
Keesokan harinya Kristy terbangun dan merasakan badannya pegal pegal. Ia ingat tadi malam saat ia mulai tertidur , Yoga terjaga lagi dan langsung mengulanginya. Dan itu tidak cuma sekali. tapi berkali kali. Bahkan saat ia sudah tidak kuat membuka matanya Yoga tetap melakukannya. Dan Yoga memaksakan pose yang di inginkan nya tanpa bisa di tawar. Kurang tidur , terus melakukan pergumulan dan berulang kali membuat dirinya kecapekan .
Ia melihat Yoga yang sudah terbangun dan berada di atas tubuhnya .
' Oh tidak...Sepertinya ia juga ingin melakukannya lagi ...'batinnya meronta
Dan benar dugaannya Yoga sudah bersiap siap hendak melakukannya lagi.
" Sudah Yog.." ucapku sambil menahan tubuhnya.
" Aku capek.. Kau pasti juga capek kan..Dari semalam kita sudah terlalu banyak melakukannya "
Aku terdiam sambil menatap Kristy.Ia nampak kelelahan dan mata panda nya sedikit tampak di wajahnya karena kurang tidur.
" Kita harus punya anak Kris..."
" Kita akan memilikinya Yog...tapi tidak begini juga.."
" Raka baru menikah denganmu saja bisa mempunyai Dafa dan Dafi ..Kita yang sudah hampir 1 tahun menikah belum juga di karuniai anak..Padahal kata dokter aku tidak mandul..tapi kenapa tidak juga mendapatkannya.." aku mengeluarkan isi hatiku.
" Aku sudah bilang Yog...anak itu adalah anugerah dari Tuhan..Kita tak bisa memaksakan diri seperti ini.. selain berusaha kita juga berdoa Yog..Aku yakin suatu saat kita akan memilikinya..
Cuma kita harus sedikit bersabar.." ucap Kristy berusaha menenangkan hati suaminya .
" Tapi aku takut kalau itu terlambat..."
' Seperti tadi malam...Kalau saja kau bertemu dengan Papaku.. kau pasti sudah tahu siapa aku.. kau pasti akan membenciku dan mungkin meninggalkanku... tapi jika punya anak..mungkin kau masih bertahan di sisiku..'
Semua ucapan itu tersimpan di dalam hatiku. Kegundahan ku...ketakutan ku..
" Tidak ada kata terlambat Yog...kita masih sama sama muda.. kita pasti bisa punya anak.. bukankah ada banyak sekali caranya..contohnya seperti bayi tabung...kita bisa konsultasi ke dokter kan.. kalau seperti ini kau bisa sakit.. kau butuh istirahat juga.. " ucap Kristy dengan lembut
Aku terdiam. 'Benar juga.. Aku pernah mendengar istilah itu . Bayi tabung..kenapa itu tidak pernah terpikir dari dulu ya... '
Aku tersenyum . Ya.. aku akan mencari informasinya nanti
" A.aah....badanku rasanya remuk " ucapku sambil membaringkan tubuhku di samping Kristy. Sebenarnya aku juga lelah tapi karena terlalu ingin cepat mempunyai anak aku mengabaikannya kemarin.
" Makanya Yog... sabar.. banyak kok pasangan yang menikah bertahun tahun belum punya anak..kita satu tahun aja belum ada.. Kita berhubungan juga baru beberapa bulan ini.." Kristy sambil ber\_manja di pelukan Yoga.
" .. " Yoga tak menjawab hanya memeluk Kristy lebih erat.
" Kamu tidak kerja?"
" Aku berangkat agak siang saja. Mau istirahat sebentar " jawabnya
Kristy memahami keinginan Yoga itu. Tidak cuma Yoga , pasti semua pasangan yang sudah menikah juga menginginkannya.
__ADS_1
" Yog.."
" Hem.."
" Kalau kita punya anak nanti .. Kau ingin memberi nama siapa " tanya Kristy kemudian.
Aku membuka mataku , aku membayangkan andai saja aku memiliki anak...
" Kalau cewek aku ingin menamainya 'Cinta' ... dia kan anak dari percintaan kita.." Kristy tersenyum. Ternyata simpel sekali pikiran Yoga.
"Dan kalau cowok aku ingin menamainya Safir..."
" Kenapa Safir.. itu seperti nama berlian.."
" Iya... Safir memang nama batu berharga.. anak perempuan itu istimewa ... tapi kalau laki laki itu sangat berharga.. Dia akan menjadi penerus ku nanti ..'
" Ooo...begitu.."
" Lebih bagus lagi kalau anak kita juga kembar seperti Dafa dan Dafi.."
" Sepertinya itu tidak mungkin Yog.. yang memiliki garis keturunan kembar itu dulu Mas Raka..bukan Aku.. Jadi kalau punya anak paling ya cuma satu.."
" Ya sudah...satupun juga tidak apa apa.. Kalau pingin lagi kita buatkan adiknya lagi.."
.
.
" Andi...carikan info Dokter terbaik...Aku ingin melakukan progam bayi tabung "ucapku pada Andi saat aku sudah berada di kantor sesudah beristirahat kembali.
" Bayi tabung Yog ?"
