KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
185. PENYESALAN SELALU HADIR DI BELAKANG


__ADS_3

Guntoro terkulai bersamaan dengan suara letusan pistol itu. Yoga dan Romi dengan cepat menghampiri Guntoro.



" Papa !!" Yoga memeriksa keadaan tubuh Papanya. Ia sungguh takut jika tembakannya benar benar membunuh Papanya.


.


*Apa dia mati* ? Romi bertanya tanya dalam hati.


.


Yoga yang memeriksa keadaan Papanya heran , ia tak mendapati luka bekas tembakan di tubuh nya selain luka goresan peluru dari tembakan kedua tadi.



" Dia berhasil " Kata anak buah Eagle sambil menunjukkan apel yang berlubang tepat di tengahnya bekas peluru Yoga yang menembus apel tersebut.



Yoga dan Romi tersenyum senang. Mereka berhasil. Ternyata Guntoro jatuh bukan karena terkena pistol Yoga namun saking terlalu takut terkena peluru Yoga. Ia takut menghadapi kematiannya.



Guntoro benar benar terkena mentalnya , ia hampir terkena serangan jantung begitu tembakan itu lepas. Ia berpikir dirinya benar benar mati di tangan anak kesayangannya itu.



" fu fu fu...berhasil ya..." kara Eagle sambil tersenyum.



" Tepati kata katamu Brengsek...Kami sudah menang...Kami bebas..." sahut Romi cepat.



" Baiklah.... Aku membebaskan kalian. Aku pantang mengingkari kata kata ku sendiri. Kalian boleh pergi. Aku tak akan mengusik kalian lagi.." Kata Eagle.



Yoga dan Romi benar benar lega mendengar itu. Mereka tersenyum lega. Ternyata pimpinan gangster itu tidak mengingkari ucapan nya.



Eagle memberi isyarat pada anak buah nya untuk meninggalkan tempat itu bersama anak buahnya. Sesaat sebelum pergi , ia menepuk bahu Yoga.



" Kau benar benar anak yang berbakti...Aku sungguh salut padamu.."



" Mungkin Tuhan mengirim Yoga untuk menyadarkan Papanya " ucap Romi. Eagle mengangguk.



" Bukan cuma Yoga tapi kau juga Romi. Kalian anak setia meskipun orang tua kalian macam Iblis ... Dia itu sungguh beruntung mempunyai anak seperti kalian. " kata Eagle.



" Terima kasih kau sudah berbaik hati pada kami Eagle.." ucap Yoga kemudian.



Eagle tersenyum. " Ini hari keberuntungan kalian.." Yoga dan Romi pun tersenyum .



" Bagaimana kalau nanti kita minum minum bersama seperti saudara...." Eagle menawari mereka.



" Tidak !!" Jawab Yoga dan Romi bersamaan dengan cepat. Mereka tidak ingin berhubungan dengan Eagle lagi. Sama sekali tidak!



" Hahaha...Jangan begitu...Aku tidak akan mencelakakan kalian. Bukankah kita masih berteman Rom?" Romi menggeleng. Ia tak mau berteman dengan Eagle lagi karena manusia satu itu terlalu berbahaya. " Aku lho malah mau menawarkan bantuan pada kalian..bukankah kalian pengangguran dan miskin ..Jadi anak buah ku saja.. Aku akan menggaji tinggi kalian..."



" Tidak...Aku sudah punya pekerjaan di luar negeri... Anak dan istriku menunggu di sana" tegas Yoga.

__ADS_1



" Aku juga tidak mau...Aku akan ke tempat istriku. " Romi dengan tegas menolak tawaran Eagle.



" Ya sudah...terserah kalian. Kalau butuh bantuan ku... Jangan segan menghubungiku " pesan Eagle yang kemudian segera pergi dengan anak buahnya.



" Kau berhasil anak macan manja..." Romi tersenyum sambil mengacak acak rambut adiknya itu.



Yoga tersenyum. " Tanganku masih gemetaran Kak.."



" Hahaha.." Romi malah menertawainya.



Rasanya benar benar seperti mimpi bisa berhasil lepas dari Eagle. Dalam sejarahnya Eagle tak pernah melepaskan apalagi mengampuni musuh nya. Itu pertama kalinya dalam hidup Eagle di lakukan oleh Eagle. Yoga dan Romi benar benar beruntung.


.


.


.


" Yakin melepas mereka Bos ?" tanya anak buah nya.



" Ya... Biarkan saja mereka. Aku ingin melihat bagaimana Guntoro melanjutkan hidup setelah hidup miskin. Dia selalu hidup dalam kemewahan , dia pasti bunuh diri harus menjalani hidup sengsara tak punya apa apa dengan tubuh cacat itu . Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya. "



" Bos hebat juga...Masih memberi pelajaran pada iblis itu..."



.


.


...----------------...


.


.


.


Romi membawa Guntoro dan Yoga ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Luka luka di tubuh keduanya cukup parah sehingga mereka harus di rawat inap dan mendapat infus.



Luka Yoga cuma luka luar saja bekas pukulan dan tendangan mereka . Namun Romi memaksa untuk melakukan CT scan pada adiknya itu agar ia benar benar yakin Yoga tidak apa apa . Tidak ada patah tulang , retak atau apapun.



