Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
238.


__ADS_3

Jika di dua bab yang otor up tadi siang ada kesalahan, maka bisa kembali baca ya, soalnya udah diperbaiki. Atau kalau gak ada bisa abaikan info iniπŸ™πŸ™πŸ™


***Happy reading πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


🌟🌟🌟***


Di dalam mobil, Wasti yang datang menjemput putranya menatap ke arah gedung sekolah karena tidak sabar putranya segera keluar dari sana dan mereka bisa kembali ke rumah untuk makan siang bersama.


Sang supir yang duduk di depan memainkan ponselnya sembari menunggu pria kecil yang mereka jemput segera keluar dari dalam sekolah.


Keduanya yang sibuk pada urusan masing-masing tidak memperhatikan ketika asisten Ardan keluar dari mobil dan berjalan ke arah mobil tersebut.


Tsssss........!!!!


Dia berhasil mengempeskan ban mobil tersebut Lalu setelah itu pria itu kembali ke dalam mobil.

__ADS_1


"Sekarang tuan bisa turun dan mengatakan pada mereka bahwa ban mobilnya kempes jadi mau tidak mau mereka harus pergi memompa sebentar." Ucap sang asisten langsung dianggap oleh Ardan.


Maka begitu, Ardan segera keluar dari mobilnya dan pergi mengetuk jendela mobil yang ada di depan mereka.


Wasti sangat terkejut melihat tuan besar Zahirka berada di tempat itu, tetapi dia tetap menurunkan kaca mobil dan menatap pria itu dengan bingung.


"Ada apa?" Tanya Wasti yang merasa heran melihat pria itu berada di sekitar situ, padahal, keluarga Zahirka sama sekali tidak memiliki cucu yang bersekolah di tempat itu.


"Aku baru saja lewat dan melihat kalau ban mobil kalian kempes." Ucap Ardan langsung membuat Wasti menatap ke arah sopirnya.


"Saya akan mengeceknya Nyonya," kata Sang sopir segera turun, lalu Wasti juga turun untuk berbincang-bincang dengan Ardan.


Setelah beberapa saat, sang supir kembali menghampiri Wasti dan berkata, "dua ban belakang kita telah bocor, Saya pikir kita harus pergi untuk memompanya dulu ke bengkel."


"Ahh, begitu, Baiklah, kalau begitu kita bisa pergi sekarang." Ucap Wasti pada sopirnya lalu dia berbalik menatap Ardan sambil berkata, "Tuan Zahirka, kami harus pergi sekarang, Terima kasih sudah memberitahu kami."

__ADS_1


Ardan menganggukkan kepalanya sembari bersorak senang dalam hati, "Baiklah, kalau begitu sampai berjumpa lagi." Ucap Ardan lalu melihat mobil itu telah pergi dengan kecepatan yang berada di bawah rata-rata karena ban yang kempes itu cukup diperhatikan oleh sopirnya.


Setelah itu, Ardan kembali ke dalam mobilnya dan duduk menatap sang asisten.


"Dia akan keluar 5 menit lagi, tapi bengkel di sini juga tidak jauh jadi hanya butuh sekitar 6 menit." Ucap sopir itu langsung diangguki oleh Ardan.


Sekarang dia tahu mengapa mereka cepat-cepat pergi, dan dia merasa kagum pada asistennya yang begitu pandai merencanakan sesuatu.


Maka, setelah menunggu 5 menit dilihatnya anak-anak sekolah telah keluar dan di antara anak-anak sekolah itu terdapat juga Dani.


Maka Tuan Zahirka segera turun dari mobil dan berjalan menghampiri Dani.


"Dani, bagaimana sekolahmu hari ini?" Tanya pria itu langsung membuat Dani terkejut dan mundur beberapa langkah karena dia tidak menyangka bahwa kakek-kakek yang sudah berkata kasar tempo hari di keluarganya kini datang menemuinya.


"Sekolahku menyenangkan, tapi kenapa Tuan ada di sini?" Tanya Dani dengan raut wajah yang sangat berhati-hati.

__ADS_1


"Ahh,, aku datang untuk menjemputmu karena kebetulan aku akan pergi ke rumahmu, tetapi ibumu sedang ada kesibukan, jadi dia menyuruhku untuk singgah menjemputmu." Ucap Ardan langsung membuat Dani agak tertunduk dan memikirkan ucapan pria.


Melihat Dani yang tampak ragu, maka Ardan kembali berkata, "ibumu sedang sibuk memasak makan siang di rumah karena hari ini keluarga kami datang bertamu."


__ADS_2