
Mas Ferdi ini Pengusaha perhotelan sukses...dia baik , rendah hati dan tidak sombong dengan apa yang di miliki nya meski dia punya segalanya....Tak sekaya Xavier?..hihi..itu lucu...dia terlalu merendah.. Dia pengusaha hotel berbintang...
Benar benar suatu keberuntungan di lamar pria hebat seperti Mas Ferdi...
Tapi bagaimana dengan Xavier? Aku sudah bilang mau menikah dengannya...
.
.
" Bisakah memberi ku waktu sebentar untuk memikirkannya ? " tanya Mimi.
" Berapa lama...aku tak bisa menunggu lama...aku sudah tua Mimi...Orang tuaku juga sudah berkali kali mendesakku untuk menikah..bahkan memberi aku beberapa wanita pilihan. Namun aku bukan anak yang patuh seperti saudara saudara ku . Aku sulit jatuh cinta dan jika sudah jatuh cinta aku susah berpaling . Karena itu meski sudah 10 tahun Mikaila pergi aku belum bisa jatuh cinta lagi...Dan kini aku memiliki ketertarikan padamu. Jadi aku tidak ingin kalah cepat lagi...Apalagi sainganku juga sama ...Xavier..." tutur Ferdi menceritakan kisah cinta lalu nya yang kandas karena kalah saing dari Xavier yang kala itu masih SMA.
.
.
Benar dugaan ku..dia dulu jatuh cinta pada Mika...karena itu dia begitu menyayangi Kayla...
Ternyata saingan cinta nya tetap Xavier...
Bagamana ya....Aku memilih Mas Ferdi atau Xavier...
Secara usia aku lebih cocok dengan Mas Ferdi...dia 3 tahun di atasku...kalau dengan Xavier dia 7 tahun lebih muda dariku...
Dan Saif... Dia sering di buli teman temannya karena di olok anak yatim.. Jika dia memiliki Mas Ferdi sebagai Ayahnya , sepertinya Cocok..Mas Ferdi bisa ngemong Saif dan aku...Dia pria dewasa pasti bisa menelateni kami...Aku yakin dia bisa menjaga dan melindungi kami....
Sepertinya aku harus membuat keputusan cepat....
Kurasa Aku Saif dan Mas Ferdi bisa menjadi keluarga yang baik...
Kami boleh berbahagia kan ... Kak Abimanyu ?
.
.
" A..apa aku pantas menjadi pendamping Mas Ferdi ?...Aku cuma ibu rumah tangga biasa dan cuma jualan on line di aplikasi belanja...aku bukan anak orang kaya...dan aku cuma seperti ini..." tanya Mimi yang tidak PD , ia justru merasa minder jika menjadi istri Ferdi.
Ferdi tersenyum. " Aku tak keberatan dengan semuanya... "
Mimi begitu terharu mendengarnya. " Kalau begitu...aku bersedia Mas ...menjadi istri mu..." jawab Mimi dengan mata berkaca kaca.
" Terima kasih Mimi..." Ferdi begitu bahagia mendengar jawaban Mimi. Ia sungguh lega sekarang...Ia tidak kalah 2 x dari seorang Xavier untuk mendapatkan cintanya.
" Boleh aku memeluk mu... Cuma memeluk saja.. Aku tidak neko neko kok...aku tahu kau wanita berhijab...Dan aku menghormati wanita yang menjaga kehormatannya "
" Iya... " Jawab Mimi sambil mengangguk. Dan kemudian , Ferdi segera mendatangi Mimi dan memeluknya dengan erat.
" Yes...akhirnya aku laku juga.." canda Ferdi dalam senyumnya.
Mimi tertawa kecil dalam rasa haru bahagianya. Ia pun lalu balas memeluk Ferdi dan mengusap air mata nya.
.
.
Maaf Xavier... Sepertinya kita memang tidak berjodoh... Aku memilih Mas Ferdi bukan kau... Kami sepertinya lebih cocok...aku butuh sosok pemimpin yang berwibawa dan berpikiran dewasa ..Sedang kau terlalu muda untukku ....
Semoga kali ini aku dan Saif bisa berbahagia...
.
.
