku Bis...Aku dan Xavier adalah milik Mas Yoga. Kami mencintai dia. Kau cari saja gadis yang lain...Kau pria baik, kau tampan , jangan sia siakan hidupmu menunggu kami...Kami tidak akan berpisah dari Mas Yoga lagi..."
Bisma membisu. Pupus sudah semua asanya. Padahal ia masih sedikit berharap, Kristy memiliki rasa padanya.
" Daddy..." Xavier heran melihat Bisma tertunduk dan diam.
" Xavier , kamu tidak boleh memanggilnya Daddy lagi. Dia bukan Ayahmu. Kau harus mengganti panggilannya. Uncle ..Say Uncle Bisma " Kristy pun meluruskan hal itu pada Xavier.
" Not Daddy?" tanya Xavier.
" Yes..H e i s not your father " jawab Kristy tegas . Xavier terdiam juga Bisma.
" Maaf Bis... Aku harus pergi.Aku ingin menemui ibuku.." ucap Kristy seraya mengambil Xavier dari pangkuannya. Kemudian ia menggendongnya dan membawa belanjaannya meninggalkan Bisma.Kemudian melangkah pergi meninggalkan Bisma.
" Bye Uncle..." ucap Xavier sambil melambaikan tangannya. Bisma membalas lambaian tangan Xavier dengan lemah . Mau tidak mau ia harus menerima kenyataan, Kristy sudah menegaskan semuanya kini.Ia benar benar harus melupakannya.
.
.
" Ibu..." Kristy memeluk Ibunya erat erat saat memasuki warung ibunya.
" Kristy....anakku..." ibunya pun memeluk erat anaknya. Sudah sangat lama ia tak bertemu anaknya yang sama sekali tidak ada kabar selama beberapa tahun ini. Ia pulang kembali dan tau tau membawa seorang bocah kecil tampan yang dari wajahnya saja ia bisa menebak nya...
" Ini anak Yoga?" tanyanya. Kristy mengangguk. " Cucuku...cucu tampanku..." Iapun memeluk Xavier. Betapa bahagianya ia kini memiliki seorang cucu lagi.
" Mana suami dan anak kembar mu?" tanyanya kemudian.
" Mereka sedang di rumah sakit.." Kristy kemudian menceritakan semua yang menimpanya pada Ibunya.
.
.
Setelah warungnya tutup Kristy membawa Ibunya menjenguk Yoga sekalian bertemu dengan Dafa Dafi yang sangat di rindukannya.
" Nenek..." Dafa dan Dafi langsung berlarian melihat neneknya datang. Mereka memeluk nenek yang begitu di rindukannya .Neneknya memeluk kedua cucunya yang kini sudah remaja itu. Mereka tumbuh tinggi dengan cepat. Ia sungguh bahagia melihat cucu cucunya tumbuh dengan baik.
Yoga mencium tangan Ibu mertuanya..
" Terima kasih Nak...Kau berjuang mempertahankan anak dan cucuku.." ucapnya dengan air mata haru . Mendengar cerita Kristy bagaimana perjuangan Yoga untuk membuat keluarganya utuh kembali meski sampai luka parah seperti itu. Ia benar benar bangga pada menantunya itu.
__ADS_1
" Itu tanggung jawabku Bu.." jawab Yoga sambil tersenyum. Mertuanya tersenyum sambil membelai lembut kepala menantunya.
.
.
Keesokan harinya..
Romi dan Nara menuju kampung coklat. Mereka berwisata ke sana .Ternyata tempat wisata itu sangat bagus. Tempatnya luas, indah dan nyaman . Dan seperti namanya, di sana banyak sekali pohon coklat yang berbuah lebat. Menambah suasana sejuk ,indah dan asri menyuguhkan alam pedesaan dengan pemandangan indah nan menyejukkan mata.
Banyak sekali tempat spot spot foto di sana. Ada kolam pemancingan ikan segar, kolam renang, spot perahu karet, aneka macam permainan , juga banyak stand makanan dan minuman. Berbagai olahan dari coklat mulai bubuk coklat, coklat batangan,dan juga coklat olahan dengan beraneka macam bentuk dan ukuran dan variasinya yang di kemas begitu cantik.
Romi dan Nara menghabiskan waktu seharian dengan berfoto foto dan menikmati berbagai fasilitas di sana. Mereka naik perahu karet, memancing dan juga mencoba terapi ikan .Dimana ikan ikan kecil yang begitu banyak beramai ramai menyentil kaki mereka yang dimasukkan ke dalam kolam.
