Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
125. Rumah yang sengaja di rusak


__ADS_3

Sudah pukul 10.00 malam ketika Amira dan Yura turun dari lantai 3 ke lantai 1 dan melihat Fernando juga baru keluar dari ruang kerja Hesa.


"Sayang," langsung kata Amira mendekati suaminya sembari perempuan itu memegang tangan Fernando dengan erat.


Fernando tersenyum lembut pada istrinya sembari berkata, "Apakah kita pulang sekarang?"


Menganggukkan kepalanya, Amira menatap Hesa dan Yura sembari berkata, "sudah larut malam, jadi kami akan permisi untuk kembali."


Yura tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, "kalau begitu, aku akan menyuruh supir untuk mengantar kalian." Ucap Yura.


"Baik, terima kasih atas perhatian kalian," kata Fernando diangguki oleh Hesa, lalu keempat orang itu berjalan keluar kediaman untuk mengantar Fernando dan Amira.


Setelah menaiki mobil dan mobil berjalan pergi, Amira langsung menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dan berkata, "akan ada reuni angkatan, Yura memberikan ku undangan. Apakah kau mau pergi ke reuni itu?"


Fernando menatap istrinya yang tampak memejamkan matanya lalu pria itu berkata, "kapan reuni angkatan kalian?" Tanya Fernando.


"Satu minggu lagi," jawab Amira langsung membuat Fernando memikirkan jadwal proyek yang sudah harus dikerjakan mulai minggu depan, jadi pria itu dengan menyesal mengelus punggung tangan istrinya.


"Aku rasa aku tidak bisa menemanimu, karena saat itu proyek besar keluarga Rakin sudah harus mulai dikerjakan dari perancangannya. Dan minggu ini juga, mungkin nenek akan menggelar acara pengumuman direktur baru perusahaan kita. Aku rasa minggu ini akan sangat sibuk," kata Fernando langsung membuat Amira membuka matanya lalu perempuan itu memperbaiki posisi duduknya.


"Kau yakin nenek akan menggelar acara pengangkatan direktur baru pada minggu ini? Bukankah itu terlalu mepet dan keluarga Barata baru saja menghabiskan banyak uang untuk acara ulang tahun Raina?" Tanya Amira yang merasa bahwa keluarga Barata tidak akan sedermawan itu untuk mengeluarkan terlalu banyak uang hanya dalam waktu 2 minggu.

__ADS_1


"Hm,,, seharusnya begitu, karena proyeknya sudah akan dijalankan minggu depan. Kalau proyeknya sudah berjalan, maka aku akan sangat sibuk, jadi tidak ada lagi waktu untuk acara-acara seperti itu." Ucap Fernando langsung membuat Amira berpikir.


'Kalau begitu, maka keluarga Barata mungkin akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan dana yang lebih. Dan suamiku akan menjadi direktur,,, jangan-jangan,,' Amira memikirkan sesuatu yang buruk dalam hatinya, tetapi perempuan itu tidak mengatakannya pada Fernando dan hanya kembali duduk bersandar di bahu suaminya.


Ketika mereka tiba di rumah mereka, semua lampu dalam keadaan mati.


"Kau tunggulah di sini, aku akan memeriksanya," ucap Fernando sembari mendudukkan Amira di sofa ruang tamu dengan pria itu menyalakan senter ponselnya, lalu pergi memeriksa sekering.


Ketika Fernando memeriksanya, dia melihat ada kerusakan pada sekering itu, dan terlebih bahwa kerusakan Itu tampak disengaja oleh seseorang.


"Hah,, Siapa yang tega melakukan hal seperti ini?" Fernando merasa kesal dalam hati, lalu pria itu kembali ke ruang tamu untuk menemui istrinya.


Tetapi ketika dia tiba di sana, Amira tidak ada lagi, dan terlihat cahaya dari dapur.


"Bagaimana?" Tanya Amira begitu menyadari kehadiran suaminya dengan perempuan itu mengambil dua botol air minum dari dalam kulkas.


"Sekring lampu rusak dan tidak bisa diperbaiki," ucap Fernando sembari menerima sebotol air minum yang disodorkan Amira padanya.


"Kalau begitu kita tidur saja, besok pagi baru diperbaiki." Kata Amira diangguki Fernando, lalu kedua orang itu memasuki kamar dan tidur.


Pada tengah malam, turun hujan yang deras mengguyur permukaan bumi, tak terkecuali mengguyur rumah yang ditinggali Amira dan Fernando.

__ADS_1


Tes tes tes....


Amira menarik selimutnya saat dia merasakan bahwa kakinya terasa begitu dingin dan basah.


"Rumah kita bocor," kata Fernando yang sudah mengambil ponsel dan menyalakan senter hp-nya.


Amira bangun sembari melihat keadaan dan tampak ada banyak air yang menetes di kamar mereka, bahkan ketika mereka keluar dari kamar, tetesan-tetesan air juga memenuhi seluruh bagian lain dari rumah itu.


"Bagaimana bisa rumah kita tiba-tiba bocor?" Pikir Amira yang merasa aneh, karena kemarin subuh pun terjadi hujan lebat, namun tidak ada bocor sedikitpun.


"Entahlah, tapi sekering lampu juga tampak sengaja dirusak oleh seseorang, aku menemukan kabelnya terputus seperti di putus menggunakan benda tajam." Ucap Fernando sembari kembali ke dalam kamar, ia membuka lemari dan mengambil mantel untuk dirinya dan juga untuk Amira.


Setelah memakaikan mantel pada istrinya dan dirinya sendiri, Fernando lalu berkata, "Bagaimana kalau kita pergi ke kediaman utama dan menginap di sana malam ini? Kita tidak bisa tidur dengan keadaan seperti ini."


Amira memikirkan ucapan suaminya dan perempuan itu langsung menebak bahwa ini pastilah ulah orang-orang dari kediaman utama Barata yang menginginkan mereka pindah ke sana.


Oleh sebab itu, Amira menggelengkan, kepalanya lalu perempuan itu kembali ke kamar mendapatkan tasnya dan menarik suaminya keluar rumah.


"Kita akan mengganggu semua orang di kediaman utama kalau malam-malam begini kita pergi ke sana dan mengetuk pintu. Sebaiknya kita menginap di hotel," ucap Amira langsung diangguki oleh Fernando lalu kedua orang itu kemudian pergi ke hotel.


__ADS_1



__ADS_2