KU TERIMA JANDAMU

KU TERIMA JANDAMU
69. PERTENGKARAN AWAL RUMAH TANGGA


__ADS_3

Akhirnya kami sampai ke Surabaya. Tepatnya di rumahku. Adul dan Bibi Ijah menyambut kami dan tentunya juga menyiapkan makanan untuk kami semua.



" Selamat datang di rumah kita Kris. Ini hari pertama kau menginjakkan kaki di rumah ini sebagai istriku " ucapku sambil tersenyum bahagia.



Kristy membalas senyumanku dengan senyuman manis semanis madunya.



Akhirnya yang ku inginkan tercapai juga. Membawa Kristy dan anak anak ini ke rumahku sebagai keluarga yang sebenarnya.



" Jadi Den Yoga benar benar menikahi non Kristy?" tanya Adul.



" Iyalah... Kami lo juga baru pulang dari bulan madu Dul... "



" Selamat ya Den .." Ucap Bibi dan Adul turut senang.



" Yang saya bilang waktu itu tidak salah kan Den. Non Kristy ada rasa sama Aden.." bisik Adul. Aku tertawa.



" Ya..kau memang benar.." ucapku sambil menepuk bahu Adul.



" Sekarang kalian makan dulu ya... Nanti habis ini aku ajak kalian keluar.." kata ku



" Kita tidak ke kantor dulu Yog? .... kerjaan kita numpuk lho. .. " Andi mengingatkan.



" Ya nanti sekalian. Kan tempat itu dekat dengan kantor.." ucapku sambil mengedipkan sebelah mata pada Andi.



" Ooo...ketempat itu ya.."



Aku mengangguk .



" Yog...aku di rumah saja ya. Mau istirahat " ucap Kristy.



" Kamu dan anak anak harus ikut dong. Ini kejutan buat kalian "



" Kejutan?" tanya Kristy heran



" Iya.."



" Yeeee.. "ucap Dafa dan Dafi senang.



" Apa tidak bisa besok saja ?" tanya Kristy.



" Hem... oke deh . Hari ini kamu istirahat saja "



Aku tahu Kristy pasti capek sehabis bepergian jauh , naik mobil , juga dengan aktifitas panas kami. Jadi aku tidak mau terlalu memaksanya .



Kristy tersenyum kemudian ia melangkah menuju kamar tamu yang dulu ia pakai bersama anak anaknya saat menginap di sana.



Ia baru saja hendak melangkah menyusul Desi dan anak anaknya yang sudah pergi duluan, namun Yoga menghentikannya.



" Mau kemana?" tanyaku cepat.

__ADS_1



" Mau istirahat .. "



" Kamarmu bukan di situ Kris.. tapi di atas " Ucapku sambil menunjukkan kamarku.



Kristy menepuk dahinya. Ah...dia lupa..Dia bukan lagi tamu di rumah ini melainkan nyonya rumahnya.



Dan itu berarti dia harus naik tangga tinggi itu untuk sekedar beristirahat. Rasanya ia tidak sanggup . Terlebih dengan rasa nyeri yang saat ini di rasakan nya.



Tanpa kata aku segera mengangkat tubuh Kristy dan membopongnya. Aku tahu, dia pasti enggan naik ke atas .



Kristy ternganga. Sementara Yoga tersenyum sambil membawanya ke kamar mereka.



Ternyata Yoga bisa romantis juga ...pikirnya



" Ini istana kita Kris... tempat kita memadu kasih setiap harinya nanti " ucap Yoga sambil menurunkan Kristy saat mereka sudah sampai di depan pintu kamar Yoga.



Yoga membuka pintu kamar tesebut dan menggandeng Kristy masuk ke dalam.



Kristy melihat kamar Yoga yang nampak begitu luas, indah , bersih dan mewah. Bau pengharum ruang dan angin semilir AC terasa sejuk dan segar.



Tempat tidur yang berukuran besar dan nampak nyaman , kamar mandi dalam , shower kaca juga bath up semua ada. Lemari baju yang begitu besar , Jendela kaca dan korden cantik serta sebuah sofa dan meja lengkap dengan hiasan bunga menambah kesan elegan di kamar itu.



" Ah..Nyaman sekali.. " ucap Kristy saat ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu.



Yoga tersenyum dan kemudian ikut rebahan bersama Kristy .




" Aku tidak menggoda mu Yog . Aku hanya ingin tiduran. Kan aku sudah minta cuti.. "



" Aku masih kangen " Ucapku manja sambil memeluk tubuh Kristy.



" Tapi aku benar benar capek Yog..."



"Hem .. minta cuti berapa hari ?"



"1 minggu.."



" Kelamaan Kris.. Selak pegel semua badanku...satu hari saja.." Aku langsung protes.