" AW...geli.." ucap Nara sambil tertawa. Romi pun juga merasakan hal yang sama. Ia juga merasa geli saat ikan ikan kecil itu menyentuh kakinya. Ia tertawa sambil menggenggam tangan Kinara yang duduk di sisinya.
Mereka pun sarapan pagi di stand makanan yang menyediakan banyak sekali makanan masakan khas jawa yang terkenal enaknya itu. Juga beberapa menu variasi campuran dari coklat .
Tempat wisata yang terkenal di Blitar itu benar benar memanjakan mereka dengan semua fasilitasnya. Romi dan Nara merasa senang berada di sana.
" Ah..Romi.. Ayo kita kasih makan ikan.." ajak Nara setelah membeli pakan ikan koi. Kemudian ia segera menyebarkan pakan itu di kolam ikan yang ada di seputar stand oleh oleh. Ikan koi beraneka ukuran dan warna mulai berdatangan. Ada yang berwarna hitam, putih , kuning, merah dan orange.Ada juga yang warnanya variasi perpaduan warna tersebut. Mereka membuka mulutnya lebar lebar saling berebut makanan yang ditebarkan oleh keduanya.. Dan jumlahnya banyak sekali...
" Ah banyak banget ikannya...." ucap Nara takjub.
Di sepanjang kolam yang memanjang itu dimana pun pengunjung memberi makan ,di sana lah ikan ikan yang berjumlah begitu banyak itu mengumpul dan saling berebutan. Amazing!
Setelah membeli beberapa variasi coklat untuk oleh oleh merekapun pulang. Kembali ke hotel dan bersiap siap untuk kembali ke Jakarta . Mereka sudah menyesuaikan dengan jadwal penerbangannya.
" Jadi kakak berangkat sekarang?" tanya Yoga
" Iya..sudah cukup lama aku pergi. Pekerjaan di kantor sudah menumpuk...Kau juga cepatlah kembali ke Jakarta kalau sudah sembuh.." ucap Romi.
Saat itu Keluarga Yoga berkumpul semua. Termasuk Ibu Kristy yang memilih menutup warungnya dan menemani Kristy di rumah sakit bersama cucu cucunya.
" Kak...Bisa mencarikan orang untukku?" tanya Yoga.
" Siapa?" tanya Romi.
" Saudara sepupu Kristy..Anak dari Ibu mertuaku. Namanya Ricky..Dia tentara yang dulu di tugaskan ke Papua. Sudah lama Ibu menunggunya tapi tak pernah kembali..." ucap Yoga yang kemarin sempat ngobrol menanyakan anak Mertuanya yang menghilang tanpa kabar sejak lama dan belum kembali.
" Itu mudah sekali...Aku punya koneksi dengan atasannya..Aku pasti akan cepat menemukannya....." ucap Romi.
Yoga, Kristy dan Bibinya tersenyum lega. Namun mendengar kelanjutan ucapan Romi mereka membeku.
" Kalau dia masih hidup..."
__ADS_1
Yoga dan Kristy tercengang. Namun Bibinya langsung menangis mendengar itu. Ia begitu sedih mendengarnya. Sungguh sebuah mimpi buruk jika ia mendapat kabar kematian anak tunggalnya yang sejak kecil di bawa pergi oleh mantan suaminya .
" Kak..." Yoga hendak protes pada Romi yang membuat ibu mertuanya menangis pilu.
Raja Singa satu ini... Mulutnya benar benar deh. ..sikapnya masih saja menyebalkan.. Gak menjaga perasaan orang sama sekali..
" Tenang saja Bu..Mas Ricky pasti masih hidup.." Kristy berusaha menghibur Ibunya untuk menenangkannya.
.
.
" Romi... Kau ini benar benar ya.." protes Nara saat mereka sudah pergi jauh dari Yoga famili. " kenapa berkata seperti itu dan membuat ibu tua..ah ibu mertua Yoga menangis.."
" Itu menyenangkan.." jawab Romi sambil tertawa tawa.
" Dasar psikopat! " ucap Nara kesal.
Hahaha...rasain lo Yog... Ini balasan dari gue...Gara gara lo ..gue jadi takut menyentuh Kinara kemarin.. Ustad Romi? .....ci_ih!!!
.
