KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
211. CALON PENAKLUK WANITA


__ADS_3

Xavier dan genk SMA nya bolos sekolah dan mendatangi kampus Mimi. Mereka membawa drum , galon dan botol botol minuman kosong. Mereka kemudian menyanyi bersama dan memainkan musik dengan barang barang ala kadarnya itu . Mereka menyanyi sambil meneriakkan nama Mimi di depan gerbang masuk kampus Mimi.



Mimi yang baru datang dengan baik ojek begitu terkejut mendengar Xavier memanggil namanya . Apalagi paduan suara teman temannya yang begitu gaduh itu .



" Mimi...Itu fans kamu...hihi.." teman kampus Mimi pada menertawakannya.



" Ga..ga kenal.." ucap Mimi menutupi rasa malunya.



" Mimi.." Xavier malah mendatanginya.



" Hihi .." temannya menertawakan Mimi saat Xavier mendekat.



" Mimi Mimi Mimi...apa kau menyukainya ...aku dan teman temanku menyanyikan lagu cinta untukmu.." kata Xavier sambil menempel nempel seperti seekor anak kucing pada majikannya.



" Ih...Bikin malu..." kata Mimi sambil menutupi mukanya.



" Ci luk baa..." Ucap Xavier seraya memberikan setangkai bunga mawar 🌹 merah pada Mimi sambil membuka telapak tangan yang menutupi mukanya.



" Mimi...I love you ..terimalah cintaku..." ucap Xavier seraya berjongkok seperti orang melamar untuk menyatakan rasa cintanya.



" Cie cie..." teman teman kampus Mimi yang lewat dan ada di sekitar gerbang pada meledek dan menertawainya



Sedang teman Xavier makin gaduh memainkan alat musik dan memukul\_mukul kan botol Aqua itu sambil berseru " Terima...terima...terima....terima!!."



" H i h...bocah ini..." Mimi geregetan dengan Sikap Xavier itu dan teman temannya itu.



Tanpa kata Mimi mengambil bunga dari Xavier , Xavier langsung tersenyum. Jika Mimi menerima bunga itu , artinya ia menerima cintanya .



" Yeeeeee..." teman teman Xavier ikut senang pula.



Namun senyum dan sorakan mereka berakhir tatkala Mimi malah membuang bunga dari Xavier ke tempat sampah.



Kemudian Mimi meninggalkan Xavier dan teman temannya yang shock dengan sikapnya tersebut.



" Pak satpam ..telpon satpol PP... laporkan ada anak anak SMA bolos di kampus kita..." tambah Mimi pula.



" Yuk bubar.." kata Xavier kemudian segera mengajak anak buahnya pergi dari pada di tangkap pol PP.



" Huuuuuu ..." anak buah Xavier pada membuang botol botol kosong ke sembarang tempat.



Xavier bahkan menghampiri satpam tersebut . " Awas kalau berani lapor " ucap nya sambil mengancam dengan kepalan tinjunya👊."



Kemudian ia dan genk nya pun pergi. Mereka menaiki sepeda motor dan saling berboncengan. Ada yang satu motor berdua, tiga malah ada yang sampai 4 anak. Dan sebelum pergi mereka sempat membunyikan knalpot nya non standard yang cukup membuat bising dan juga mengeluarkan banyak asal .



Mereka pun tancap gas sambil memenuhi jalan dan juga memakan jalan lawan arah. Sembari mengibarkan bendera Genk mereka.



" Pengagum mu itu anak SMA mana Mimi..."



" Mereka liar seperti preman "



" Anak Genk ya..." teman teman Mimi pada menanyainya.



" Bocah nakal itu anaknya Budhe (Bibi / Jawa\*) gue... Gak Taulah nakal atau enggak...tapi dia memang belagu...Mentang mentang anak orang kaya" kata Mimi pada teman teman dekatnya.



" Pantes s o n g o n g... ngandelin kekayaan Bapaknya..."



" Emang sekaya apa orang tua nya..sampai sok seperti itu.."



" Kalian tau perusahaan Pratama?"



" Perusahaan besar dekat sini itu?" tanya teman temannya balik.



" Iya... Dia anak pemiliknya..." jawab Mimi.



" Wow.... pantes sombong...bapaknya super tajir..."



