Menikahi Ayah Anak Asuhku

Menikahi Ayah Anak Asuhku
Sedikit Pelajaran untuk Cassandra


__ADS_3

"Sayang, kenapa wajahmu ditekuk begitu? Apa ada masalah di tempat kerjamu? Apa seniormu yang bernama Puji membuatmu kesal lagi? Jika iya, haruskah saya memberinya sedikit pelajaran karena selalu menyusahkanmu," cecar Ghani sesaat setelah Queensha masuk ke mobil. Wanita itu memasang sabuk pengaman guna melindungi dirinya saat berkendara.


Queensha menatap kesal ke arah calon suaminya. "Bagaimana wajahku tidak ditekuk bila fansmu terus menerus menggangguku. Kamu tahu tidak jika tadi dia datang menemuiku dan mengancam akan melakukan sesuatu kepadaku. Sudah tahu aku sedang bekerja dia malah menggangguku. Dasar perempuan muka tembok!"


Ghani melirik sekilas sebelum melajukan kendaraannya. "Fansku, siapa?" tanyanya penasaran. Belum mengetahui jika Cassandra kembali menemuinya di restoran.


Berdecak kesal sambil menyenderkan punggung kasar di sandaran kursi penumpang. "Siapa lagi kalau bukan Cassandra. Wanita gila itu tak pernah lelah mengganggu hidupku, Mas. Dia selalu datang di saat aku sedang bekerja. Akibat ulahnya Cassandra, Mbak Puji menegurku di depan semua orang karena dia pikir aku tidak serius dalam bekerja."


"Jadi Cassandra menemuimu lagi?"


"Iya. TTM-mu itu terus saja menggangguku. Entah sampai kapan dia akan datang menemuiku dan mengancam ini itu. Kalau terus begini lama kelamaan aku bisa capek karena mendapat teror terus dari fans fanatikmu itu," sungut Queensha berapi-api.


'Sepertinya gue harus segera bertindak sebelum Cassandra semakin menggila. Gue enggak mau ambil resiko dengan mengorbankan keselamatan Queensha. Wanita sinting itu bisa saja berbuat nekad dengan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.' Ghani bermonolog seraya melajukan kendaraan dengan tenang di jalanan ibu kota. Sesekali melirik arah kaca spion saat hendak menyalip kendaraan di depannya.


"Untuk urusan Cassandra, nanti saya yang akan mengurusnya. Kamu tidak perlu repot memikirkan wanita itu," kata Ghani mencoba menenangkan calon istrinya yang tengah merajuk. Bibir cemberut, wajah ditekuk membuat Queensha terlihat seperti Aurora yang sedang kesal karena tidak diperbolehkan membeli mainan baru.


Tanpa sadar sudut bibir Ghani tertarik ke atas, merasa seperti sedang melihat cerminan diri sang putri pada sosok perempuan di sebelahnya. Baru sadar jika banyak sifat Queensha yang diwariskan kepada Aurora.


***


"Halo, Yogi. Aku minta tolong carikan pengawal yang dapat mengawasi calon istriku selama 7×24 jam. Orang itu tidak hanya mengawasi Queensha melainkan juga menjaga serta melindungi ibu dari putriku dari tangan orang jahat yang berniat mencelakainya. Namun, aku minta jangan sampai Queensha maupun orang lain tahu bahwa ada seseorang yang diam-diam menjaga calon istriku. Mengerti?"

__ADS_1


Di seberang sana Yogi menjawab, "Baik, Dokter Ghani. Secepatnya saya carikan pengawal untuk menjaga Nyonya Queensha."


Ghani mengangguk puas. Yogi memang tidak pernah mengecewakannya. Putera dari mantan pasiennya itu selalu menjalankan tugas dengan baik.


Setelah mematikan sambungan telepon, Ghani menatap lurus ke depan. Pria itu menyeringai licik seperti seorang pembunuh yang berhadapan langsung dengan sang korban.


"Kita lihat saja apa lo masih berani mengusik ketenangan calon bini gue setelah gue beberkan kebusukan lo," kata Ghani tersenyum smirk.


Sementara itu, Cassandra yang baru saja mendapat pesan singkat dari Ghani, segera menyibukan diri dengan memilih pakaian mana yang akan dikenakan saat bertemu dengan lelaki pujaan hati. Kobaran api yang seakan membakar jiwa perlahan meredup tatkala sang pujaan hati memintanya bertemu di sebuah restoran mewah di kawasan Jakarta Pusat.


