Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
241.


__ADS_3

Begitu tiba di depan kediaman keluarga Zahirka, Amira turun dari mobil dan melihat Rahmat juga telah tiba di tempat itu bersama dengan sopirnya.


"Amira," ucap Rahmat langsung mendekati Amira karena dia masih membutuhkan penjelasan dari perempuan itu.


Maka Amira segera menceritakan semuanya bagaimana percakapannya dengan Ardan ditelepon dan juga ketika pria itu datang ke rumahnya.


Dan setelah mendengar penjelasan dari Amira maka Rahmat minggierakkan giginya.


"Dasar tua bangka sialan!!! Dia sendirilah yang mencari mati untuk cucunya ketika dia tidak bisa menjaga ucapan yang keluar dari mulutnya. Ia menggali lubang kuburan untuk cucunya sendiri, tapi sekarang malah membawa-bawa cucuku!!!!" Kesal Rahmat langsung dalam kaki dalam kediaman keluarga racun dan diberi jalan oleh seluruh pengawal karena memang sejak awal mereka telah diperintahkan untuk memberi jalan bagi Amira.


Sementara Amira, perempuan itu datang bersama Rahmat jadi Rahmat pun tidak dicegah untuk masuk ke dalam kediaman itu.


"Akhirnya kalian datang juga," kata Ardan langsung menyambut dua orang itu ketika dia melihat Amira ternyata datang bersama Rahmat.


"Kau sialan!!! Beraninya kau menculik cucuku demi menyembuhkan cucumu?!!" Teriak Rahmat dengan penuh amarah menatap Ardan yang kini berdiri dengan wajah yang agak pucat.

__ADS_1


"Rahmat, kau jangan marah dulu, aku terpaksa melakukan semua ini karena cucuku dalam bahaya, kalau dia tidak segera ditangani dia akan meninggal dan keluarga Zahirka tidak akan memiliki seorang penerus lagi!!!


"Lagi pula, aku tidak berniat mengapa-ngapa kan cucumu, hanya meminjamnya saja sebentar,, dan bahkan sehelai rambutnya pun tidak akan ku sentuh!" Ucapkan ketika dia melihat Pria tua yang datang ke rumahnya terlihat begitu marah.


"Sialan!!! Bukankah dari awal Amira sudah akan menyembuhkan cucumu tapi kau sendirilah yang mencari gara-gara dengan mempercayai Tuan uban itu? Kau bahkan mengutuk cucumu sendiri dengan menggunakan kata-katamu, akan mengganti sebuah kepercayaan dengan sebuah nyawa.


"Bukankah saat itu juga kau sudah mengatakan bahwa kau akan mempertaruhkan nyawa cucumu?! Lalu sekarang kau membawa cucuku,, Apakah kau pikir kau seorang kakek yang cerdas?!!" Bentak Rahmat yang merasa begitu marah pada pria di depannya.


Tetapi Ardan yang mendengar ucapan Rahmat pria itu berkata, "kau tidak pantas mengajariku Bagaimana menjadi kakek yang sesungguhnya!!!!"


Tetapi Amira yang mendengar ucapan pria itu hanya tersenyum di tempatnya, "Apakah kau pikir aku akan menyembuhkan cucumu hanya karena kau menculik Dani?" Ucap Amira dengan senyum mengejek langsung membuat Ardan semakin menjadi pucat.


"A,, apa?!! Bukankah kau meminta sebuah nyawa yang berharga? Aku sudah memberikan Dani padamu tapi sekarang--"


"Kapan aku bilang aku meminta sebuah nyawa yang berharga? Aku hanya mengatakan agar kau menepati ucapan yang keluar dari mulutmu, jadi semua masalah yang terjadi di sini sumbernya adalah dari mulutmu yang tidak bisa dijaga itu!!!" Tegas Amira menatap Ardan dengan mata yang tajam.

__ADS_1


"Aa,, apa?!" Ardan menggertakan giginya karena dia tidak menyangka bahwa Amira bukanlah perempuan yang mudah untuk dihadapi.


Sementara Wiwin yang sudah berlari dari dalam kamar, Dia sangat senang melihat kedatangan Amira jadi perempuan itu dengan cepat melangkah mendekati Amira dan berkata, "Amira, cepat Tolong putraku, dia berada dalam keadaan yang tidak baik dan memerlukan pertolonganmu."


Amira menatap perempuan yang ada di depannya, Dan Dia teringat akan kehidupan masa lalunya Di mana para perempuan yang sudah akan diceraikan oleh suami mereka datang mereka supaya dia membujuk suami mereka agar tidak jadi menceraikannya.


'Hah,, di kehidupan pertama dan kedua semuanya seperti sama saja. Selalu ada orang yang merengek padaku,, padahal aku bukanlah orang yang sebaik itu untuk mengabulkan permintaan mereka.' ucap Amira dalam hati kesal sembari menghela nafas dengan panjang.


"Aku tidak punya keuntungan jika aku menyelamatkan putramu jadi Mengapa aku harus melakukannya?" Tanya Amira pada perempuan di depannya langsung membuat Wiwin terpaku karena tak menyangka bahwa perempuan itu akan berkata seperti itu padanya.


@interaksi



Bersyukurlah baru itu saja yang habis, bukan harimu yang habis🤡🤡

__ADS_1


__ADS_2