
Setelah makan malam selesai, Aulia dan Bayu kembali ke dalam kamarnya dengan Bayu yang menggaruk-garuk kepalanya, karena tidak mengerti dengan sikap keluarga pertama dan keluarga kedua.
Sementara Aulia, perempuan itu langsung duduk di meja riasnya sembari menatap wajahnya.
Perempuan itu tersenyum, "Sekarang kondisi wajahku mulai membaik, dan terlebih keluarga pertama dan kedua sudah mulai menyadari bahwa mereka tidak ada apa-apanya tanpa keluarga ketiga.
"Hah.... Aku sangat senang melihat cara mereka menjilat kita di meja makan, aku rasa,, mulai sekarang,, tidak ada lagi yang akan bisa bersikap semena-mena terhadap kita!!!" Ucap Aulia penuh bahagia sembari mengambil beberapa perawatan kulit dan mengaplikasikannya ke tubuhnya.
Sementara Bayu, pria itu duduk di pinggir ranjang sembari berpikir, 'aku tidak merasa kalau keluarga pertama dan kedua akan begitu mudah menerima Putraku sebagai Direktur. Mengapa aku merasa bahwa mereka sebenarnya memiliki sesuatu yang mereka sembunyikan?'
Sambil berpikir, Bayu menghela nafas dengan panjang, dan helaan nafas itu membuat Aulia merasa kesal, jadi perempuan itu berbalik menatap suaminya yang tampak lesu "Apalagi yang membebani pikiranmu? Ah,,,, Apa kau merasa sakit di seluruh tubuhmu setelah tidur di ranjang yang tidak empuk?
"Kan aku sudah bilang supaya kau tidak usah ikut bersama mereka berdua!! Jadinya kan, kau sendiri yang seperti ini!!!" Keluh Aulia memandangi suaminya.
Perempuan itu berpikir bahwa suaminya mulai merasakan sakit di seluruh tubuhnya setelah menginap di rumah Fernando dan Amira.
__ADS_1
Tetapi Bayu menggelengkan kepalanya, "aku hanya merasa bahwa sikap keluarga pertama dan keluarga kedua yang tiba-tiba berubah sangat aneh. Apa kau merasa bahwa--"
"Diam!!" Sela Aulia, "Jangan berpikir macam-macam, mereka sudah layak melakukan hal itu karena sekarang yang akan menjadi penguasa di perusahaan adalah putra kita.
"Kalau mereka tidak memperlakukan kita dengan baik, maka putra-putra mereka yang ada di perusahaan akan ditekan oleh anak kita!!!" Tegas Aulia lalu balik menatap wajahnya di cermin.
"Hah,, percuma berbicara denganmu. Kau sama sekali tidak tahu apapun!!! Sekarang aku jadi kesal lagi!!!" Ucap Aulia sembari menggertakkan giginya begitu marah pada suaminya yang selalu saja merusak moodnya.
Bayu tidak mau lagi berdebat dengan istrinya, jadi pria itu memilih untuk tidur saja, tetapi dia belum naik ke atas ranjang, suara pintu yang diketuk mengejutkan keduanya.
Aulia langsung menatap suaminya, "buka pintunya!" Perintah perempuan itu sebab dia tidak mau acara merawat kulitnya diganggu oleh siapapun.
Jadi Bayu segera membuka pintu kamarnya dan mendapati pelayan nyonya besar sedang berdiri di ambang pintu.
"Ada apa?" Tanya Bayu.
__ADS_1
Pelayan yang ada di depan kamar keluarga ketiga berusaha memberikan senyum terbaiknya, "Nyonya besar menyuruh saya menyampaikan kabar bahwa acara penyambutan direktur pada hari Sabtu ini akan ditunda, dan ak--"
"Apa?!!" Sela Aulia kini melototi pelayan yang ada di depan pintu.
Perempuan itu lalu berdiri dan berjalan menghampiri pelayan, "di tunda? Kenapa?" Tanya Aulia yang sama sekali tidak mengerti dengan alasan penundaan itu.
Putranya akan segera menjadi direktur, tapi mengapa sekarang di undur-undur?
Pelayan kembali memperlebar senyumnya lalu dengan bersusah payah pelayan itu berusaha berbicara dengan suara yang tenang, "Itu,, dana untuk hari Sabtu tidak cukup, apalagi nyonya besar berpikir bahwa acara penyambutan direktur tidak seharusnya dilakukan di rumah ini dan harusnya menyewa sebuah tempat yang lebih mewah. Jadi Nyonya b besar memutuskan untuk--"
"Ahh!!" Sela Aulia sambil tersenyum penuh bahagia, "aku mengerti, jadi seharusnya pesta penyambutan untuk Putraku dilakukan dalam skala yang besar-besaran dan harus berada di tempat yang mewah.
"Baiklah, kalau begitu kami sudah mengerti, kau sudah boleh kembali pada nyonya besar dan katakan bahwa kami sama sekali tidak keberatan dengan penundaan ini." Ucap Aulia kini kembali berada dalam suasana hati yang sangat baik.
"Baik," jawab sama pelayan sembari melemparkan sebuah senyum pada keluarga ketiga lalu perayaan itu berbalik meninggalkan kamar keluarga ketiga dengan raut wajah yang langsung berubah.
__ADS_1
'Dasar keluarga ketiga sialan, lihat saja setelah acara penyambutan direktur yang baru, aku tidak akan pernah lagi bersikap ramah terhadap kalian!! Akan kupastikan kalianlah yang akan menjilatku!!!' geram pelayan itu dalam hati sembari menaiki tangga untuk kembali ke kamar nyonya besar.