Menikahi Ayah Anak Asuhku

Menikahi Ayah Anak Asuhku
Imbalan untuk Ghani


__ADS_3

Sesuai janjinya, malam ini Queensha akan memberi pelayanan terbaik untuk suaminya sebagai imbalan karena Ghani telah membuatkan pizza sesuai instruksi yang diberikan. Bermodalkan gaun malam model two piece serta sedikit ilmu yang ia miliki, ia siap menjadi Queensha sang penggoda yang kelak akan membawa Ghani terbang melayang ke angkasa.


Saat ini Queensha sedang memandangi dirinya di depan cermin kamar mandi. Ia baru saja selesai mandi, melakukan berbagai perawatan sebelum memulai ritual malamnya bersama suami tercinta.


"Rambut, mulut, dan tubuhku semuanya sudah wangi. Sekarang waktunya aku berubah jadi Queensha Sang Penggoda. Kupastikan malam ini Mas Ghani menikmati setiap sentuhan yang kuberi." Menyeringai saat membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya ketika ia keluar dari kamar mandi. Ghani pasti menatapnya penuh hawa napsu sama seperti saat pertama kali ia mengenakan gaun kurang bahan tersebut beberapa waktu lalu.


Saat itu Ghani segera menerkam Queensha layaknya binatang buas yang baru menemukan santapan lezat setelah bertahun-tahun lamanya berpuasa. Tanpa basa basi, ia langsung mencumbu lalu menuntaskan hasrat yang sudah ada di ubun-ubun sampai Queensha tak punya tenaga lagi hanya sekadar menutupi tubuh yang putih menggunakan selimut.


"Sebaiknya aku keluar sekarang sebelum Mas Ghani mendobrak pintu karena bosan menunggu terlalu lama."


Queensha melangkah masuk ke dalam kamar. Ia berjalan dengan sangat anggun sambil mengibaskan helaian rambutnya yang panjang ke belakang. Kakinya yang jenjang terus menapaki lantai ruangan berukuran 6×6 meter.


"Koko Ghani," panggil Queensha saat ia tiba di depan suaminya.


Ghani yang tengah memeriksa surel lewat iPad miliknya segera mengalihkan pandangan saat mendengar suara merdu yang dibuat semenggoda mungkin. Seketika bola matanya yang sipit membola sempurna melihat penampilan sang istri yang terlihat begitu cantik dan juga ... menggoda iman.


Napas Ghani memberat saat melihat lekuk tubuh istrinya di balik helaian tipis yang kalau disobek maka hanya akan menjadi benda tak berguna. Kulit putih mulus tanpa cela sedikit pun sukses membuat inti tubuh Ghani bereaksi detik itu juga.


"Sha, kamu ...." Tiba-tiba saja Ghani tak dapat mengucap sepatah kata pun. Suara tercekat di tenggorokan dan rasanya ia kesulitan bernapas karena pemandangan indah di depan sana sungguh sangat menggoda iman.


Queensha melangkah maju ke depan, menghampiri Ghani yang sedang duduk bersandar di headboard tempat tidur. Jemari lentik menggulung ujung rambut yang dibiarkan tergerai bebas.


"Aku kenapa, Ko? Apa kamu mau bilang kalau aku terlihat begitu menarik malam ini?" kata Queensha seakan mengetahui apa yang ada dalam pikiran suaminya.


Bokong sintal mendarat sempurna di tepian tempat tidur. Queensha mendekatkan wajahnya di wajah sang suami hingga berjarak satu jengkal saja. "Bagaimana, Ko, apa kamu menyukai penampilanku malam ini? Apa penampilanku lebih menggoda jika dibandingkan dengan saat pertama kali kukenakan gaun tidur ini?" ucapnya dengan nada yang dibuat-buat.

__ADS_1


Ghani langsung panas dingin saat suara lembut Queensha terdengar begitu sensual di telinganya. Belum lagi jemari tangan Queensha yang bergerak pelan menyentuh permukaan kulitnya membuat jantung berpacu dengan sangat kencang.


Napas tersengal hebat, cuping telinga memerah, dan dada kembang kempis menahan gejolak hasrat yang semakin sulit untuk dikendalikan. Dengan napas berat Ghani menjawab, "Sha, k-kamu terlihat l-lebih menggoda malam ini dibanding beberapa waktu lalu. K-kamu ... sungguh sempurna."


Queensha tersenyum smirk mendengar penuturan suaminya. Diam-diam ia merasa bangga karena berhasil menggoda suaminya. Tak sia-sia menggunakan sebagian uang Ghani untuk memberi baju harom yang mirip dengan saringan tahu.


"Kalau begitu, apa yang seharusnya kita lakukan sekarang? Apa kita hanya duduk berduaan saja di sini tanpa melakukan apa pun? Tidakkah kamu ingin menyentuhku seperti malam-malam sebelumnya?" Lagi dan lagi suara sensual Queensha keluarkan.


Queensha menatap penuh syahdu pada bola mata indah di depan matanya sementara tangan kirinya bergerilya ke mana-mana. "Ko, ayo kita bermain. Tuntaskan hasratmu karena malam ini aku akan memuaskanmu."


