
Setelah beberapa detik, penanggung jawab kemudian bertanya, "apakah ada perwakilan dari perusahaan Barata?"
"Tidak ada!" Ucap Brama dan Mahesa secara bersamaan.
Semua orang jelas bisa mendengar ucapan sang penanggung jawab jadi mereka semua mengeryit lalu menoleh ke arah Fernando dan Amira yang tampak terdiam.
Mendapati dirinya ditatap oleh semua orang, Amira hanya bisa menghela nafas lalu menatap suaminya.
"Kau benar-benar tidak mau mengatakan kalau dirimu berasal dari keluarga Barata?" Tanya Amira.
Fernando menggelengkan kepalanya, "aku sudah bilang kalau aku tidak datang untuk proyek paling besar itu, jadi bagaimana mungkin aku mempermalukan diriku sendiri, dan terlebih menyeret istriku?"u. Ucap Fernando langsung membuat Amira tersenyum.
Perempuan itu dengan spontan memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Sembari tersenyum sumringah, Amira lalu berkata, "suamiku benar-benar gentlemen, dia selalu memikirkan istrinya!"
__ADS_1
Semua orang bisa mendengar percakapan kedua orang itu dan mereka hanya bisa tercengang dengan apa yang dibicarakannya.
Mereka lalu kembali menatap ke depan karena tidak ada niat untuk mengganggu keromantisan sepasang suami istri itu.
Lagi pula, kalau tidak ada keluarga Barata yang menandatangani kontrak, maka mungkin saja kontrak itu akan dilempar ke orang lain!!!
Kembali ke depan, kini sang penanggung jawab menutup bukunya lalu menatap dua orang di depannya, "jika tidak ada perwakilan lain, maka kontrak ini akan ditandatangani setelah nama yang tertera di sini datang kemari!" Ucap si penanggung jawab mengejutkan Brano dan Mahesa.
"Tunggu!! Pasti ada kesalahan!! Kami berdua adalah perwakilan dari perusahaan Barata untuk proyek ini. Mana mungkin nama pada kontrak itu bukanlah nama kami?" Tanya Mahesa kini tak percaya bahwa ada orang lain dari perusahaan mereka yang mendapatkan proyek tersebut.
Brama ikut mengangguk, lalu berkata, "itu benar! Tapi, memangnya nama siapa lagi yang tertera di kontrak itu?"
Pertanyaan pria di depannya membuat sang penanggung jawab menatap kesal pada dua orang itu tetapi dia tetap membuka berkas di depannya lalu membaca namanya, "Fernando Barata!"
Begitu selesai berbicara, sampai nanggung jawab mengangkat wajahnya mendapat dua orang di depannya dan terkejut melihat keduanya tampak dalam keadaan tak berdaya.
__ADS_1
Bahkan ruangan itu menjadi sangat hening karena mereka pun tak menyangka bahwa pria yang sudah mereka anggap sebagai orang yang kalah, ternyata namanya malah tercatat di buku kontrak!!
"Apakah di sini ada Tuan Fernando Barata?" Penanggung jawab kemudian menatap seluruh kerumunan untuk melihat adakah orang yang akan mengakui nama tersebut.
Di kursi paling belakang, Fernando membuka mulutnya dengan rasa tak percayanya mendengar namanya disebut sebagai nama yang tertulis dalam kontrak.
Ketercengangan pria itu membuatnya tak mampu menjawab saat penanggung jawab bertanya.
Untunglah istrinya yang di sampingnya langsung tersenyum dan berseru, "itu adalah nama suamiku!!"
Seruan Amira langsung membuat semua orang menoleh ke arah mereka, bahkan Brama dan Mahesa yang berdiri di depan kini memucat menatap ke belakang.
Bagaimana mungkin?!!
Pria itu hanya datang untuk melamar proyek kecil, mana mungkin namanya tercatat pada kontrak dengan proyek bernominal paling besar?!!
__ADS_1
Tidak ada yang bisa percaya!!!!!!!