KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
160. BENCANA


__ADS_3

Restoran Yoga mulai buka dan ramai pengunjung. Dan mayoritas pengunjung resto nya anak kalangan muda. khususnya gadis gadis remaja .Dafa dan Dafi memberikan daya tarik tersendiri , mereka bak magnet yang mampu menarik banyak kaum hawa pada berdatangan ke restoran mereka.



" Harusnya nama restoran kita ganti kafe ya Mas...ini seperti tempat nongkrong para ABG.." kata Kristy



Yoga tersenyum " Anak kita harusnya jadi idol saja dengan wajah tampan seperti itu...Semua yang kesini semua fans mereka. Mereka nurun aku waktu muda dulu...banyak penggemarnya..hehe... "



" Sekarang sudah tua ya..." goda Kristy.



" Dewasa sayang... Gak kalah ganteng sama anak nya..."



" Apa iyah? "



" Iya dong..." jawab Yoga sambil memeluk Kristy. " suamimu ganteng tidak?" Tanya Yoga sambil menatap istrinya penuh cinta



" Kasih tau gak ya..."



" Hem... Mahalnya memuji suami sendiri?"



" Hehehe..."



" Ayo jawab ..Nanti aku kasih hadiah.."



" Apa?" tanya Kristy sambil kedua tangannya melingkar di leher Yoga.



" Full servis nanti malam...Mau gak.."



" Hahaha.. Yang untung siapa coba?"



" Ayo bilang..."Yoga merajuk



" Iya iya suamiku...Kamu yang paling tampan sedunia..." Yoga tersenyum mendengar pujian istrinya itu.



" Kamu juga yang tercantik bagiku sayang.." Yoga kemudian memberikan sebuah ciuman manis yang kemudian di balas oleh Kristy.



" Mm..." Kristy menikmati ciuman mesra suaminya itu yang kemudian mulai memanas dengan permainan lidahnya. Kristy sampai merem melek mendapati serangan agresif suaminya itu.



Yoga melepas tautan bibir dan lidah mereka dan segera menuju ke pintu kemudian menguncinya.



" Mas...? "



" Ga nahan Dik...sekali saja..sebentar deh...Aku main cepat..."



" Mas ini di dapur lho...dan lagi restoran pas rame...harus segera menyiapkan pesanan.."



Yoga mendatangi Kristy seolah tak peduli sambil melepas ikat pinggangnya. Kemudian celana panjang dan bokser nya pun juga di tanggalkan . Hingga ia cuma memakai kemeja atasan saja.



Kristy tak berkutik saat Yoga mulai mencium nya lagi dengan begitu agresif. Dan akhirnya...



" Ahhhh... Lagi mas... Terus...Lebih dalam..."Kristy pun terbuai dalam permainan cinta Yoga. Bahkan ia lebih menuntut untuk di puaskan olehnya.



Yoga menuruti permintaan istrinya. Ia memegang kedua paha Kristy dan menghujamkan lebih masuk ke inti tubuh istrinya. Perlahan namun pasti ia menelusup sempurna . Dan kemudian mulai intens menggerakkannya. Maju mundur dengan cepat.

__ADS_1



Kristy yang posisinya menungging dan bersandar di meja hanya bisa mengeluarkan suara desah manjanya menikmati perlakuan suaminya itu saat benda itu bergerak semakin cepat



" Mas...Mas Yoga..." Kristy menapakkan jemari tangannya di meja kuat kuat saat ia hendak mencapai puncaknya.



" \_Aaahhh..." Lenguh Yoga saat cairan panas miliknya tumpah memenuhi liang istrinya. Ia menghentikan gerakannya sambil mencengkeram tubuh Kristy kuat agar ia semakin dalam saat menyebarkan pupuk untuk anak dalam kandungan istri nya itu.



Sebuah sensasi yang teramat sangat menyenangkan mengalir menyebar ke seluruh tubuhnya. Rasanya kian melayang terlebih saat miliknya dicengkeram kuat dengan denyut dan kedut yang memabukkan saat Kristy pun mencapai puncaknya.


.


*Kristy ini sangat nikmat sekali...Aku tidak pernah bosan bermain dengannya.. Meski sudah bertahun tahun menikah dan melakukan percintaan dengannya...Ini selalu menyenangkan...Aku terus ketagihan...



Mungkin karena dia belum pernah melahirkan secara normal...jalannya masih rapat..gigitannya .... \_ehm... Aku bisa gila...Sensasinya selalu luar biasa*...


.


" I love you sayang.." Yoga memberikan sebuah ciuman manis untuk istrinya.



" I love you too Mas Yoga..." Untuk sesaat lamanya mereka saling ber\_pagutan. Dan kemudian Yoga melepaskan Kristy.



" Sebenarnya aku masih ingin lagi...Sekali masih kurang...tapi pesanannya banyak...Kita selesaikan ini dulu..." Yoga melihat tumpukan pesanan yang harus mereka siapkan.



" Mas sih... Udah tau kerjaan numpuk malah ngajak main.."



Yoga tersenyum. " Habis setiap dekat kamu...Sinyal ku langsung tinggi Dik..."



" Hihi..." Kristy tertawa kecil.



Keduanya segera membetulkan pakaian mereka dan kemudian mencuci tangan. Baru setelah itu menyiapkan bahan bahan untuk memasak sesuai daftar pesanan.




Kristy tersenyum bahagia dengan perhatian suaminya itu.



" Lagian kamu kan tidak ada tanggal merah Dik sampai melahirkan nanti..Jadi aku juga bisa terus main sama kamu...hehe..."