" Besok kita temui keluarga ku ya... Jangan kaget ...aku ini punya banyak saudara...aku anak pertama dari 5 bersaudara..laki laki semua...semua adik adikku sudah menikah...Jadi Mimi , jangan merasa tidak beruntung ya ... Punya calon suami kakak tertua yang tidak laku laku..."
' Mas Ferdi ini...lucu sekali... ' batin Mimi.
__ADS_1
" Besok sekalian kita kirim doa ke tempat Mika dan mantan suami mu ya... Mulai hari ini aku yang akan menjaga kalian... "
" Terima kasih Mas..." Mimi begitu bahagia. Ia memeluk erat tubuh Ferdi yang memancarkan bau harum itu. Kini ia bisa benar benar mendapat sandaran hidup baru yang begitu tulus menyayanginya dan putranya.
.
.
Xavier kamu dengan Alisha saja... Kalian sama sama muda... Pasti cocok..
Aku dengan Mas Ferdi saja....
.
.
......................
.
.
.
Sementara itu Xavier dan Alisha tiba di stasiun kota Blitar . Mereka kemudian segera turun dari kereta dan menuju ke peron sambil menunggu jemputan mobil Bisma.
Alisha sudah memberi kabar jika ia akan mudik dengan Xavier yang akan melamarnya.
" Nanti aku ke tempat Kakakku Dafi dulu ya... Aku akan menginap di sana. Besok aku baru ke tempatmu ... " Kata Xavier.
" Oke Kak..."
Dafi yang sudah mengabari Dafi untuk menjemputnya pula juga sudah menjawab.
Dan tak lama kemudian Dafi tiba terlebih dahulu karena rumahnya lebih dekat dengan stasiun ketimbang rumah Bisma.
" Xavier..." Dafi keluar dari mobil bersama putri kecil cantik yang di gendongnya. Ya , Dafi memiliki seorang putri bernama Vina dari pernikahannya dengan kekasihnya Aleena , dan kini Vina sudah berusia 5 tahun. " Adik badungku..." ucap Dafi sambil memeluk adiknya yang lama tak di temuinya itu.
" Apa kabar Kakak gantengku Bos restoran sukses ini..." ucap Xavier sambil memeluk Kakaknya pula.
" Seperti yang kau lihat...Sehat , bersyukur dan bahagia..." jawab Dafi yang kini nampak seperti pria dewasa setelah 10 tahun lebih menikah. Ia tersenyum manis sambil menepuk bahu adiknya yang lebih tinggi darinya. Tinggi Dafi 178 cm sedang Xavier 185 cm. Xavier sedikit lebih tinggi dari Yoga. " Kau semakin besar tapi bagi ku lau tetap adik kecil kami yang imut dan badung.."
" Hahaha.." Xavier tertawa. " Vina cantik keponakanku...apa kabar sayang..." Xavier menyentil pipi keponakannya yang nampak gimbul dan bikin gemas itu. Apalagi dengan bibir mungilnya , ia cantik seperti boneka barbie cantik. Persis dengan Ibunya Aleena yang secantik boneka barbie. Dan itu menurun pada putrinya. Ia lalu mencium kedua pipi keponakannya itu.
Vina tersenyum pada Om nya yang sering video call dengannya dan Kayla. Mereka saling memberi kabar sehingga meski jauh mereka sudah saling mengenal akrab.
" Kak Dafi..." Alisha pun menyapa Dafi dengan ramah. Mereka sejak kecil menang sudah begitu dekat.
" Hai Alisha... " Dafi menyentuh kepala Alisha yang juga di anggapnya sebagai adiknya itu. " Tumben mudik bareng Xavier..."
" Hehe..." Alisha cuma tersenyum.
" Nanti ku beritahu di rumah..." sahut Xavier.
__ADS_1
Dafi mengangguk dengan heran sambil menatap adiknya. Seperti ada yang ingin di ceritakannya. Namun ia menahan keingintahuannya .
" Kak Kayla mana Om ? " tanya Vina ..
" Dia tidak ikut sayang... " jawab Xavier singkat.
" Mau ikut kakak ? " tanya Alisha. Ia lalu mengambil alih menggendong Vina dari tangan Dafi.