" Ya "
" Kau yakin mau ikut progam bayi tabung Yog " tanya Andi. Aku mengangguk
" Tapi prosesnya rumit dan menyakitkan lho Yog.. Dan semua Kristy yang menanggungnya.. Pertama dia harus rela malu ada orang lain yang melihat tempat privasinya , kedua ia harus meminum obat untuk menyuburkan sel telurnya dan kemudian di bius untuk mengambil dan memindahkan sel telur itu , itu menyakitkan Yog. Dokter menggunakan alat yang di masukkan ke sana.." Aku terdiam
"Lalu dia juga harus siap jika kehamilannya mungkin lebih dari satu dan mungkin hamil di luar kandungan. Dan juga harus siap dengan resiko prematur, keguguran, atau bayi meninggal sebelum lahir atau mungkin bayi cacat..."
Aku semakin terdiam . Begitu besar resiko yang harus di tanggung nya.
" Dan ini yang terparah Yog... bukan berprasangka buruk lho.. Saat proses sel telur di campurkan dengan sel benih suami.. Jika benih suami ini gagal membuahi kemungkinan akan di campurkan dengan bibit donor agar pembuahan berhasil.. Jadi takutnya.. anak itu bukan hanya anakmu tapi bisa juga anak dari orang lain..."
Aku shock mendengar penjelasan detail dari Andi itu.
" Aku lumayan tahu hal ini karena ada sanak saudaraku yang juga pernah melakukan itu. Dan dia memang punya anak tapi anaknya itu menurutku terlalu sempurna , tidak mempunyai kemiripan dengan orang tuanya. Makanya aku dulu sempat berpikir ia mungkin mendapat bibit donor dari orang lain. Toh ia melakukan bayi tabung itu di luar negeri "
__ADS_1
' Membesarkan anak dari benih orang lain di rahim istriku... Tidak...Aku benar benar tidak rela...Itu berarti bukan anakku !!"
" Batalkan.. Aku tidak mau ambil resiko " ucapku cepat.
Andi tersenyum. " Pilih yang alami saja Yog...Yakin kau pasti bisa. Nih.. obat yang ku beli di apotik resep dari dokter Herman kemarin.. Kau coba yang ini saja...Kau masih muda .. masih banyak kesempatan untuk mencobanya..." kata Andi sambil memberikan obat tersebut ke meja Yoga.
" Memang masih muda Andi tapi waktuku terbatas.. Kemarin saja aku hampir ketahuan.. Kristy hampir saja bertemu Papaku..."
" Hah?..Kok bisa.."
" Papa ku tiba tiba datang saat kami makan malam dengan Tuan Abraham... Kau tahu tidak ternyata alasan dia ngotot menyuruhku mengajak Kristy dan anak anak.. ternyata dia mau menjodohkan aku dengan Kak Celine "
" Hahaha.. Pantas saja.."
" Kali ini sepertinya rencana Papaku..Tuan Abraham lho saling kontak dengan Papa.."
" Hahaha.. " Andi cuma tertawa
" Padahal Kak Celine itu jauh usianya di atas ku.. Memang dia cantik dan cerdas..tapi kalau sesuai usianya dia lebih cocok dengan Kak Romi "
" Kalian para orang kaya sepertinya hanya ingin perputaran uang di lingkungan kalian saja ya.. anak orang kaya di jodohkan dengan anak orang kaya...kalian akan terus kaya turun temurun.. benar benar deh "
" Tamak kan.." ucapku. Andi mengangguk angguk sambil tersenyum.
" Siapa yang tamak ?" tanya seseorang yang baru. tiba menyelonong masuk ke ruangan Yoga.
Aku menoleh dan kulihat ternyata ada Papa ku dan Kak Romi di sana
" Tuan Besar.." Andi langsung memberi hormat.
" Kenapa tak ketuk pintu dulu .." tanyaku sedikit kesal karena biasanya tak ada seorangpun yang berani masuk ke ruangan ku tanpa seijin ku terlebih dahulu.
" Memangnya kenapa kalau Papa tiba tiba masuk.. Takut ketahuan kalau lagi main sama perempuan.. " Canda Guntoro
" Yah.. siapa tahu Pa.." ucapku sambil menghampiri Papaku. Dan kemudian kami duduk di sofa.
Papa memberi isyarat pada Romi dan Andi untuk keluar . Keduanya langsung segera pergi.
" Kamu ini Yog.. kenapa sih menolak terus kalau mau di jodohkan.. Mamamu sebenarnya ingin kau bersanding dengan Bintang tapi kalau Papa sih mendingan sesama pengusaha saja seperti Celine.."
" Memang bintang tidak bilang apa apa?" tanyaku menyelidik
" Tidak..memangnya bilang apa.."
" Aku sudah memberitahu dia kalau dia cuma ku anggap adik "
__ADS_1
" Pantas saja dia sampai bilang tidak mau dijodohkan denganmu...Yog Yog..sampai kapan kau mau terus begini..Kau harus punya pendamping hidup Yog..Kenapa kau kemarin malah bilang ke Abraham kalau kau sudah punya istri dan anak..Kau benar benar tidak bisa melupakan Bulan ya sampai harus membayar orang untuk bersandiwara menjadi istri dan anakmu..." ucap Guntoro yang tak habis pikir dengan anaknya itu.