
Yoga mulai membuka usaha restoran dengan Kristy. Mereka membeli berbagai macam peralatan dapur, alat memasak, bahan makan bumbu bumbu, kulkas dan lain lain. Juga kursi dan meja model modern. Mereka juga menyediakan spot lesehan . Tulisan menu dan daftar harga , kotak kasir ,semua lengkap.
Tempat kosong yang di siapkan Andi ukurannya luas dan nyaman. Tempatnya strategis dan ramai. Sangat cocok jika di gunakan tempat nongkrong anak muda.
" Teman temanku pasti suka kalau nongkrong di sini Pa.." kata Dafa.
" Penggemar kalian pasti juga mau berlama lama di sini... " kata Yoga.
" Penggemar apa Pa?" tanya Dafi sambil tersenyum .
" Nenek kalian lho cerita.. Banyak gadis gadis ABG teman sekolah dan lain sekolah yang datang ke warung cuma buat lihat kalian.." kata Kristy pula.
" Hehehe.." Dafa dan Dafi tersenyum.
Kedua putra mereka memang sangat tampan. Kembar indentik dengan ketampanan di atas rata rata , mereka yakin pasti banyak teman sekolah yang naksir mereka.
Dafa kulitnya sedikit lebih gelap dan Dafi putih bercahaya. Dafa suka main basket sedang Dafi lebih fokus ke mata pelajaran. Jadi ia jarang berada di luar di bawah terik matahari.
" Di Australia dulu juga banyak bule yang naksir.. Tapi Bisma memberi aturan ketat pada keduanya..." cerita Kristy.
" Kalau aku sih lebih santai...kalian kan anak cowok..Jadi sedikit longgar. Kalian boleh punya pacar tapi dalam hubungan sehat..." kata Yoga. " Tapi tidak boleh mempermainkan wanita..Kalian harus mikir seribu kali..soalnya Mama kalian juga wanita. Jangan mainin anak orang. Mengerti.."
" Siap Papa !!! " ucap keduanya serempak
" Karena kalian akan jadi icon restoran kita jadi restoran kita ini namanya TWIN RESTO ...Sama seperti restoran kita yang di surabaya dulu..Tapi kali ini wajah kalian jadi model utama di restoran kita. Kalian adalah magnet dari restoran ini.." terang Yoga.
" Oke Papa"
" Kalian pulang sekolah kalau tidak ada kegiatan bantu bantu di sini ya..Kita tidak cari karyawan dulu. Nanti kalau sudah rame baru cari pegawai. Sementara kalian bantu Mama..kasihan kalau capek sendiri..."
" Iya.." jawab Dafa singkat.
" Kami tahu Pa..Kami mana tega melihat Mama kecapekan.. " kata Dafi sambil memeluk Mamanya yang begitu di sayang dan dikasihinya.
" Bo_cil imut di mana Pa?" tanya Dafa yang tidak melihat Xavier di sana.
" Dia minta es krim tadi... Sedang beli di toko sebelah sama Oma " jawab Yoga
" Aku mau menggodanya ah nanti...Dia menggemaskan sekali..."
" Jangan..nanti adik nangis.."
" Tapi seru banget menggoda dia Pa..." kata Dafa sambil ber\_gelajut manja pada Yoga. Meski sudah remaja ia tetap manja pada Yoga Papa sambung yang sangat disayangi nya sedari kecil dulu.
" Kakak suka usil ya.." kata Yoga sambil menyentuh dagu putranya itu.
" Kan aku nurun Papa yang juga suka usil... Iya kan Ma.."
" Betul betul betul " jawab Kristy
__ADS_1
" Hahaha...tau aja kamu Kak..." Yoga tertawa sambil mengacak acak rambut anaknya itu. Dafa dan Dafi pun ikut tertawa.
" Ah itu Xavier...Hei bo\_cil...minta es krimnya..." kata Dafa yang melihat Xavier tiba dengan Oma Risa dengan membawa sebuah kresek minimarket. Mereka yakin Xavier pasti beli jajanan dan snack juga.
Xavier yang tau Kakaknya pasti minta jajanan yang dibawanya segera lari masuk ke dalam toko sambil Membawa kresek jajanannya .Ia lari sambil tertawa tawa sementara Dafa dan Dafi segera mengejarnya.
" Hati hati...Kalau jatuh nanti gimana.." ucap Risa mencemaskan Xavier cucunya. Ia sedikit lebih mengistimewakan Xavier karena cucu kandungnya. Sedang Dafa dan Dafi anak bawaan menantunya.
" Hahaha...ketangkap kamu Xavier..Ayo bagi snack nya.." kata Dafa.
Ketiganya lalu membongkar jajanan yang di bawa Xavier. Mereka mengambil es krim masing masing , Dafa coklat, Dafi 3 warna dengan rasa yang berbeda.Sedang Xavier es krim cone.
