Menikahi Ayah Anak Asuhku

Menikahi Ayah Anak Asuhku
Wanita Itu Adalah ....


__ADS_3

Duduk di kursi terbuat dari busa empuk dengan bagian kaki terdapat lima buah roda dan sandaran pada bagian punggung hingga ke kepala. Pria berwajah oriental tengah sibuk membaca berkas penting yang hendak diserahkan kepada sang ayah. Hanya dalam waktu 2×24 jam saja ia secara resmi menggantikan Rayyan menjadi direktur rumah sakit peninggalan Mei Ling. Untuk itu ia sangat sibuk hingga tanpa mengetahu jika ada seseorang yang sedari tadi mengetuk pintu ruangan.


"Permisi, Dokter Ghani!" seru seseorang dengan meninggikan nada suara. Tangan kanan pria itu tidak tinggal diam. Dia mengetuk pintu berwarna putih meski sejak tadi tak ada respon apa pun dari sang empunya ruangan.


Mendengar suara ketukan di luar sana, atensi Ghani terhenti pada tumpukan berkas di atas meja. Dengan segera ia menoleh ke arah daun pintu dan berseru, "Masuk!" Suara orang itu begitu familiar hingga ia tidak perlu menanyakan terlebih dulu siapakah seseorang di seberang sana.


Melangkah dengan langkah panjang, pria bernama Yogi berdiri di serang meja kerja Ghani. "Maaf mengganggu pekerjaan Anda, Dok."


Pemilik wajah datar tanpa ekspresi menjawab, "Tidak masalah. Lagi pula pekerjaanku sudah mau selesai. Katakan, apa kamu mendapat informasi yang kuminta? Aku membutuhkannya segera," tanyanya pada pria di seberang sana.


Kepala mengangguk cepat. "Sudah, Dok. Sesuai permintaan Anda semua informasi tentang wanita itu ada di dalam sini. Anda bisa membacanya terlebih dulu dan apabila ada suatu hal ganjil bisa tanyakan kepada saya." Lantas Yogi meletakan map di meja kerja Ghani.


Dengan tidak sabaran, Ghani memasukan tangan lalu membaca lembaran kertas berisi semua informasi mengenai wanita di masa lalunya. Jantung terasa berhenti berdetak beberapa saat. Bibir terbuka sendiri tanpa sanggup mengucap sepatah kata pun.


"A-apa ... semua informasi ini valid? Maksudku, apa kamu betulan melakukan penyelidikan sesuatu perintahku?" tanya Ghani memastikan kembali atas bukti yang ada dalam genggaman tangan.


Dengan wajah serius Yogi menjawab, "Tentu saja valid. Mana mungkin saya membohongi Anda, Dokter Ghani. Kebaikan yang pernah Anda lakukan terhadap keluarga saya begitu besar bahkan kami dibuat bingung sendiri bagaimana caranya untuk membalas budi. Saat Anda meminta bantuan saya, tentu saja saya melakukannya dengan senang hati sebab berpikir mungkin cara inilah kami dapat membalas kebaikan Dokter."


"Tapi bagaimana bisa kamu mendapat semua informasi ini hanya dalam hitungan hari sementara temanku yang dimintai tolong sejak lima tahun lalu tak pernah sekalipun memberi berita yang memuaskan. Apa mungkin di antara kalian ada yang berbuat curang?" Mata sipit Ghani memicing tajam pada sosok pria yang tengah duduk di seberangnya.

__ADS_1


Menarik napas panjang seraya memejamkan mata sejenak kemudian kembali berkata, "Saya tidak berani berpendapat karena takut menimbulkan perselisihan antara Anda dan teman Anda, Dok. Namun, saya berani bersumpah atas makam mendiang Bapak saya, data di dalam map itu benar adanya."


Ghani mengusap wajah kasar. Tidak menduga jika selama ini wanita yang dicarinya ke sana kemari ternyata ada di depan mata. Ya, pria itu baru saja mengetahui jika Queensha adalah gadis yang pernah diperkosanya lima tahun lalu.


"Argh!" teriak Ghani melempar semua benda di atas meja kerja hingga jatuh berserakan. Napas terengah. Pundak bergerak turun dan naik tidak beraturan.


Merasa bersalah karena telah menyakiti gadis yang pernah diperkosanya dulu padahal ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah melukai hati dan juga perasaan bila mereka dipertemukan kembali. Namun, ternyata ia justru mengingkari janjinya itu.