Ghani membalas tatapan itu. Lalu kedua pasang mata saling menatap dengan debaran lembut di dada masing-masing. Dalam hati, pasangan suami istri itu saling mengagumi satu sama lain.


Dengan suara tercekat Ghani berkata, "Kamu yakin, Sayang? Kamu tau bagaimana buasnya aku ketika menjamahmu. Jadi sebelum menyesal lebih baik pikirkan dulu. Aku tidak mau kamu menyerah saat kita telah mencapai inti permainan. Itu ... akan membuat kepalaku pening dan uring-uringan."


Bukannya mundur, Queensha justru semakin menggoda sang suami. Jemari lentik yang tadi ia letakkan di dada, mengusapnya dengan gerakan memanja.


"Baiklah, jika keputusanmu sudah bulat maka lakukanlah. Berikan pelayanan terbaikmu kepadaku."


Tanpa menunggu waktu lama, Queensha menangkup wajah Ghani lalu mendaratkan bibirnya yang telah dipoles gincu merah muda di bibir suami tercinta. Ia melingkarkan kedua tangan di pundak pria itu sementara tangan Ghani menekan tengkuk istrinya demi memperdalam ciuman mereka.


"Ehm," desaah Ghani di tengah kegiatan panas mereka. Lidah Queensha bergerak aktif, menjarah rongga isi mulutnya.


'Ya Tuhan, kenapa Queensha berubah agresif begini. Padahal beberapa waktu lalu dia masih dalam mode malu-malu kucing, tetapi kenapa sekarang berbeda? Setan apa yang tlah merasuki istri gue?' raung Ghani dalam hati.


Perlahan, Queensha mendorong tubuh atletis itu hingga sang pria terbaring di atas pembaringan. Tanpa melepas pangutan mereka, ia terus mencumbu suaminya tanpa mengenal lelah. Ia terus memanjakan Ghani hingga suaminya merem melek.

__ADS_1


"Bagaimana, Ko, apa kemampuan ciumanku ada peningkatan?" tanya Queensha. Kini ia beralih ke leher suaminya. Ia menyapu bagian tersebut menggunakan ujung lidahnya yang hangat. Terkadang ia menyesap pelan hingga menimbulkan jejak kepemilikan di sana.


"A-ada. K-kamu semakin mahir, Sayang dan aku menyukainya." Suara Ghani tertahan akibat hasrat yang terus bergejolak.


"Kalau begitu, nikmatilah setiap sentuhan yang kuberi. Karena malam ini aku akan berubah menjadi Queensha sang Penggoda."


Tersenyum, kemudian menatap penuh cinta. Queensha menegakkan punggung dan mendudukan bokongnya yang sintal. Kemudian dua tangan melepas gaun tidur yang dikenakan hingga saat di mana pakaian kurang bahan itu terlepas, ia melemparkannya ke sembarang arah. Ghani menahan napas. Pemandangan di depan sana benar-benar sangat indah dan sangat sayang untuk dilewatkan.


Hanya menyisakan kain penutup terakhir, Queensha mulai melepaskan kancing piyama milik Ghani. Jemari tangan itu begitu telaten melepas satu per satu manik pakaian suami tercinta.


"Sha, mendekatlah. Aku ingin menciummu," titah Ghani menekan punggung Queensha ke bawah agar ia dapat leluasa merasakan manisnya madu di bibir sang istri.


"Eugh!" Queensha melenguh, menahan rasa nikmat saat Ghani mulai menghujani dengan sentuhan lembut yang membuatnya mabuk kepayang. Mata terpejam menikmati cumbuan demi cumbuan yang diberikan suaminya itu.


Ciuman demi ciuman, serta sentuhan demi sentuhan Queensha berikan demi memuaskan hasrat pria yang kini berstatuskan sebagai suaminya. Dan di saat mereka sudah tak lagi dapat menahan gejolak hasrat dalam diri masing-masing, Queensha segera menjalankan kewajibannya. Semakin lama ditunda maka semakin membuat kepala nyut-nyutan, bukan?


"Argh!" jerit keduanya saat penyatuan berhasil dilakukan. Queensha terdiam, mengatur napas yang tengah memburu hebat. Jantung berpacu hebat seolah baru saja berlari, mengelilingi alun-alun.


Setelah dapat mengendalikan diri, Queensha mulai menjalankan rencananya saat masih ada di kamar mandi tadi. Tak lama kemudian ruangan tersebut dipenuhi suara desahaan, erangan, dan racauan tak jelas bersumber dari keduanya.


"Shiit! Ini nikmat sekali, Sayang. Aku menyukai kamu yang agresif begini," racau Ghani tanpa bisa mengendalikan mulutnya yang terus memuji sang istri. Semakin lama, Queensha semakin pandai memanjakan suami dan Ghani menyukai itu semua.


Queensha tersenyum bahagia karena berhasil membuat Ghani mabuk kepayang dengan pelayanan yang ia berikan.


Malam ini, Queensha benar-benar membuktikan diri di depan Ghani, bahwa dialah memang wanita penggoda bagi suaminya sendiri.

__ADS_1


...***...



__ADS_2