" Mimi mana ? " tanya Dafi berbisik pelan pada Xavier. Karena ia tahu dari Mama dan Papa mereka , jika adiknya itu akan menikahi Mimi .Sehingga mereka buru buru kembali ke Jakarta.
Xavier tak menjawab. Ia cuma tersenyum. Saat itu Bisma tiba dengan mobilnya.
" Ayah.." Alisha memeluk Ayahnya Bisma dengan erat. Demikian pula Bisma , ia begitu merindukan putri semata wayangnya itu yang udah lama tidak mudik.
Xavier berpelukan ganti dengan Bisma. Ia tersenyum dan menepuk bahu nya. " Calon menantuku sangat gagah dan tampan...Nanti kalau menikah dengan Alisha , anak anak kalian pasti tampan dan cantik..." ucap Bisma bangga.
" Hah ? " Dafi ternganga mendengar ucapan Bisma itu. Sedang Xavier malah tertawa .
" Ayah ini..." ucap Alisha malu malu.
" Xavier...Daddy minta cucu yang banyak...biar ramai rumah Daddy ya...daripada aku rebutan cucu dengan Yoga..."
" Siap Daddy...aku bikinkan kesebelasan nanti Dad..." jawab Xavier enteng sambil tersenyum .
Alisha mencebik. Bisma tertawa. Sedang Dafi kian bengong. Ia benar benar tak mengerti.
Baru setelah Bisma pulang bersama Alisha, Dafi masuk ke mobilnya dengan Xavier dan Vina yang duduk di pangkuan Xavier.
" Apa maksudnya ini ?...Kau dengan Alisha ?...Bukankah kau akan menikah dengan Mimi..kenapa jadi Alisha...Bahkan Daddy Bisma sepertinya juga setuju...Jangan main main lagi Xavier.. Hentikan kebadunganmu....Papa dan Mama sedang menyiapkan pesta pernikahanmu di Jakarta sana...Kenapa di sini kau malah mau menikahi Alisha...Kau ingin Papa ribut dengan Daddy Bisma begitu..?? " tanya Dafi to the poin.
Xavier terdiam sambil menatap Kakaknya.
" Hmm.... Ya gitu deh...pokoknya aku menikah dengan Alisha...Besok tolong kakak bantu aku menyiapkan seserahan atau apa saja yang akan ku gunakan untuk melamar Alisha...Aku tak pengalaman sama sekali... Kalau kakak pasti tahu kan.."'kata Xavier.
" Nggak ! Aku nggak mau !!...Kalau kau mau menikah dengan Alisha , kau harus bilang ke Mama dan Papa dulu....aku tidak mau menjadi kambing hitam jika dimarahi Mama dan Papa. ...Xavier...kenapa sih kau ini tidak berubah juga...dari dulu tetap saja badung..padahal kau sudah punya anak...seharusnya sudah bisa berpikir dewasa..Kenapa masih suka main main dengan anak gadis orang.. Mimi dan Alisha. Sebenarnya yang mana calon istrimu..Aku tidak akan membiarkan kau menikah poligami dengan 2 wanita ..satu di Jakarta dan satu di sini...Apalagi Mimi masih saudara sepupu..sedang Alisha anak sahabat baik Papa..Jangan membuat kacau !!!" kata Dafi tegas.
.
.
Ah...Sial...kakakku yang satu ini terlalu lurus....tahu begini aku langsung ikut ke rumah Alisha saja dan menikah diam diam dengan nya. ..
Kalau seperti ini runyam urusannya...aku harus menegaskan hubunganku dengan Mimi dulu...Kalau putus harus jelas memutuskannya baru menikahi Alisha...Dan itu berarti harus menjelaskan pada Mama dan Papa juga...Kalau tidak...Sia sia saja aku mudik jauh jauh dari Jakarta ke Blitar ...
Aku sepertinya memang harus memastikan hubunganku dengan Mimi...Batal ya batal...tapi aku harus mengatakan langsung padanya jika kami batal menikah..
Baru setelah itu aku bisa menikahi Alisha...
Yang sulit adalah Papa dan Mama...
Terutama Kayla
Apa yang harus ku katakan pada Kayla yang begitu menyayangi Mimi seperti ibunya sendiri itu...
Apa dia bisa terima aku memilih Alisha???
__ADS_1
.
.