Menikahi Ayah Anak Asuhku

Menikahi Ayah Anak Asuhku
Family Time


__ADS_3

"Makasih banyak ya, Lu, kamu udah mau gantiin aku selama akhir pekan ini. Aku berhutang budi kepadamu, Lu." Queensha merasa lega karena Lulu bersedia menggantikannya bekerja selama dia berlibur bersama anak dan mantan suaminya.


Lulu memasukan camilan berupa makanan ringan, susu kotak dan irisan buah segar yang dibelinya di mini market terdekat. Bekal makanan itu khusus dia belikan untuk keponakan tercinta, Aurora.


"Alah, Sha, kayak sama siapa aja. Gue udah berkali-kali bilang, enggak usah ngerasa berhutang budi. Lo itu sahabat gue dan sahabat harus saling tolong menolog. Lagi pula, lo libur karena ingin family time bareng anak jadi mana mungkin gue tolak permintaan lo." Lulu memberikan tote bag yang telah penuh akan bekal makanan kepada Queensha. "Gue justru senang akhirnya lo bisa pergi berduaan dengan Rora. Dengan begitu lo bisa menebus waktu yang sempat terbuang lima tahun lalu."


Queensha memeluk Lulu dengan erat. "Thanks Lu, kamu emang sahabat sejatiku. Aku janji akan membalas kebaikanmu di masa mendatang."


Tepat pukul enam pagi, mobil Ghani berhenti di depan pintu gerbang indekos putri tempat Queensha tinggal sekarang. Dengan menggandeng jemari mungil Aurora, Ghani turun dari mobil dan menunggu kedatangan sang mantan istri.


"Mama!" seru Aurora saat melihat mama tercinta berjalan ke arahnya. Tangan gadis kecil itu melambai ke udara. Wajahnya terlihat semringah karena dapat bertemu kembali dengan Queensha.


Lulu berbisik di telinga Queensha. "Muka mantan suami lo kecut banget sih, Sha, enggak pernah ada manisnya sama sekali. Dari pertama ketemu sampai sekarang, jutek mulu. Gue heran dulu Bumer lo ngidam apaan sih kok bisa ngelahirin anak modelan lemari es dua belas pintu."


"Namun, beruntungnya muka keponakan gue enggak mirip Bapaknya. Rora itu manis, murah senyum dan periang seperti lo. Enggak kebayang gimana jadinya kalau wajah Rora seperti mantan suami lo, bisa jengah ngelihat muka yang plek tiplek lemari es dua puluh pintu."


Lalu keduanya terkikik bersama seraya menatap ke arah Ghani. Merasa dirinya tengah diperhatikan, Ghani memberikan tatapan tajam kepada dua wanita di depannya. Detik itu juga mereka mengatupkan bibir sebab tak berani membicarakan Ghani di depannya langsung.


***


Tujuan pertama destinasi wisata yang hendak didatangi Ghani beserta mantan istri dan anak tersayang adalah Taman Bunga Nusantara. Sebuah taman bunga dengan aneka ragam warna menjadi pilihan tepat bagi keluarga kecil Ghani. Selain hamparan bunga yang indah, spot instagramable juga terdapat Secret Labyrinth atau biasa disebut taman rahasia yang menyuguhkan beberapa lorong buntu nan berliku yang kelak berujung pada suatu tempat istimewa. Sehingga para pengunjung akan merasa mereka seperti sedang berada di dunia Alice in Wonderland.


"Ma, lihat di sana ada patung angsa yang besar sekali. Ukurannya lebih dari besar dari Rora." Gadis kecil yang sebentar lagi menginjak usia lima tahun bergidik membayangkan dirinya diinjak oleh hewan tersebut. Di mata Aurora, patung angsa itu seperti raksasa tinggi yang sangat menyeramkan, tetapi juga terlihat begitu menggemaskan dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


"Kenapa, Rora takut, ya?" tanya Queensha.


"Enggak, kok. Rora 'kan pemberani mana mungkin takut sama angsa," elak Aurora. Tidak mau dianggap penakut oleh sang mama.


"Iya deh, mama percaya sama Rora. Ya sudah, yuk susul Papa. Kasihan Papa kalau kelamaan menunggu," ujar Queensha seraya mengulurkan tangannya kepada Aurora.


Aurora tersenyum lebar dan meraih tangan Queensha. "Let's enjoy our holiday!" seru gadis kecil itu menggunakan Bahasa Inggris.


Saat keluarga kecil itu baru saja melewati lorong pemeriksaan tiket, Aurora segera melepaskan genggaman tangan dari sang mama. Dia berlari menuruni undakan anak tangan dengan antusias lalu berhenti tepat di depan sebuah kolam air mancur yang bagian di sekitarnya ditanami aneka ragam bunga warna warni.


"Huah, luas sekali. Pemandangannya juga indah seperti lagi ada di negeri dongeng," gumam Aurora sambil menatap kagum pada hamparan bunga yang terbentang jauh di depan sana.


