Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah

Pelakor Masuk Ke Tubuh Menantu Sampah
255.


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah Amira mengirimkan pil obat untuk Bos Kasino, perempuan itu kemudian melajukan kendaraannya ke arah panti asuhan untuk mencari tahu tentang siapa yang terus mengiriminya barang-barang di setiap bulannya.


"Ini benar-benar petunjuk yang ku lupakan, di ingatan Amira perempuan itu selalu dikirimkan barang-barang setiap bulan hingga membuat iri semua anak-anak panti asuhan karena mereka tidak memiliki donatur rahasia seperti itu.


"Dan terlebih, barang-barang yang dikirimkan itu ialah barang-barang yang cukup mewah untuk kalangan orang biasa." Kata Amira sembari memandangi foto di tangannya lalu perempuan itu mempercepat laju mobilnya ke arah panti asuhan.


Begitu tiba di panti asuhan yang menjadi tempat tinggalnya dulu, Amira langsung melihat seorang perempuan tua yang ia kenali sebagai ibu panti yang dulu bersamanya.


Jadi Amira segera menghampiri perempuan itu dan duduk di samping perempuan tua yang sedang merajut wol.


"Halo ibu," ucap Amira sembari tersenyum ke arah perempuan tua itu langsung membuat perempuan berusia 60 tahun itu menatap Amira dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Halo, Apakah aku mengenalmu?" Tanya ibu panti sembari memperhatikan perempuan di depannya.


"Tentu saja, saya adalah Amira." Kata Amira langsung mengejutkan ibu panti.


Perempuan itu lalu memperhatikan Amira dengan seksama bahkan menyentuh tubuh Perempuan itu dan melihat Amira dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Amira, Kau Amira anak ibu. Ternyata kau sudah sebesar ini," ucap ibu panti itu sembari tersenyum senang karena anak yang ia besarkan selama bertahun-tahun Akhirnya sudah berada di depannya dan terlihat seperti perempuan sukses.


Kedua orang itu terus berbincang-bincang kecil sampai akhirnya Amira mengatakan maksud kedatangannya.


"Iya, Aku ingin melacaknya dan cari tahu keberadaan orang tuaku serta mengetahui Kenapa mereka membuangku ke panti asuhan. Jadi aku harap Ibu mau membantuku." Kata Amira langsung membuat ibu panti tersebut menghela nafas dengan panjang.

__ADS_1


"Hah...... Ibu juga sangat ingin membantumu tapi setiap kali barang-barang itu datang diantar, tidak ada satupun petunjuk siapa pengirimnya. Tetapi barang-barang yang datang bersamamu waktu bayi, masih Ibu simpan dengan baik. Mungkin di sana ada petunjuk." Ucap ibu panti itu segera meletakkan syal yang sedang ia rajut, lalu perempuan itu kemudian berdiri sambil menatap Amira, "ikutlah denganku."


Maka Amira segera mengikuti perempuan itu hingga mereka akhirnya tiba di kamar pribadi ibu panti asuhan itu, dan sang ibu panti membongkar lemari yang tampak sudah sangat tua.


"Ibu menyimpannya dengan baik karena Ibu pikir suatu saat kau akan mencarinya." Ucap ibu panti mengambil sebuah tas kecil dari dalam lemari lalu membongkar isinya.


"Nah, ini dia," ucap perempuan itu mengeluarkan dua buah bungkusan koran dari dalam tas.


Setelah itu ibu panti membuka dua bungkusan koran itu, yang satu berisi pakaian bayi yang terlihat begitu imut dan lucu.


"Kau jangan kaget kalau melihat isi bungkusan yang ini," ucap ibu panti itu langsung membuat Amira menyurutkan keningnya lalu dia melihat ibu panti yang membuka bungkusan koran itu dengan hati-hati.

__ADS_1


Amira langsung terdiam di tempatnya saat melihat isi bungkusan Itu, adalah sebuah selimut bayi yang dipenuhi bekas darah yang telah mengering.


"Itu,, Bagaimana bisa itu penuh dengan darah?" Tanya Amira yang sangat terkejut melihat darah yang telah mengering pada selimut bayi berwarna putih.


__ADS_2