.
Sementara itu di Jakarta. Guntoro yang sudah sembuh dan berangkat ke perusahaannya kesal sekali saat mendapat laporan dari anak buahnya. Yoga dan Romi yang beberapa hari ini absen dan pergi ke luar kota dan belum juga kembali ke kantor membuatnya murka. Terlebih dengan foto foto yang diberikan oleh anak buahnya. Dimana terdapat gambar Yoga bersama Kristy , Yoga yang terluka parah dan harus di rawat gara gara ribut dengan Bisma, dan juga foto kebersamaan Romi dan Kinara menantunya. Mereka nampak mesra seperti pasangan kekasih yang saling mencintai. Semua hal itu benar benar membuatnya murka.
Ia melemparkan segala macam barang yang ada di meja kerjanya hingga berserakan ke lantai.
Gara gara perempuan itu anakku hampir mati lagi...Janda miskin sialan... Pengagum goblok itu juga...Ngaku sahabat menikung dari belakang...Membuat putraku terbaring sakit parah di rumah sakit...Menantu yang kelihatannya alim itu juga.. Ternyata selingkuh dengan anjing peliharaan ku.. Beraninya budak anjingku itu menggigit majikannya....Akan ku habisi mereka semua... Akan lu bunuh siapapun orang yang berani mengganggu keluarga ku....
Anak buahnya yang barusan memberi laporan pada Guntoro itu bergidik ketakutan saat melihat Tuan Besarnya tampak begitu murka seperti iblis dengan wajah kemarahannya. Ia seperti akan \*\*\*\*\*\*\* habis siapapun musuhnya.
" Cepat hubungi Ryan!! " ucapnya keras.
Anak buahnya segera mengambil hpnya dan menghubungi nomor Ryan. Ryan adalah anak buahnya yang bersembunyi di balik kostum militernya. Dia adalah seorang tentara yang di didik dan di sekolahkan nya sedari kecil. Guntoro menyekolahkannya dan menjadikannya anggota pasukan khusus yang mempunyai banyak keahlian . Salah satunya adalah sniper.
Ia sering menggunakan Ryan jika mempunyai musuh atau saingan bisnis yang mengganggu dan mengusik bisnis dan juga keluarganya. Dan Ryan adalah algojo nya. Dia akan menjadi malaikat maut yang mencabut nyawa orang orang yang mengganggu Guntoro.
Ryan juga selalu mengerjakan tugasnya dengan baik. Ia juga pintar merencanakan dan menyamarkan sebuah pembunuhan menjadikan sebuah kecelakaan . Seperti saat ia menghabisi Bulan dulu. Semua sudah di perhitungkan nya dengan matang.
.
.
" Ada yang bisa saya bantu, Tuan Besar?" tanya Ryan seorang pemuda dengan perawakan tinggi dan proporsional. Kulitnya hitam gelap dan rambutnya cepak. Hidungnya mancung ,dagunya lancip dan bibirnya sedikit tebal. Tatapan matanya tajam dan sarat dengan kebengisan. Ya dia memang pembunuh berdarah dingin.
Ia datang menghadap Guntoro masih lengkap dengan seragam militernya.
" Aku punya tugas baru untukmu..Dan karena kali ini tugasmu agak banyak ...Aku ingin kau membawa orang terpercaya mu... Kalau bisa wajah baru.. agar bisa jadi kejutan untuk musuhku..Kematian manis yang sangat menyakitkan.." ucap Guntoro sambil tersenyum licik.
" Itu mudah Tuan Besar ...Asal sesuai dengan bayarannya..."
" Kali ini jika kau berhasil...bayarannya fantastik.. Kau tak akan bisa membayangkan seberapa besar jumlahnya.."
" Menarik sekali Tuan. Aku penasaran sekali dengan targetku..." ucap Ryan.
Guntoro menyodorkan sejumlah foto , banyak wajah wajah asing yang tidak di kenalnya. Bisma, Kristy, dan Kinara. Namun satu foto terakhir sangat mengejutkan nya.
__ADS_1
" Tuan Besar...ini..."ucapnya tak percaya saat melihat foto Romi di sana. Sahabatnya dan juga anak buah Guntoro sendiri , tangan kanannya , anak angkatnya...Dia benar benar shock saat mengetahui Romi juga menjadi target yang harus ia hilangkan nyawanya. Guntoro benar benar tak pandang bulu pada targetnya.