
Ketika Amira dan Fernando sedang mengurus beberapa hal di tempat kerjanya, tiba-tiba saja Dia mendapat telepon yang mengatakan bahwa orang itu adalah saudara dari perempuan yang meninggal di dalam TV.
Jadi karena hari itu karena suaminya sangat sibuk maka Amira memutuskan untuk bertemu dengan orang itu secara pribadi.
Maka, ketika Amira tiba di sebuah restoran yang sudah ditentukan sebagai tempat pertemuan mereka, perempuan itu terkejut ketika dia melihat bahwa yang datang ternyata adalah Halina dan kedua orang tuanya.
"Amira?!" Halina yang benar-benar terkejut bahwa orang yang datang adalah a mirakomah padahal sejak perjalanan dia sudah berdoa supaya bukan Amira yang memasang iklan tersebut.
"Astaga,, kau benar-benar mirip dengan adikku," ucap Muel yang tak menyangka bahwa ternyata dia kini mendapati anak dari adiknya yang telah hilang sejak berpuluh tahun yang lalu.
"Apakah kau adalah saudara dari ibuku?" Tanya Amira langsung dijawab muel dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Maka keempat orang itu duduk bersama dengan Halina yang merasa sangat marah karena dia benar-benar tak percaya bahwa ternyata Amira memang benar ialah anak dari tantenya yang telah meninggal.
"Itu,, Bagaimana kau mengetahui tentang ibumu?" Tanya Muel sembari memperhatikan perempuan di depannya, dia bisa melihat bahwa perempuan itu memang sangat mirip dengan adiknya dan mata perempuan itu sangat mirip dengan suami dari adiknya.
"Ceritanya sangat panjang, tetapi sebagai pembuktian yang jelas ini adalah pakaian yang kukenakan ketika aku masih bayi lalu dibawa ke panti asuhan oleh Tuan besar 5maherson yang sudah menjadi pelaku tabrak lari kedua orang tuaku." Ucap Amira mengejutkan Muel dan istrinya.
Pantas saja waktu itu mereka tidak bisa menemukan apapun tentang hilangnya adik mereka bersama dengan ipar mereka, setelah adiknya dan keluarganya pergi ke luar kota untuk melakukan pengobatan.
Ternyata karena dia ditabrak oleh orang yang sangat berkuasa pada tahun itu, jadi tentu saja segala sesuatu dengan mudah diatur untuk menutupi kasus tersebut.
Pria itu benar-benar berwajah pucat ketika dia melihat bahwa selimut yang ada di dalam telah dilumuri oleh darah yang kering, sedangkan baju bayi yang dahulu ia belikan untuk dikenakan oleh Amira terlibat dengan rapi di sana.
__ADS_1
Bahkan sulaman nama Amira yang tidak rapi pun masih terukir di sana, dan dia ingat sekali itu adalah sulamannya karena dia benar-benar bahagia saat kelahiran Amira yang menjadi keponakan pertamanya.
"Ini,, aku menyulam ini ketika Amira lahir, Aku merasa sangat senang jadi aku menyulamnya dan tertusuk jarum sebanyak belasan kali. Sulamannya tidak rapi, tapi adikku tetap menyukainya dan langsung memakaikannya pada Amira saat mereka akan pergi ke luar kota untuk adik ipar," ucap Muel dengan wajah yang begitu pucat kembali mengingat masa-masa kebersamaannya dengan adiknya dan adik iparnya.
Halina yang awalnya berpikir akan menggunakan sesuatu untuk menyangkal bahwa Amira adalah sepupunya kini tidak punya jalan lain lagi karena semua bukti sudah ditunjukkan.
Oleh karena itu, Ibu Halina langsung memeluk Amira dan merasa sangat senang karena keponakan mereka yang sudah hilang bertahun-tahun Akhirnya kini ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.
Sementara itu, Amira yang dipeluk dia masih merasa janggal dengan Halina, jadi perempuan itu terus menyimpan masalah tersebut dalam hatinya dan berjanji untuk menyelidikinya agar Paman dan Tante Amira tidak dibodohi oleh perempuan itu.
Maka, saat mereka makan Amira kemudian mengeluarkan sebuah jepit rambut dan menghadiahkannya pada Halina, lalu perempuan itu berpura-pura memakaikan jepit rambut itu pada Halimah dan mengambil sehelai rambut darinya.
__ADS_1
Dia pun melakukan hal yang sama pada ibu Halina untuk mendapatkan rambut perempuan itu.
Sebenarnya Halina merasa curiga, tetapi dia tidak melihat apapun di tangan Amira karena rambut tersebut langsung dikirim ke dunia ajaib agar tersimpan aman di sana.