" Beruntung Lo lu Mi...di sukai cowok seperti itu..."


__ADS_1


" Dia itu bocah banget ga\_es...usianya baru 15 tahun.....Dia cuma gede badan doang...tp masih Bocil..." kata Mimi.



" Masak Mi?"



" Beneran..."



" Dia Odi\_pus kompleks ya..🤭🤭🤭"



" Makanya...aku gak mungkin mau sama dia ..Lagian...Hehe....aku sudah punya cowok yang ku sukai .." terang Mimi.



" Kakak kelas kita itu lagi? Kak Abimanyu? "



" Hehe..."



" Cowok pengecut seperti itu di sukai...buat apa...Dia suka tapi gak berani nembak..payah. "



" Kamu nya juga gak berani bilang..."



" Jelas enggak lah... Cewek itu menunggu."



" STT....orangnya lewat..." kata Teman Mimi berbisik pelan.


Mimi dan teman temannya melihat dengan kakak kelasnya yang berjalan menuju ke mereka.



" Kak Abimanyu .." sapa teman teman Mimi.



Cowok tampan berwajah tirus dengan mata teduh dan alis tebal itu tersenyum pada mereka. Sepintas ia nampak melirik Mimi yang nampak menunduk malu malu.



" Pagi.." sapa nya Ramah.



" Kakak...Tadi lihat kehebohan di pintu gerbang tidak?" tanya teman Mimi.



" Hei ..." Mimi menyentil teman temannya.



" Oo. ... penggemar Mimi tadi ya..." ucap Abimanyu sambil tertawa kecil. " lucu ya...penggemar Mimi Bocil.."




" Ih .apa sih..." ucap Mimi sambil mencubit temannya.



Abimanyu sepintas melirik Mimi..." Mi ...nanti istirahat kita jumpa di perpus lagi ya .. " kata Abimanyu.



" I...iya..." jawab Mimi.



" Oke..kakak..cabut dulu ya ..Bye.." Abimanyu pun segera berlalu



" Kalian ini apa apaan sih...aku kan jadi malu .." kata Mimi pada teman teman cewek terdekatnya itu.



" Habis geregetan banget lihat kalian ..dari dulu gak ada kemajuan...suka sama suka...tapi gak ada yang berani maju...Cuma tiap hari di ajak ke perpus Mulu...ngapain coba.."



" Biasanya kita ngerjain tugas bareng...Dia bantu aku...kalau gak gitu paling juga diam baca buku. Terusan kita ke kantin beli minum atau Snack gitu aja..."



" Makanya kita gemes sama kalian..."ucap teman temannya pada geregetan. Mimi cuma tersenyum saja.


.


.


.


Xavier yang hari ini bolos sekolah, mendatangi perusahaan Romi setelah nongkrong di kafe bersama teman temannya. Ia bersikap biasa saja seolah baru pulang sekolah seperti biasa .



" Mika..." panggilnya saat berlalu di depan meja resepsionis.



" Huh..." Mika nampak kesal. Xavier tahu itu karena Sabtu dan Minggu kemarin dia tidak mau menjemput dan apel ke tempat Mika.



" Sorry , Mika.....Tiap Sabtu dan Minggu aku ada acara yang tidak bisa di ganggu... Tapi Senin sampai jum at aku bisa ko...Nanti ku antar pulang...kalau mau belanja juga boleh.."



" Hem..."



" Aku kerja dulu... pesankan makanan untukku dan antar ke ruangan ku ..." kata Xavier .Mika mengangguk.



Xavier masuk ke ruangannya dan seperti biasa Romi sudah menyediakan setumpuk pekerjaan untuknya.


.

__ADS_1


.


Sementara Romi sedang ber\_telponan dengan Yoga . Yoga yang sejak beberapa hari lalu kembali memegang perusahaan di Surabaya. Ia duduk santai di ruang CEO nya dulu lagi.



" Kalian benar benar mengakali ku ..Andi bilang cuti istirahat..ternyata alasan saja supaya aku kembali menghandle perusahaan ini. ...Dia minta aku membantunya...tapi di pertemuan pertemuan bisnis dia memperkenalkan aku sebagai CEO baru..."


kata Yoga


" Hahaha...Kan itu memang perusahaan mu...Kalau kau ke sini pun kau juga akan ku jadikan CEO...Aku jadi wakilnya... Sudah lanjutkan saja...Nanti kalau Dafa Dafi mau ajak sekalian ngurus perusahaan...Buka Cabang lagi serahkan ke mereka..." kata Romi enteng.