" Hah..satu hari ? satu hari itu cuma besok Yog . sama saja tidak libur .." Protes Kristy.



" 2 hari ? " Yoga mencoba menawar



" 5 hari ! "



" 2,5 ?"



"Hah?!... 4 !!"

__ADS_1



"3 deh !. mentok !!"



" Ya Sudahlah.. 3 hari saja.."



" Deal !! " ucap keduanya bersamaan.



" Astaga.. rasanya seperti beli cabe di pasar ... tawar menawar " ucap Kristy .



Yoga dan Kristy saling berpandangan sesaat dan kemudian tertawa bersama.



'Konyol..'😅


>>>>>>


Keesokan harinya Kristy dan anak anaknya ternganga saat Yoga menunjukkan kejutan yang di berikan kepada mereka.



Ternyata Yoga membelikan sebuah Ruko 2 lantai yang besar dan luas yang berada tepat di hadapan Kantor tempat Yoga bekerja . Ruko itu berseberangan jalan dengan Perusahaan raksasa milik Yoga. Dan di depan mereka terpampang jembatan penyeberangan yang menghubungkan keduanya.



" Tempat ini nantinya bisa kau gunakan untuk membuka usaha Kris. Karena kau pintar kuliner kau bisa membuka restauran di sini . 2 lantai karena karyawan ku sangat banyak . Jadi jika mampir kemari lantai 1 dan 2 bisa jadi spot nyaman di waktu istirahat mereka... di ruang samping itu aku sudah menyediakan freezer besar untuk menyimpan stok.." jelas Yoga.



" Kalau untuk tempat tinggal baru kita , kita akan tinggal di apartemen itu..." kata Yoga sambil menunjuk ke sebuah gedung bertingkat tinggi yang tak begitu jauh pula dari kantor dan Rukonya.



" Aku sudah membeli unit di sana. Dan sekarang masih di siapkan oleh Andi. Untuk Sekolah TK Dafa dan Dafi juga dekat. Sekolah internasional ' S " jaraknya cuma 10 menit dari sini. Jadi Rumah , Kantor , Sekolah , dan restoran mu.. sudah berada dalam 1 lingkup. Sedang rumahku yang kemarin itu karena cukup jauh dari sini, akan jadi rumah singgah kita. Setiap akhir pekan kita bisa ke sana.."



Kristy dan Desi ternganga. Mereka begitu takjub dengan pemikiran Yoga yang sudah mengatur semuanya sedemikian rapinya.



" Tapi Yog.. aku tidak berencana tinggal disini.. " ucap Kristy



Ucapan itu mengejutkan Yoga dan seketika senyumnya kandas. Ia terdiam sambil menatap Kristy dengan tajam.



" Anak anak..Ayo kita berkeliling melihat lihat tempat ini.." ucap Desi yang menyadari situasi saat itu. Yoga dan Kristy perlu bicara berdua.



Dafa dan Dafi menurut . Mereka pergi bersama Desi meninggalkan keduanya .



Sepeninggal Desi , Yoga langsung bertanya.



" Apa maksudmu Kris ?"



" Aku berpikir berada di Surabaya ini beberapa hari ini saja Yog. Dan kemudian kembali ke Blitar. Aku sudah punya pekerjaan di sana. Dan lagi , aku tidak bisa meninggalkan Ibuku. Dia sudah cukup tua tak ada yang menemaninya.. "



" Tidak bisa begitu dong Kris.. Kau kan sudah menikah. Jadi kau harus mengikuti suamimu. Kita tidak bisa hidup berjauhan . Kalau untuk usahamu di Blitar , aku bisa mencarikan orang untuk mengelola manajemen nya. Dia bisa membantu Ibumu " Yoga mengutarakan ketidaksetujuannya dengan pemikiran Kristy.



" Aku tidak bisa meninggalkan Ibu Yog. Dia hanya punya kami. Dan selama ini kami sudah hidup bersama sejak lama. Dia akan kesepian kalau tidak ada kami " Sangkal Kristy.



" Kalau begitu ajak dia tinggal bersama kita "



" Itu lebih tidak mungkin lagi Yog. Ibu tidak bisa meninggalkan rumah itu "



" Tapi kau harus ikut aku Kris.. Kau itu istriku. Kau wajib mematuhi ku. Setelah menikah itu seorang wanita tanggung jawab suaminya bukan orang tuanya. Dan aku ingin kalian di sini bersamaku . Kita bisa membesarkan dan mendidik Dafa dan Dafi bersama sama " kata Yoga penuh penekanan.


__ADS_1


" Maaf Yog... Aku tidak bisa meninggalkan Ibuku. Kami akan tetap kembali ke blitar beberapa hari lagi " ucap Kristy keras kepala tetap pada pendiriannya.


__ADS_2