" Aku coba punya kamu Dik.." ucap Dafa sambil menggigit sedikit es krim milik Xavier.
" Coba es krim ku juga...rasanya beda beda.." kata Dafi pada Dafa dan Xavier.
" Jangan banyak banyak..."
" Hehe..."
Ketiganya tampak rukun dan saling berbagi. Benar benar seperti saudara kandung.
" Mereka selalu rukun begitu? " tanya Risa heran.
" Iya Ma.." jawab Yoga. " Tidak ada saudara tiri anak tiri...semuanya anakku " Yoga memang sangat menyayangi semua anak anaknya.
Risa menunduk. Ia dan suaminya dulu selalu memperlakukan Romi sebagai pembantu mereka.Memerintahkan apapun untuk membantu dan menjaga Yoga. Mereka tidak pernah memperlakukan Romi sebagai anak mereka .
" Kak Romi itu sangat menyayangiku Ma...Dia diam diam membantu kita tanpa sepengetahuan Papa. Semua yang ada di sini dari Kak Romi ...Dia sangat memikirkan kita..."
" Romi?..." Yoga mengangguk.
" Lain kali kalau bertemu Kak Romi, tolong rubah sikap Mama. Dia dan aku itu saudara ma..."
" Iya.." jawab Risa dengan mata berkaca kaca.
.
.
.
Sementara itu Romi mengantar Guntoro ke bandara. Ia berangkat dengan di temani asisten yang lain dan beberapa body guard.
Sesudah mereka take off...Romi kembali ke Perusahaan dimana Kinara juga ada di sana sebagai Wakil CEO baru menggantikan Yoga. Ia di bantu beberapa asisten lain kini tengah mengajarinya.
" Ini memusingkan..." ucap Kinara yang baru pertama kali mengerjakan tugas yang dulu biasanya di kerjakan Yoga
" Nanti lama lama juga bisa " ucap Romi sambil mengerjakan pekerjaannya sendiri di depan komputernya sendiri.
Kinara menyuruh asisten itu keluar semua hingga cuma tersisa Romi dan dirinya.
__ADS_1
" Jangan dekat dekat ...banyak C C T V di ruang ini...Mertuamu memang ke luar negeri..tapi banyak yang mengawasi di sini.." kata Romi tanpa menoleh sedikitpun pada Kinara.
" Jadi kau sudah tidak mau dekat denganku...benar benar tidak berani?" tanya Kinara yang berdiri di depannya.
" Aku sudah mengatakan pada Tuan Besar..Aku tidak berani..."
" Huh..ternyata kau pengecut Rom.."
" Masih koma. .belum titik..ucap Romi datar.
" Hem...lanjutannya?"
" Buka hp mu..." ucap Romi sambil mengetikkan sesuatu di hpnya dan mengirimkannya pada Kinara.
' Aku tidak berani menolak mu.."
"Jadi?" tanya Kinara sambil tersenyum penuh makna pada Romi.
' Aku tidak berani mengecewakan istriku...'
Kinara tersenyum manis. Dan kemudian melangkah menjauh dari Romi karena sadar ia dalam pantauan anak buah Guntoro yang mengawasi tindak tanduk mereka.
' Tunggu saat yang tepat ...Aku akan membayar semuanya dengan membahagiakanmu , Nara.. ' kata Romi dari hp nya sambil menatap ke layar komputernya lagi agar tak dicurigai mata mata yang di tugaskan Guntoro.
' Anakmu rindu padamu..' Kinara mengetikkan pesan sambil duduk di kursi kebesaran wakil CEO nya.
' Akhir pekan nanti aku akan meluangkan waktu....Tempat dan jam nya akan ku kabari...'
' ❤❤❤ Ku tunggu...'
' Sabar Ratu ku...Sementara ini kita main backstreet love...'
' Tak apa itu seru...Aku menyukainya...' ucap Nara.
' Deg degan??'
' Sedikit...rasanya seperti nonton film horor...Senam jantung..'
' Akan lebih seru jika deg degan dengan banyak peluh di badan...' Romi mulai sedikit menggoda Nara.
' Hem...Aku penasaran...'
' Sabar saja..'
' Yakin sabar? ' tanya Kinara sambil senyum senyum
' Tidak sama sekali...'
Romi keluar dari ruangan Kinara dengan penuh senyum. Ia pun sebenar juga sangat ingin menghabiskan malam dengan wanita yang di cintai nya lagi.
Melepaskan rindu dan bermesraan semalam penuh. Ia benar benar tidak akan membiarkan Kinara bernafas bebas nanti. Ia akan terus mengungkung wanita pujaan hatinya itu terus di bawahnya tanpa mau melepaskannya. Tapi ia harus pintar pintar menutupi semua itu dari Guntoro dan anak buahnya.
__ADS_1