Sedang luka Guntoro cukup parah. Terutama luka bakar di dadanya akibat besi panas waktu itu. Lukanya sampai melepuh dan bengkak bernanah infeksi karena tidak di obati . Belum lagi luka goresan peluru di lengannya. Dan juga pengobatan kaki lumpuh patah tulangnya dulu. Ia harus menjalani perawatan panjang nantinya. Dan biayanya juga pasti sangat besar dengan serangkaian operasi nya pula.



" Iya Dik..Mas tidak apa apa...Kami sudah di obati..nih lihat ...tanganku di infus.." Yoga yang video call dengan Kristy dan anak anaknya mengabari mereka agar mereka tidak cemas. Ia menunjukkan tangannya yang di infus .



" Papa beneran tidak apa apa?" tanya Dafa dan Dafi.



" Iya sayang..."



" Opa nya Xavier juga?" tanya mereka lagi.


__ADS_1


" Iya Mas...Papa mu bagaimana?" tanya Kristy pula.



" Itu Papa, dia juga sudah di rawat.." Yoga menunjukkan gambar Guntoro yang berada di tempat tidur rumah sakit sebelah tempat tidurnya. Papanya yang sedang terbaring tertidur . Mungkin karena pengaruh obat yang di terimanya.



" Apa sakitnya parah ?" tanya Kristy.



" Ya..Lumayan parah " jawab Yoga. "



Kristy dan anak anaknya terdiam. Mereka bisa membayangkan bagaimana sakitnya Guntoro beberapa hari di tangan para gangster itu. Mereka pasti menyiksanya tanpa ampun.



" Daddy ..cepat kembali..I miss you.." kata Xavier dengan wajah imut nya.



" Tentu sayang..Daddy pasti cepat kembali kalau Opa sudah agak baikan...I miss you too sayang..."



" Cinta juga kangen Mas.." kata Kristy pada Yoga.



" Cinta apa Mamanya Cinta?" tanya Yoga sambil tersenyum. Kristy tersenyum pula.



" Mama Pa !! " Jawab Dafa dan Dafi bersamaan.



" Nah , ketahuan kan..Sabar Dik...Mas pasti cepat pulang.." Kristy tertawa pula akhirnya. Juga anak anaknya.



" Cie cie.." Dafa dan Dafi menggoda Mama nya sambil tersenyum. Xavier pun ikut ikutan pula


Yoga dan Kristy tersenyum bahagia bersama keluarganya. Keluarga hangat yang saling menyayangi.


" Sudah dulu ya Cinta Papa semuanya..Papa mau makan dulu..Belum makan sedari tadi. Besok Papa telpon lagi. " Kata Yoga sambil menutup telponnya.



Kemudian ia bangkit dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Romi sudah menunggu di luar pintu. Mereka hendak membeli makanan di kantin rumah sakit. Romi juga baru saja selesai menghubungi Kinara.


.


Guntoro membuka matanya . Ternyata ia tidak tidur tapi cuma pura pura tidur. Ia bisa melihat dan mendengar sendiri suara Yoga bercengkrama penuh kehangatan dengan keluarga yang sangat di cintai nya. Juga suara Romi yang menelpon Kinara.



Ternyata mereka sudah berbahagia dengan keluarganya masing masing. Dalam hatinya terbersit sebuah penyesalan , andai saja waktu itu ia mau mendengarkan kata kata Risa dan mau menerima Xavier dan Kristy , tentu kini mereka akan hidup bahagia. Yoga dengan Kristy dan Risa dengan dirinya. Ia tak harus mengalami kemiskinan dan kehancuran seperti ini. Belum lagi kehilangan istri nya dan kecacatan kaki nya. Yoga belum tentu punya cukup uang untuk biaya operasinya nanti.



Andai saja ia tak menuruti keegoisan dan kesombongannya....Ia hanya bisa menyesal kini...Namun penyesalan itu sudah terlambat. Semua yang dimilikinya sudah hancur.


.


.


.


" Kau akan membawa Papa mu ke Australia?? Tanya Romi kaget saat mendengar keputusan sepihak Yoga itu. Ia tidak berunding dulu dengan Kristy karena sebagai kepala rumah tangga , ia lah penentu keputusan keluarganya.



" Iya..Papa adalah satu satunya keluargaku yang tersisa. Dia tidak punya siapapun selain aku. Lagi pula Aku harus segera bekerja kembali. Papa ku harus menjalani banyak operasi dan itu butuh biaya yang cukup besar. Kalau aku tidak segera bekerja , bagaimana kehidupan kami..."



" Tapi...apa Kristy setuju?. Apa dia mau merawat orang yang dulu pernah menyengsarakan hidupnya...Apalagi dia hampir saja membunuhnya ?...Kau yakin Kristy setuju? Kau yakin Papamu tidak akan membahayakan hidup istri dan anak anakmu? Di sana negara bebas Yog , senjata mudah di dapatkan. Apa kau tidak berpikir Papamu bisa saja membunuh mereka mengingat kebencian yang sudah mendarah daging di hatinya. Untuk membalas Kenzei saja , dia nekat melawan gangster...Apalagi penyebab kematian Tante Risa karena Kristy , Apa kau yakin dia tak akan membalas dendam pada istrimu?" tanya Romi tak setuju karena mencemaskan keselamatan Kristy dan anak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2