
Mendengar itu, Queensha tersenyum sinis. Bisa-bisanya Cassandra memintanya menjauhi Ghani dan pergi dari kehidupan pria itu selamanya. Padahal tanpa diminta pun ia sudah meninggalkan Ghani, tetapi justru takdir kembali mempertemukan mereka hingga mantan pasangan suami istri itu bertemu tanpa pernah direncanakan sebelumnya.
"Jadi, kedatangan Nona ke sini hanya ingin meminta saya menjauhi Pak Ghani?" tanya Queensha dengan senyuman mengejek.
Senyuman itu membuat Cassandra geram dan ingin mencakar wajah jelek itu hingga rivalnya tak lagi dapat tersenyum lebar. Namun, ia tak dapat melakukannya sekarang sebab saat ini tengah berada di tempat umum. Akan sangat beresiko bila ia sampai lepas kendali dan menuruti hawa napsu. Bisa-bisa tindakannya itu justru menjadi boomerang dan merugikan dirinya sendiri.
"Kalau iya, kenapa? Kamu sulit mengabulkan permintaan saya karena telah mencintai Ghani, iya?" Cassandra kembali menunjukan sikap angkuh di depan Queensha, berharap dapat membuat rivalnya itu terintimidasi.
Memajukan tubuh hingga berjarak dua meter di depan wajah Queensha. "Seharusnya kamu sadar diri, kamu dan Ghani sangat jauh berbeda. Dia terlahir dari keluarga kaya raya, berpendidikan tinggi dan mempunyai karir cemerlang sedangkan kamu hanya wanita miskin yang tak berpendidikan, tetapi rupanya bercita-cita menjadi orang kaya. Ck, menyedihkan sekali! Asal kamu tahu, dirimu sama sekali tidak cocok menjadi pendamping Ghani. Orang yang layak dan pantas berada di sisi Ghani adalah saya, Cassandra Abigail bukan Queensha Azura Gunawan."
__ADS_1
Cassandra tersenyum lebar sebab mampu membungkam mulut Queensha detik itu juga. Queensha memang bungkam, tetapi bukan karena merasa harga dirinya diinjak-injak oleh kekasih baru Ghani melainkan karena wanita di seberangnya itu mengetahui nama lengkapnya. Dalam hati bertanya, dari mana Cassandra tahu nama lengkapnya sementara ini kali pertama mereka bertemu. Mungkinkah sebelumnya Cassandra telah menyelidiki asal usulnya terlebih dulu?
'Aku perlu waspada, jangan sampai termakan oleh ucapan wanita ini! Aku yakin sekali dia punya maksud lain memintaku menjauhi Pak Ghani,' batin Queensha. Menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada diri Cassandra, ia meningkatkan tingkat kewaspadaan terhadap wanita itu jangan sampai kekasih Ghani menguasai dirinya.
"Walaupun saya tak berpendidikan tinggi, tapi buktinya Pak Ghani justru pertama kali yang melamar saya untuk menjadi istrinya. Lagi pula, saya memang sudah menjauh dari kehidupan Pak Ghani dan keluarganya. Namun, apabila takdir tetap mempertemukan kami, apa mau dikata. Saya bukan Tuhan yang bisa mengatur segala sesuatu di dunia ini."
Bangkit berdiri dari kursi dan menaikan dagu ke atas. Sengaja bersikap demikian sebab percuma saja Queensha bersikap ramah dan sopan terhadap lawan bicaranya apabila Cassandra sendiri tak bisa menghargai orang lain.
Tanpa memberi kesempatan Cassandra berbicara, Queensha telah lebih dulu meninggalkan wanita itu. Di depan Cassandra, ia tidak mau beramah tamah sebab sikap kekasih Ghani saya tak ramah kepadanya. Lebih baik ia menyimpan energi dan senyuman termanisnya untuk para pelanggan restoran.
__ADS_1
Cassandra menatap kesal pada sosok perempuan yang menghilang dari pandangan. Telapak tangan mengepal di atas meja hingga memperlihatkan buku-buku kuku putih.
"Sialan! Rupanya dia sama sekali enggak terintimidasi. Gue pikir nyalinya akan ciut setelah dilabrak, tapi ternyata kuat seperti batu karang di pantai. Gue udah salah menilai wanita itu."
Sementara itu, Queensha segera menghempaskan bokongnya yang bulat dan padat berisi pada sebuah kursi kayu di ruang khusus karyawan. Menghirup udara sebanyak-banyaknya karena merasa dada terasa sesak. Hanya berbicara selama lima belas menit, tubuh wanita itu terasa letih seperti kerja lembur dari siang sampai malam hari.
"Ya Tuhan, kenapa aku bisa bertemu wanita jahat macam Cassandra. Kupikir, hanya Mama Mia dan Lita saja orang jahat di dunia ini, ternyata masih ada wanita lain yang sama jahatnya seperti mereka. Aku yakin, dia bukanlah wanita baik yang pantas mendampingi Pak Ghani dan menjadi ibu pengganti bagi Aurora. Namun, bagaimana caranya mengatakan itu semua kepada Pak Ghani, sedangkan dia saja sudah tak mengharapakan kehadiranku?"
Menarik napas dalam sambil membayangkan wajah cerita malaikat kecilnya. "Tuhan, jika memang tak ada yang dapat kuperbuat untuk mencegah Cassandra masuk ke dalam keluarga Wijaya Kusuma, tolong bukakan hati Pak Ghani jika Cassandra bukanlah istri terbaik yang pantas mendampinginya. Namun, jika memang mereka berjodoh, bantulah Cassandra berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Jadikan dia istri idaman dan ibu sambung baik bagi putriku tercinta."
__ADS_1
...***...