
Para pelayan mengurusi semua barang-barang yang dipindahkan dari kediaman utama keluarga Barata, sementara Amira dan Fernando beserta Bayu, mereka memasuki kediaman dengan Amira dan Fernando yang berjalan sambil bergandengan tangan.
Sementara Bayu, pria itu dengan gemetar melangkahkan kakinya memasuki rumah mewah yang tak pernah dibayangkan olehnya, bahwa suatu saat dia akan menginjakkan kaki di rumah semewah itu.
Dan bukan hanya menginjakkan kaki di rumah mewah itu, tetapi bahwa rumah tersebut ialah milik putranya dan juga menantunya!!!
Amira menghela nafas melihat ayah mertuanya yang tampak menganga dengan mata yang melotot sempurna serta seluruh badan yang gemetar memasuki rumah.
Perempuan itu lalu melihat suaminya, "sayangku, ajak ayah untuk duduk dulu, aku akan ke belakang menyuruh pelayan membuatkan kita minuman," ucap Amira langsung diangguki oleh Fernando.
Dengan begitu, Amira pergi ke arah dapur disusul tatapan Fernando yang melihat punggung indah istrinya.
Setelah Amira menghilang di balik pintu, kemudian Fernando melihat ayahnya yang berdiri di pintu masuk dengan tubuh gemeter dan mulut ternganga menatap rumah mereka.
"Ayah?" Panggil Fernando mendekati ayahnya yang masih belum pulih dari rasa terkejutnya.
__ADS_1
Tetapi ketika dia bahkan memegang tangan pria itu, Bayu masih berada dalam rasa terpakunya, jadi dia sama sekali tidak menghiraukan panggilan putranya.
"Ayah,, Ayo kita duduk dan menunggu Amira yang pergi ke dapur untuk mengambil minuman." Kata Fernando sembari menarik ayahnya ke arah ruang tamu dengan Bayu yang mengikuti pria itu.
Meski dia mengikuti arahan Fernando, tetapi sebenarnya pria itu hanya bergerak karena ditarik oleh putranya, bukan bergerak karena sepenuhnya keinginannya.
"Duduklah ayah," ucap Fernando ketika mereka sudah sampai di sofa.
Barulah saat itu akhirnya Bayu tersadar dari rasa kekaguman dan terkejutnya lalu dia menata putranya sambil berkata, "i,,, ini,, ini benar-benar rumah kalian?"
Pertanyaan ayahnya membuat Fernando tersenyum lalu dia berkata, "Ayah duduklah dulu baru bertanya. Apakah Ayah tidak lelah dalam posisi seperti ini?"
Maka dengan segera Bayu menghempaskan bokongnya di sofa yang ada di belakangnya lalu pria itu menata putranya yang kini duduk di sofa lain.
"Ini rumah yang dihadiahkan oleh keluarga Rakin untuk istriku," kata Fernando langsung dijawab anggukan Bayu dengan wajah pria itu masih setengah terbengong.
__ADS_1
Amira yang sudah memberitahu pelayan untuk menyiapkan minuman kini kembali menemani kedua orang itu dia duduk di samping suaminya sambil menatap Ayah mertuanya.
"Ayah baik-baik saja kan?" Tanya Amira yang bisa melihat bahwa pria di depannya terlihat seperti orang linglung yang tidak tahu harus berbuat apa.
Bayu hanya mampu menganggukan kepalanya, karena mulut pria itu serasa begitu kaku untuk berbicara dengan Amira.
Menantu yang selama ini dikucilkan di keluarga Barata, menantu yang selama ini dikatakan sebagai sampah dan membawa malapetaka bagi keluarga Barata ternyata malah sebaliknya!!
Perempuan itu telah menjadi berkat untuk keluarga ketiga mereka, terlebih untuk putranya!!
"Aku rasa Ayah tidak dalam kondisi yang baik-baik saja?" Ucap Amira sambil menatap Ayah mertuanya dengan begitu cemas.
Tentu saja dia tidak mau memiliki ayah mertua yang gila hanya karena terkejut melihat rumah baru dari Putra dan menantunya.
"Jangan khawatir, tunggu sebentar lalu Ayah pasti bisa menguasai dirinya sendiri." Kata Fernando sembari melihat para pelayan yang kini menghampiri mereka dan meletakkan minuman di hadapan setiap orang.
__ADS_1
Saat itulah akhirnya Bayu tersadar melihat para pelayan yang datang membawa minuman lalu pria itu berkata, "te,, terima kasih."
Para pelayan hanya tersenyum ke arah Bayu karena tentu saja mereka baru pertama kali melihat orang yang datang ke rumah itu dengan ekspresi yang sangat aneh.