" Oh..ternyata modus ya. "



" Hahaha...Xavier dulu cuma sekali main sampai lahir tidak pernah ku beri pupuk...Kan kasihan..Jadi adiknya ini mau ku beri banyak sambil buat jalan agar lahirnya bisa normal..Aku tidak mau kau merasakan sakit operasi sesar lagi Dik...Masak di kehamilan ke tiga perutmu harus di sobek lagi dengan pisau bedah...Aku tidak tega..."



Kristy begitu tersentuh dengan kata kata Yoga yang begitu menyayanginya.



" Aku semakin menyayangimu Mas.."ucap Kristy sambil memeluk Yoga lagi. Yoga tersenyum dan menatapnya penuh cinta.



" Dik , lagi..."



" Nggak nggak.. Katanya nanti malam....Sekarang sudah berarti. Nanti saja kalau sudah tutup resto... Sekarang pesanan dulu..." Kristy buru buru melepaskan Yoga .Memakai celemek nya dan segera memasak.



Yoga cuma tertawa kecil melihatnya. Istrinya itu sangat menggemaskan. Andai saja mereka tidak sedang bekerja. Ia pasti tak akan melepaskan Kristy sedikitpun. Mengajaknya terus bercinta sampai mereka puas.


.


.


.


" Yoga dan Risa masih belun memberi kabar? " tanya Guntoro pada Romi begitu ia balik dari Italia.



" Belum Tuan Besar.."

__ADS_1



" Bagaimana mereka bisa bertahan hidup tanpa uang?...Seharusnya dalam sebulan ini mereka sudah pulang kembali ke rumah. Bagaimana laporan anak buah mu?"



" Yoga membuka usaha mandiri dan itu berjalan lancar..."



" Bagaimana bisa?...Darimana dia mendapatkan modal usaha..Apa kau membantunya , Rom ?" tanya Guntoro.



" Tidak Tuan Besar ..Yoga punya banyak teman..Mungkin mereka yang membantunya.."



" Hancurkan usaha nya..."



Romi begitu terkejut mendengarnya. Ia sampai membelalakkan mata sipitnya lebar lebar.


.


*Yoga itu anak kandungnya sendiri...dia baru saja bangkit dari keterpurukan ekonomi...Sekarang dia mau menghancurkan usaha anaknya..orang tua macam apa ini*..."


.


" Tapi Tuan Besar...usaha Yoga cuma restoran kecil..."



" Hancurkan!! Ratakan semua!!!...Aku tidak peduli apapun...pokoknya Yoga dan Risa harus kembali ke rumah !!"



Romi menghela nafas panjang. Kenapa posisinya harus berada di bawah Guntoro dimana dia yang mengendalikan hidup dan semua yang di lakukannya.



Beberapa waktu lalu , ia sudah menghubungi partner mereka untuk tidak menerima ataupun membantu Yoga apapun atas perintah Guntoro. Sekarang ia juga di suruh menghancurkan usaha adiknya yang baru saja di mulai.



Ia selalu di jadikan eksekutor dalam perintah buruk Guntoro. Kalau untuk orang lain memang mudah, tapi ini adiknya sendiri...Adik yang sangat di sayanginya . Bahkan ada ibu angkatnya pula. Bagaimana hidup mereka nanti? Bagaimana nasib anak anak Yoga jika Yoga tidak mampu memberikan kecukupan ekonomi?


.


*Manusia iblis ini sama sekali tidak memikirkan bagaimana nasib istri, anak dan cucunya*...*sungguh terlalu*....


.


.


.


Keesokan paginya Yoga, Kristy ,Risa dan Rasti juga anak anaknya segera berangkat ke restoran mereka saat mendapat sebuah kabar buruk dari tetangga resto nya.



Mereka turun dari mobil dan melihat kerumunan banyak orang. Juga polisi, dan petugas pemadam kebakaran .



Mereka shock saat melihat banyak orang bersama petugas pemadam kebakaran sedang sibuk berusaha memadamkan api . Si jago merah yang berkobar besar itu melalap habis restorannya dan beberapa toko di kanan kiri restorannya.


.


*Ya Tuhan...ini apalagi...Bagaimana bisa restoran kami hangus terbakar dan hancur berkeping keping seperti ini...Padahal modal pemberian Andy dan Bisma sudah ku habiskan di sana...Aku juga belum mendaftar asuransi*....



*Sisa dana ku buat trader cuma sedikit..dan hasilnya belum nampak... Aku sudah tidak memegang uang lagi untuk modal usaha jika kami harus mengulang dari awal lagi*...



*Uangku juga sudah habis...Aku benar benar tidak punya apa apa lagi sekarang... Aku juga tidak mungkin hidup menumpang pada mertuaku terus*....



*Sekarang aku harus bagaimana*..


.


Yoga benar benar pusing. Baru saja kondisi ekonominya stabil dalam satu bulan ini , tiba tiba bencana datang. Dan itu membuatnya terpuruk sangat dalam. Finansial keluarganya anjlok bahkan bisa di bilang minus. Bagaimana ia harus menghidupi Mama, Istri dan ke empat anak mereka?



" Ini perbuatan Papa mu..." ucap Risa



" Ha?" Yoga kaget dan langsung menoleh ke Mamanya.



" Dia benar benar ingin kita jatuh miskin..agar kita kembali padanya..." kata Risa lagi. Ia juga sudah hapal betul bagaimana karakter suaminya. Bagaimana sepak terjangnya.


__ADS_1


Yoga tercengang. Benarkah Papa nya sampai tega seperti itu pada mereka?...Sungguh sangat di luar nalarnya. Bagaimana ada orang tua yang tega menghancurkan anaknya sendiri?.....


__ADS_2