" Lalu bagaimana kabar anak bandel ku itu kak .." tanya Yoga



" Seperti biasa... Tapi aku sudah mulai bisa mengendalikannya ...Ni lihat ..gambar anakmu. Dia serius mengerjakan tugasnya di depan komputer . Dia sekolah dia juga belajar dengan rajin...tahun depan mau satu kuliahan dengan Mimi katanya .. Dia b u c i n parah seperti kau dulu .." kata Romi sambil memperlihatkan C C T V di ruangan Xavier yang muncul di komputernya pada Yoga. Xavier nampak serius melakukan tugasnya.



" Huuu\_uff.... Baguslah kalau dia mau kerja...Kalau Mimi ..kok gimana ya ..Anak itu Lo tidak suka sama Xavier...tapi Xavier ngeyel terus...itu kan mengganggu Mimi ..Aku sungkan sama Daren dan Dea (Ortu Mimi/Adik ipar Kristy dari pihak Raka)..."



" Sudah...Biarkan saja ..Lagian Selain Mimi anakmu juga punya pacar lain...Kalau sama Mimi gagal dia sudah punya gantinya..."



" Astaga..."



" Turunan mu Yog.... " Yoga menepuk keningnya.



" Tapi yang penting dia sudah mengurangi sedikit nakalnya...Dia sudah tidak ikut tawuran dan malak lagi..."



" Tolong di awasi benar benar kak...Aku tidak ingin dia jadi Bad boy.."



" Oke.." jawab Romi


.


.


.


.


Mika mengantar makanan Xavier ke ruangannya.



" Xavier...kamu tadi minum alkohol ya..." tanya Mikaila yang sudah hafal dengan bau alkohol yang kini tercium kuat dari Tubuh Xavier.



" Sedikit...Tapi gak sampai mabuk kok..Orang aku bawa motor.." jawab Xavier.



" Aku tidak suka dengan pemabuk .."



" Kan aku sudah bilang...tidak sampai mabuk.. Justru kecantikan mu yang memabukkan ku..." kata Xavier sambil mendudukkan Mika ke meja kerjanya. Dan kemudian Xavier mulai mendekat.



Keduanya saling berpandangan dalam jarak yang begitu dekat.. Xavier menatapnya dengan tajam.


.


*Ya ampun...bocah ini...benar benar terlalu tampan...apalagi tatapannya itu..Ia tampak gagah...



Sial...bocah kecil seperti ini pun bisa juga membuatku berdebar....Terlepas dari usianya...Aku ingin mencium cowok cool ini*....


.


.


Mika menyentuhkan jemari lentiknya pada pipi Xavier dan kemudian mendekatkan wajahnya. Ia menempelkan bibirnya itu ke bibir Xavier. Xavier sesaat tersenyum namun kemudian iapun balas mengecupnya.



" Kau masih pemula ..." Ucap Mika yang merasakan Xavier tidak pintar berciuman.



" Kau wanita pertama yang mencium ku selain Mamaku..."



" Mama mu mencium bibirmu?" tanya Mika



" Iya...saat aku masih kecil.." jawab Xavier sambil tersenyum nakal .



" Itu bahkan tak termasuk ciuman.."



" Kalau begitu Kau yang ajari aku..." Kata Xavier.



" Dengan senang hati..." Mika kemudian mencium Xavier kembali dengan lembut. Menautkan kedua bibir mereka dan menyesapnya. Xavier mengikuti nya. Ia pun belajar melakukan hal yang sama.



*Jadi ciuman ini rasanya seperti ini....Ciuman nya manis sekali semanis wanita cantik ini...



Gila...aku tidak ingin melepaskannya...Aku ingin terus menciumnya*...


.


.


Romi yang masih belum mengalihkan komputernya ke progam pekerjaannya melihat yang di lakukan Xavier itu...


__ADS_1


" Yog... sebentar lagi anakmu akan jadi penakluk wanita ..😤 ...Dia dapat guru yang Pro..." gumam Romi...


__ADS_2