"Ini jelek. Apalagi ini." Cassandra melempar dua helai dress tanpa lengan ke atas kasur. Sudah hampir dua puluh menit kebingungan memilih pakaian mana yang akan dikenakan saat bertemu dengan Ghani.


"Seandainya gue tahu lebih awal kalau Ghani akan ngajak makan siang bersama, kemarin gue terima saja ajakan Nirmala pergi ke mall. Gue bisa beli dress paling bagus, mahal dan tentunya seksi agar Ghani berpaling dari cewek murahan itu. Biar dia tahu rasa gimana sakitnya dicampakan di saat lagi sayang-sayangnya."


Membayangkan Queensha hidup menderita karena Cassandra berhasil merebut Ghani dari sisi wanita itu, ia tersenyum devil dan tidak sabar ingin segera mewujudkan impiannya itu. Rasanya pasti sangat bahagia membalas dendam atas perbuatan Queensha beberapa hari lalu.


Dengan semangat empat puluh lima, Cassandra melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda beberapa saat. Cukup lama memilih akhirnya ia mendapatkan apa yang dicarinya selama ini. Sebuah dress selutut tanpa lengan dengan motif bunga-bunga berwarna merah menjadi pilihan Cassandra.


Setelah berhias, memastikan penampilannya rapi barulah Cassandra pergi dari rumah menuju restoran Le Green Land. Sengaja datang lebih awal karena tidak mau membuat Ghani menunggu terlalu lama.


"Ghani, kupikir kamu berubah pikiran dan tidak jadi datang ke sini." Cassandra berdiri dan hendak memeluk Ghani. Akan tetapi, pria itu justru mengangkat tangan ke udara memberi kode kepada Cassandra untuk tidak mendekatinya. Ada hati yang tersakiti apabila Ghani mempersilakan tubuhnya dipeluk wanita lain.

__ADS_1


Cassandra terdiam dan membeku mendapat penolakan itu. Ini kali pertama Ghani tak sudi disentuh olehnya. Dan ini semua pasti karena Queensha.


"Langsung saja, aku minta kamu menjauhi Queensha. Jangan pernah berani mengganggunya lagi!" kata Ghani tegas.


Belum selesai keterkejutannya akibat perubahan sikap Ghani, kini Cassandra kembali dikejutkan akan tujuan pertemuan mereka. Ia pikir Ghani mengajaknya ketemuan untuk makan siang bersama, tapi ternyata untuk membahas Queensha.


'Sialan, kenapa Ghani justru membahas soal Queensha, sih. Apa Wanita Licik itu memberitahu Ghani tentang kejadian beberapa waktu lalu?' tanya Cassandra pada dirinya sendiri. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras. Amarah kembali menggelegak sampai ke ubun-ubun kepala. Rasa benci kepada Queensha bertambah berkali-kali lipat karena kini Ghani lebih perhatian kepada wanita sialan itu.


Dengan langkah panjang Cassandra mendekati Ghani dan duduk di samping pria itu. "Memangnya dia mengadu apa kepadamu sampai kamu memintaku menjauhinya? Apa pun yang dia ceritakan, kamu jangan mudah percaya kepadanya. Aku yakin dia hanya ingin mengadu domba kita berdua," ucapnya mencoba memprovasi Ghani agar membenci Queensha. Semakin buruk nama Queensha di mata Ghani, maka ia semakin berpeluang merebut pria itu kembali dari sisi ibu kandung Aurora


"Kami memang belum lama saling mengenal, tetapi aku tahu bagaimana sifat dan kepribadian Queensha. Dia wanita baik dan tak mungkin tega memfitnah seseorang. Apa pun yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran."


"Jadi, kamu lebih percaya wanita asing itu daripada aku, temanmu sendiri?" Cassandra menatap nanar, tidak percaya jika Ghani lebih percaya kepada Queensha.


"Kenapa tidak. Toh dia calon istriku, tidak ada alasan bagiku untuk tidak mempercayainya."


"Tapi dia berdusta, Ghani. Dia mau kamu membenciku!"


"Atas dasar apa dia ingin aku membencimu? Sangat tidak logis jika tiba-tiba dia ingin mengadu domba kita. Kecuali ... kamu melakukan kesalahan besar di masa lalu tanpa sepengetahuanku," ujar Ghani dengan nada dingin.


...***...

__ADS_1


__ADS_2