
'Hm,, dokter itu bisa juga diandalkan sampai membuat wajah ibu mertua jadi begini. Aku yakin kau mah setelah ini ibu mertuaku tidak akan berani keluar dari rumah jadi dia akan mengurangi masalah yang datang ke keluarga kami.' pikir Amira dalam hati merasa bahwa ibu mertuanya benar-benar pantas mendapatkan wajah yang rusak.
Wajah Aulia tampak terkelupas dan di beberapa sisi muncul benjolan-benjolan kecil seperti jerawat yang memiliki mata berwarna putih.
"Bagaimana ini?!! Apa yang harus ibu lakukan agar wajah Ibu kembali seperti semula?!!" Aulia menangis sambil membentak ke arah Fernando dan Amira.
"Ibu, sebaiknya Ibu pergi ke rumah sakit pusat ibukota, mungkin saja dokter di sana bisa memberikan perawatan lain." Kata Fernando langsung membuat Aulia mendengus kesal.
"Mana mungkin Ibu punya biaya untuk pergi ke rumah sakit besar itu?!! Lagipula, ini semua salah Amira karena dia menunjukkan klinik itu pada ibu!!! Jika dia tidak menunjukkannya, maka wajah Ibu tidak akan rusak begini!!!" Teriak Aulia memandang Amira dengan marah.
"Apa maksud ibu? Bukankah awalnya perawatan Ibu berhasil, tapi Ibu sendirilah yang pergi menggaruk wajah ibu sehingga perawatannya menjadi gagal?" Kesal Amira memandangi Ibu mertuanya.
Bayu mengangguk, "Amira benar!! Kaulah yang memaksa Amira untuk mengatakan tempat perawatan itu, kau jugalah yang tidak mendengar saran dokter dan menggaruk wajahmu. Jadi bagaimana bisa kau menyalakan menantu kita?" Ucap Bayu memandang kesal pada istrinya.
Melihat suaminya yang membela menantunya semakin membuat amarah Aulia memuncak dengan perempuan itu menyeka air matanya lalu melototi suaminya.
__ADS_1
"Kau!! Kau berani membantah ku dan membela menantumu?! Kau mau durhaka terhadap istrimu?!! Lagi pula ini juga semua karena salahmu yang tidak menjaga ku waktu aku tidur!! Seandainya saat itu bla bla bla..."
Amira tidak ingin mendengar pertengkaran yang telah Ia dengar tadi pagi, jadi dia kemudian menarik Fernando meninggalkan kedua mertuanya lalu mereka memasuki kamar.
"Acara ulang tahun sepupumu malam ini jam 08.00, jadi sekarang juga kita harus bersiap. Kau harus memperlihatkan jiwa pemimpinmu sebagai calon direktur keluarga Barata, agar semua orang bisa menghormatimu." Kata Amira sembari melepas dasi suaminya.
"Ya, aku dengar ada banyak kolega perusahaan yang akan datang. Tapi oya, dari mana kau mendapat uang untuk membeli pakaian?" Tanya Fernando sembari melihat merk yang tertera pada paper bag yang diletakkan di atas meja.
Tentu saja bukan brand biasa yang bisa dibeli dengan uang yang sedikit.
"Lagi pula, sebentar lagi suamiku akan menjadi seorang direktur, jadi tidak boleh menggunakan pakaian yang terlalu sederhana!!!" Kata Amira membuat Fernando merasa begitu hangat akan pemikiran istrinya.
Ketika dia lah yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan istrinya, tapi sekarang malah sebaliknya.
Oleh sebab itu pria itu tidak tahan untuk mengulurkan tangannya dan memeluk Amira dengan erat, "Terima kasih istriku. aku janji, setelah aku menjadi direktur aku akan menyerahkan semua gajiku padamu." Ucap Fernando.
__ADS_1
Amira tersenyum, tentu saja dia tidak membutuhkan uang dari suaminya, sebab dia memiliki begitu banyak uang di dunia ajaib, maupun di rekeningnya, tetapi demi menghargai suaminya, perempuan itu menganggukkan kepalanya, "Baiklah, tapi kau harus berbicara dulu dengan Ibu, sebab selama ini dialah yang mengatur keuangan di rumah ini," ucap amira menguji suaminya.
Tentu saja dia tahu bahwa di antara keluarga mereka, dialah yang berhak memegang gaji suaminya, sebab dia adalah istri pria itu.
Lagi pula, mereka telah berpisah dari keluarga orang tua mereka, sebab mereka juga telah memiliki rumah tangga setelah menikah.
Tetapi dari ingatan Amira, bahwa Fernando sangat patuh terhadap ibunya, jadi Amira hanya ingin menguji Fernando.
"Jangan pikirkan itu, aku akan berbicara pada ibu." Ucap Fernando masih betah memeluk istrinya membuat Amira menjadi lebih senang lagi.
@interaksi
Kayaknya glowing orang Taiwan sama orang Indonesia beda 180 derajat deh...!!!☠️☠️☠️
__ADS_1