
Xavier yang sudah mendapat informasi dari Shila jika Mika tinggal di rumahnya segera mendatangi rumah Shila.
" Ngapain kemari ?" tanya Mika
" Bicara denganmu ... Aku merindukanmu Mika...sangat !!" jawab Xavier tersenyum dengan wajah tampannya yang masih sangat mempesona di mata Mika itu .
" Aku tidak akan pergi dari sini sampai kau mau bicara dengan ku .."
Mika yang merasa tidak enak pada orang tua Shila akhirnya mau juga ikut dengan Xavier . Mereka pergi dari rumah Shila dengan mengendarai Motor sport Xavier.
Mereka mendatangi sebuah rumah mewah dan besar yang begitu asing di mata Mika. Xavier memarkirkan kendaraannya di garasi dan kemudian menggandeng tangan Mika dan memasuki rumah itu.
" Rumah siapa ini ?" tanya Mika
" Coba tebak .."
" Aku malas tebak tebakan ..." ucap Mika kesal.
" Rumah yang kau tempati waktu itu , itu rumah ku sama Daddy ku .. Papa Bisma. Kalau ini rumah Papa ku sendiri. Yang di belikan saat menyembunyikan aku dan Mama dari Daddy..." terang Xavier .
" Aku benar benar tidak mengerti... Papa? Daddy?... Mama mu menikah dengan berapa orang .." ucap Mika bingung.
Xavier tersenyum. Xavier kemudian mengajak Mika duduk di sofa ruang tamu dan kemudian menceritakan tentang diri dan keluarganya.
" Ternyata keluarga mu serumit itu..." Mika akhirnya mengerti. Kisah Yoga dan Kristy terlalu rumit untuk ia dan Xavier yang masih belum makan banyak garam itu.
" Pantas saja Mama mu sampai menangis kemarin saat aku mau menggugurkan bayi ini...Tenyata waktu kau masih dalam kandungan ia juga ingin menggugurkan mu sampai membuat Papa mu koma ... "
" Makanya jangan sampai anak kita mengalami hal yang sama.... Apa kau ingin anak kita jadi anak yatim ... sebuah keajaiban Papa ku dulu bisa selamat , koma hampir satu tahun Lo .. bayangkan..." kata Xavier sembari mencoba meyakinkan Mika untuk menerimanya.
" Tapi .."
" Aku bukan pengecut ... aku tidak lari dari tanggung jawab . Kau hamil anakku , aku akan menikahi mu... kita besarkan anak kita bersama.... " Xavier terus mencoba membujuknya.
" Kau masih bocah...kau masih 15 tahun.."
" 16..." sahut Xavier. " empat bulan lagi sih .." Mika mengeluh dalam desah nafasnya. Ia sungguh sulit menerima Ayah dari anaknya masih bocah bau kencur itu . Apa kata dunia nanti , ia pasti akan mendapat cibiran orang orang.
" Apa kau tak rindu pada ku? Rindu milik mu ini ?" tanya Xavier sambil menunjuk miliknya yang masih bersembunyi di balik celananya meski ia sudah bangun sedari tadi karena dekat dengan pemiliknya.
Muka Mika langsung tersipu , ia jadi membayangkan saat saat kala ia dan Xavier dulu saling bermesraan , berbagi peluh dan berpelukan mesra saat keduanya bersatu.
." Kau ini ...pikiranmu selalu ke sana..." kata Mika sambil mendorong Xavier menjauh.
" Mikaaaaa ...aku sangat merindukanmu .. " ucap Xavier manja sambil merengkuh tubuh Mika dan bergelayut manja padanya. " Rasanya mau mati ...aku mencari mu seperti orang gila ...Mika aku benar benar tergila gila pada mu... Aku bisa gila kalau tidak bisa menyentuhmu lagi .."
Xavier dengan jurus kemanjaannya itu mulai melemahkan nya. Bujuk rayunya itu hampir saja membuat ia jatuh lagi ke pelukan bocah itu. Namun saat mengingat cemoohan Romi , ia pun harus bersikap tegas pada Xavier .
__ADS_1
" Tidak !....Aku tidak mau ..." Mika melepaskan Xavier.
" Kenapa ? Aku kurang apa ? Aku tampan , tinggi , kaya ...apa aku tak bisa memuaskan mu di ranjang ?.. Kalau itu benar , aku bisa belajar .." Xavier tidak terima penolakan dari Mika.
" Bukan ...bukan karena semua itu... kau sudah sempurna dengan fisik dan semua latar belakang mu ....Kau terlalu sempurna untuk ku yang tidak punya apa apa ini " ucap Mika seraya bangkit dan hendak pergi. Namun Xavier dengan cepat mencegahnya.
" Apa karena Shaka ?...Dia lebih hebat permainan ranjangnya dari aku ?" tanya Xavier kesal.
' Plak ' ucapan Xavier itu membuahkan sebuah tamparan dari Mika yang mendarat di mukanya.
" Kau saja menganggap aku seperti wanita murahan yang gampang tidur dengan pria semudah itu " ucap Mika kesal karena begitu kesal dengan ucapan Xavier. Xavier merasakan sakit bekas pukulan Mika namun itu tak membuat ia ingin melepaskan wanita itu.