"Kenapa aku bodoh sekali hingga tak mengenali wanita itu. Dua bulan tinggal bersama seharusnya aku mengetahui siapa wanita yang kunikahi. Telah kulewati bersama dengannya, tapi mengapa aku tak juga sadar bahwa wanita yang kucari selama ini adalah istriku sendiri. Oh Tuhan, aku benar-benar menyesal karena sudah menceraikannya."


Memandang nanar pada sosok Yogi. "Apa yang akan kukatakan kepada Queensha jika dia tahu bahwa aku adalah lelaki yang pernah memperkosanya dulu? Akankah dia mau memaafkanku setelah mengetahui yang sebenarnya?" tanya dengan suara lirih.


"Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang, Gi? Aku merasa seperti lelaki berengsek karena terus menerus menyakiti wanita yang sama. Dulu, aku memperkosanya dan kini menceraikan wanita itu hanya karena masalah sepele. Aku-"


"Apa? Jadi lo pernah memperkosa seseorang. Siapa, Ghan? Siapa gadis yang udah lo renggut kesuciannya?" sentak Leon dengan tatapan mengintimidasi.


Pintu ruangan yang tidak tertutup rapat membuat percakapan antara Ghani dan Yogi bocor keluar. Saat itu Leon yang berencana mengajak sang sahabat makan siang di kantin segera mendorong daun pintu setelah mendengar ucapan calon direktur rumah sakit tempatnya bekerja.


Leon yang cukup terkejut berhambur ke arah Ghani. Dalam satu gerakan, ia mencengkeram kemeja Ghani hingga leher sahabatnya itu tercekik.

__ADS_1


"L-leon, lo ngapain ada di sini?" tanya Ghani terbata. Sepasang mata sipit terbelalak saat mendapati sahabat sejatinya berada di ruangan.


"Enggak penting gue ngapain di sini. Gue cuma mau tanya, siapa perempuan yang lo perkosa? Buruan katakan, sebelum gue semakin hilang kendali dan mengeratkan cengkeraman tangan ini!" desak Leon tidak sabaran.


"G-gue ...."


"Buruan! Jangan bertele-tele!" sembur sahabat Ghani. Matanya memberikan tatapan membunuh hingga mau tak mau Ghani mengatakan yang sebenarnya.


"Queensha. Dia adalah korban kebejatan gue, Yon. Gue udah memperkosanya lima tahun lalu." Ghani menyahut dengan suara gemetar.


Rahang Leon terbuka sempurna kala mendengar jawaban Ghani. Meniduri wanita tanpa ikatan yang sah bukan merupakan kebiasaan Ghani. Sejak dulu Ghani anti sekali terhadap wanita jadi bagaimana bisa sahabatnya itu memperkosa seorang perempuan.


"Jangan bercanda, Ghan! Lo tuh kalau ngomong yang benar dong!"


"Sumpah demi Tuhan, gue enggak bercanda. Apa yang gue ucapkan barusan adalah sebuah kenyataan. Gue udah merenggut kesucian Queensha saat kita masih kuliah dulu. Lo inget enggak kejadian lima tahun lalu saat gue minum lalu kepala terasa pusing? Rupanya ada orang iseng yang mencampur minuman gue dengan obat perangs*ng hingga membuat napsu gue bergelora."


"Malam itu sebetulnya gue enggak pulang ke apartemen melainkan bercinta dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Queensha, mantan istri gue." Ghani mulai menceritakan semua kronologi lima tahun lalu. Tak ada satu rahasia pun yang ditutupi. Toh Leon sudah tahu aib yang disembunyikan selama ini jadi untuk apa menutupinya dari sang sahabat. Biarlah Leon tahu bagaimana masa lalunya. Dengan begitu ia berharap semua masalah dapat diselesaikan segera.


Sementara itu, Yogi hanya mendengarkan penjelasan Ghani tanpa ingin ikut campur dalam urusan pria yang telah membantunya mengoperasi mendiang sang bapak yang baru satu bulan meninggal dunia. Dari semua informasi ia dapat menarik kesimpulan bahwa memang ada yang tidak beres dengan Alvin, teman Ghani yang dimintai tolong untuk menyelidiki kasus ini. Namun, ia belum berani menyela sebelum percakapan antara Ghani dan Leon selesai.

__ADS_1


...***...


__ADS_2