Pemilik nama Aurora Syafiatunnisa menoleh ke belakang melihat mama dan papanya masih berdiri di tempat semula. Tangan mungil itu melambai ke arah Ghani dan Queensha.


"Mama, Papa, sini! Lihat pemandangannya indah sekali, bukan?" ujar Aurora antusias. Di antara Ghani dan Queensha, memang hanya dialah yang paling bersemangat.


"Suka sekali, Papa. Hari ini Rora bahagia deh karena bisa liburan dengan Papa dan Mama." Aurora melambaikan tangan ke arah Ghani dan Queensha, memberi isyarat kepada keduanya untuk mensejajarkan tubuh mereka.


Ketika mantan sepasang suami istri itu telah menuruti permintaan putri kesayangan mereka, Aurora berdiri di tengah kemudian membentangkan kedua tangan di samping kanan dan kiri. Jemari mungil itu mengalung di leher kedua orang tuanya.


"Thank you, Mama. Thank you, Papa. Rora sayang banget sama Mama dan Papa." Ucapan tu diakhiri kecupan penuh cinta di pipi sebelah kanan dan kiri orang tuanya.


Setelah mencium pipi kedua orang tuanya, Aurora berjalan meninggalkan Ghani dan Queensha. Kedua orang dewasa itu saling beradu pandang lalu detik berikutnya saling melempar senyum satu sama lain.

__ADS_1


Tak ada yang lebih membahagiakan di dunia ini selain melihat senyuman terukir di wajah sang putri. Ghani, sebagai orang tua tentu saja turut bahagia bisa menyaksikan sendiri pendar bahagia terpancar di sepasang mata indah nan jernih. Pun begitu dengan Queensha. Walaupun ada konsekuensi yang harus diterima akibat terlalu banyak meminta cuti bekerja, bagi dia tak mengapa asalkan Aurora bahagia, dia rela melakukan apa pun demi putri tercinta.


Ghani menyodorkan air mineral yang dibawanya kepada Queensha. "Minumlah, kamu pasti lelah menjaga Rora."


"Iya sih, tapi aku senang sekali dapat melihat dia tersenyum bahagia seperti sekarang." Queensha menutup kembali botol air minum lalu meletakkannya di sebelahnya. "Apa sejak dulu Rora memang aktif seperti sekarang ini? Dia tampak energic sekali, tak terlihat lelah sedikit pun meski sedari tadi berlarian ke sana kemari."


Ghani menatap lurus ke depan, mengawasi Aurora yang sedang berlari menangkap kupu-kupu yang kebetulan terbang ke area tempat wisata.


Sudut bibir pria itu tertarik ke atas kala mengingat masa kecil Aurora. Si pemilik mata bulat memang aktif dan energic sekali, bahkan Ghani dibuat kewalahan menjaga putrinya itu ketika Aurora baru saja bisa berjalan.


Mengenakan sepatu warna merah jambu dengan bagian depan terdapat satu buah pita, Aurora kecil lari ke sana ke sini tanpa mengenal lelah. Walaupun berkali-kali terjatuh akibat keseimbangan tubuhnya belum stabil, dia tetap bangkit dan berdiri kemudian berlari tanpa pernah merasa takut jika lututnya terluka kembali.


"Benar, Sha. Bahkan saya, Bunda serta Ijah sering kewalahan setiap kali menjaganya. Putri kita memang selalu aktif sedari kecil. Tampaknya sifat Rora sedikit banyak menurun darimu," goda Ghani seraya mengerlingkan sebelah mata.


"Itu lebih bagus daripada mewarisi gen Mas Ghani yang super dingin dan cuek. Kasihan nanti tak ada laki-laki yang bersedia mendekatinya," sahut Queensha membalas ucapan Ghani.


Wajah Ghani tiba-tiba murung. Lalu terdengar desahaan napas berat diembuskan pria itu. "Ehm, omong-omong tentang masa depan, saya pasti menjadi satu-satunya orang paling menderita di bumi ini karena kelak menghabiskan masa tuaku hanya seorang diri. Di saat semua orang hidup bersama pasangannya yang dicintai, saya justru kesepian tak ada seseorang yang mau menemani."


"Putri semata wayangku menikah, Bunda dan Ayahku menghabiskan masa pensiunnya dengan keliling dunia, sedangkan saya? Hanya duduk sendirian sambil membaca buku tebal kedokteran tanpa ditemani siapa pun pasti sangat menyiksa sekali."


"Andai saja kamu bersedia rujuk denganku, kita pasti melewati masa tua itu bersama-sama. Melihat anak-anak kita tumbuh dewasa, bermain bersama cucu kita, bukankah itu sangat menyenangkan?


Ghani merengkuh jemari lentik Queensha dan kembali berkata, "Bagaimana, Sha, apa kamu sudah memikirkannya dengan matang? Maukah kamu rujuk denganku?"

__ADS_1


"Ehm, a-aku ...," jawab Queensha tergagap.


...***...


__ADS_2