" Aku berikan rumah ini padamu... jangan tinggal di rumah temanmu lagi ... dan nanti mobilnya pun juga akan ku belikan yang baru sebagai ganti rumah dan mobil yang di minta Om ku...."
" Apa cuma segitu harga ku Tuan Muda ?"
" Kau mau aku harus bagaimana Mika?...Apa yang harus kulakukan agar kau mau menerima ku?" tanya Xavier frustasi . Ia benar benar tak tahu apa lagi yang harus di lakukan untuk bisa bersama Mika.
" Tidak usah repot repot ...Aku tidak butuh apapun dari mu .. " ucap Mika seraya melepaskan Xavier.
" Kau tidak usah pergi Mika...Aku saja yang pergi. Kau tinggallah di sini..." Xavier yang akhirnya pergi meninggalkan Mika di rumah itu.
Mika masih terdiam di tempatnya saat ia mendengar deru suara motor Xavier kian menjauh meninggalkan rumah itu.
Mika duduk kembali di sofa sambil menyandarkan tubuhnya.
.
.
Siapa sangka anak orang miskin ini yang bukan perawan ini yang pernah kau remehkan dan kau jadikan mainan mu ini bisa membuatmu seperti itu ..
Tapi mulut pedas mu itu .. Sama persis seperti Om mu .. kalian sama sama merendahkan ku... anak pria lain ?...seolah aku ini wanita gampangan yang mau tidur dengan siapa saja....
Matre ?...Ya...aku memang matre .. tapi aku masih punya harga diri !!
.
.
" Bagaimana Xavier ? " tanya Kristy saat melihat putranya kembali pulang ke rumah Romi dengan muka kusut .
" Kalau di lihat dari wajahnya sepertinya dia gagal..." ucap Romi sambil tertawa.
" Biar kapok... Masih bocah sudah berani main perempuan ..kalau dia sampai menggugurkan bayinya, kau ikut menanggung dosanya " kata Yoga pula yang kesal pada Xavier .
" Berjuang dong sayang... bujuk dia ..masak kalah sama perempuan... Om garang mu ini saja bisa takluk sama Tante .." kata Kinara menyemangati keponakannya. Romi menghela nafas panjang.
Xavier duduk dan kemudian rebahan di pangkuan Mamanya. Kristy mengusap dan membelai rambut putranya itu.
__ADS_1
" Kami tidak mempermasalahkan dia sama sekali Xavier, mau dia miskin atau kaya Atau perawan atau bukan...Yang penting kau mencintai dia dan mau menerimanya...Kami juga akan menyambutnya dengan tangan terbuka..." kata Kristy mendukung putranya.
.
.
Cinta ? ... Apa aku mencintai Mika ?
.
.
Xavier terhenyak mendengar ucapan Mamanya itu. Ia bahkan tidak pernah memikirkan itu sama sekali.
" Nih..." Romi melemparkan sesuatu pada Xavier dan jatuh tepat di atas perut Xavier yang tiduran di pangkuan Kristy. Xavier mengambilnya.
" Itu kunci Rumah dan mobil yang pernah kuberikan padanya dulu . Surat suratnya masih ada di loker di kamarnya . Kembalikan padanya " tambah Romi
" Aku Lo sudah memberikan rumah yang di jl X padanya .. Mama yang kasih kuncinya tadi.... " ucap Xavier.
" Habis.... kan kasihan... Gadis itu mengandung calon cucu ku masak tidak punya tempat tinggal.." kata Kristy. Yoga tak nampak keberatan.
" C i h ...semuda ini aku sudah mau jadi kakek...gara gara bocah sableng ini .." ucap Yoga. Romi dan Kinara tertawa geli.
" Bocah beranak bocah....kau terlalu produktif Xavier..." ucap Romi dalam tawanya .
" C i h... " Xavier cuma diam dan melirik kesal. " Itu kalau dia mau melahirkannya....jangan GR dulu... Dia saja menolak ku ... gara gara si Shaka sialan itu..." gerutunya.
" Kenapa Shaka?...Shaka lho di tolak gadis mu itu... Sekarang yang malah yang membahayakan saingan baru mu... Ferdiansyah Salim ...Dia bos baru Mika... Dan dia sepertinya juga naksir pada Mika..." ucap Romi sambil memberikan foto Mika dan Ferdi di tempat kerja baru Mika .
" Bagaiman om bisa tahu ?" tanya Xavier seraya bangkit dan melihat lihat foto tersebut.
" Kalau itu gak usah di tanya. " kata Yoga yang sudah hafal betul dengan kecepatan akurat Romi dalam mencari info tentang targetnya.
" Saingan baru mu itu berat Xavier...Dia bukan play boy...Dia pria dewasa , matang, bujang dan sukses karirnya...Dia bos perhotelan ...kau bukan apa apanya...Sudah Bocil , 15 tahun, masih sekolah, kerja belum, kerjaan berkelahi, tawuran , Genk Genk a n...uang masih minta ortu....Kau itu ibarat langit dan bumi jika di bandingkan dengan Ferdi itu .." terang Romi tanpa tudung Aling Aling.
.
.
Sial.....saingan ku ternyata pria sempurna ini.... Terang saja Mika tidak mau denganku...
Jelas saja aku kalah segalanya dari dia ....
Aku cuma bocah bau kencur jika di bandingkan dengannya.....
.
.
__ADS_1
.
.